Bela tidak menyangka masa mudanya kini hancur karena ketahuan Hamidun sama guru dan kedua orang tua, membuat Bela harus terima kenyataan jika Bela harus diasingkan dikampung halaman kakek nya supaya keluarga tidak malu dengan kenyataan pahit yang dialami Bela, mampu kah Bela membesarkan anaknya seorang diri atau justru pacarnya datang untuk ajak nikah dan membuat Bela tidak merasakan hidup diasingkan dari lingkungannya lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
Belva rindu dengan Bela memutuskan untuk ke rumah orang tuanya, sambil bawa beberapa makanan enak untuk Bela biarin Bela menikmati menu favoritnya dendeng balado dan rendang, selama Belva dan Boby ada di rumah orang tuanya.
"Bagaimana kondisi kamu selama disini, apa kamu betah tinggal disini Nak?" tanya Belva melihat Bela makan dengan lahap makanan kesukaannya.
"Alhamdulillah sehat Bunda, calon cucu Bunda juga sehat, walaupun menderita iya makan cuman pakai nasi kecap sudah gitu dikurung di rumah tanpa boleh main kemana pun sungguh menyiksa sekali." ucap Bela sedih sekaligus kesal.
"Enakan kan melakukan kesalahan jadi enak juga mendapatkan hukuman, disaat melakukan kontak fisik berlebihan sama Bastian tidak memikirkan dampaknya sama sekali jadi sekarang jangan ngeluh menjalankan hukuman yang diberikan." ucap Boby berusaha cuek dengan derita yang dirasakan anaknya.
"Huh menyebalkan sekali, Bela kangen sekolah apa bisa ikut paket C selama tinggal disini karena dua tahun lagi Bela lulus sekolah?" tanya Bela berharap bisa merasakan belaiar lagi.
"Tidak bisa, sudah sekarang fokus membesarkan anak kamu dengan hidup tenang disini dan belajar jadi ibu rumah tangga dengan rajin merapihkan rumah juga belajar masak bareng.
Boby langsung keluar dari ruang makan, Boby berencana pasang cctv dirumah mertuanya untuk melihat langsung kegiatan Bela selama dikampung terutama Belva yang selalu rindu sama Bela dan ingin tahu kegiatan Bela selama tinggal jauh dari rumah.
Bela diam saja mendengar ucapan Boby, sungguh ucapan ayah nya membuat Bela merasa bersalah dan sedih karena ayah nya selalu saja memberikan hukuman bahkan untuk lanjut sekolah saja tidak diberikan, Bela sungguh menyesal dengan perbuatannya yang akhirnya seperti sekarang.
Belva peluk Bela dari samping mengerti kesedihan yang dirasakan anaknya, tapi mau bagaimana lagi ini semua karma yang harus diterima Bela harus kehilangan masa-masa indah dan pusingnya sekolah.
**
Bastian melihat didepan gubuk tempat tinggal barunya diawasi sama empat orang pria orang suruhan orang tuannya Bela, Bastian selain disuruh jadi petani tidak diijinkan pergi kemana-mana selama masa hukuman.
"Pak minum yuk bosan sekali tidak ada minuman segar sama sekali." ajak Bastian ingin sekali minum supaya stresnya hilang.
"Minum sana air mineral sudah kami siapkan dua puluh galon, cukup untuk kamu minum sendirian didalam gubuk jangan banyak mau kamu!" bentak Penjaga melihat Bastian, mengerti permintaan Bastian tapi mana berani kasih minuman keinginannya Bastian kalo ketahuan sama Boby bisa dipecat bahkan dimiskinkan sama Boby.
"Huh sudah tua tidak asik, padahal minum itu enak loh huh payah!" protes Bastian kesal bahkan minuman kesukaan saja tidak dikasih sama penjaga gubuknya.
Bastian melihat gubuk tempat tinggalnya sungguh mengenaskan tidak ada fasilitas sama sekali, Bastian bahkan tidur pakai tiker saja tanpa ada AC dan kipas angin membuat Bastian merasa gerah sekali kelamaan didalam gubuk, orang tuanya Bela sungguh menyiksa Bastian tanpa diberikan fasilitas apapun.
**
Bela kesal sekali karena handphone milik Belva lagi dipinjam sebentar langsung direbut paksa sama Boby, selama masa hukuman Bela dilarang pakai handphone untuk online ataupun chat teman-temannya.
"Sebentar lagi kita mau pulang jadi tidak usah main handphone segala, sudah tahu peraturannya tidak ada handphone ini pakai pinjam segala lagi ke Bunda!" protes Boby melihat Bela dan Belva.
"Sebentar saja Ayah kasihan kalo Bela tidak bisa main handphone sama sekali, mumpung kita ada disini kan tidak masalah buat buka aplikasi punya Bela." ucap Belva belain Bela supaya tidak dimarahin Boby terus.
"Benar Ayah cuman sebentar saja kok online nya sama lihat akun media sosial punya temen Bela kan kangen sama mereka." ucap Bela kesal melihat Boby keterlaluan memberikan hukuman.
"Kamu lihat akun media sosial temen kamu mau ditanya kenapa tidak sekolah dan tidak ada di rumah hah, mau cerita sebenarnya keadaan kamu sama mereka hah siap dibully habis-habisan sama mereka hah hamidun tapi tidak ada suami hah, Bunda rapihkan barang-barang Bunda dan kita akan pulang sekarang biar Bela tidak bikin emosi terus!" lanjut Boby kesal karena Bela belum sadar akan keadaannya sendiri.
Boby langsung keluar dari kamar Bela, karena sudah selesai pasang cctv dan cek langsung layar monitor cctv yang dipasang di handphone dan laptop nya, Boby tahu apa saja yang dibahas Bela dan Belva membuat dirinya kesal karena anak satu-satunya lagi pakai handphone untuk online sebentar.
Bela semakin kesal karena Boby ajak pulang ibu nya padahal baru sebentar ketemu apa lagi baru sebentar pinjam handphone sudah dilarang pakai, Bela juga sadar jika buka pesan masuk di media sosialnya pasti banyak pesan masuk dari teman-temannya tanya kabar Bela yang menghilang tanpa kabar sama sekali.
Belva prihatin sama Bela untuk buka media sosial saja dilarang sama Boby, Belva yakin jika sekarang Bela lagi sedih karena tidak bisa main handphone lagi tapi tidak berani belain Bela karena tahu aturan hukuman yang diberikan untuk Bela salah satunya tidak boleh pakai handphone apapun alasannya.
Lanjut thor...
Jangan mau ditindas
Lanjut thor ...
Lanjut thor...
Lajut thor...
Lanjut thor....
Lajut thor..
Semangat terus
Lanjutkan Autor....