Bab 1 "PERJUMPAAN AJAIB"
Liam Ray membuka matanya yang terpejam. Ia berbaring di padang rumput hijau yang membentang luas, dikelilingi pegunungan menjulang. Angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya.
Di mana ini? pikir Liam bingung. Terakhir yang diingatnya, ia tertidur lelap di gubuk reyotnya yang terletak di Desa Astoria, sebuah desa kecil terpencil di kaki Gunung Astra.
Liam beranjak duduk sambil memandang sekeliling. Tidak ada siapapun. Hanya ada padang rumput dan langit biru membentang. Apakah ini mimpi?
"Liam..." terdengar suara lembut memanggilnya.
Liam menoleh dan terkesiap. Seorang gadis cantik berdiri tak jauh darinya sambil tersenyum. Rambut ikal sebahunya bergoyang ditiup angin. Gaun putihnya berkibar bagai sayap.
"Siapa kau?" tanya Liam terpana.
"Namaku Zoe Lea. Aku datang untuk menuntunmu," sahut gadis i
Liam semakin bingung, tapi entah mengapa ia merasa harus mempercayai Zoe Lea. Mungkin gadis ini dikirim untuk menolongnya. Ia pun bangkit dan menghampiri Zoe Lea.
"Ayo ikut aku," ajak Zoe Lea sambil menggandeng tangan Liam.
Mereka berjalan menyusuri padang rumput. Tak lama kemudian, mereka tiba di tepi danau jernih dikelilingi hutan pinus. Zoe Lea duduk di tepi danau dan mengajak Liam melakukan hal yang sama.
"Tempat apa ini?" tanya Liam takjub.
"Danau Harapan. Di sini kita akan memulai perjalanan panjangmu," jawab Zoe Lea.
Zoe Lea lalu mengajari Liam cara meditasi dan menenangkan pikiran. Liam pun akhirnya bisa merasakan ketenteraman luar biasa. Ia seolah menemukan jawaban atas pertanyaan hidupnya selama ini.
Setelah dirasa cukup, Zoe Lea kembali menggandeng Liam untuk melanjutkan perjalanan. Mereka kini tiba di sebuah padang pasir luas nan gersang. Angin panas menerpa tubuh mereka.
"Padang Pengorbanan," ucap Zoe Lea.
Di padang pasir ini Zoe Lea melatih kesabaran dan daya tahan Liam. Ia membimbing Liam untuk tetap tegar menghadapi setiap cobaan yang datang. Liam pun belajar arti pengorbanan dan keikhlasan menerima ujian.
Perjalanan mereka belum selesai. Kini mereka tiba di sebuah desa nelayan di tepi laut. Zoe Lea mengajak Liam turun ke desa dan membantu para nelayan. Dari situlah Liam belajar arti cinta kasih kepada sesama. Hatinya pun semakin terbuka.
Begitu banyak pelajaran berharga yang didapat Liam dari perjalanan bersama Zoe Lea. Ia kini merasa telah menemukan jawaban dari semua kegelisahan batinnya selama ini.
Sayang, perjalanan mereka harus berakhir di sini.
"Maafkan aku Liam, tapi kini saatnya kita berpisah," ucap Zoe Lea lirih.
"Apa? Kenapa?" Liam terkejut.
"Kita berasal dari dunia yang berbeda. Suatu hari nanti kau akan mengerti," sahut Zoe Lea sedih.
Meski berat, Liam akhirnya mengerti ia harus melepas kepergian Zoe Lea. Setelah berpelukan untuk terakhir kali, Zoe Lea melangkah pergi hingga sosoknya menghilang ditelan cahaya.
Liam membuka mata. Ia telah kembali ke gubuk reyotnya di Desa Astoria. Rupanya itu semua hanya mimpi. Namun mimpi itu terasa begitu nyata, dan telah mengubah hidup Liam selamanya...
Liam terbangun dengan perasaan bingung bercampur sedih. Meski singkat, perjumpaan ajaib dengan Zoe Lea telah menyentuh hatinya. Ia merasakan kehilangan mendalam, juga kerinduan pada kedamaian yang sempat dirasakannya. Namun Liam yakin, suatu hari nanti pasti ada jalan untuk bertemu Zoe Lea lagi. Keyakinan itulah yang memberinya semangat untuk melanjutkan hidup dan makna baru perjalanannya ke depan. Liam pun beranjak dari tempat tidur, bersiap memulai hari dengan langkah pasti menuju impiannya.