Lanjutan dari novel GADIS MISTERIUS
"Apakah kau mencintaiku?" tanya Satya pada Salwa
"Aku akan mencintai suamiku dengan sepenuh hatiku dan aku mencintai suamiku karna Allah" kata Salwa tersenyum
Satya diam dengan segala penyesalan nya. Satya benar benar menyesal telah menyia nyia kan wanita sebaik Salwa. Betapa bodohnya Dia selama ini memilih Bella yang bahkan tidak mencintai nya dengan tulus dan malah menyia nyiakan Salwa yang mencintai nya dengan tulus.
Kisah rumah tangga yang banyak penghiatan di dalam nya. Kesabaran dan ketulusan seoarang istri akan membuat nya sadar. Inilah kisah Satya dan Salwa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 3
Satya membawa Salwa ke sebuah Restaurant terkenal di kota A yang ternyata Restaurant itu adalah salah satu milik nya. Satya menggauli beberapa bisnis di kota ini. Dan bisnis kuliner adalah salah satu nya. Satya mempunyai banyak usaha selain perusahaan nya yang bergerak di bidang perhotelan, pembangunan mall dan yang lainnya.
Satya telah memboking Restaurant ini hanya untuk mereka berdua, sehingga tidak ada orang lain selain pegawai dan mereka berdua. Kini keduanya telah duduk berhadapan di salah satu meja Restauran itu.
Salwa merasa tangan nya sudah berkeringat dingin dan gemetaran. Entah kenapa Salwa merasa sangat takut pada Satya. Melihat tatapan matanya saja Salwa sudah tahu kalau Satya tidak suka padanya.
"Kamu tahukan kalau saya akan menikahi mu" kata Satya datar
"Iya Mas" jawab Salwa gugup
"Kenapa kau terus menunduk hah? Apa wajah ku menyeramkan?" tanya Satya sedikit membentak
Salwa memjamkan matanya mendengar bentakan Satya yang terdengar begitu menakutkan. Salwa sudah terbiasa dengan bentakan dan amarah seseorang. Karna dulu Salwa termasuk anak yang mengalami kekerasan dari Ayah nya. Tapi kali ini bentakan Satya sangat membuat Salwa takut.
"Ti...Tidak" hanya itu kata yang keluar dari mulut Salwa sambil mendongakkan kepalanya menatap Satya.
'Subhanallah. Indah sekali ciptaanmu Ya Allah. Tapi kenapa wajah setampan ini harus memiliki sifat yang arogan dan dingin' batin Salwa
"Kau butuh uang kan dan ini uang yang kau inginkan dan menikahlah dengan ku besok " kata Satya datar dan menyodorkan amplop coklat berisi uang tunai.
Salwa terkejut dengan ucapan Satya, Dia melihat amplop coklat yang sudah terletak di atas meja. Perlahan Salwa mengambil amplop itu.
"Terimakasih Mas" ucap Salwa tulus
"Hmmm. Dasar wanita murahan" kata Satya sinis dan berdiri lalu melangkahkan kaki nya
"Siapkan dirimu untuk menikah dengan ku. Jangan buat keluarga Bramarta malu. Siapkan juga dirimu untuk memulai hidup baru dengan ku" kata Satya sebelum pergi
Salwa hanya menunduk sambil memegangi amplop coklat itu. Air matanya menetes begitu saja mengenai amplop yang sedang di pegang nya. Ucapan Satya yang tadi benar benar menyakiti hati dan perasaan nya. Tapi Salwa harus kuat demi adik nya, demi kesembuhan adiknya.
Salwa sudah tidak punya siapapun lagi selain adiknya. Sebenarnya masih ada ayah nya, tapi sampai saat ini Salwa tak pernah tahu dimana keberadaan ayah nya itu.
"Kamu pasti kuat Salwa. Ingat masih ada Allah yang akan mendampingimu menjalani ini semua" Salwa berbicara sendiri mencoba menguatkan dirinya yang sudah sangat rapuh.
Ingatan tentang almarhum ibunya yang disiksa Ayah nya kembali hadir di fikiran Salwa. Apakah aku akan mengalami apa yang ibu rasakan? itulah isi fikiran Salwa.
.................
Hari yang ditunggu pun tiba. Sebuah pernikahan yang seharusnya menjadi kebahagiaan untuk semua orang. Tapi tidak dengan Salwa. Dia memandang sendu bayangan dirinya di cermin. Bahkan Salwa tidak memakai gaun pengantin seperti orang yang akan menikah pada umumnya. Dia hanya memakai gamis dan jilbab segi empat yang cukup lebar.
Baju ini adalah baju terbaik yang Salwa punya. Dia bahkan tidak bisa membeli pakaian yang bagus karna keadaan ekonomi nya yang sangat minim bahkan sangat kurang. Untung saja Syaida bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah. Tapi sekarang bahkan beasiswa nya bisa saja dicabut melihat Syaida yang tidak tahu kapan sadar nya.
Acara ijab Qobul pun telah dilaksanakan dan sekarang Salwa dan Satya sudah sah menjadi suami istri. Salwa merasa sangat sedih karna pernikahan nya tidak seperti apa yang Dia bayangkan.
Salwa tidak pernah menginginkan pernikahan mewah dan meriah. Yang Salwa inginkan hanya pernikahan sederhana dan yang paling penting sah dimata agama dan negara. Tapi sekarang Dia menikah hanya sah dimata agama saja, bahkan tidak ada keluarga yang datang. Salwa menikah dengan wali hakim karna ayah nya dianggap sudah meninggal oleh mertuanya Hendarto.
Satya sengaja menikahi Salwa dengan pernikahan siri. Karna Dia tidak mau terikat oleh Salwa dan supaya Satya mudah untuk menceraikan Salwa suatu saat nanti. Sebenarnya keluarga nya menolak saat Satya meminta menikahi Salwa dengan pernikahan siri. Tapi Satya berhasil meyakinkan mereka dengan kata Dia akan menikah besok dan sudah tidak sabar jika harus mengurus pernikahan nya ke pengadialan dulu pasti akan lama. Satya bialang Dia akan menikahi Salwa secara hukum nanti sekalian dengan acara resepsi. Akhirnya semua keluarga pun percaya dan mengizinkan Satya menikahi nya secara siri.
"Selamat ya Salwa, Kak Satya akhirnya kalian sah menjadi suami istri" kata Alisya memeluk Salwa
"Terimakasih mbak" kata Salwa membalas pelukan Alisya
Semuanya bergantian memberi selamat pada Salwa dan Satya. Kini mereka sedang duduk di sofa ruang tamu. Tak ada resepsi pernikahan, semuanya benar benar sangat sederhana dan tidak ada yang tahu selain keluarga. Satya menyuruh mereka semua merahasiakan pernikahan nya dengan alasan Dia ingin melindungi Salwa yang bisa kapan saja dalam bahaya karna saingan bisnis. Satya benar benar sudah pandai berbohong sekarang.
Kamu pasti dibohongi lgi sama bpk mu tdk sakit Salwa entah utk apa uang itu mendingan utk biaya berobat adik dan dirimu