PROLOG
Dahulu kala, di sebuah planet yang jauh bernama Ardgar, umat manusia hidup dalam ketakutan setiap kali matahari mulai terbenam. Saat senja mulai menguasai langit, monster-monster mengerikan yang bernama Gomagoks keluar dari kedalaman lautan, membawa kehancuran dan rasa takut akan kematian.
Planet Ardgar mayoritas dihuni oleh dua ras manusia, yaitu Ras Sayents, yang terkenal dengan kecerdasan mereka yang luar biasa, dan Ras Rojerians, prajurit tangguh dengan kekuatan fisik yang sekuat baja. Dua ras ini harus bersatu demi satu tujuan, "bertahan hidup". Para Rojerians bertugas sebagai garda terdepan yang akan melindungi umat manusia dari serangan Gomagoks, sementara Sayents bertanggung jawab untuk memberikan inovasi berupa peralatan tempur dan perlengkapan pendukung untuk menghadapi musuh umat manusia.
"SERANG!!!!"
Suara terompet pembuka perang berbunyi dengan lantang, menandakan awal mula peperangan saat matahari mulai tenggelam, menyisakan kegelapan dan ancaman dari monster haus darah.
Selama perang berlangsung, umat manusia sangat tidak diuntungkan. Kolaborasi antara dua ras umat manusia, tetap tidak cukup untuk bisa menghentikan ancaman Gomagoks yang selalu datang setiap senja. Jumlah Gomagoks terus bertambah, mereka para monster yang lahir dari kedalaman laut selalu melampaui kekuatan para Rojerians yang terbatas.
"TOLONG!!!"
"AARRKKHH"
Rintih dari salah satu prajurit yang sedang berjuang melepaskan diri dengan sekuat tenaga dari gigitan tajam Gomagoks, menyebarkan rasa gemetar ke seluruh tubuh para prajurit yang mempertahankan diri. Sebagian prajurit mulai merasa putus asa, mereka merasa ada di neraka pertumpahan darah, namun sebagian yang lain masih terus bertarung dan diselimuti api keberanian.
"RAAAAARRGGHHH!"
Raungan Gomagoks yang tingginya empat kali lipat dari tubuh manusia normal, berhasil mematahkan semangat bertarung para Rojerians. Secara perlahan pasukan mereka berkurang.
"SEMUA PASUKAN! MUNDUR, AMBIL POSISI BERTAHAN!"
Senja selalu menjadi pengingat akan pertempuran yang tak berujung. Cahaya jingga yang indah berubah menjadi tanda bahaya. Orang-orang dipemukiman segera berlindung mempertahankan diri, berdoa agar malam ini bukan menjadi malam terakhir mereka. Namun, seiring waktu, beberapa pertanyaan mulai menghantui mereka :
"sampai kapan mereka harus bertahan seperti ini?"
"Apakah ada harapan untuk mengakhiri mimpi buruk ini?"
WHOOOSH!
BAM!!
Suara gemuruh itu tiba-tiba memecahkan suasana perang. Gumpalan asap yang tebal di tengah medan pertempuran terus melebar ke sekitar, membuat pandangan para prajurit Rojerians kabur dan remang. Terlihat tiga sosok manusia di tengah kepulan asap itu yang sedang berdiri tegak, seperti sedang menantang barisan Gomagoks yang bersiap memangsa mereka.
TCUUUSSSSTT!
Kilat berwarna kuning dengan cepat menembus tubuh Gomagoks yang keras. Seketika satu monster di hadapan mereka terkapar ke tanah. Gelombang kilat kuning itu menyapu bersih kepulan asap sehingga padangan para prajurit kembali terang. Tiga orang di hadapan mereka seketika melayang ke angkasa, sejajar dengan kepala para monster Gomagoks yang kini merasa seperti hewan buruan. Sebuah keajaiban akhirnya datang.
Tiga pelopor dari ras Sayents : John Scarleid, Hycap Goldyc, dan Cowelia Xaphier. Mereka adalah orang yang selamat dari sebuah proyek berisiko tinggi bernama "Ikariest", sebuah upaya untuk mendapatkan kekuatan dari inti matahari. Dengan keberanian dan kecerdasan mereka, proyek ini berhasil. Kekuatan matahari memberikan mereka kemampuan luar biasa untuk bisa terbang, mengeluarkan sinar laser dari mata, dan kekuatan luar biasa lainnya.
TCUUUSSSTTTT... TCUUUUSSSSSTTTT!
Kilat kuning keluar dari mata yang bersinar terang milik Hycap Goldyc, terus menerjang para Gomagoks. Satu persatu tubuh mereka tertembus dan terbelah oleh sinar panas yang keluar dari mata Hycap yang menyala.
ZZIIIPPPP... ZZIIIPPPP!
