NovelToon NovelToon
TERJEBAK DI ANTARA DUA CERITA

TERJEBAK DI ANTARA DUA CERITA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:342
Nilai: 5
Nama Author: Rhin Pasker

Dua penulis rival.
Dua dunia cerita.
Dua takdir yang seharusnya tidak pernah bertemu.
Namun sebuah kecelakaan mengubah segalanya mereka terlempar ke dalam dunia novel yang mereka ciptakan sendiri.
Mo Chen, pangeran ketiga yang dianggap lemah namun menyimpan kekuatan tersembunyi.
Gu Yanran, putri panglima perang yang difitnah dan ditakdirkan mati demi politik kekaisaran.
Masalahnya… mereka tidak masuk ke dunia mereka sendiri.
Mereka masuk ke dunia satu sama lain.
Dan ketika dua cerita yang berbeda mulai menyatu, alur yang seharusnya sudah ditentukan mulai retak.
Kini tidak ada lagi naskah yang pasti.
Hanya satu pertanyaan yang tersisa:
Apakah mereka bisa mengubah akhir… sebelum cerita mengubah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhin Pasker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BUKAN TOKO UTAMA

Beberapa saat setelahnya, suasana perlahan menjadi tenang.

Angin siang berhembus lembut melewati jendela kayu. lentera menggoyang bayangan mereka di lantai kamar.

Untuk pertama kalinya sejak terjebak di dunia aneh ini, Mo Chen dan Gu Yanran duduk saling berhadapan dengan pikiran yang jauh lebih serius.

Mereka mulai menyadari satu hal penting.

Dunia ini bukan sekadar mimpi.

Ini adalah dunia dari novel yang mereka ciptakan sendiri.

Dan yang paling buruk…

Mereka tidak mengetahui keseluruhan alur cerita satu sama lain.

Mo Chen berada di novel karya Gu Yanran.

Sedangkan Gu Yanran masuk ke dalam novel buatan Mo Chen.

Keduanya saling mengenal nama tokoh dan latar dunia. Namun detail jalan cerita, konflik tersembunyi, serta akhir nasib para karakter… semuanya masih menjadi misteri.

Yang lebih tragis lagi…

Mereka bukan pemeran utama.

Mereka hanyalah tokoh kuat yang sengaja dijadikan tumbal demi memperkuat emosi cerita.

Kesadaran itu membuat suasana mendadak terasa berat.

Mo Chen memecah keheningan lebih dulu.

“Jadi…”

ia bersandar pelan sambil melipat tangan.

“apa sebenarnya peranku di dunia ini?”

Gu Yanran menoleh.

Mo Chen tersenyum penuh harap.

“Setidaknya aku pemeran utama, kan?”

Nada suaranya terdengar bercanda.

Namun sebenarnya ia serius.

Karena jika dirinya adalah pemeran utama, maka peluang untuk bertahan hidup akan jauh lebih besar.

Tokoh utama selalu mendapat keberuntungan.

Selalu punya jalan keluar.

Selalu dilindungi plot cerita.

Gu Yanran terdiam beberapa saat.

Lalu…

Ia tersenyum kecil.

Namun senyum itu terasa aneh.

Bukan senyum lega.

Melainkan senyum ragu.

Mo Chen yang melihatnya langsung menyipitkan mata.

“Oi…”

“Kenapa senyummu seperti itu?”

Gu Yanran langsung memalingkan wajah.

“Tidak kenapa-kenapa.”

“Itu jelas wajah orang yang sedang menyembunyikan sesuatu.”

Mo Chen mulai merasa tidak nyaman.

“Yanran…”

“Jangan bilang aku karakter sampingan yang mati di awal cerita?”

Gu Yanran batuk kecil.

“Tidak separah itu.”

“Berarti tetap mati?”

“…”

“Gu Yanran.”

“Baiklah!” Gu Yanran mengangkat tangan menyerah.

“Tapi sebelum itu, kau juga harus memberitahu peranku di novelmu.”

Kini giliran Mo Chen yang diam.

Mereka saling menatap beberapa detik.

Lalu…

Keduanya tersenyum tipis secara bersamaan.

Senyum yang sangat dipaksakan.

Mereka langsung sadar.

Nasib masing-masing ternyata sama buruknya.

Gu Yanran menghela napas panjang.

“Sepertinya…”

“peran yang kita dapatkan benar-benar berat.”

Ia mengambil cangkir teh lalu meminumnya perlahan.

“Ceritakan dulu peranku di duniamu.”

“Nanti kita pikirkan cara mengubah takdirnya bersama.”

Mo Chen mengangguk pelan.

Namun ia tidak langsung menceritakan semuanya.

Karena jika dijelaskan secara detail sekarang, satu malam pun tidak akan cukup.

Masih banyak waktu untuk membahas semuanya.

Akhirnya ia memilih menceritakan inti kisah paling tragis terlebih dahulu.

Tentang kehancuran keluarga Gu.

Suasana kamar mulai terasa sunyi.

Bahkan suara angin di luar terdengar jelas.

Mo Chen berbicara perlahan.

“Awalnya semuanya berjalan baik.”

“Pangeran pertama dijodohkan denganmu.”

“Semua orang mengira itu bentuk penghargaan dari kaisar kepada keluarga Gu.”

“Tapi sebenarnya…”

“Itu jebakan.”

Gu Yanran mulai mendengarkan dengan serius.

“Sejak awal kaisar memang ingin melenyapkan keluarga Gu.”

“Jenderal Gu Zhengyuan terlalu kuat.”

“Terlalu dicintai rakyat.”

“Terlalu berpengaruh di militer.”

“Dan bagi seorang kaisar…”

“orang seperti itu adalah ancaman.”

Tatapan Gu Yanran perlahan berubah.

