NovelToon NovelToon
Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:76
Nilai: 5
Nama Author: Lina Kotto

"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cinta semusim 8

Tepat pukul delapan malam Or ji oh tiba di kediaman keluarga oh, ia datang dengan menggunakan mobil yang sama dengan Oh pil sun. "ada satu hal yang belum aku kata pada mu." setelah hanya diam selama di perjalanan, akhirnya Or ji oh mulai kembali berbicara, tepat setelah pintu mobil dibuka dan disaat Oh pil sun akan turun. "seminggu yang lalu aku baru saja mendapatkan biaya siswa untuk study master di Jerman dan mungkin aku langsung berlanjut ke program doktor, seharusnya aku berangkat dalam tidak hari lagi, tapi karena pernikahan ini seperti akan ada perubahan sedikit. Aku hanya ingin minta pada untuk tidak menyulitkan ku. Anggap saja ini adalah permintaan ku sebagai orang yang pernah menjadi teman mu, mengingat hubungan pertemanan kita dua tahun yang lalu." Or ji oh mengatakan semua itu tanpa melihat kearah Oh pil sun, ia bahkan langsung turun dari mobil setelah mengatakan semua mendahului Oh pil sun, tanpa menunggu jawab dari Oh pil sun, karena ia tahu Oh pil sun juga tidak akan mengatakan apa-apa.

Perkataan Or ji oh barusan sedikit membuat kening Oh pil sun mengkerut, ia sedikit terkejut. Meski ia pernah menyelidiki tentang Or ji oh bukan berarti dia tahu semua nya. "kapan dia mulai mendaftar untuk biaya siswa study masternya?" tanya Oh pil sun melemparkan pertanyaan kepada asisten pribadi nya, sekaligus sopirnya. "satu tahun yang lalu, tepatnya setelah ia resmi bercerai." jawab Kim tanpa melihat kearah Oh pil sun, sebagai asisten pribadi ia memang harus dituntut untuk serba tahu, jadi sebelum ditanya ia harus mencari tahu terlebih dahulu.

"kau selalu tahu tentang segala hal!" puji Oh pil sun kesal, menyindir sembari melemparkan bukunya yang sejak tadi tidak dibacanya ke sembarangan tempat. "aku yakin kau juga pasti tahu apa alasan Ye eun tidak datang hari ini?" lanjut Oh pil sun ingin tahu seberapa banyak yang diketahui oleh Kim, "hmm" jawab Kim dengan menganggukkan kepala nya, karena dia memang mengetahuinya.

"kau memang mengetahuinya?!" tanya Oh pil sun tak percaya tapi juga senang. "kalau begitu katakan sebetulnya apa yang terjadi!" perintahnya tidak sabaran, "cepat atau lambat tuan muda pasti akan mengetahui nya sendiri." jawab Kim sok misterius, "huft" dengus Oh pil sun kesal tak berdaya. Mau bagaimana lagi, Kim memang seperti itu, ia hanya akan mengatakan yang menurutnya yang paling penting saja, kalau tidak penting dan tidak ada keuntungan untuk bos nya maka dia akan menutup mulut nya rapat-rapat.

"tetap tidak mau mengatakan nya?!" tanya Oh pil sun mulai mengancam, ia sudah tidak tahan, ia sudah lelah dan gelisah seperti orang bodoh seharian menunggu Ye eun, namun yang ditunggu tidak datang, dan sekarang ia harus tahu apa yang terjadi sebenarnya. Namun Kim tetap diam, ia bahkan terlihat seperti patung hidup yang hanya bernafas saja. "baiklah, tetaplah diam!" kata Oh pil sun semakin kesal, "jangan bicara!" lanjut nya lagi ketika Kim akan mengucapkan selamat beristirahat tuan muda saat ia akan keluar dari mobil.

