"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cinta semusim 5
Namun pucuk dicinta ulam pun tiba, seperti itulah pribahasa nya, saat seseorang mendapatkan sesuatu yang lebih dari yang diharapkan atau keinginan yang terwujud. Tampakan nya Tuhan masih sayang pada keluarga nya, pikir nyonya besar Oh ketika itu.
Ketika matanya melihat seseorang yang sangat ia kenal, yang baru saja masuk berjalan menuju kearah lift. "Or ji oh!" panggil nyonya besar Oh cepat, sembari menghentikan seorang gadis didepan nya. Sontak membuat gadis itu terkejut, "ibu???" sebut gadis itu seperti tidak percaya, saat melihat siapa wanita yang telah menghentikannya, Or ji oh mengenal wanita itu karena ia pernah berkerja di perusahaan Oh&Group kurang lebih dua tahun, ketika ia masih tinggal bersama nenek dari ayahnya dan cukup dekat dengan nyonya besar Oh.
Namun setelah berhenti dari perusahaan itu mereka tidak lagi pernah bertemu, mungkin sekitar dua tahun lebih mereka terakhir bertemu. Pertemuan yang tidak terduga atau mungkin memang takdir. "ya Or ji oh" jawab nyonya besar Oh sembari memegang tangan Or ji oh, sorot matanya terlihat begitu bahagia. "apa yang ibu lakukan sini?" tanya Or ji oh lembut pada wanita di hadapan nya itu, sembari mencari tahu sendiri dengan melihat ke sekeliling, tapi tidak mendapatkan petunjuk dan akhirnya kembali melihat kearah nyonya besar Oh atau yang biasa di panggil nyonya Yin.
"ibu?" panggil Or ji oh masih menunggu jawaban. Nyonya besar Oh masih diam, ia menatap wajah Or ji oh lalu mengambil nafas perlahan, "Or ji oh!" katanya mencoba untuk mulai bicara dan menatap lekat pada wajah Or ji oh. "hmm" jawab Or ji oh, ia menatap lembut pada wanita dihadapan nya, seperti seorang anak menatap ibunya yang amat ia sayangi.
"Aku tahu seharus aku tidak meminta ini, tapi aku tidak punya jalan lain." mulai nyonya besar Oh serius, memegang salah satu tangan Or ji oh lalu menggenggam nya dengan kedua tangannya, sebelum ia melanjutkan apa yang akan ia katakan selanjutnya. "Or ji oh, maukah kau hari ini, sekarang juga, di tempat ini! Menyelesaikan sesuatu yang belum terselesaikan dua tahun yang lalu" setiap kata yang keluar dari mulut nyonya besar Oh diucapkan dengan penuh penekanan.
"yang belum terselesaikan dua tahun yang lalu?" ulang Or ji oh ketika mendengar kalimat tersebut dengan nada ragu, lalu melihat ke sekeliling, mencari tahu apa yang sebetulnya terjadi disini. Saat itu tatapan mata Or ji oh tertuju pada sebuah karangan bunga, yang terdapat didepan pintu masuk ruang resepsi nomor 01, dilantai satu, dimana mereka sedang berada sekarang. Di karangan bunga itu tertulis "selamat berbahagia untuk presdir direktur Oh pil sun dan nona Ye eun"
"akhirnya mereka menikah! Ternyata hari ini adalah hari pernikahan Oh pil sun" gumam Or ji oh didalam hatinya di iringi dengan sebuah senyum tulus di bibirnya. Ia ikut bahagia untuk Oh pil sun. "tunggu! ada yang tidak beres!" gumam hati Or ji oh menyadari ada sesuatu yang salah, "kalau hari ini ada hari pernikahan Oh pil sun dan Ye eun, mengapa nyonya besar Oh meminta nya untuk menikah dengan Oh pil sun?" tanya hati Or ji oh bertanya tanya, seketika senyum di bibirnya menghilang.
Karena sesuatu yang belum terselesaikan dua tahun yang lalu adalah menjadi nyonya muda Oh, istri dari presdir direktur Oh pil sun. "ibu, sebenarnya apa yang terjadi? dimana Ye eun?" tanya Or ji oh setelah sadar ada yang tidak beres. "wanita itu memang seharusnya tidak diberi kesempatan, sekarang dia malah menghilang!" ujar nyonya besar Oh kesal mengingat apa yang dilakukan oleh wanita yang bernama Ye eun tersebut.
