Nathan menjadi duda setelah menikah untuk ke dua puluh kalinya. Semuanya berakhir di saat malam pertamanya. Dia tak bisa melakukan kewajibannya pada istrinya hingga membuatnya mendadak untuk kesekian kalinya.
Jovita seorang gadis yang menikah dengan Deon karena suatu perjodohan dan tanpa ikatan cinta di antara mereka. Di malam pertamanya setelah menikah, Deon bersama wanita lain untuk menghabiskan malamnya.
Karena sering diabaikan oleh Deon, Jovita akhirnya mencari kesenangan sendiri. Secara tak sengaja dia bertemu dengan Nathan.
Awalnya hubungan mereka hanya teman biasa. Namun Nathan menaruh rasa pada Jovita yang mempunyai paras mirip seperti Cinta Pertamanya yang telah meninggal.
Bagaimanakah kelanjutan kisah cinta mereka? Apakah mereka bisa bersatu atau hanya sekedar menjadi teman saja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 10 Move On
Nathan yang memang sibuk sempat mendengar ponselnya berdering dan itu merupakan tanda ada pesan masuk untuknya. Namun ia tak bisa membacanya dikarenakan masih banyaknya meeting pada hari ini yang harus ia ikuti dan tak boleh ia lewatkan sekalipun.
Malam hari di rumah
Nathan masuk ke rumah setelah pulang lembur dari meeting.
“Bi.. dimana Tania ?” Nathan bertanya pada sang bibi saat melihat rumah yang tampak sepi. “Nona Tania pergi dari rumah sejak pagi tadi dengan membawa banyak koper, tuan.” jawab sang bibi menjelaskan. “Baik bi.”
Nathan kemudian teringat jika pagi tadi wanita itu mengiriminya pesan dan ia segera mengambil ponselnya untuk membaca pesannya sambil masuk ke kamarnya.
“Yah terserah saja jika itu mau mu.” Nathan terlihat kesal setelah membaca pesan dari Tania dan menaruh ponselnya begitu saja ke meja di tempat tidur. Ia pun segera berbaring di tempat tidurnya dan memejamkan matanya dengan menutupi mukanya menggunakan bantal.
Beberapa hari berlalu dan status Nathan kali ini benar-benar resmi menjadi duda setelah ia kembali bercerai dengan Tania. Dan tentu saja berita itu sudah diketahui oleh semuanya.
Suatu pagi di kantor
Nathan turun dari mobil dan berjalan pelan. Ia hanya diam saja melihat banyak pasang mata yang menatap ke arahnya.
“Tuan Nathan kembali menjadi duda dalam waktu satu bulan setelah pernikahannya.” bisik seorang staf pada temannya setelah melihat pria itu dari kejauhan. “Ya, aku juga dengar berita itu. Sayang sekali. Apa mungkin standarnya terlalu high ya, jadi wanita kedua yang dinikahi olehnya juga tidak cocok.” balas staf lain menimpali.
“ehem...” Nathan berjalan melewati staf yang tengah berbisik-bisik tadi dengan berdehem meskipun ia tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan tapi ia yakin mereka sedang membicarakan dirinya.
“Pagi CEO.” sapa beberapa start tadi yang menjadi salah tingkah saat melihat Nathan datang dan menatap mereka tajam.
Nathan tidak menjawab dan hanya menatap mereka dengan tatapan dingin kemudian masuk ke dalam kantor.
“Hey Nathan !” Alvin bertemu dengan pria itu dan seketika menarik tangannya mengajaknya masuk ke ruangannya. “Ada apa kau mengajak ku ke ruangan mu ?” Nathan ketika menarik tangannya setelah tiba di ruangan temannya.
“Aku dengar berita kau kembali menjadi duda, apa itu benar ?” ucap Alvin sambil menutup pintu di ruangannya agar tak ada yang mendengarnya.
“Ya.” jawab Nathan singkat dan datar seolah tak mempedulikan statusnya saat ini. “Karena apa ?” Alvin mengajak temannya itu untuk duduk di sampingnya. “Sama seperti dulu.” Nathan tak ingin membahasnya dan ia pun kembali berdiri kemudian segera keluar dari ruangan temannya itu.
Nathan yang menyimpan rasa sedihnya dalam hati tak ingin memperbaiki rasa sedihnya dengan yang lain.
“Menjadi duda dua kali bukan berarti aku adalah pria yang buruk.” ucapnya menyemangati dirinya sendiri untuk segera bangkit dari keterpurukan.
Setelah bercerai dengan Tania, satu bulan setelahnya ia dekat dengan beberapa gadis yang ia kenal dari dunia maya. Namun tak ada hubungan spesial di antara mereka.
“Kak mau pesan apa ?” ucap seorang gadis manis di sebuah cafe pada Nathan. “Aku kopi tawar saja.” jawab Nathan singkat dan menyodorkan kembali daftar menu pada seorang gadis, di mana yang dipesannya tidak tercantum di menu tersebut.
Nathan kemudian mengobrol dengan gadis yang sudah di kenal nya selama satu bulan itu tanpa ada sedikit pun keinginan untuk menjalin hubungan dengan mereka.