"Uangku adalah uang kita, tapi uangmu adalah uang keluargamu."
Kalimat itu menjadi pahit yang Arumi telan setiap hari. Membesarkan dua anak yang beranjak dewasa sendirian di bawah atap yang sama dengan seorang suami, Arumi merasa seperti single parent berstatus menikah. Sementara sang suami tampil necis dan loyal di luar sana, Arumi harus berjuang dengan wajah kusam di depan laptop demi biaya sekolah anak-anak.
Sampai kapan Arumi harus mengalah? Apakah pernikahan sepuluh tahun ini layak dipertahankan jika keberadaannya hanya dianggap sebagai 'mesin penghasil uang' yang tak berhak bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SALDO ISTRI, NAFKAH SUAMI Komentar