NovelToon NovelToon
The First Female General

The First Female General

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Perperangan / Raja Tentara/Dewa Perang / Dokter Ajaib / Ahli Bela Diri Kuno / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Kc

Xu Ya, seorang gadis yang memiliki latar belakang yang sempurna dan memiliki seribu talenta sehingga ribuan orang memuja mujanya.

Tetapi, semuanya berubah drastis seluruh keluarganya mengalami pembantaian yang keji terkait dengan perebutan tahkta sehingga Xu Ya harus masuk ke dalam kemiliteran demi membalaskan dendam dan membersihkan nama keluarganya.

Namun perjalanan ini tidak mudah dan penuh dengan darah, dengan ditemani oleh seorang Jenderal hebat yang memiliki tujuan yang sama.

Keduanya saling bekerja sama satu sama lain sebelum akhirnya berubah menjadi saling mengandalkan.

Akankah Xu Ya berhasil membalaskan dendam keluarganya?

Tag : Strong Female lead, smart female lead, arrogant male lead, angst, violence, military

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10 - Xu Jianchou

"Jenderal pasti tidak mau melakukan hal kotor seperti ini, bagaimana jika meminta bantuan Kak Gao saja ?" Tanya Xu Ya tanpa rasa bersalah.

"Dalam sekejap kamu menjadi begitu dekat dengannya sampai memanggilnya kakak. Apakah kamu tidak takut keluargamu merasa malu melihat sikapmu ?" Tanya Huo Xincheng dengan sinis lalu segera mengambil pisau itu.

"Aku hanya berteman, apalagi Kak Gao memiliki sifat yang baik dan tidak suka marah marah. Jadi aku juga merasa lebih baik, jika bersama dengan Jenderal maka aku pasti merasa takut dan tertekan. " Ucap Xu Ya berkeluh kesah.

Tanpa sadar Gao Yu yang berdiri di depan tenda tiba tiba merasa bahwa bulu kuduknya berdiri seolah olah ada sebuah niat membunuh padahal dia tidak tahu darimana itu berasal.

Tidak lama tabib tua keluar dari dalam tenda dengan senyum cerah lalu menepuk bahu Gao Yu.

"Bagaimana kondisi Nona Xu ?" Tanya Gao Yu.

"Anak muda, aku beritahu kamu sesuatu untuk menyelamatkan nyawamu. " Jawab Tabib tua itu.

"Apa itu ?" Tanya Gao Yu penasaran.

"Jangan terlalu dekat dengan Nona Xu itu, jika tidak maka kamu akan mengundang macan ganas untuk menerjang dirimu. Oh ya, jangan katakan bahwa aku bisa mengikis kulit dengan pisau ya di masa depan. " Bisik Tabib tua itu sembari berkedip nakal.

"Jenderal dan Nona Xu..... astaga !" Gao Yu berseru dengan sangat antusias lalu berlari ke seluruh kamp untuk menyebarkan berita ini.

Tabib tua itu menggelengkan kepalanya dan merasa bingung dengan sikap Gao Yu yang terlalu kekanak kanakan.

Huo Xincheng tidak pernah dekat dengan wanita selain Ibunya dari lahir sampai sedewasa ini maka dari itu berita ini benar benar harus disebarkan seluas luasnya. Jika perlu maka seluruh dunia harus tahu namun Gao Yu juga tahu bahwa identitas Xu Ya pada saat ini sedang berada dalam ancaman.

Jadi dia hanya mengatakannya dengan beberapa rekan yang dekat dan terpercaya, rekan seperjuangan Huo Xincheng yang sudah sangat lama berada di dalam kemiliteran.

Sementara kedua orang di dalam tidak tahu mengenai kasus yang menyebar di luar ini sehingga mereka hanya bisa berada dalam situasi yang canggung dan tegang ini.

Xu Ya menggigit pakaiannya dengan erat erat sampai sampai tidak ada sela untuk suaranya keluar, Huo Xincheng memanaskan pisau dengan api sehingga tidak ada bakteri dan pisau menjadi steril lalu mulai mengikis pakaian Xu Ya dengan erat.

Xu Ya mengerang kesakitan ketika merasakan penyiksaan ini , proses ini dilakukan secara lambat dan berhati hati sehingga membuatnya merasa sangat kesakitan. Setiap detik dari hidupnya pada saat ini terasa seperti satu tahun.

Keringat mengalir deras dari dahinya, ada suara teriakan tertahan di dari dalam mulutnya dan dia benar benar menderita pada saat ini.

Huo Xincheng juga tidak kalah tertekan , dia bahkan sampai tidak berani untuk berkedip dan keringat sebesar butiran jagung juga terbentuk di dahinya.

Ketika sudah sisa sedikit, Huo Xincheng menguatkan tekadnya dan langsung menariknya dalam satu tarikan terakhir. Xu Ya merasa bahwa nyawanya seperti melayang dan dia mulai kehilangan keseimbangan.

Huo Xincheng merangkul bahu Xu Ya agar dia tidak jatuh ke belakang dan memperparah lukanya.

"Bertahanlah, jangan sampai kehilangan kesadaran. Apakah kamu masih bisa mendengarku ?" Tanya Huo Xincheng dan Xu Ya menganggukkan kepalanya dengan lemah.

Tidak lama kemudian Tabib tua itu kembali masuk lagi dan membantu Xu Ya untuk berada dalam posisi tengkurap.

"Aku akan menusukkan beberapa titik akupuntur mu sehingga kamu tidak akan merasa begitu sakit ketika aku mengoleskan dan menaburkan bubuk obat padamu. Bagaimana ?" Tanya Tabib tua itu.

