NovelToon NovelToon
Derajat Rumah Tanggaku

Derajat Rumah Tanggaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nona Marwa

Namanya adalah Haidee Tsabina, wanita cantik dengan hijabnya yang merupakan istri seorang Ibrahim Rubino Hebi. Kehidupan keluarga mereka sangat harmonis. Ditambah dengan seorang anak kecil buah cinta mereka yaitu Albarra Gavino Hebi

Tapi semua berubah karena sebuah kesalahpahaman dan egois yang tinggi. Rumah tangga yang tadinya harmonis berubah menjadi luka dan air mata.

Sanggupkah Haidee dan Ibra mempertahankan keluarga kecil mereka ditengah banyaknya rintangan dan ujian yang harus mereka hadapi? Atau mereka akan menyerah pada takdir dan saling melepaskan? Yuk baca kisahnya.

Follow Ig author @nonamarwa_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Marwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

Jangan lupa follow Instagram author @nonam_arwa

🌹HAPPY READING🌹

Melihat Istrinya yang tidak sadarkan diri, Wijaya memanggil dokter. Dokter meminta mereka semua meninggalkan ruangan. Didepan ruangan semuanya menunggu dengan hati panik, cemas dan takut menjadi satu.

Setelah berapa lama menunggu dokter pun akhirnya keluar.

"Bagaimana keadaan istri saya, dok?" tanya Wijaya saat melihat dokter keluar.

"Ibu Raina tidak hanya menerima satu tusukan, terdapat tiga tusukan di perutnya. Satu tusukan tidak terlalu dalam, tapi dua tusukan lainnya mengenai jantung dan Ginjal Bu Raina. Jika hal ini dibiarkan, saya takut akan mempengaruhi organ vital Bu Raina yang lainnya. Untuk itu kami meminta izin kepada keluarga untuk segera melakukan tindakan operasi", ucap dokter menjelaskan.

Semua orang yang mendengar ucapan dokter nampak terkejut. Tiga tusukan?

"Lakukan yang terbaik untuk istri saya dokter. Sembuhkan istri saya", ucap Wijaya sendu.

"Kami akan berusaha, selebihnya itu kuasa Allah. Kalau begitu silahkan tanda tangani surat ini dan saya akan segera melakukan operasi untuk Bu Raina", dokter menyerahkan selembar kertas kepada Wijaya dan langsung ditanda tanganinya.

3 jam sudah operasi berlangsung dan lampu ruang operasi masih menyala menandakan bahwa operasi masih berlangsung.

Semua menunggu dengan cemas di depan ruangan operasi. Tidak ada yang berniat pulang bahkan untuk membersihkan tubuh mereka. Di salah satu kursi tunggu Dee meremas kuat ujung bajunya dengan kepala yang menunduk. Takut akan terjadi sesuatu yang buruk kepada mertuanya. Darah Raina yang menempel di bajunya mulai mengering, begitu juga dengan Ibra.

Al yang sedari tadi melihat Uminya diam meronta turun dari pangkuan Ibra berjalan ke arah Dee.

Tangan kecilnya terulur menghapus air mata Dee yang keluar sedari tadi. Ia tidak mengerti kenapa semua orang mendiamkan Uminya. Yang dia tahu bahwa sedari tadi Uminya ini selalu dimarahi oleh Abinya.

Dee yang merasakan sentuhan lembut di pipinya mengangkat kepala.

"Umi jangan nangis lagi, Al sedih kalau umi sedih. Abi malah kalna Abi sayang sama Umi. Kan Umi yang bilang kalau olang malah itu tandanya sayang", ucap Al kepada Dee.

Dee hanya menganggukkan kepala membawa Al ke dalam pelukannya. Isak tangis Dee pecah saat memeluk Al. Setidaknya masih ada anaknya yang masih ingin bicara dengannya. Ada anaknya yang selalu menjadi sumber kekuatannya.

Melihat Uminya yang semakin menangis membuat Al ikut menangis, "hiks,,hiks,,hiks". Mereka berdua menangis dalam pelukan. Semua itu tidak lepas dari pandangan Ibra. Hatinya tidak ingin percaya bahwa istrinya yang telah melukai Ibunya. Tapi matanya memberikan bukti nyata.

"Al jangan sedih yaa, Umi sayang sama Al. Tadi umi nakal sedikit jadinya Abi marah sama Umi. Nanti pasti Abi baikan lagi sama Umi kayak Abi marah sama Al. Ga akan lama", ujar Dee menangkan anaknya. Al yang yang dipelukan Dee menganggukkan kepalanya mengerti apa yang dikatakan Uminya.

5 jam sudah berlalu. Lampu operasi sudah mati menandakan operasi sudah selesai dilakukan.

"Bagaimana dokter", tanya Ibra saat melihat dokter keluar dari ruang operasi. Semua orang ikut berdiri menunggu jawaban dokter.

"Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Kita tunggu sampai besok pagi, jika Bu Raina masih belum sadar terpaksa kami mengatakan bahwa Ibu Raina dalam keadaan koma", ucap dokter.

Semua menunduk lesu mendengar ucapan dokter.

"Apa kami boleh melihat keadaan Tante Raina, dokter?" ucap Kevin yang sedari tadi hanya diam menyaksikan bagaimana kesedihan keluarga sahabatnya. Kevin sudah menganggap orang tua Ibra sebagai orang tuanya juga, karena mereka sudah berteman sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Kami akan pindahkan Bu Raina terlebih dahulu keruang ICU. Setelah itu kalian bisa melihatnya tapi saya mohon kalian masuk sendiri-sendiri saja dan menggunakan pakaian steril yang sudah disediakan rumah sakit", ucap dokter menjelaskan. Semua nya mengangguk paham.

