Xena Olivia janda cantik berusia 35 tahun sengaja merayu Oliver King Maxime pacar Bianca anak tirinya, yang berusia 14 tahun lebih muda darinya untuk menjadi simpanannya karena dia berpikir Oliver mendekati Bianca hanya untuk menghabiskan hartanya saja.
"Jadi simpananku,maka aku akan memberikan semua apa yang kau butuhkan",tawar Xena.
" Apa kamu yakin?",tanya Oliver.
"Tentu saja,asal kamu mau berpisah dari Bianca".
"Bagaimana kalau aku minta kita bercinta minimal 3 kali dalam semingu ,apa kamu juga sanggup? ",tantang oliver.
Oliver King Maxime pemuda tampan sang casanova kampus putra satu satunya pemilik Maxime Corp.sudah membuat Bianca jatuh cinta setengah mati padanya dengan rela melakukan apa saja untuk membuat Oliver mau menjadi kekasihnya meski Oliver selalu menolaknya.
Penasaran?,silahkan baca kelanjutannya.
🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7.Syarat Oliver.
Oliver menatap perempuan cantik didepannya itu tanpa berkedip,lalu menelisik perempuan itu dari ujung kepala sampai ujung kaki benar benar perempuan yang sangat cantik batinnya dan membuat sesuatu dalam hati Oliver bergetar.
"Bagaimana apa kamu mau? ",tanya Xena pada Oliver.
"Apa hanya itu? ",tanya Oliver dingin.
"Lalu apa lagi?, kurasa itu sudah lebih dari cukup untuk membuatmu hidup nyaman",ucap Xena mulai kesal dengan sikap jual mahal Oliver saat itu
"Bagaimana dengan s*x?",tanya Oliver dengan menatap tajam kearah Xena membuat Xena hampir tersedak mendengarnya.
"Maksudmu?",tanya Xena dengan menatap Oliver tajam.
"Selain limpahan materi aku juga butuh S*x setiap kali menjalin hubungan dengan perempuan.Minimal 3 kali dalam seminggu aku harus melakukannya".
Xena ingin sekali menampar wajah tampan pemuda berambut blonde didepannya itu kalau tidak ingat tentang Bianca saat ini.
"Jadi.... berapa usiamu sekarang?",tanya Xena dengan nada menekan saat bicara.
"22 tahun ada apa?" tanya Oliver terlihat cuek.
"Ya... masih sangat muda,usia yang seharusnya dipenuhi dengan ambisi untuk maju dan mencapai impian bukan hanya untuk bersenang senang dengan memikirkan bahwa selama seminggu kamu wajib berhubungan s*x dengan seorang wanita minimal tiga kali itu... ".
"Aku sudah melakukannya sejak usiaku baru 17 tahun dan sampai sekarang itu merupakan makanan wajib bagiku",ucap Oliver yang membuat mata indah Xena langsung membulat sempurna mendengarnya.
"Kamu.... ".
"Jangan terlalu terkejut seperti itu,seolah kamu belum pernah bercinta dengan pria,karena aku tidak akan percaya dengan statusmu sekarang kalau kamu masih perawan kecuali hubungan pernikahan kalian dulu bermasalah".
Oh Tuhan, batin Xena pemuda ini benar benar diluar ekspetasinya kalau bicara soal pengalaman ranjang,dia terlalu berpengalaman bahkan Xena bukan tandingannya.
"Tentu saja bukan",jawab Xena lirih tapi masih bisa didengar oleh telinga Oliver.
" Baguslah karena aku tidak suka dengan perawan",ucap Oliver dengan nada lega.
Sekarang Xena jadi berpikir sebenarnya disini siapa yang ingin menjadi simpanan. Dia atau pemuda blonde tampan didepannya itu, kenapa dia merasa seolah dirinya yang sedang diintrogasi oleh anak ingusan ini sekarang.
"Kita akan membicarakan itu nanti,tapi yang penting sekarang kamu harus setuju untuk meninggalkan Bianca dengan mendapatkan jaminan kesejahteraan dariku".
"Aku tidak terlalu perduli soal materi karena siapa saja bisa memberikan yang Bianca atau yang kamu tawarkan itu padaku tapi hal penting yang akan membuat aku setuju atau tidak itu adalah mau tidak kamu memenuhi syaratku".
"Apa syaratmu? " tanya Xena mulai kesal. menghadapi pemuda tampan didepannya itu.
"Aku ingin kita bercinta minimal 3 kali seminggu seperti yang kukatakan tadi ".
Xena mencengkram erat gelas ditangannya menahan agar isi gelas itu jangan sampai terlempar kewajah tampan pemuda itu.
Oliver memandang Xena yang sudah terlihat mulai kesal dengan tersenyum kecil dan bersorak senang dalam hati karena berhasil mengerjai perempuan cantik itu, membuat suasana hatinya yang tadi buruk berubah menjadi lebih baik sejak mulai berdebat dengan Xena.
