NovelToon NovelToon
Duda Istimewa Ku

Duda Istimewa Ku

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vie Alfredo

berkisah tentang perjalanan cinta wanita muda ,ternyata cantik saja tidak cukup menjamin kemulusan dalam menjalin sebuah hubungan percintaan, setelah mengalami jatuh bangun yang cukup berat dan menyakitkan, akhirnya hati wanita muda berlabuh di hati duda idaman
penasaran gak ma cerita nya???
yuk reading guys😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Alfredo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32 Proses

Jovan memperhatikan istrinya yang tidur terlelap,

Jovan duduk di samping istrinya.

"Sayang, sudah pulang?" Tanya Vevey yang terbangun dengan kehadiran suaminya.

"tidurlah, ini sudah larut!" Ujar Jovan.

Vevey melepaskan dasi suaminya dengan wajah yang masih mengantuk.

"Apa pekerjaanmu hari ini lancar sayang?" Tanya Vevey

"sangat lancar, semua berkat dukunganmu!" Jawab Jovan girang.

"Apa tadi jadi menengok Bram?" Tanya Jovan.

"Hmmmm!" Jawab Vevey.

"Apa Bram ada kemajuan?" Tanya Jovan

"Semua sudah membaik, tinggal menunggu pendonor untuk Bram saja sayang!" Jawab Vevey.

"Syukurlah,semoga Bram segera dapat donor mata!" Ujar Jovan lega.

"Aamiin, sayang apa kau yang mempekerjakan Sasha untuk merawat Bram?"tanya Vevey.

"Iya, apa kau bertemu dengan Sasha tadi?,Kenapa apa dia tidak baik?" Tanya Jovan.

"Dia sangat sopan dan lugu, bukankah dia seharusnya masih duduk di bangku SMA?"tanya Vevey.

"Iya, dia putus sekolah dan membutuhkan pekerjaan untuk membiayai hidupnya,dia tetangganya Roy sayang, ayah ibunya meninggal karna terjebak dalam rumah saat kebakaran dia selamat karna dia sedang tidak di rumah, hanya tinggal dia seorang, dia meminta pekerjaan pada Roy!,dan Roy yang memohon pekerjaan padaku untuknya,

aku suruh saja dia merawat Bram!"ujar Jovan.

"Wah, sungguh malangnya,sayang kenapa kita tidak menyekolahkannya?, sayang sekali 2tahun waktu yang tanggung!" Ujar Vevey.

"Tak, masalah jika dia mau,kau bisa mengaturnya sayang,tapi apa dia sanggup sekolah sambil bekerja?"tanya Jovan.

"biar dia merawat Bram, setelah pulang sekolah, berikan pekerjaan yang ringan saja untuknya!" Ujar Vevey memberikan pendapat.

"Baiknya gimana ku serahkan padamu!" Ujar Jovan.

"Terimakasih sayang!" Vevey memeluk suaminya.

"Hmmmm,apa kau hanya menengok Bram seharian?" Tanya Jovan.

"Tidak, aku tadi ke dokter kandungan untuk konsultasi masalah kehamilan,dokter bilang jika ingin hamil lagi sebaiknya tunggu 2 bulan lagi jarak amannya dan dokter memberikan aku ini!, Jika ingin berhubungan harus pakai ini, dia juga mengajariku memakainya!" Ujar Vevey polos menyerahkan ****** pada Jovan.

"apah?"kau bilang dokter itu mengajarimu memakainya?,apa dokternya laki-laki?" Tanya Jovan salah paham karna sedang lelah jadi kurang berpikir logis.

"Iya!" Jawab Vevey jujur.

"Sayang!, apa kau gila?, apa dokter itu menyentuhmu?"tanya Jovan marah.

"tidak!, Tadi dia hanya menyuruhku untuk berbaring dan memberikan cairan diperut ku dan menempelkan alat diperutku!" Ujar Vevey ketakutan.

"Cairan?,alat?,Kau membicarakan apa yang jelas!,"bentak Jovan yang mulai cemburu buta.

"katakan padaku bagaimana dokter itu mengajarimu?"tanya Jovan geram.