Didepan ruang ICU semuanya duduk di kursi yang disediakan. Semuanya asik dengan pemikiran masing-masing hingga kedatangan beberapa orang dengan seragam polisi mengalihkan perhatian mereka.

"Selamat siang, kami dari kepolisian ingin menangkap saudari Haidee karena tuduhan percobaan pembunuhan terhadap Nyonya Raina Wijaya". Semua orang kaget, mereka semua saling pandang. Pasalnya tidak ada diantara mereka yang melaporkan hal ini ke polisi.

"Bawa dia pak", ucap Ibra menunjuk Dee yang sedari tadi ketakutan melihat kedatangan polisi. Semuanya terkejut mendengar perkataan Ibra, terutama Dee. Ia tidak menyangka suaminya akan bersikap seperti ini padanya.

"Kamu jangan gegabah Ibra, Dee belum tentu bersalah", ucap Wijaya berusaha membujuk Ibra.

"Iya Ib, lo jangan asal bilang kalau Dee bersalah. Kita belum menyelidiki semua buktinya. Bisa saja semua ini jebakan atau ada pihak ketiga yang menjadikan Dee kambing hitam. Lo jangan gila, dia istri Lo", ucap Kevin mencoba membujuk Ibra.

"Kita ga butuh bukti lagi. Kita semua adalah bukti gimana dia nusuk mama pakai pisau", ucap Ibra menunjuk wajah Dee.

"Tapi itu belum bisa membuktikan semuanya. Lo tenang dulu", ucap Kevin lagi.

Seakan tuli, Ibra menghiraukan Kevin. " Pak, bawa dia yang kenyataannya adalah ISTRI SAYA, kami semua sudah cukup menjadi bukti bahwa dia sudah mencoba membunuh mama saya. Mata kami semua melihatnya", kekeuh Ibra agar polisi segera membawa Dee.

"Mas, adek berani sumpah bukan adek yang udah nusuk mama. Adek dijebak, bukan adek mas", ucap Dee dengan air mata yang sudah tidak bisa ia tahan.

"Pergilah nak, pertanggung jawabkan perbuatan kamu. Mertua kamu memang tidak akan bangun jika kamu masuk penjara, tapi setidaknya itu mengurangi dosa mu karena mencoba melenyapkan mertuamu sendiri", kali ini Ayah Dee yang berbicara setelah sedari tadi hanya diam melihat semuanya.

"Demi Tuhan bukan Dee yang melakukannya Ayah".

"Jangan pernah libatkan Tuhan dalam dosa mu nak. Ayah tidak pernah mengajarkan mu untuk menjadi orang hina seperti ini", ucap Ayah Dee dengan wajah kecewa kepada anaknya.

"Disini terselip penyesalan menerima kenyataan bahwa kau adalah anak Ayah", ucap Ayah Dee menunjuk dadanya sendiri.

Tangis Dee pecah mendengar perkataan Ayahnya. Tidak adakah yang mempercayainya? ini bukan kesalahannya.

Bunda Dee hanya bisa menangis melihat kenyataan anaknya. Berbicara pun tidak ada gunanya karena semua bukti menunjukan bahwa anaknya bersalah.

Salah satu polisi pun maju dan memborgol kedua tangan Dee. Al yang melihat Ibunya diborgol menangis meraung tidak ingin ibunya di bawa oleh om-om yang ia ketahui adalah polisi dari warna bajunya. Karena setaunya Polisi hanya akan menangkap orang jahat dan Uminya bukanlah orang jahat.

Dee hanya bisa pasrah menerima semuanya, tidak ada yang bisa ia lakukan. Satu-satunya orang yang bisa menolongnya adalah mama mertuanya sendiri. Malang menimpa mama mertuanya belum sadarkan diri.

......................

Hai Teman-Teman, Terimakasi sudah mampir dan temani Dee menggapai kembali cinta suaminya yaa ,,,

Jangan lupa follow Instagram author @nonam_arwa untuk melihat ucapan ucapan mutiara author yaa.....

1
#ayu.kurniaa_
.
Sri Rahayu
kasian dee/Sob//Sob/
Nur Aulia
terlalu banyak bawangnya tor,aku JD 😭😭
Rini Amelia
Luar biasa
Nur Aulia
suami jolim banget SM istri,, katanya CEO tp bodoh,,bukanya di cari dl siapa yg salah,,jgn main hakim sendiri
Qaseh Khadijah
Kecewa
Qaseh Khadijah
Buruk
Qaseh Khadijah
Kecewa
Qaseh Khadijah
Buruk
Novianty 01
karya yg sangat luar biasa😊😊
Ratnasihite
selalu nangis dgn pelajaran novel ini bagud👍
Ratnasihite
aq nangis baca novel ini jd inget alm mama papa
dugong
Luar biasa
punya tian
lagian aku greget anjayy ama si dee
Yushfi 853
Luar biasa
Nnek Titin
kena deh d prank ibraa
tapi seruuu puas bgt bacanya
terimakasih thooor
semoga karya mu selalu d gemari
Nnek Titin
padahal ijab kabul nya ga sah tuh Thor pengucapan nya ga pake Binti
Nnek Titin
ooohhgg melowww
Nnek Titin
ko bisa giniiii thooorr nangis akuuuu
berbahagialah dee
Nnek Titin
waaah untung besar dong ibunya Jaka dapet duit banyaak
paling buat berobat Jaka 15rb tuuh beli betadine
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!