"menghilang?" ulang Or ji oh tak percaya, karena dia sangat tahu bahwa nyonya besar Oh dan juga ibu pimpinan sejak awal memang tidak menyukai wanita bernama Ye eun itu, "ya, menghilang." jawab nyonya besar Oh menyakinkan, karena mereka memang tidak melakukan apa-apa. "bagaimana Or ji oh? apakah kau mau?" lanjut nyonya besar Oh tak ingat menunda waktu semakin lama lagi.
"maafkan aku bu, sepertinya aku tidak bisa." jawab Or ji oh menolak, "mengapa?" tanya nyonya besar Oh tidak menyangka bahwa Or ji oh akan menolaknya. "Oh pil sun tidak menyukai ku." jawab Or ji oh memberikan alasan yang sama seperti dua tahun lalu, karena Oh pil sun memang tidak menyukainya. "sekarang dia sudah tidak punya pilihan." ujar nyonya besar Oh memberi tahu bahwa alasan itu sudah tidak penting lagi, karena sekarang keputusan sudah tidak berada ditangan Oh pil sun.
"maafkan aku bu, tapi aku sungguh tidak bisa." tolak Or ji oh lagi, ia datang kesini bukan untuk ini. Selain itu ia juga memiliki identitas lain yang mungkin tidak akan di sukai oleh nyonya besar Oh dan juga ibu pimpinan. "mengapa?" tanya nyonya besar Oh yang tidak menerima penolakan. "karena aku adalah Ma Eun Yi, putri dari Ma Eun Yong, pemilik Ma&Group" ujar O ji oh menyebutkan nama lainnya, karena dia memang punya dua nama. Or ji oh adalah nama dari ibunya, sedang Ma Eun Yi adalah nama dari ayahnya, namun yang jadi masalah bukan tentang itu, melainkan tentang siapa ayahnya. Karena Ma Eun Yong adalah musuh keluarga oh, dan secara tidak langsung dialah yang menjadi menyebab tuan besar Oh meninggal, yaitu ayah Oh pil sun suami dari nyonya besar Oh.
Pikiran Or ji oh saat itu biarlah ia di benci, yang jelas ia tidak akan membangun sebuah hubungan dengan kebohongan lagi. cukup sekali ia melakukan kesalahan, kali ini dia tidak akan melakukan nya lagi. Or ji oh bahkan sudah siap jika wanita di hadapan nya itu ingin memaki atau memukulnya, atau yang lebih extreme lagi menyuruh pengawal menyeret nya keluar dan mempermalukan didepan umum, karena secara tak langsung telah membohongi nya.
Namun yang terjadi justru sebaliknya, nyonya besar Oh malah tersenyum. "aku dan ibu pimpinan sudah mengetahuinya." katanya diluar dugaan dan membuat Or ji oh tercengang. "A!" Or ji oh melihat Yin tak mengerti bagaimana bisa mereka mengetahuinya, namun tetap memperlakukan nya dengan baik.
"kau sudah pernah tinggal bersama kami, apakah masih tidak mengenal kami?" ujar nyonya besar Oh atau Yin mengingatkan, seolah mengerti apa yang dipikirkan oleh Or ji oh. Karena baik nyonya besar Oh mau pun ibu pimpinan, mereka berdua mempunyai prinsip yang sama, bahwa masalah orang tua biarlah menjadi urusan orang tua, anak-anak tidak perlu menanggung nya. Lagi pula sejak awal nyonya besar Oh dan ibu pimpinan memang sudah menyukai Or ji oh dari pertama kali mereka melihat nya dulu, ketika Or ji oh masih menjadi salah satu karyawan magang di perusahaan Oh&Group, hingga akhirnya menjadi orang kepercayaan ibu pimpinan.
Dulu saat pertama kali memutuskan untuk bekerja di perusahaan Oh, Or ji oh berpikir hanya ingin mencoba hal baru, apa lagi ketika itu dia baru saja lulus sekolah dan ingin merasakan bagaimana kehidupan dikota. Karena sejak kecil Or ji oh tidak bisa berpisah dari nenek nya, setiap neneknya pulang ke desa ia akan jatuh sakit selama berhari-hari dan baru akan sehat setelah nenek nya kembali. Tepatnya setelah ibunya meninggal, saat ia berusia sepuluh tahun, Or ji oh jadi begitu dekat dengan neneknya, padahal sebelumnya neneknya adalah orang yang paling ditakutinya.