NovelToon NovelToon
PANGERAN MY BAD BOYFRIEND

PANGERAN MY BAD BOYFRIEND

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cintamanis / Playboy / Basket / Bad Boy / Enemy to Lovers
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: cipaaiinee

Baru menginjak kelas 12, ada saja hal yang membuat Syanza harus menghadapi Pangeran, si ketua Savero.

Ketua apanya coba, tengil gitu.


"Lo pikir, lo kodok bisa berubah jadi pangeran beneran, hah??" Ketus Syanza.
"Emang gue pangeran," balas Pangeran angkuh.
"Nama doang, kelakuan kayak setan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cipaaiinee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

"Arghh," kesal Melvin.

Kali ini pun Xerox masih kalah, entah kapan akan berhasil membuat Pangeran bertekuk lutut padanya.

Meskipun tidak terima dengan kekalahan itu, Melvin sebagai ketua tidak bertindak sembarangan. Dari pada memukul Pangeran karena kekesalannya, lebih baik langsung pergi ke tempat yang bisa menenangkannya.

Para anggota Xerox sudah biasa, dan hanya mengekori sang ketua akan pergi kemana. Namun, ada salah satu anggota yang tampaknya lebih tidak terima.

"Gila. Ketua kita emang best lah, belum pernah ngecewain dan maluin anggotanya," Cakra

"Gue harap sih jangan pernah," sahut Zergan

"Iya elah. Ribet banget kayak cewek," jawab Pangeran malas. "Si Juna kemana?" lanjut tanyanya.

"Katanya sih agak telatan," sahut Cakra.

Pangeran merasakan hatinya tidak tenang. Apalagi ucapan Arjuna di sekolah tadi, lelaki itu akan mengajak kekasihnya untuk bermain.

"Itu dia," ujar Jarrel. "Tapi kok kayak bawa ekor ya?" Imbuhnya menyipitkan matanya.

"Pacar lo anjeng!" Sorai Cakra memukul bahu Pangeran.

Melihat senyuman Syanza yang ditebarkan pada orang lain membuat Pangeran jengkel. Rahang lelaki itu mengeras, wajahnya merah padam.

"ARJUNA MONYET!"

Pelaku yang dipanggil namanya terlonjak kaget dan menampilkan deretan giginya. Arjuna menjukurkan lidahnya meledek Pangeran.

"GUE CINCANG LIDAH LO YA ANJING!"

Semua orang di sana lantas terperanjat serentak. Anggotanya yang bahkan hanya tahu sisi jahil dan suara rendah sang ketua, kini dibuat ciut.

"Lihat. Cowok lu emang suka masuk jebakan gue. Dan ujungnya dia pura-pura tahu rencana gue," ujar Arjuna pada Syanza.

Gadis itu merotasikan matanya. Sungguh jengah dengan mereka semua. Ke sini saja Syanza sampai disusul Arjuna untuk ikut, embel-embel bebas dari Pangeranlah apalah, segala disebut sama lelaki itu.

Ketua Savero berlari ke arahnya dengan raut wajah yang tidak sahabat. Bersiap membogem wajah Arjuna.

Syanza melirik pada lelaki di sebelahnya dan dibuat heran dengan tampangnya yang santai dan siap menerima pukulan Pangeran. Tidak mau menyaksikan perkelahian, Syanza memilih menghadang Pangeram dengan merentangkan kedua tangannya. Namun sayang, karena kecepatan Syanza sedikit telat jadi dirinya mendapati pukulan keras itu.

Arjuna terkejut melihat Syanza bergeser posisi di depannya.

Bug

"Sya?" Pangeran menatap tangan bekas memukul pipi Syanza.

"Shhh...sakit," lirih Syanza.

Masih ada untung juga karena Syanza bisa menahan tubuhnya untuk tidak langsung terjatuh.

Pangeran memeluk tubuh Syanza. "Sayang," panggil Pangeran menyelipkan rambut Syanza ke belakang telinganya.

Hati Pangeran terasa sakit melihat buliran air mata keluar membasahi pipi gadis itu.

Kejadian itu membuat mereka yang berada di sana terdiam dan ikut tegang.

"Sakit," rengek Syanza menangis tersedu-sedu dalam pelukan Pangeran.

"Maaf, sayang. Maaf," lirih Pangeran memberikan kecupan hangat di dahi Syanza. Kemudian tangannya mengangkat tubuh Syanza, mendorong kepala Syanza untuk bersandar di dadanya.

"Yang bawa mobil?" Ketua Savero mengedarkan pandangannya.

"Gue, bos," balas Dino mengangkat tangannya, salah satu anggota Savero.

"Anterin gue ke rumah sakit."

Lelaki itu mengangguk dan segera menuju ke mobilnya.

"Jun, tanggung jawab bawa motor gue," ujar Pangeran. Sebenarnya jika Syanza tidak menghadangnya pun Pangeran dan Arjuna akan seperti biasa lagi. Mau bagaimana lagi, Syanza terlalu membawanya serius. Meskipum tetap saja Pangeran tidak terima kalau Arjuna membawa kekasihnya.

"Motor gue?" Tanya Arjuna menunjuk dirinya sendiri.

"Akal gunain, bego."

"Sabar, Juna. Sabar, punya ketua emang biadab," gerutunya dalam hati.

Zergan membuka pintu mobil belakang disaat mobil itu sudah berada di samping Pangeran.

"Thanks," ucap Pangeran.

"Hm."

Di dalam mobil, Syanza mengaduh kesakitan. Rasa pusing menjalar di seluruh kepalanya. Rasa mual membuncah tertahan di dadanya, dan badannya gemetar hebat.

"Altar..."

Pangeran menunduk dan mengelus surai hitam Syanza. "Di sini, sayang. Bentar lagi sampe, ya?"

Syanza mengangguk samar. Namun, karena tidak kuat lagi menahan kesadarannya. Syanza pun memejamkan matanya.

"Sya, gak lucu. Bangun, Syanza!" Gertak Pangeran menggoyangkan tubuh Syanza.

Dino merasa akan ada aura menusuk dari belakang pun menancap kecepatan mobilnya.

Pangeran terus mendekap erat raga Syanza yang lemah.

"Kenapa lo halangin sih," lontar Pangeran ditelingan Syanza. "Maaf," imbuhnya.

1
Puji Lestari
bagus... ceritanya menarik
Puji Lestari
lanjut.... ceritanya bagus...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!