pernahkah kamu berpikir untuk lari dari penikahan yang tidak ada dalam daftar rencanamu?! Hal itulah yang kini ada dalam pikiran Arinda Anindira, terbesit pikirannya untuk kabur dari pernikahannya bersama Daniel Arsenio.
Bagaimanakah cara Daniel seorang CEO yang sangat dingin meluluhkan dan mendapatkan cinta Arinda?
ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cacasakura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.10
"kenapa kalian bisik bisik di sana, cepat minta maaf pada nenek ini" kata Arinda lagi membuat Ansel kembali menatap wajah Arinda yang masih berlepotan tumpahan minuman.
"Sudahlah nak, semua ini juga salah nenek yang tidak melihat kanan kiri saat menyebrang" ujar nenek itu yang tidak ingin memperpanjang masalah.
"Nenek jangan seperti itu, mereka yang seharusnya minta maaf. Mereka seharusnya menghormati nenek dan tidak langsung menuduh yang bukan bukan" Arinda tidak bisa membiarkan seseorang yang lebih tua tidak di hormati dan di tuduh mencari keuntungan.
Nenek itu semakin kagum dengan sikap gadis yang menolongnya itu. Nenek itu masih ingin berada di situ tapi ia tidak bisa karena ada urusan yang harus di selesaikan olehnya.
Arinda kembali menghadapi Ansel dan sisupir yang masih belum meminta maaf pada nenek itu. Keadaan di trotoar itu tidak begitu ramai, orang-orang di sana lebih memilih tidak ikut campur. Ada juga sebagian mereka mengabadikan lewat smartphone mereka. Ansel menatap sekelilingnya, ia tidak ingin keadaan menjadi di luar kendali.
"seharusnya kamu yang meminta maaf dan mengganti rugi mobil tuan saya. kamu tidak liat gara-gara minuman kamu mobil tuan saya yang bersih menjadi kotor"
"ha....kotoran seperti itu di siram air juga langsung bersih, gimana dengan nenek ini. jika beliau celaka apa kamu bisa mengganti rugi"
Nenek itu sudah tidak bisa berlama lama di sana, sebuah mobil Mercedes Benz mendekat ke samping trotoar. Supir mobil Mercedes Benz melihat nenek itu yang berada di belakang gadis muda. Nenek itu melihat mobil yang di kenalinya melihat supir yang akan keluar dari mobil, nenek itu bergegas menghampiri mobil Mercedes Benz tanpa sepengetahuan Arinda yang masih beradu argumen dengan supir mobil yang hampir menabrak nenek itu.
Ansel dan sisupir hanya diam melihat nenek itu telah pergi. Arinda tak menyadari jika nenek di belakangnya telah pergi.
“Ada apa ini, kenapa lama sekali? Apa urusan sepele ini masih harus aku yang turun tangan?” kata daniel terpaksa menghampiri mereka karena sedari tadi menunggu asisten dan supirnya belum kembali di ikuti dengan bodyguard Daniel.
Melihat tuan mudanya turun menghampiri ansel dan supir itu memberi hormat.
“maaf tuan muda, saya akan segera menyelesaikan masalah ini” kata Ansel lagi.
“Apakah masalah semudah ini harus aku yang turun tangan?” Daniel menatap dingin kearah ansel dan supir. Para bodyguard Daniel mengamankan sekitar trotoar agar tidak ada paparazi yang mengambil atau merekam Tuan muda mereka.
“ jadi anda tuan muda dari kedua orang yang tidak punya sopan santun ini” Arinda menatap kesal kearah daniel. Merasa dirinya di singgung Daniel menatap kearah Arinda yang masih berlepotan dengan minuman yang telah di lindas oleh mobilnya. Belum sempat Daniel membuka suara, Arinda langsung melabraknya.
“Seharusnya anda mengajari sopan santun pada anak buah anda. Jangan semena mena terhadap orang yang lebih tua dari anda. Dan seharusnya anda minta maaf kepada nenek itu” kata arinda yang menunjuk langsung ke arah daniel. Mata daniel lalu mencari nenek tua yang kini sudah tidak ada.
" nenek... nenek yang mana?” tanyanya dingin
“ Nenek it...” mata indah arinda membulat saat melihat ke belakangnya di mana nenek itu sudah tidak ada.
“ Liat gara gara kalian nenek itu jadi ketakutan karena kalian hanya bisa main keroyokan, bukannya meminta maaf kalian malah menyudutkan nenek itu” bela arinda yang tidak menyadari jika dia sendiri juga korban.
*************
jangan lupa like dan votenya 😇😇😇😇