"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cinta semusim 6
Mungkin karena kehilangan sosok seorang ibu yang amat menyayangi nya dan secara kebetulan menemukan sosok yang hilang itu dari neneknya, membuat Or ji oh tidak bisa jauh dari neneknya, oleh sebab itu akhirnya neneknya memutuskan untuk membawa Or ji oh tinggal bersama nya di desa, karena neneknya sangat suka bertani. Sementara ayah Or ji oh setiap akhir pekan selalu datang mengunjunginya, ia tidak pernah melupakan tanggung jawabnya karena Or ji oh adalah anaknya satu-satunya.
Saat itu Or ji oh juga tidak tahu bahwa ayahnya adalah musuh bagi keluarga Oh, ia baru mengetahuinya setelah bekerja di perusahaan Oh dan menjadi orang kepercayaan ibu pimpinan, tapi dia tetap menyembunyikan identitasnya. Setelah ia menjadi orang kepercayaan ibu pimpinan, Or ji oh memang sering menginap di rumah keluarga Oh, semua itu ia lakukan selain untuk mempermudah pekerjaannya, juga untuk menghemat waktu, karena jarak kota dan desa cukup jauh, jadi Or ji oh hanya pulang menemui neneknya setiap akhir pekan.
"sekarang semuanya terserah padamu, apa pun keputusan mu, itu pasti yang terbaik." kali ini nyonya besar Oh terdengar seperti tidak ingin memaksa, "Tapi!." namun ada kata tapi. "Kau memanggilku ibu, jika kau sungguh menganggap ku sebagai ibu. kau pasti tidak akan membiarkan ibumu ini malu." tutup nyonya besar Oh sembari menepuk-nepuk punggung tangan Or ji oh pelan, lalu meninggalkan Or ji oh. Kata-kata itu jelas tidak memberi Or ji oh pilihan.
Untuk sesaat Or ji oh terdiam, ia tidak mengerti apa yang sebetulnya Tuhan rencanakan, hari ini ia datang kesini hanya untuk memenuhi undangan dari Min jung, mantan suami pura-pura nya, yang akan menggelar pertunangan hari ini. Ya mantan suami pura-pura nya, karena dulu ia pernah menikah pura-pura dengan Min jung, hanya demi menyelamatkan perusahaan ayahnya.
Karena saat itu ayahnya terkena serangan jantung dan menyebabkannya koma, saat itu Or ji oh tidak punya pilihan lain selain mengambil alih perusahaan ayahnya, namun untuk mendapatkan saham 70% di tangannya, ia harus menikah, agar semuanya bisa berada dibawah kendali nya, dan pemegang saham lainnya tidak bisa mengusik nya. Tapi pernikahan itu tidak berlangsung lama, hanya satu tahun, tepatnya begitu ayahnya sadar pernikahan itu pun langsung berakhir.
Presdir Ma mengambil alih perusahaan kembali, karena ia sangat tahu menjadi presdir Utama bukanlah hal yang disukai oleh putri nya, Or ji oh lebih suka menjalani hidup tenang tanpa perebutan kekuasaan, menjadi presdir utama hanya akan membuat Or ji oh tekan. Ia juga meminta Or ji oh untuk mengakhiri pernikahan pura-pura nya, karena presdir Ma tidak mau putrinya satu-satunya menjalani hidup dengan tidak bahagia.
"bawa aku keruang ganti!" kata Or ji oh pada akhirnya, kepada gadis yang terus berdiri di dekat nya, gadis itu bernama Seol. Dia adalah kepala pelayan di keluarga oh sekaligus kaki tangan nyonya besar Oh. "baik nona." jawab Seol dengan menunduk sedikit, tanda menghormati orang yang sedang berbicara pada nya itu, "Sebelah sini nona, silakan ikuti saya." lalu dengan cepat menunjukkan arah, karena sejak tadi Seol memang sedang menunggu Or ji oh.
Seol membawa Or ji oh keruang ganti yang letaknya di bersebelahan dengan ruang resepsi dimana ia dan Oh pil sun akan melangsungkan menikah nanti, ia juga membantu Or ji oh menganti pakaian, "sudah nona" kata Seol setelah selesai memakaikan hiasan pada rambut Or ji oh, lalu menurunkan penutup wajah Or ji oh, karena didalam peraturan keluarga Oh, sebelum acara pernikahan selesai pengantin wanita dilarang memperlihatkan wajahnya.
"sekarang kita sudah bisa masuk" lanjut Seol memberi tahu pada Or ji oh, "hmm" dan dijawab Or ji oh dengan anggukan kepala. Perlahan Or ji oh mengulurkan tangannya pada Seol, agar Seol membantu nya berdiri, saat ini ia sangat gugup. Seol menerima tangan itu dan dia menyadari bahwa Or ji oh sedikit gugup. "tenang nona, semuanya pasti akan berjalan dengan baik." kata Seol pelan sembari membantu Or ji oh berdiri. "hmm" dan lagi-lagi hanya di jawab oleh Or ji oh dengan sebuah anggukan pelan.