Vevey benar-benar ketakutan.

"Ke kenapa kau marah,dokter hanya memeriksa dengan alat USG sayang,apa aku melakukan kesalahan kenapa kau membentakku hiks hiks hik,dia hanya mempraktekkan dengan jarinya,kata dokter harus diberdirikan dulu baru dipakai,aku juga tidak paham ,dokter menyuruhku memberikan ini padamu, saat kita berhubungan, Hiks hiks hiks, maafkan aku jika melakukan kesalahan aku memang tidak berguna! Hiks hiks hiks hiks" ujar Vevey dengan terisak karena baru kali ini suaminya membentaknya.

"maaf,maaf,sayang karena terlalu cemburu padamu, sunnguh maafkan aku jangan menangis!,maaf jika aku salah paham!"Jovan menyesal.

"Hhuhuhuhu,hiks hiks hiks!" Vevey merengek,

"Sayang maafkan aku,jangan menangis lagi!" Jovan merayu istrinya.

Jovan mencium bibir Vevey yang masih bergetar dengan tangisnya.

"Aku, sangat mencintaimu,aku janji tidak akan membentakmu lagi!"

Vevey memeluk suaminya.

"aku sungguh takut saat kau marah suamiku, aku hanya ingin bisa segera memberikanmu anak huhuhu!"ujar Vevey tersedu.

Jovan langsung mencium bibir Vevey yang masih menangis dan membuat Vevey mulai tenang.

"Iya aku yang salah dan bodoh,tidak bisa berpikir logis,maaf ya?" Jovan minta maaf kepada Vevey

Vevey mengangguk.

"Apa kau tidak menginginkannya sayang?, kita sudah 3 bulan tidak melakukannya!" Ujar Jovan.

"Ingin, kau bisa cara memakai ini?" Tanya Vevey pada suaminya.

Jovan mengambil pengaman di tangan Vevey dan membuangnya ke sampah dekat ranjang.

"Kenapa di buang? Apa kau ingin punya anak sekarang?" Tanya Vevey.

"Kau ini meremehkan suamimu sayang, Kenapa harus menggunakan itu?, Suamimu ini pandai mengaturnya,aku tidak akan mengeluarkannya di dalam,kau mau coba?" tanya Jovan.

Vevey mengagguk.

"Istri pintar dan penurut!" Ujar Jovan dan langsung menyambar bibir Vevey ganas.

"Kita mulai sayang!" Ujar Jovan.

Vevey mencoba mengimbangi suaminya, terdengar jelas hembusan nafas suaminya yang sudah tak beraturan,gairah ini sangat dirindukan Vevey.

Karna suaminya sungguh perkasa untuk membuatnya tak berdaya diranjang.

"Sayang aku mulai ya?" ujar Jovan ijin pada istrinya.

Vevey mengangguk.

Ya begitulah,Mereka segera menyelesaikanya.

"I love you sayang , terimakasih"

" I love you too,ach apa ini sayang?" Tanya Vevey yang tak sengaja memegang benih-benih Jovan junior.

"Ini sebenarnya adalah calon anak kita!" Jawab Jovan.

"Jadi yang seperti ingus ini yang dikatakan ****** laki-laki?" Tanya Vevey.

"Ahahahahhah,ingus?, hahaha iya begitulah!" jawab Jovan tertawa dengan pertanyaan istrinya.

" ya sudah ayooo tidur,besok katanya mau ikut kerja!" Ujar Jovan.

Vevey mengagguk dan memejamkan mata.

Jovan memeluk istrinya dan ikut memejamkan mata.

****

"Ayo berangkat!" Ajak Jovan

"Iya,apa Cindy tidak apa-apa di rumah?" Tanya Vevey pada suaminya.

" Tidak apa-apa nanti kak Nathan dan istrinya mau menjeput Cindy!" Ujar Jovan.

"Memang Cindy mau di ajak kemana?" Tanya Vevey.

