Pisau Mematikan
"Pistol Veyron. Akan kusimpan sebagai kenangan akan dirimu. Hahahaha." Ujar Kieran.
"Ruangan ini terasa gelap tanpamu, Veyron. Aku suka." Kieran tertawa sambil meninggalkan ruangan penuh darah itu.
Pintu ruangan itu tertutup. Hening. Jejak pistol berdarah telah dibawa oleh Kieran. Langit malam di Yourthverd berubah menjadi merah.
Di malam itu, nama Veyron resmi lenyap dari dunia.
...
10 hari sebelum kejadian.
"Huh... bosan sekali. Apa tidak ada misi atau musuh yang datang?" Tanya Veyron.
"Tentu saja tidak ada, toh ini Bulan Megnorth. Tidak ada orang yang akan macam-macam. " Jawab Forger.
Forger adalah teman kecil Veyron sekaligus sekertaris pribadi dan pengawal Veyron. Walaupun terkadang Veyron terlihat seperti terganggu oleh Forger, tapi sebenarnya tidak ada yang berani menyentuh Forger kecuali dia.
"Yah terserah lah... " Veyron duduk sambil memutar pistol favorit nya.
Dia memandang Bulan Megnorth yang sangat merah. Dia tersenyum. Dan tertawa tipis.
"Hi. Iya, kamu. My beloved reader." Dia tersenyum.
"Hanya kalian yang bisa melihat sisi ini, jangan beritahu ini ke siapa-siapa, oke? Yah, lagian kalian hanya bisa membaca bukan?" Veyron tertawa sambil menatapmu.
Dia tersenyum licik.
"Tunggu saja, ini lah kisahku.
The Legend of Untouchable!"
"HAHAHAHAHHA!"
"uhmm... Ron?" Forger mengetuk pintu ruangan Veyron.
Veyron melirikmu.
"Shh... Ingat. Rahasia."
Dia tersenyum lebar sambil berpaling dan menatap Forger.
"Ada apa, Forger?"
"Itu... ada Clo-"
*DUARK*
Veyron menghela nafas.
Tentu saja. Aku harusnya tahu.
"Morning, Bunny..."
"M-maaf, aku sudah bilang untuk tunggu di luar... Tapi-"
"Sudahlah, biarkan dia Forger." Veyron duduk kembali ke kursinya dan menatap meja kerjanya yang lembut.
Sedangkan wanita berbaju merah itu...
*Drkk*
"Ayolah, Veyron... Bermain denganku..."
Dia mengangkat salah satu kakinya ke meja milik Veyron dan menatap matanya.
Dia memegang dagu Veyron sambil tersenyum.
"Apa maumu, Clorie?" Dengan tatapan yang tajam dan suara yang dingin dia menatap Clorie.
"Huh, tidak mau basa-basi yaa... Baiklah."
Wanita itu menurunkan kakinya dan duduk di kursi di hadapan Veyron.
"Yah, kau tahu... Ini sudah waktunya kau berbalas budi" Ujar wanita itu.
Wanita bergaun merah ketat ini adalah seorang assasin. Dia pernah melakukan misi pembunuhan bersama Veyron. Dan sebenarnya, Veyron pernah memiliki hubungan dengannya. Namun, Clorie selalu meninggalkannya tanpa jejak. Bahkan, seringkali menipu Veyron.
"Apa maksudmu?" Veyron menjawab tanpa menatapnya.
Clorie mengambil pisau di pahanya, dan menodongkan ke leher Veyron.
"Setidaknya, tatap aku dengan benar." ujar Clorie dengan nada serius.
*srrt*
Pisau itu menggores leher Clorie. Tiba-tiba saja pisau itu sudah berada di leher Clorie. Veyron menatapnya dengan dingin, dan tersenyum dengan tipis.
Salah satu kekuatan Veyron yang sangat spesial. Memanipulasi pergerakan, dan ilusi kepada targetnya. Tanpa kau tahu, kekuatan itu sudah sangat ditakuti semua orang. Dan tak ada yang tahu seberapa banyak sebenarnya kekuatan yang dimiliki Veyron.
"huh... Kau masih saja keras yah. eughh, kau tidak perlu menyayatku seperti itu kan?" kata Clorie sambil menahan darah yang mengalir di lehernya.
Forger memberikannya tisu.
"hmm... Terima kasih Forger, aku gak tau kalau kamu begitu perhatian... " Clorie menatap Forger dan tersenyum.
"ehmm, yah... Aku hanya-"
"Jadi, kenapa kau datang ke wilayahku." Veyron memutus percakapan mereka.
Clorie tersenyum dan kembali menatap Veyron.
"Yah, seperti yang tadi sudah kubilang. Urusan kita belum selesai."
"Aku tidak ada urusan lagi pada orang sepertimu, penghianat." Veyron berdiri dari kursinya dan duduk di meja sambil mengangkat dagu Clorie.
"Bawa dia keluar, aku tidak ingin bicara lagi dengannya." Veyron berjalan ke arah jendela tanpa memedulikan Clorie.
"b-baiklah." ujar Forger.
Forger membantu Clorie untuk berdiri dari kursi.
"l-lepaskan!"
*Sring*
Clorie menodongkan senjatanya ke Forger.
*Jlebb*
Suara tertusuk terdengar di seluruh ruangan.
"Kenapa kau masih saja bodoh, Clorie."
*Suasana gelap mengelilingi Clorie*
"aku tidak bisa bergerak. Aku juga tertusuk di perut, sialan kau Veyron. "
Veyron menggenggam tangan Clorie dengan kencang.
"Kau masih saja meremehkanku ya." Veyron mendekat ke wajah Clorie. Jarak mereka hanya beberapa centi sekarang.
"eughh! Genggamannya terlalu kuat. Aku tak bisa kabur. " kata hati Clorie terus berbicara untuk berusaha kabur.
"hahaha, kamu pikir kamu bisa kabur dengan mudah?" Veyron tersenyum dan menjilat darah di leher Clorie.
"Eughh! Dia bisa membaca pikiranku. Aku terjebak oleh permainan nya." Clorie panik dan berusaha untuk lepas dari genggaman Veyron.
Di saat ketegangan itu, Clorie memilih untuk berbicara lewat hatinya.
"Kau bisa dengar kata hati ku kan. Dengar ini. Aku diberi pesan oleh seseorang."
Wajah Veyron berubah menjadi serius.
"Saudara tiri-mu, Kieran."