Mo Chen melanjutkan.

“Kaisar memanfaatkan perjodohan itu untuk mengikat keluarga Gu.”

“Lalu ia menunggu kesempatan.”

“Sampai akhirnya perang besar terjadi.”

“Di saat ayahmu berada di medan perang…”

“Kaisar mengirim berita palsu.”

Gu Yanran perlahan mengepalkan tangannya.

Mo Chen menatapnya sebentar sebelum lanjut berbicara.

“Isi surat itu…”

“bahwa Gu Yanran telah meninggal.”

Hening.

Suasana mendadak terasa berat.

“Ayahmu kehilangan kendali.”

“Ia meninggalkan medan perang dan kembali ke istana.”

“Di aula kerajaan…”

“ia menghunuskan pedangnya di hadapan kaisar.”

“Dan saat itulah semua musuh politik keluarga Gu bergerak.”

“Mereka menyebarkan berita bahwa Jenderal Gu Zhengyuan memberontak.”

Gu Yanran menunduk pelan.

Seakan bayangan kejadian itu muncul di kepalanya.

“Kau berlari menuju aula kerajaan setelah mendengar kabar itu.”

“Kau melihat ayahmu dikepung.”

“Dan di saat kalian saling bertatapan…”

“Gu Zhengyuan langsung sadar.”

“Semua ini adalah jebakan.”

Mo Chen berhenti sebentar.

Napasnya terasa berat meski ia sendiri yang menulis cerita itu.

“Itulah awal kehancuran keluarga Gu.”

“Hukuman dijatuhkan.”

“tanpa sidang”

“Seluruh keluarga bermarga Gu dieksekusi.”

“Tidak ada yang tersisa.”

Tatapan Gu Yanran mulai bergetar.

Mo Chen melanjutkan dengan suara lebih pelan.

“Termasuk dirimu.”

“Di tempat eksekusi…”

“Kaisar tersenyum puas.”

“Sedangkan Gu Zhengyuan menatapnya penuh amarah.”

“Di sampingnya…”

“kau sudah dipenuhi darah.”

Mo Chen menundukkan kepala sedikit.

“Lalu kau berkata…”

‘Maafkan Yanran, Ayah…’

‘Di kehidupan berikutnya… Yanran akan melindungimu.’

Keheningan memenuhi ruangan.

Bahkan lentera seakan ikut membisu.

“Kaisar lalu mengangkat tangannya.”

“Eksekusi dimulai.”

“Tapi sebelum pedang jatuh…”

“kaisarmu memberi isyarat pada Gu Zhengyuan.”

‘Cinta adalah bencana.’

Gu Zhengyuan tersenyum.

Lalu ia tertawa keras di hadapan semua orang.

‘Tanpa cinta… hidupmu akan hampa!’

KRAKKK!

Mo Chen menghentikan ceritanya.

“Dan di situlah akhir kisah keluarga Gu.”

Sunyi.

Gu Yanran tidak bergerak.

Namun perlahan…

Air matanya jatuh.

Setetes.

Lalu setetes lagi.

Gu Yanran menyentuh wajahnya sendiri dengan bingung.

“Aku…”

“menangis?”

Ia benar-benar tidak mengerti.

Dadanya terasa sesak.

Hatinya terasa sakit.

Seolah ia benar-benar mengalami semua kejadian itu.

Mo Chen menatapnya beberapa saat.

Lalu tersenyum bangga.

“Hebat, kan?”

“Itu berarti ceritaku berhasil menyentuh emosi.”

Gu Yanran langsung menoleh tajam.

BRAK!

Ia menendang kaki kursi Mo Chen sampai bergeser jauh.

“KAU BODOH YA?!”

Mo Chen terkejut.

“Oi! Kenapa marah?!”

“Jenderal setia seperti itu!”

“Anaknya cantik, berbakat, bahkan berjasa menaklukkan musuh di perang!”

“Lalu kau membuat mereka berakhir seperti itu?!”

“Cerita macam apa yang kau tulis?!”

Mo Chen langsung membela diri.

“Itu demi emosi pembaca!”

“Kalau semua bahagia terus, mana menarik?!”

“Itu bukan sedih lagi!”

“Itu depresi!”

Mo Chen terdiam sesaat.

“Lalu kenapa kau menangis?”

Gu Yanran memalingkan wajah.

“Bukan aku.”

“Hah?”

“Sepertinya…”

“yang menangis adalah Gu Yanran asli.”

Mo Chen kembali diam.

Kalimat itu membuat bulu kuduknya sedikit merinding.

Karena mereka mulai sadar.

Tokoh-tokoh di dunia ini…

mungkin benar-benar hidup.

Mo Chen mencoba tertawa canggung.

“A-aku hanya membuat alur agar emosinya kuat…”

Gu Yanran langsung membalas datar.

“Konyol.”

Mo Chen menghela napas panjang.

“Baiklah… sekarang giliranmu.”

Gu Yanran tersenyum tipis.

Namun entah kenapa…

Senyuman itu membuat Mo Chen merasa sangat tidak tenang.

“Kenapa aku tiba-tiba punya firasat buruk…”

Gu Yanran menyandarkan dagunya di tangan.

Lalu berkata santai.

“Karena…”

“nasibmu di novelku mungkin lebih parah.”

“…”

Mo Chen langsung berdiri.

“Tunggu dulu.”

“Kita bisa bicara baik-baik.”

Gu Yanran tersenyum semakin manis.

“Tenang saja.”

“Aku hanya membuat sedikit penderitaan.”

“SEDIKIT APANYA YANG SENYUMNYA BEGINI?!”

Malam itu…

Untuk pertama kalinya mereka benar-benar menyadari satu hal.

Musuh terbesar mereka bukanlah dunia ini.

Melainkan…

imajinasi mereka sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!