"Mereka mau liburan ke Jepang 2 Minggu jadi mau ajak Cindy, sebenarnya mau ajak kita juga, tapi bagaimana kita bisa berlibur sedangkan Bram masih belum pulih!" Ujar Jovan.

"Iya kita tunggu Bram pulih saja sayang nanti kita pergi liburan bersama!" Kata Vevey.

" Iya beres, sudah siap belum?"tanya Jovan

"Sudah Ayo!" Jawab Vevey.

"Sayang, mama papa pergi dulu ya?" Ujar Vevey pada Cindy

"Mamah peluk dulu yang lama, Cindy mau diajak ke Jepang sama paman dan bibi, Cindy pasti akan rindu mamah!"ujar Cindy memeluk manja mamahnya.

"Sungguh papahmu ini apa tak berarti,kenapa hanya mamahmu yang slalu kau rindukan!" Ujar Jovan heran pada anaknya

"Iya Cindy pasti akan merindukan papah meskipun menyebalkan!" Ujar Cindy ganti memeluk Jovan.

"Baik anak papah jangan nakal ya di sana!" Ujar Jovan

"Iyah sayang,papah mamah pergi dulu ya?, We love you muuuach!" Ujar Vevey mencium Cindy.

"I Love you too pah mah muach!" Cindy melambaikan tangan.

****

"Sayang apa kita tidak perlu mengantar Cindy dan kakak ke Bandara?" Tanya Vevey.

"Tidak!" Jawab Jovan singkat sambil melajukan mobilnya.

"Baiklah,kau mengajarkan Cindy mandiri dari kecil bahkan dia tidak bergantung pada kita orang tuanya!, Dia benar-benar anak tangguh,Saat aku seusianya mungkin lebih tua dari Cindy,aku akan menangis jika ibuku tak ada di sisi ku, apalagi saat masuk TK pertama kali ibuku harus ikut masuk kelas jika tidak aku akan menangis, Hahhha waktu berlalu begitu cepat!" Ujar Vevey bercerita.

"Wah, saat kecil kau pasti sangat menggemaskan ya?" Ujar Jovan

"Jelas!, Sebesar ini saja masih menggemaskan!" Ujar Vevey pede.

"Jika tidak menggemaskan mana mungkin jadi milikku!" Ujar Jovan mencubit gemas pipi Vevey.

****

"Selamat pagi bos!,Manager!"

Sapa para karyawan.

Kepada Jovan dan Vevey.

"pagi" jawab Jovan dan Vevey bersamaan.

Vevey dan jovan masuk ke ruangan.

"wah, lama tidak kesini!" Ujar Vevey.

"Hemmm,apa Manager ada Ide Lagi untuk pengembangan resto kita di kota S ini?" Tanya Jovan pada Vevey.

"belum, tapi nanti aku coba lihat dulu lagi pembukuan selama aku tak hadir Bos! heheheh !" Jawab Vevey.

"Okey aku tunggu deh, kemajuan resto ini ditangan Manager kesayangan Ku ini!!" Ujar Jovan.

"Siap bos!" Jawab Vevey.

"Bosku, aku keliling dulu ya?" Ujar Vevey pada Jovan.

"Silahkan manager!" Jawab Jovan.

Vevey berkeliling resto mengamati para karyawannya bekerja.

Ke dapur ,ke kasir dan mengawasi para waiters yang mondar mandir membawa pesanan makanan.

Vevey clingak clinguk mencari seseorang yang dari tadi tak terlihat.

"Manager ada yang bisa saya bantu?" Tanya Roy pada Vevey yang terlihat sedang mencari sesuatu.

"Eh Roy,egak cuma kenapa aku tidak Lina ya?,bukankah dia sudah mulai bekerja?, Apa dia sakit?" Tanya Vevey.

"Dia, sudah 3 hari ini ijin Manager,karna kesehatan suaminya semakin menurun setelah operasi yang ke dua " ujar Roy.

"Ya Tuhan,Lina, bukankah sekarang sedang hamil tua?"Tanya Vevey.

"iya nyonyah 8 bulan!" jawab Roy.

"kasihan sekali,dimana suaminya dirawat Roy? ,kau tahu?"tanya Vevey.

