NovelToon NovelToon
Derajat Rumah Tanggaku

Derajat Rumah Tanggaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nona Marwa

Namanya adalah Haidee Tsabina, wanita cantik dengan hijabnya yang merupakan istri seorang Ibrahim Rubino Hebi. Kehidupan keluarga mereka sangat harmonis. Ditambah dengan seorang anak kecil buah cinta mereka yaitu Albarra Gavino Hebi

Tapi semua berubah karena sebuah kesalahpahaman dan egois yang tinggi. Rumah tangga yang tadinya harmonis berubah menjadi luka dan air mata.

Sanggupkah Haidee dan Ibra mempertahankan keluarga kecil mereka ditengah banyaknya rintangan dan ujian yang harus mereka hadapi? Atau mereka akan menyerah pada takdir dan saling melepaskan? Yuk baca kisahnya.

Follow Ig author @nonamarwa_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Marwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Jangan lupa like, vote dan komentarnya ya teman-teman

Jangan lupa follow Instagram author @nonam_arwa

🌹HAPPY READING🌹

Kini Ibra, Dee, Al, Kevin, dan Agam duduk bersama di ruang keluarga menunggu Naina yang tengah membersihkan diri di kamar tamu. Tak berselang lama, Naina datang dengan wajah yang terlihat lebih segar, meskipun nampak beberapa goresan kecil di tangannya.

"Sekarang coba ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Ibra tegas mengintimidasi Dee, Al dan Naina. Mereka bertiga duduk di sofa yang sama. Al duduk di pangkuan Dee. Sedangkan Ibra, Kevin dan Agam duduk di sofa depan mereka.

Al meremas kuat ujung bajunya karena takut melihat wajah tegas Ibra. Dee yang merasakan ketakutan anaknya mulai membuka suara. "Mas, jangan terlalu tegang seperti itu. Mas bisa menakuti anakku," ucap Dee kepada Ibra.

"Anakku juga, sayang,"jawab Ibra.

"Baiklah, sekarang Abi mau tanya sama, Al. Kenapa Al sama Aunty Naina bisa berada di tepi sumur itu?" tanya Ibra dengan lembut kepada Ibra.

Al memberanikan diri melihat ke arah Ibra. "Tanya Aunty Naina saja, Abi. Kalena Al tidak mau berlbohong sama Abi. Bial Aunty Naina yang beldosa," sambung Al dalam hati. Dia tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi dia juga tidak ingin berbohong kepada Ibra.

Ibra mengalihkan atensinya kepada Naina. "Nai, sebenarnya ada apa?" tanya Ibra.

Naina menoleh dan mulai mengarang cerita indah kepada semuanya. "Tadi sewaktu kami bermain di taman belakang, Dee pergi ke dalam untuk mengambil minum dan cemilan. Saat aku dan Al tinggal berdua, Al mengajakku mengelilingi taman, dan aku menurutinya. Aku sudah mencegah Al untuk tidak mendekati sumur, tapi Al tetap memaksa. Sampai akhirnya Dee datang. Kami berdua kaget mendengar suara Dee. dan tak sengaja aku terpeleset dan jatuh karena terkejut. Maaf jika aku merepotkan kalian," ucap Naina dengan wajah menyesalnya.

"Maafkan aku, Nai. Aku tidak bermaksud mengejutkan kalian berdua," ucap Dee tak enak. Karena secara tidak langsung Naina terpeleset karena dirinya.

Al yang mendengar Uminya meminta maaf kepada Naina tidak terima. "Umi tidak pelu minta maaf," ucap Al memandang wajah Dee. Kemudian dia beralih menatap Ibra, "Maaf, Abi. Ini salah Al. Jangan malahin Umi. Al yang tidak sengaja mendolong Aunty Naina," jawan Al berani menatap Ibra. Demi Uminya, Al akan melakukan apapun. Huh, gala-gala Aunty Naina, Al halus belbohong sama Abi. Gerutu Al dalam hati.