Entah kemana Seol akan menuntut nya, yang jelas Or ji oh hanya mengikuti dengan pasrah. Untuk pertama kalinya ia tidak berdaya, padahal saat ayahnya sakit dulu ia masih bisa mengatur semua nya dibawa kendalinya, sesuai dengan keinginannya. Bahkan skenario untuk menikah pura-pura dengan Min jung pun dia yang merancangnya.
Sementara itu dari kejauhan Min jung melihat Or ji oh dengan kening mengkerut, ia mengundang Or ji oh kesini untuk melihatnya bertunangan dengan wanita lain, dengan tujuan untuk membuat Or ji oh merasa menyesal karena telah bercerai dengannya. Namun yang terjadi justru sebaliknya malah ia yang melihat Or ji oh menikah dengan pria lain.
"kreeet" bunyi dari pintu utama yang dibuka dengan dorongan dari luar hingga menghasilkan suara yang cukup kuat, dan semua orang yang berada didalam ruangan itu melihat kearah asal suara. Dari sana terlihat mempelai wanita bergaun putih dengan wajah tertutup mulai berjalan memasuki ruangan, mempelai wanita itu berjalan dengan perlahan melewati setiap tamu undang yang ada, yang semuanya terdiri dari pengusaha dan juga orang penting. Mempelai wanita itu berjalan perlahan dan hati-hati dengan sangat anggun, lalu berhenti tetap didepan mempelai pria yang sejak tadi terus menatapnya dengan tatapan menyelidik, mencari tahu siapa wanita yang bersembunyi dibalik wedding veil yang tidak tembus pandang itu.
Yang jelas wanita itu bukan Ye eun, karena ia sangat mengenali cara berjalan Ye eun. Ye eun tidak akan berjalan dengan anggun dan elegan seperti wanita di hadapan nya itu sekarang, karena Ye eun berasal dari kalangan orang biasa. Oh pil sun menggerakkan tangan kanannya pelan, mengetuk-ngetukan jari telunjuk dan jari tengahnya pada bagian samping pahanya secara bergantian, kebiasaan yang sering ia lakukan ketika ia tidak dapat menemukan sebuah jawaban yang sangat ingin ia ketahui.
Or ji oh sedikit tersenyum dibalik wedding veil nya, begitu ia menyadari ternyata kebiasaan pria dihadapannya itu masih belum berubah. Akhirnya setelah sejak tadi gugup ada juga yang membuatnya tersenyum, dan itu membuat rasa gugupnya sedikit berkurang.
"baiklah semuanya. Karena pengantin wanita sekarang sudah ada di sini, sekarang kita bisa memulai acara nya." ujar pembawa acara pernikahan yang sejak tadi memang sudah ingin menyelesaikan acara pernikahan itu, sebab ia sudah lelah menunggu sejak tadi, jika saja di tidak takut pada keluarga Oh mungkin dia sudah benar-benar melakukan nya, begitu pun dengan para undangan yang datang. "hmm" jawab hampir dari semua tamu undangan dengan menganggukkan kepala. Pernikahan itu digelar dengan tertutup dan hanya orang penting yang menghadiri nya.
Sementara ibu pimpinan segera melihat kearah nyonya besar Oh, yang baru saja kembali dan akan duduk disamping nya, ia menatap menantunya dengan tatapan bertanya. "apakah itu dia?" tanyanya tanpa bicara cukup hanya dengan mengunakan isyarat matanya, hanya untuk sekedar memastikan bahwa dia tidak salah mengenali orang, walau hanya melihat dari cara berjalannya. "hmm." jawab nyonya besar Oh cukup dengan anggukan tanpa suara, benar-benar sehati dengan ibu mertuanya.
"baiklah, sekarang silakan pakaikan cincin nya kepada pengantin wanitanya." perintah pembawa acara sembari membuka kotak cincin dan mendekatnya pada Oh pil sun, Oh pil sun melihat kearah cincin dengan sorot mata terluka, seharusnya ia memakaikan cincin itu kepada Ye eun, "Ah! sudahlah" Oh pil sun segera menyingkirkan pikiran itu dari kepalanya, dengan menggerakkan kepalanya pelan, dan tanpa berpikir lagi segera mengambil cincin putih dengan berlian berwarna biru muda ditengah nya itu, lalu dengan cepat memasangkan nya pada jari manis tangan kanan wanita yang ada di hadapan nya, setelah selesai wanita dihadapan nya itu juga melakukan hal yang sama pada nya. Tidak seperti Oh pil sun, tangan Or ji oh sedikit bergetar saat ia mengambil dan memasangkan cincin itu ke jari manis Oh pil sun, tapi dia dapat menyelesaikan nya dengan baik.
"okey, sekarang kalian sudah sah sebagai suami istri, silakan buka penutup wajahnya dan lakukan bagian pengesahan terakhir." perintah pembawa acara itu lagi begitu serius tanpa ada candaan, mengatakan momen bagian akhir dari tugas nya, yaitu meminta pengantin pria dan pengantin wanita untuk berc**man.