"Rumah sakit Setia Budi Manager!" jawab Roy.

"Oh, sama tempat Bram di rawat!,ya udah ntar sekalian jenguk pas pulang!,kamu tahu gak diruangan mana?"tanya Vevey.

"Di ICU kata Lina Manager!" ujar Roy.

"hmmmm ya udah deh gampang entar!, makasih ya Roy!" ujar Vevey.

"sama-sama manager!" jawab Roy.

Vevey kembali keruangan.

"Sayang, nanti kita pulang dari sini mampir kerumah sakit Setia Budi ya?" ujar Vevey.

"apa mau menengok Bram lagi?" tanya Jovan.

"Mau tengok Suami Lina sayang,sekalian aja kalau kamu mau tengok Bram juga!" jawab Vevey.

"Baiklah!" jawab Jovan.

cungkling cungklin cungkling cungkling.

ponseL Vevey berbunyi.

terlihat Dokter Erick memanggil.

Vevey segera mengangkat telponnya.

"Hallo, iya dok!" jawab Vevey.

"Nyonya, yang saya katakan kemarin pasien sudah meninggal, Namun tadi saya berbicara pada pihak keluarga, Namun tidak menyetujuinya!" ujar dokter Erick lewat telepon.

"Dokter saya kesana sekarang!" ujar Vevey menutup telponnya.

"Ada apa sayang?" tanya Jovan.

"Kita kerumah sakit sekarang!"ujar Vevey tergesa-gesa.

Jovan mengiyakan permintaan Vevey dan segera pergi ke rumah sakit .

*****

diruangan dokter Erick

"Bagaimana dok?" tanya Vevey.

"kami tidak bisa membujuk keluarganya,kami pihak rumah sakit juga tidak bisa memaksa!"ujar dokter Erick.

"Hmmmm, iya dok tidak usah memaksa, keluarganya pasti sudah sangat terpukul karna kehilangan!"ujar Vevey mengerti akan kondisi keluarga yang ditinggalkan.

"Berdoa saja semoga ada jalan terbaik!" ujar dokter Erick.

"apa dari Bank mata juga belum ada?" tanya Jovan.

"Belum, pak! kita juga tidak bisa mengharapkan orang lain yang terdaftar sebagai pendonor,meninggal cepat kan pak!, yang penting Kita tetap optimis dan slalu berdoa untuk kemudahannya!" ujar dokter Erick.

"Hmmm baiklah dokter, kami permisi kalau begitu,sekalian mau jenguk rekan kita! terimakasih dok!" ujar Vevey berpamitan.

"sama-sama silahkan!" jawab dokter.

Vevey berjalan menuju ruang ICU...

kenapa Lina tidak terlihat di sekitar ruang ICU?

dalam hati vevey.

"Tidaaaaaak,huhuhuhuhu,tolong jangan tinggalkan aku!"

Vevey mencari suara tangisan itu.

"Lina!,sayang itu sepertinya Lina!" ujar Vevey pada Jovan.

Vevey langsung menghampiri Lina.

"Lina," panggil Vevey untuk memastikan seseorang yang terlihat mirip dengan karyawanya itu, menangis terisak-isak sendirian di sudut ruangan entah apa itu, Vevey tak begitu memperhatikan.

"Manager!, Bos!" ujar Lina yang terkejut dengan kehadiran Vevey dan Jovan.

"Iya, ini kami,ada apa?" tanya Vevey khawatir.

"Manager, suamiku meninggal huaaaa huuuhuuu hiks hiks hiks apa dia tidak sayang padaku dan anaknya?,kenapa dia tega meninggalkan aku dan anakku manager huhuhu" ujar Lina yang sudah tak kuasa meluapkan kesedihannya.

"Lina,Lina,kau harus ikhlas, ini yang terbaik untuk suamimu,dia sudah tidak merasa sakit lagi, kau harus kuat ingatlah kau sedang hamil Tua!" ujar Vevey menenangkan.

"Tidak Nyonya, aku tidak sanggup hidup tanpanya, aku ingin ikut dengan suamiku, tunggu sayang aku ikut!" ujar Lina hilang akal sehatnya.