Dalam hati Ibra senang, karena anak dan istrinya saling membela dan anaknya mau meminta maaf terlebih dahulu.

"Abi tidak marah, nak. Abi bangga karena Al berani minta maaf," ucap Ibra tersenyum hangat.

"Telimakasih, Abi," jawab Al.

Ibra mengangguk dan tersenyum, "Naina, apa kamu bisa memaafkan anakku?" tanya Ibra pada Naina.

Naina tersenyum lembut, "Tentu, Ib. Al sudah seperti anakku, bagaimanapun aku yang dewasa yang harus melindunginya," jawabnya.

Setelah semuanya selesai, Naina berpamitan pulang lebih dulu karena badannya terasa sakit setelah jatuh tadi. Tadi Agam menawarkan diri untuk mengantarkannya pulang, tapi Naina menolak. Kini hanya tinggal Ibra, Dee, Al, Kevin dan Agam.

"Sayang, bawa Al ke kamarnya, ya. Pasti capek seharian bermain," ucap Ibra melihat Al yang sudah mulai mengantuk.

Dee mengangguk, "Iya, Mas. Kak Kevin, Kak Agam Dee pamit dulu, ya," ucap Dee pamit kepada Kevin dan Agam.

Kevin dan Agam mengangguk mempersilahkan Dee untuk pergi.

"Lo berdua nggak pulang?" ucap Ibra kepada kedua sahabatnya.

"Lo ngusir kita?" tanya Agam.

"Ck, iya," jawab Ibra kesal.

"Gue mau tidur disini," ucap Kevin santai tidak memperdulikan Ibra yang kaget mendengarnya.

"Gue juga," jawab Agam ikut-ikutan.

"Ngapain pada tidur disini?"

"Gue kangen tidur bareng ponakan gue," jawab Kevin.

"Lo?" tanya Ibra kepada Agam.

"Mau tidur sama bini, Lo," jawab Agam santai.

Tuk

Tuk

Dua kotak tisu mendarat mulus di kepada Agam. Ibra dan Kevin yang kaget mendengar jawaban Agam langsung melemparinya dengan kotak tisu yang ada di meja.

"Sakit bangsat," ucap Agam meringis mengusap keningnya.

"Hahaha, lagian Lo ada-ada aja, dasar gila. Di amuk Serigala baru tau rasa, Lo," jawab Kevin menunjuk Ibra.

"Becanda gue. Gue juga mau tidur sama Al. Udah lama juga nggak main sama tuh bocil. Lagian besok gue bebas dinas, jadi bisa nginap sini," ucap Agam mengatakan maksud dan tujuannya.

"Lo berdua boleh tidur disini. Tapi jangan gangguin malam gue sama Dee. Dan jangan buat anak gue begadang," peringat Ibra kepada Agam dan Kevin. Agam dan Kevin mengangguk mengerti ucapan Ibra.

Malam telah menjelang. Kini ruang keluarga kediaman Ibra dipenuhi suara berisik kedua lelaki dewasa yang sedang bermain PlayStation.

"Lo minggir dong, Gam. Gue kalah lagi nih, elah," gerutu Kevin karena selalu kalah dari Agam.

"Bilang aja Lo Cemen. Makanya jangan nantangin gue," jawab Ibra sombong.

Al yang duduk diantara Kevin dan Agam hanya bersorak heboh. Terkadang menyemangati Agam, terkadang menyemangati Kevin.

"Uncle Kevin mainnya nggak jago. Uncle Agam lebih kelen. Uncle Kevin cupu," ucap mengejek Kevin.

"Bapak Lo tuh, yang cupu. Dari tadi nggak jauh-jauh dari istrinya," ucap Kevin kesal mendengar ucapan Al. Kevin menunjuk Ibra yang tengah rebahan dengan paha Dee sebagai bantalan sambil memainkan ponselnya.