Seseorang terbang dengan kecepatan secepat kilat, hingga tubuhnya tak lagi terlihat, terus menembus satu persatu tubuh monster Gomagoks dengan cepat. Monster itu terlihat kewalahan saat mencoba menghindar dari kilat merah yang terus tanpa henti menumbangkan seluruh monster di medan pertempuran.
"Luar biasa! Kita seperti melihat tombak merah yang terus menembus para monster dengan cepat, Tidak, bahkan itu sangat cepat!"
Sekelompok prajurit terkesima dengan penampakan yang ia lihat. Tanpa mereka sadari, mereka masih menjadi target dari salah satu Gomagoks yang mau menerkam mereka.
"AWAS!"
"RRAAAARRGGHHHH!!!"
FRRRHHHHMMMMMM!
Gelombang biru dengan kuat menahan Gomagoks yang hampir saja membunuh salah satu prajurit Rojerians. Seorang wanita paruh baya dengan mata biru menyala, sedang terbang di angkasa menyoraki prajurit yang baru saja terkapar.
"HEI! Cepat lari dari sini!"
"B...Baik,"
Prajurit itu berlari, menjauh dari medan pertempuran yang kini diambil alih oleh seorang Sayents, yang bisa terbang dan memiliki kekuatan supranatural.
"Kenapa cuman Scarleid yang menarik perhatian? Hufft, bikin iri saja."
FRRHHMMMM!
Sonar berwarna biru itu terus menahan seluruh badan Gomagoks yang terus melawan.
"RRAAAAGGHHHH"
"Berisik sekali monster ini!"
BAM!
Monster yang tertahan oleh gelombang biru itu secara perlahan terangkat, lalu terhentak ke tanah dengan keras. Para prajurit mengira bahwa sumber gelombang biru itu berasal dari seorang wanita yang terus menjolorkan tangannya, seolah mencengkram Gomagoks dari kejauhan.
"Wanita itu, bukan kah seorang bangsawan yang hilang sembilan tahun yang lalu?"
"Iya, rambut putih itu, tidak salah lagi... dia adalah seorang Xaphier."
Tidak butuh waktu lama bagi mereka bertiga, semua Gomagoks telah berhasil terbantai dengan habis, Mereka tidak menyisakan sedikit pun monster yang hidup di permukaan bumi. Kini keberuntungan berpihak kepada umat manusia, dalam waktu singkat, mereka membabat habis Gomagoks dengan efisiensi yang tak pernah bisa dicapai oleh prajurit Rojerians. Dengan kemampuan mereka, perang yang telah berlangsung selama berabad-abad akhirnya berakhir. Atas jasa menghentikan pertempuran yang abadi, mereka bertiga diberi penghormatan untuk menyandang ras baru yang disebut Soloris, manusia dengan kekuatan matahari.
Soloris menjadi jawaban atas mimpi buruk umat manusia. John, Hycap, dan Cowelia menjadi pahlawan, tidak hanya karena keberanian mereka, tetapi juga karena mereka membawa kedamaian yang selama ini hanya menjadi impian. Ketiganya kemudian diangkat menjadi pemimpin baru bagi seluruh umat manusia.
...****************...
Berabad-abad telah berlalu. Kedamaian kini menjadi bagian dari kehidupan di planet Ardgar. Tidak ada lagi perang, tidak ada lagi teror Gomagoks. Semua manusia kini memiliki kemampuan untuk terbang, itu semua bisa terjadi berkat program perkawinan silang antara keturunan Soloris dan ras lainnya. Sayents dan Soloris bekerja sama membangun peradaban yang maju, menciptakan kerajaan yang makmur bernama Kaansa. Sebuah kerajaan yang akan menjadi pusat dari segala inovasi, kekuatan, dan kejayaan manusia.
Namun, di balik gemerlapnya era baru, ada bayangan kelam yang tersembunyi. Para Rojerians, yang dahulu menjadi pahlawan di medan perang, kini tersisih. Mereka menolak tunduk pada kepemimpinan Soloris. Akibatnya, mereka diusir dari Kaansa. Terdapat larangan keras yang membuat mereka tidak bisa menetap di wilayah yang dikuasai oleh ras Soloris. Dalam pengasingan itu, mereka membawa luka hati yang mendalam, menunggu saat yang tepat untuk hari pembalasan.
Kehidupan di Kaansa terlihat sempurna di permukaan, tetapi retakan demi retakan mulai terlihat. Ketika bayangan masa lalu kembali mengintai, rahasia gelap dari kekuatan Soloris mulai terungkap. Satu hal menjadi jelas, kedamaian ini mungkin tidak akan bertahan selamanya. Ketika senja sekali lagi mewarnai langit di seluruh Ardgar, dunia ini akan diuji oleh konflik baru yang jauh lebih besar daripada yang pernah mereka bayangkan.