"Hey!, Bicaralah yang baik!,kau sedang Hamil bicara yang Baik! " bentak Vevey yang kesal dengan perkataan Lina.

"huhuhuhu, kenapa harus suamiku? suamiku sudah menderita, kenapa dokter ingin mengambil mata suamiku manager?,Aku tidak rela!" ujar Lina yang merasa terpukul dengan keadaannya.

Vevey terbelalak dengan perkataan Lina,

dalam hati

astaga apakah yg dimaksud dokter Erick itu suami Lina.

"kami memang orang miskin,tapi berapapun mereka membayar untuk mata suamiku aku tidak akan menyetujuinya, berapapun banyak uang itu tidak akan bisa mengembalikan nyawa suamiku huhuhuhu!" ujar Lina dengan tangisnya.

"Maafkan kami yang menginginkan mata suamimu Lina, aku tidak tahu jika itu mata suamimu!,maaf, kami tidak akan memaksa!" ujar Vevey berlinang air mata karna merasa bersalah.

"Apah?,Manager yang menginginkan mata suamiku?, untuk apa?" tanya Lina menghentikan tangisnya karna merasa bingung.

"3 bulan lalu, aku mengalami kecelakaan,aku kehilangan bayiku dan Bram kehilangan penglihatannya karna menyelamatkan aku dan Cindy, kami hanya ingin Bram bisa melihat kembali,Lina!, namun jika kau tidak setuju kami tidak memaksa, kami mengerti!"

ujar Vevey memberi pengertian pada Lina.

Author:

wah sungguh mengharukan...

apa Lina akan menyetujuinya?

yuk lanjut...

jangan Lupa Like dan komen yukkk...

biar up lebih banyak dan cepat...hehehe❤️

1
Sista Safta
Buruk
Trisna
vevey lugu banget walaupun tomboy. pikirannya segitu polosnya sama orang
Trisna
vevey juga cerdas ya, bisnis bisa kuliner bisa, meracik obat untuk memanjakan tubuh juga bisa, jualan gitar online juga bisa hemm
keren yah
serta ibu dan istri yang baik👍👍
Trisna
vevey ketegasan dalam berbisnis oke juga ya
Trisna
Vevey Lo terlalu lembut.
ayo tunjukkan taring mu sama pelakor
Trisna
Cindy kau baik sekali dek, kau sangat menghargai dan mencintai mama mu
Trisna
Jovan kalau kecewa ngeri yah
tapi ttp lembut pada istrinya
Trisna
Jovan jiwa sosial mu the best
Trisna
Jovan gue suka banget sama karaktermu. luv banget deh
Trisna
suka banget sama ceritanya, berawal dari kisah Jovan vevey, lanjut ke Bram dan Sasha sekarang Nathan dan Savina,
benar-benar mantap ceritanya
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: 🥰🥰😘😘😘😘
total 1 replies
Trisna
so sweetie keluarga bahagia dan receh
Trisna
salut sama ibu Santrian. selain ibu penyayang, dia juga cerdasss
Trisna
hemm curiga sama perwira yang di nikahin shinta
Trisna
curiga deh sama bapaknya Sinta?
dia terlibat enggak sama orang-orang zelene itu
Trisna
waduh menantu ibu Santrian semuanya muda-muda ya, belum lagi Nathan yang lagi berjuang sama jandanya
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: lanjutkan ya 🥰😘
total 1 replies
Trisna
sorry Kakak
kalau mereka melihat matahari terbit namanya Sunrise bukan sunset.
terimakasih.
tapi cerita kakak ttp suka
Trisna
huff.... Nathan yang jadi korban
Trisna
🤣🤣popok orang tua jadi pembalut....
Bram bram
Trisna
yah.... apakah Nathan berpaling....
10 tahun bukanlah waktu yang singkat Nathan, cobalah cintai istrimu yang tulus mencintaimu walaupun kalian sah karena perjodohan
Trisna
Jovan sengaja yah l
cari perempuan untuk ngurus Bram heheh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!