Perusahaan keluarga nyaris bangkrut, keuangan menipis lantaran terbiasa hidup mewah.Nabila harus menerima takdir Siska menolak dijodohkan dengan pak tua mesum dari keluarga Gunawan yang terkenal. Demi keluarga dia rela berkorban, dia rela di gadaikan, dinikahkan dengan pak tua mesum ituh yang terkenal kaya raya. Namun ituh tidak menujukan dirinya, sebelum hari penikahan mereka tiba. Sosoknya yang misterius dan selali sembunyi di balik kamera,akhirnya terungkap saat ia menikahi Nabila dengan cara hormat. " Kk-kamu.... masih muda? " tanya Nabila dengan polosnya. " kamu kira saya sudah tua gituh? " Nabila menggeleng panik. " tapi kata kaka siska, kamu orang tua yang mesum dari keluarga Gunawan yang terkenal. "Ituh hanya rumor palsu tentang saya, kamu jangan percaya rumor sebelum kamu liat langsung sendiri buktinya. "Apakah Nabila yang selalu menderita bisa hidup bahagia setelah menikah dengan suaminya Devan? Ataukah Siska akan menjadi duri dalam penikahan Nabila dan Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
" Memang kenapa kalau kau bukan anak kandung mereka?" Nabila mengulang pertanyaannya, karena Devan tidak mengharapkan balasan apapun. lelaki itu hanya diam, narik kursi, duduk dengan nyaman.
"Kak, memang kenapa kalau aku..... "
" Diam, Jangan banyak bicara di meja makan," potong Devan yang kini membalik piring dan menatap lebih tajam.
Nabila terdiam, Iya Mulai mengambil piring lalu mengisinya dengan nasi." Mau lauk apa?" tanyanya, menawarkan pada orang yang tadi pagi resmi menjadi suaminya.
" Apapun yang menurutmu enak," balasan Devan membuat Nabila membeku. dia menatap Devan, piring di tangannya secara bergantian, tapi dia mengurungkan bicara lagi karena laki-laki itu tadi menyuruhnya diam.
Nabila menghela nafas kasar, ia mengambil semua satu persatu hingga piring suaminya penuh. bahkan lebih banyak dari nasi yang dituangkan ke piring.
Devan diam, tatapannya datar, halo ada sedikit rasa tidak percaya Nabila ternyata menyukai semua masakan... Devan diam begitu pula Nabila Hanya duduk dengan kedua tangannya memangku dagu dan menatapnya lekat.
" Kamu tidak makan?" tanyanya heran. Nabila tidak mengisi piringnya sendiri dan malah memandanginya.
Nabila menggeleng." Melihatmu bisa menghabiskan sebanyak itu sudah Cukup membuatku merasa kenyang."
Devan mengangkat sebelah alisnya." Kamu yakin tidak mau makan?" Dia Mengerling sebentar." Aku akan kamu kamu sampai menangis, kalau kamu sampai pingsan di malam pertama kita."
Mata gadis muda itu membelalak, yang merupakan hal penting itu dan lebih mementingkan emosinya, karena Devan sebenarnya lebih cerewet ketimbang dirinya, tapi sok-sokan jadi pria kalem yang irit bicara.
Nabila membalik piring, mengambil nasi, lalu sedikit lauk, dan mulai memakan dalam diam. Devan tersenyum puas melihatnya.
Setidaknya, ancaman ringan seperti itu mah mempan, itu berarti.... gadis ini masih perawan?
*****
Merasa gugup di malam pertama itu wajar kan?
Nabila bisa melihat Devan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang menutupi pinggang. pipinya memanas, langsung memalingkan wajah saat depan menuju lemari yang berada di dekat nakas.
" Belum tidur?" tanya suara Bariton yang sedang mencari pakaian di lemari.
"B- bukan ini kita mau..." Nabila tidak mampu melanjutkan kalimatnya, pipinya sudah sangat merah padam hingga terasa panas di seluruh wajahnya.
" Dasar mesum" Devan mendengkus.
" Kamu tidak melihat jam? apa kamu lupa kalau besok kamu sekolah?"
Nabila mengantupkan bibirnya, sebelum kembali bertanya," Apa aku masih bolos sekolah?"
Devan mendekat, menepuk Puncak kepala Gadis itu dengan pelan." kamu kira, Aku mau menyukai perempuan bodoh yang Bahkan tidak lulus SMA? sekolah yang benar, baru pikirkan soal malam pertama, dasar bocah mesum."
Nabila menatap suaminya yang sedang tersenyum tipis. dia tampak sekali mengata istrinya mesum, padahal Nabila yakin isi otak laki-laki itu lebih mesum darinya.
Ayolah... Devan masih normal, kan?
Nabila merebahkan tubuhnya di ranjang, susu Devan yang ikut merebahkan tubuhnya." kamu terus mengataiku mesum, apa kamu sendiri tidak pernah berpikiran mesum?"
"Tidak. "
Nabila mendengkus keras menanggapinya.
"Kamu tidak percaya?"
"Tentu aja tidak, mana mungkin aku percaya kata-kata itu,kecuali kamu tidak normal. "
"Tidak normal? " Devan memiringkan tubuhnya, menghadap Nabila yang juga tengah menatapnya.
"Maksudmu? "
"Tidak tertarik pada perempuan, alias sudah belok, suka sesama... "
" Lanjutkan saja kalau kamu mau merasakan malam pertama penuh siksaan," Ancam Devan yang kini mengeringai kecil memandangi istri kecilnya yang masih polos dan imut itu.
" Aku masih normal, Nabila, kamu harus mengingatkan baik-baik dan persiapkan dirimu. kalau aku sampai menginginkan hakku, kawah dan memberikannya kapanpun aku akan memintanya darimu."
Pipi gadis itu kembali memanas, biar langsung memunggungi Devan yang tidak berani membalas. memang tugas istri adalah melayani suaminya.
Harusnya Nabila merasa lega, lantaran Devan tidak meminta haknya sekarang.
Devan masih mementingkan pendidikan di atas segalanya. kalau sebenarnya, mau perawan atau tidak, tidak akan bermasalah dengan pendidikannya, kecuali... pihak sekolahnya tahu kalau Nabila sudah menikah sebelum dia resmi lulus sekolah.
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari saya. 🤗
Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...