"rapat sekali mulutnya! apa dia sudah lupa siapa yang menggajinya!" gerutu Oh pil sun terus, "seperti nya aku sudah terlalu baik pada nya." lanjut nya lagi sembari melepas jasnya lalu melemparkannya ke sofa panjang didepan meja, begitu ia masuki ruang kerjanya, yang letaknya berada disebelah kamar Or ji oh. Ya kamar Or ji oh! dirumah keluarga oh Or ji oh memang memiliki kamarnya sendiri. Bahkan dia lebih mirip seperti putri di rumah itu dari pada tamu, beberapa barang-barangnya bahkan masih tersimpan rapi pada tempat nya.

"ibu selalu menyuruh bibi Li untuk membersihkan kamar ini setiap hari, semua letaknya juga masih sama." ujar nyonya besar oh menunjukan bagaimana kondisi kamar Or ji oh yang benar-benar sama seperti saat Or ji oh masih menempati kamar itu dulu, "hanya Oh pil sun yang sesekali menempati kamar ini." lanjut nyonya besar Oh menyebut kebiasaan Oh pil sun yang memang sejak dulu sering tidur di kamar Or ji oh, jika Or ji oh sedang pulang kerumah nenek nya, karena Or ji oh melihat ada satu kemeja yang tertinggal ditempat tidur.

Oh pil sun memang suka tidur di kamar Or ji oh, karena ia merasa kamar Or ji oh lebih nyaman dari kamarnya, selain itu kamar Or ji oh juga dua kali lipat lebih luas dari kamar Oh pil sun yang bahkan hanya berukuran tiga kali empat, itu pun harus disatukan dengan ruang kerjanya sekaligus. Sejak ibu dan nenek nya mengenal Or ji oh, kadang Oh pil sun merasa bagaikan anak tiri dirumahnya sendiri.

"Or ji oh" panggil nyonya besar oh lembut sembari memegang tangan Or ji oh, karena sejak tadi Or ji oh hanya diam. "hmm" jawab Or ji oh cepat melihat kearah nyonya besar oh, "ibu sangat senang akhirnya kamu kembali kerumah ini dan menjadi salah satu pemilik rumah ini." ujar nyonya besar oh dengan senyum yang terlihat begitu senang, karena keinginannya selamat ini telah terwujud, yaitu menjadikan Or ji oh sebagai putri nya.

Saat itu Oh pil sun masuk, ia ingin mengambil kemejanya yang tertinggal dikamar Or ji oh, tapi justru melihat ibunya yang sedang berbicara dengan Or ji oh. akhirnya ia pura-pura seperti tidak mendengarkan apa yang sedang dibicarakan mertua kepada menantunya itu. "Oiya, ini sudah malam semua orang pasti juga sudah sangat lelah" kata nyonya besar oh setelah Oh pil sun masuk, "ibu hanya ingin memberikan ini" lalu memberikan sebuah kotak yang di bungkus dengan kain berwarna hijau kepada Or ji oh "simpan ini, suatu hari nanti kamu pasti akan sangat membutuhkan nya." kata nyonya besar oh dengan penuh makna yang tersembunyi, lalu keluar dari kamar itu meninggal Or ji oh bersama Oh pil sun yang masih berada di kamar itu.

Mendengar itu Or ji oh jadi penasaran dengan isi kota tersebut, karena rasa penasarannya akhirnya ia membuka kotak tersebut, namun saat kotak itu dibuka kening or ji oh langsung mengernyit, ia tidak menyukai isi kotak itu dan dengan cepat meletakkan kotak itu di atas meja, lalu pergi kekamar mandi dengan wajah yang terlihat sangat kesal. Melihat reaksi Or ji oh yang seperti itu, Oh pil sun pun jadi ikut penasaran akan isi kotak tersebut, dan perlahan mulai mendekati kotak itu dan melihat isinya. Saat melihat isi kotak itu kening Oh pil sun juga mengernyit, lalu kemudian tersenyum kecut.

Pantas saja Or ji oh terlihat begitu kesal, karena isi kotak itu penuh dengan test pack!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!