Lanjutan Kings and Queens.
Amira Léopold, putri kesayangan Raja Arsyanendra Léopold adalah pemberontak sejati. Opa dan ayahnya sudah pusing dengan kelakuan putri Badung itu hingga suatu hari Amira nekad terbang ke New York dan ingin berkeliling Amerika dengan mobil ... sendirian. Tentu saja Arsya dan Sean ngereog hingga mengirimkan kepala keamanan kedutaan Belgia buat mengawal Amira. Putri Badung itu mengeyel tidak mau ada pengawal tapi Grady Daughetry adalah pengawal terlatih dan tetap mengawal kemana Amira pergi. Hingga keduanya sadar sama-sama saling jatuh cinta
8th generation of klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikmati Acara Makan Malam
"Baunya harum paman Matthew," puji Amira sambil mengendus-endus tempat grill.
"Ini harum bumbu rahasia keluarga Daugherty, princess." Matthew tersenyum bangga. "Bagaimana, perjalanan lancar dari New York?"
"Lumayan dan kami sempat mampir di Pennsylvania dan Cincinnati cuma gara-gara Grady menangkap bola home run, jadi ramai," senyum Amira.
"Princess, apakah princess tidak terganggu dengan pemberitaan tentang anda dan Grady?"
Amira tertawa kecil. "Paman, aku sudah terbiasa kamera dari baru brojol ditambah kenakalan aku juga menjadi aib di media jadi kalau cuma gosip soal aku dan Grady, itu hal yang kecil! Lagipula, berita segitu masih belum seberapa saat aku masuk sel gara-gara berantem!"
Matthew melongo. "Jadi berita anda masuk sel semalam di penjara di Zürich itu benar ?"
Amira memberikan tanda peace ke Matthew yang tampak shock bahwa putri mahkota cantik di depannya pernah masuk sel.
"Di keluarga aku, belum masuk sel itu belum afdol. In a good way. Aku hanya membela diri saat menjemput temanku yang mabuk dan hampir jadi korban pelecehan di club. Jadi sebenarnya yang masuk sel tidak hanya aku tapi juga mas Akira karena tidak mungkin aku ke club sendirian."
Matthew menggelengkan kepalanya. "Ya ampun princess, anda itu memang berbeda."
"Kata Daddy, selama kamu membela diri kamu dan orang lain yang kesusahan, jangan takut." Amira melihat Grady datang bersama Anna.
"Cerita apa?" tanya Anna sambil melihat hasil grill suaminya. "Medium rare?"
"Yes. Angus paling enak dimakan seperti itu kan?" jawab Matthew sambil meletakkan daging-daging steak untuk diberikan kesempatan rest. "Tadi princess cerita kalau dia masuk sel saat kuliah di Swiss."
Grady menoleh ke Amira yang hanya mengedikkan bahunya. "Kenapa kamu ceritakan?"
"Hei, itu aib memang ada di internet. Bukankah lebih bagus dari pelakunya langsung? Lebih syahdu kan?" senyum Amira.
Grady memegang pelipisnya. "Princess, sebaiknya hal-hal yang jelek-jelek jangan diungkapkan."
"Lho kenapa?" tanya Amira polos tapi Grady melihat wajah bangga disana.
"Tidak patut." Grady lalu menuju meja makan yang berada di teras belakang untuk menata piring.
"Butuh bantuan?" tawar Amira.
"Boleh."
Anna dan Matthew melihat bagaimana Grady dan Amira kompak menata meja. Kedua orang tua pria itu melihat bagaimana Grady dan Amira tampak serasi tapi mereka tahu bahwa tidak mungkin bisa berbesan dengan seorang Raja Belgia. Apalagi Grady bukan siapa-siapa dibandingkan Amira.
"Mereka tampaknya cocok ya sayang," bisik Anna sambil mengaduk kentang tumbuk nya.
"Jangan berharap terlalu tinggi, Anna."
"Setidaknya, princess satu ini tidak jaim."
Matthew tersenyum. "Grady sepertinya suka dengan Lisa. Yang namanya hati kan kita tidak tahu, sayang."
"Aku berharap yang ini. Aku suka, apa adanya." Anna melihat bagaimana Grady dan Amira ribut unfaedah.
"Tidak seperti itu princess. Sebelah sini pisaunya."
"Why?"
"Karena ayahku kidal."
"Oh. Aku kira tangan kidal tetap motong pisaunya ... " cengir Amira. "Yeah, motongnya tetap tangan kiri."
Grady menyipitkan matanya dan dijawab Amira dengan memberikan ciuman udara dengan bibir seksihnya. Grady sempat tertegun dan setelahnya memilih untuk melanjutkan pekerjaannya, berusaha menetralkan degup jantungnya.
Ya ampun princess ! Apa kamu tidak tahu kalau tadi kamu melakukan gaya ciuman di depan kedua orang tua aku?
Anna dan Matthew tersenyum melihat sikap keduanya. "Lihat itu Matt. Princess menggoda Grady !" bisik Anna senang.