Xena menghela nafas keras tanpa sadar.
"Aku seorang wanita karir yang harus bekerja lima hari dalam seminggu, bahkan kadang tanpa libur, jadi bisakah tidak harus serutin itu".
"Maksudmu? ",tanya Oliver dengan menatap Xena.
"Kita akan melakukannya sekali seminggu dan hanya diakhir pekan supaya tidak mengganggu aktifitas masing masing".
"Hanya itu,apa kamu tidak bisa menyempatkan waktumu disela sela kesibukanmu untuk membantuku.... ".
"Tidak,karena aku tipe perempuan yang tidak pernah mencampur adukkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi'',ucap Xena dengan berdiri dari tempat itu.
"Ini nomor ponselku silahkan hubungi aku kalau kamu setuju melakukannya",ucap Xena dengan mengulurkan tangannya untuk memberikan kartu namanya kepada Oliver.
Saat Xena mengulurkan kartu namanya Oliver sengaja tidak menerimanya membuat
Xena terpaksa bergeser mendekat kearah Oliver dan kembali mengulurkan kartu nama itu yang kali ini diterimanya.
Saat Xena bermaksud bangkit untuk pergi dari sana tiba tiba Oliver menarik tubuh Xena kearahnya,membuat Xena jatuh tepat diatas pangkuan pemuda itu.
"Apa yang kau... ".
Belum sempat Xena menyelesaikan ucapannya tiba tiba Oliver sudah menyambar bibir merahnya itu dengan rakus membuat Xena sangat terkejut dengan ciuman tiba tiba Oliver itu.
Xena bermaksud mendorong tubuh Oliver dengan tangannya, tapi dengan sigap oliver langsung menahan kedua tangan Xena dengan satu tangannya yang bebas sementara satu tangannya yang lain menekan tengkuk Xena untuk membuat ciuman mereka semakin dalam. Xena mengerang pelan saat merasakan lidah Oliver membelesak masuk kedalam mulutnya dan langsung mengaduk aduk rongga mulutnya sampai menimbulkan bunyi berkecipak keras saat lidah dan bibir mereka beradu liar dengan saling membelit saat itu.
Xena benar benar dibuat terlena oleh sesapan dan gigitan yang dilakukan Oliver pada bibirnya saat itu.
Oliver baru menghentikan penyatuan bibir mereka saat merasa Xena hampir kehabisan nafas akibat ciuman panasnya.
"Kamu... ",ucap Xena dengan mendorong tubuh Oliver menjauh dan mencoba mengatur nafasnya yang tersengal sengal saat itu.
"Lumayan juga balasanmu....",ucap Oliver dengan menyapu bibirnya dengan tisu dimeja untuk menghilangkan bekas lipstik Xena yang tertinggal dibibirnya.
"Aku akan pergi sekarang, hubungi aku kalau kamu bersedia",ucap Xena dengan bangkit dari duduknya tanpa menatap lagi kearah Oliver.
Tapi sebelum Xena menjauh tiba tiba Oliver berbicara padanya.
"Kurasa aku tertarik untuk mencobanya",ucapnya membuat langkah Xena langsung terhenti karena mendengar Oliver secepat itu menyetujui permintaannya.
"Sebaiknya kamu pikirkan saja dulu sekarang aku akan pulang dulu, hubungi saja aku kalau kamu sudah yakin dengan keputusanmu".
"Bagaimana kalau aku bilang aku yakin dengan keputusanku sekarang dan berniat memulai hubungan ini mulai malam ini".
"Jangan malam ini!,"jawab Xena cepat membuat Oliver langsung menaikkan alisnya.
"Kenapa? ",tanya Oliver dengan berjalan mendekat kearah Xena, yang membuat Xena reflek mundur kebelakang untuk menghindari Oliver.
"Kurasa kamu sedang mencoba menghindariku malam ini karena ciuman kita barusan".
"Aku hanya tidak suka melakukannya dengan orang yang baru kukenal".
"Lalu kenapa kamu menawariku menjadi simpananmu kalau kamu tidak siap",ucap Oliver dengan semakin mendekat kearah Xena yang membuat Xena semakin berjalan mundur kebelakang
"Jangan sekarang karena sekarang ada yang harus kulakukan ditempat lain",ucapnya membuat Oliver mengangkat tangannya tidak perduli dengan penolakan Xena dan bermaksud tetap meraih tubuh Xena, saat tiba tiba ponsel Xena berbunyi.
"Aku harus mengangkat panggilanku mungkin saja ini penting", ucap Xena beralasan.
Yang dijawab oleh Oliver dengan kedikan bahu.
"Ada apa? ",tanya Xena pada orang diseberang telpon.
"Menemuimu....sekarang....baiklah aku akan segera kesana aku juga sudah selesai disini tunggu sebentar lagi aku sampai",ucap Xena dengan berjalan pergi tanpa menoleh lagi kearah Oliver.
Like dan komentnya 🤗🤗