"Itu bukan cupu, itu namanya cinta. Iya kan, Abi?" ucap Al melihat kepada Ibra.

Ibra mengacungkan jempolnya mendengar ucapan Al. Sedangkan Dee hanya tersenyum mendengar ucapan anaknya.

Setelah lelah bermain, kini mereka masuk ke kamar masing-masing. Ibra masuk ke kamar dengan Dee, sedangkan Kevin dan Agam tidur di kamar Al. Bukan tanpa alasan mereka menginap di rumah Ibra.

"Al, kalau bohong itu boleh nggak?" tanya Kevin memulai pembicaraannya. Kini mereka sudah berbaring di kasur Al yang sama besar dengan kasur Abinya. Al berada di tengah-tengah.

"Nggak boleh, Uncle," jawab Al jujur. Karena itu yang selalu di ajarkan Uminya.

"Kalau gitu, Al jawab pertanyaan Uncle sama Uncle Agam jujur, ya," ucap Kevin.

"Telgantung banyak uangnya," ucap Al santai yang membuat Kevin dan Agam mendengus kesal.

"Siapa sih yang ngajarin mata duitan? Bapak sudah kaya masih aja mata duitan. Emang nggak takut nanti dimarahin Umi kalau bohong," ucap Agam menyebut Dee supaya Al takut.

Tapi Al tidak memiliki rasa takut dengan kedua Uncle nya ini. "Bilang saja sama Umi. Kan nggak bohong. Umi bilang bohong itu dosa, dan Abi bilang uang itu penting. Jadi Al hanya mengeljakan apa yang diajarkan Abi sama Umi, Uncle. Al akan menjawab peltanyaan Uncle. Satu peltanyaan, satu lembar uang melah, gimana?" ucap Al memberi tawaran kepada Kevin dan Agam.

"Ajaran bapaknya emang nggak ada yang bener," ucap Agam kesal mendengar penawaran Ibra.

"Ya sudah, Uncle Kevin sama Uncle Agam setuju," jawab Kevin.

Yang penting gue dapat informasi penting dulu. Masalah duit nanti bisa minta ganti bapaknya, hahaha. Ucap Kevin dalam hati menertawai pemikirannya.

......................

Jangan lupa kasih Vote, like dan komentarnya ya teman-teman. Karena itu sangat berharga bagi author.

Terus ikuti kisah Ibra, Al dan Dee yaaa 🌹🌹🌹

Terimakasih banyak, author sayang kalian 😘🌹🌹

1
#ayu.kurniaa_
.
Sri Rahayu
kasian dee/Sob//Sob/
Nur Aulia
terlalu banyak bawangnya tor,aku JD 😭😭
Rini Amelia
Luar biasa
Nur Aulia
suami jolim banget SM istri,, katanya CEO tp bodoh,,bukanya di cari dl siapa yg salah,,jgn main hakim sendiri
Qaseh Khadijah
Kecewa
Qaseh Khadijah
Buruk
Qaseh Khadijah
Kecewa
Qaseh Khadijah
Buruk
Novianty 01
karya yg sangat luar biasa😊😊
Ratnasihite
selalu nangis dgn pelajaran novel ini bagud👍
Ratnasihite
aq nangis baca novel ini jd inget alm mama papa
dugong
Luar biasa
punya tian
lagian aku greget anjayy ama si dee
Yushfi 853
Luar biasa
Nnek Titin
kena deh d prank ibraa
tapi seruuu puas bgt bacanya
terimakasih thooor
semoga karya mu selalu d gemari
Nnek Titin
padahal ijab kabul nya ga sah tuh Thor pengucapan nya ga pake Binti
Nnek Titin
ooohhgg melowww
Nnek Titin
ko bisa giniiii thooorr nangis akuuuu
berbahagialah dee
Nnek Titin
waaah untung besar dong ibunya Jaka dapet duit banyaak
paling buat berobat Jaka 15rb tuuh beli betadine
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!