"Ya ampun."
***
Amira memakan steaknya dan dia menatap Anna serta Matthew. Wajahnya tampak takjub dengan rasa steaknya.
"Ini sangat enak !" puji Amira. "Koki istana malah tidak bisa membuat steak seperti ini!"
"Ah, syukurlah kalau princess suka," senyum Matthew bangga masakannya mendapatkan pujian dari putri mahkota Belgia.
"Ini beneran enak !" Amira memotong steaknya lagi dan memakannya. "Hmmm ... Mmmmm ...."
Grady menoleh ke Amira. "Ditelan dulu tuan putri."
Amira memperlihatkan wajah lucu ke Grady yang hanya menatap gemas. Matthew dan Anna hanya tertawa kecil melihat keusilan princess cantik itu.
"Jadi kalian akan melanjutkan perjalanan besok?" tanya Anna.
"Bibi Anna, boleh aku masih sehari disini? Aku ingin melihat pemandangan Colorado dan aku juga ingin berkuda. Maafkan permintaan aku yang terlalu banyak." Amira menatap penuh harap ke Matthew dan Anna.
"Tentu saja princess! Besok biar Grady menyiapkan kuda yang cocok untukmu princess." Matthew menoleh Grady. "Besok siapkan princess untuk princess Amira."
"Tunggu, kudanya bernama princess? Jadi princess naik princess? Oh, this is so hilarious," kekeh Amira.
"Two princesses doing trip ( dua putri melakukan perjalanan )," timpal Anna.
"Nah, benar itu bibi Anna !" Amira dan Anna saling melakukan tos dengan tangan.
"Oh ya ampun," gumam Grady.
***
Grady menghampiri Amira yang duduk di kursi ayun di sebelah area makan di backyard. Amira tampak sedang menikmati pemandangan dengan memakai selendang lebar dan mug berisikan hot choco.
"Melihat apa princess?" tanya Grady sambil menyesap kopinya.
"Pemandangan dari halaman belakang rumah kamu. Bagi aku, sangat menakjubkan dan indah tapi kalau adik sepupu aku yang indigo, maka dia akan bilang akan banyak makhluk disana." Amira menunjuk ke arah hutan pinus.
Grady yang berdiri di sebelah kursi ayun itu pun menoleh ke arah Amira. "Adik anda indigo?"
"Yes. Dia bisa melihat dan berkomunikasi dengan hantu. Dia tinggal di Jakarta by the way, dan berkat kemampuannya, Shea membantu Oom kami yang bekerja di kepolisian divisi kasus dingin. Jadi kelebihan dia dipakai untuk kebaikan, seperti halnya kedua orangtuanya yang juga indigo." Amira mendongakkan wajahnya. "Kamu kok tinggi banget jadinya kalau berdiri begitu?"
"Karena anda duduk, princess."
Amira tersenyum lalu menepuk sisi kosong dari kursinya. "Duduk sini."
Grady menggelengkan kepalanya. "Aku berdiri saja princess."
"Duduk, Grady !" perintah Amira dengan aura princessnya.
Grady pun menurut karena mata biru gadis itu menatapnya tajam.
"Apa anda tidak merasa sempit, princess?" tanya Grady yang duduk di sebelah Amira.
"Berarti yang mendesain kursi ini bodoh ! Karena harusnya kursi ini untuk dua orang dengan tubuh sedang besar bukan Hobbit !" cebik Amira.
Grady tersenyum mendengar ucapan Amira. "Apakah anda merasa kedinginan? Jika iya, saya akan menyalakan perapian."
Amira meletakkan mugnya di meja kecil dan langsung memeluk lengan Grady. "Tidak usah, ada pemanas alam."
Grady mendelik. "Seriously, princess. Bagaimana saya dibilang pemanas alami?"
"Hei, badan kamu besar dan manusia itu secara alami akan menyalurkan kehangatan jika bertemu dengan manusia lainnya. Jadi, kamu itu kan pemanas alami," jawab Amira cuek.
Grady meletakkan mug kopinya di meja yang sama mug Amira. Pria itu menoleh ke arah Amira yang tiba-tiba mendongakkan wajahnya.
Tiba-tiba hawa aneh pun melanda mereka berdua dan entah siapa yang memulai tapi bibir keduanya pun saling bertemu.
***
Yuhuuuu up malam Yaaaaa
Thank you for reading and support author
don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂
mas arsya ga pkir2 dlu buat jmput amira????kl dia ga mau plang gmna????
bakalan mulus nih jalan Grady sama princess Amira, kalo yang ngomong queen mother pasti raja Arsya nggak bakal pikir pikir dulu 😅😅😅
yg sok jd phlwan....bknnya dpt pnghrgaan,mlah cma dpt malu doang kn....mna pnjra mnnti....
sokoooorrr.....
makanya mau melakukan apapun itu pikir pikir dulu seperti raja Arsya, padahal kebanyakan gedubrakan dulu pikir belakangan😅😅🤭