"Ya." Jawab Xu Ya dengan lemah.

Huo Xincheng hanya duduk dan mengamati dengan mata elangnya tanpa suara. Jika Tabib tua dan Xu Ya itu tidak memperhatikan Huo Xincheng maka mereka tidak akan menyadari bahwa Huo Xincheng berada disana sejak tadi dengan sikapnya yang dingin dan tidak tersentuh.

Setelah selesai, sebuah pakaian digunakan untuk menutup punggu Xu Ya yang dipenuhi dengan luka terbuka.

"Aku akan pamit dulu Jenderal. " Ucap Tabib tua itu membawa kotak obatnya keluar.

Huo Xincheng menatap Xu Ya lalu melihat kamarnya yang cukup luas ini, pada saat ini maka Xu Ya tidak akan bisa tinggal di kamp yang sama dengan pria pria lain.

"Bagaimana jika kamu tinggal disini ? Aku akan meminta Gao Yu untuk memasang pembatas. " Tanya Huo Xincheng.

"Boleh juga, tidur di lantai juga tidak masalah. " Jawab Xu Ya.

Huo Xincheng hanya menatapnya dengan tatapan tidak senang. Entah bagaimana kehidupannya yang monoton dan teratur mendadak menjadi kacau karena kedatangan wanita ini.

Dengan begitulah kamar Huo Xincheng disulap menjadi terbagi dua dan satu untuk Huo Xincheng yang bagian luas sementara yang kecil untuk Xu Ya.

"Kenapa kamu memilih nama Xu Jianchou ?" Tanya Huo Xincheng. Pada saat ini mereka berbaring di kamar yang sama hanya dibatasi oleh tirai tipis.

Mereka berbaring di tempat tidur masing masing hanya saja Xu Ya tidak benar benar berbaring melainkan tengkurap karena dia tidak bisa berbaring.

"Mudah saja karena nama Jianchou berarti Pedang Pembalasan Dendam. Aku akan menjadi pedang yang hidup itu untuk membalaskan dendam. " Ucap Xu Ya dengan senyum tipis.

"Kalau begitu maka itu memang sangat cocok denganmu. Namun apakah kamu tahu bahwa kamu harus ikut berlatih besok walaupun terluka ?" Tanya Huo Xincheng menakutinya.

"Oh, setelah bangun maka rasa sakit yang aku rasakan akan hilang dan aku akan sepenuhnya menjadi Xu Jianchou. Dengan begitu maka aku akan mengikuti pelatihan militer yang keras. " Jawab Xu Ya.

"Aku harap bahwa kamu tidak mengecewakanku, rekrut prajurit masih menunggu 3 bulan lagi. Aku membawamu secara khusus, jika kamu tidak menunjukkan kemampuanmu maka kamu akan diremehkan orang orang. " Ucap Huo Xincheng.

"Aku tahu, aku akan di cap sebagai seseorang yang memanfaatkan kedekatan dengan atasan untuk mendapatkan posisi. Namun aku akan segera membuktikan diri kepada semuanya bahwa aku pantas dengan posisi ini. " Balas Xu Ya tanpa keraguan sedikitpun.

"Bagus jika kamu memiliki pemikiran seperti ini. Aku akan menilaimu dan memantaumu dari kejauhan. Jika kamu barangkali terlihat malas malasan maka aku akan mengirimmu kembali ke sisi Yang Mulia. " Ucap Huo Xincheng memperingatkannya sekali lagi tentang perjanjian mereka di awal.

Xu Ya tertawa ringan tetapi juga tidak menanggapi lagi, dia merasa bahwa hari ini dia mengalami banyak guncangan dan tekanan mental jadi sedikit banyak dia merasakan kelelahan di dalam hatinya.

Perlahan lahan pandangannya menjadi kabur dan dia tenggelam ke dalam lautan mimpi.

...----------------...

Jangan lupa like, komen dan vote ya 😁

1
y@y@
⭐👍🏿👍🏻👍🏿⭐
Big.Daddy
bahkan jenderal Guanxi pu tak berkutik di hadapan nona Jianchou 🤣🤣🤣
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Muantebz
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees
Big.Daddy
oy oy,,,,kalian berdua pasti bisa bertahan,,,,,
ya iya lah,kan mereka MC nya,,,🤭
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Muantebz boos
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah
Big.Daddy
hahaahaaa,,,,,
kelemahan kebanyakan Tuan Muda adalah sombong,arogan,serakah dan menganggap dirinya terlalu tinggi membuatnya jadi tak tau diri,,,hancurkan segera nona Jianchou,,,,,
Cindy
Terimakasih banyak ya sudah update.🙏🙏🙏
Cindy
Luaaaaaaaar Biasa Seru.
Cindy
Ayolah lanjutkan lagi ya ceritanya, seru banget ni👍👍
Big.Daddy
umpan telah dimakan,mari menariknya jangan sampai kail nya lepas kembali,,,nona Jianchou pastikan semuanya berjalan dengan baik agar jenderal kaku itu tidak marah,,,,
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Menarik..
y@y@
👍🏿⭐👍⭐👍🏿
Big.Daddy
kekuasaan,,,,,
selalu saja itu yg jadi masalah,entah di dunia fiksi ataupun di dunia nyata,,,
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Maju terus
Big.Daddy
sumpah,,,mereka berdua ini apa dah ahahahaaa,,,,,,kocak
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu
y@y@
👍🏿⭐👍⭐👍🏿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!