Al berusaha keras untuk terus menempa kemampuannya Fokus pada karirnya nya adalah impian nya Setelah terbuang dari pernikahan hasil perjodohan pamannya Yang membuatnya menutup diri .Sampai ia bisa menjadi sukses Banyak wanita yang tergila gila padanya Namun tak membuat Al tergoda Akan kan Al bisa jatuh cinta lagi Setelah merasa kecewa di sang istri
Bee teman Al satu profesi Yang diam diam slalu mengagumi Al Slalu saja memberi kan motivasi dan dorongan Berharap suatu hari nanti Al menganggapnya orang yang berarti Tapi Al hanya menganggap Bee sahabat terbaik nya Akan kah Bee bisa tulus menerima persahabatan mereka Atau Al juga menaruh hati padanya baca di sini ya .... ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 Saatnya Mandiri
Al pergi dengan rasa kecewa Keputusan sulit harus ia ambil Karna menyangkut harga dirinya sebagai seorang pria .
Apalagi ia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk berusaha. Tapi semua hanya sia sia. Seperti ia menabur garam di tengah laut .Al frustasi dan terluka Tapi ia tahu ia harus kuat .Demi harga dirinya Karna sudah waktunya ia mandiri
" Aku tak akan menyerah seperti yang di ajarkan kakek dan Ayah " Kata Al Karna itulah ia pergi dari rumah untuk mencari jati dirinya .Dan merasakan bahwa selama ini ia punya segalanya . Tapi di ketika ia menapakkan kakinya di luar lindungan keluargganya Al bukan lah siapa siapa .
Al melajukan motornya ke bengkel Iwan Karna hanya sahabat dekatnya itu lah yang bisa membantunya saat ia susah
Brum.... brum......
" Woi.......pagi amat bro. kok pake bawa koper segala .Minggat dari rumah lho Al " kata Iwan terkekeh
" Kok tahu " kata Al tersenyum
" Apa lagi kalo bukan ngak minggat yang lainnya ya di usir " kata Iwan Karna Iwan sudah tahu seperti apa polah mertua Al .
" Gue numpang disini boleh kan bro. Bulan depan habis gajian Baru nyari kost " kata Al
" Nasib....lho Al ...Al dapat istri orang kaya tapi nelangsa .Padahal sudah jadi dokter tetap kalah saing .Mending kaya gue gini jomblo ngak pake ribet mau makan dan tidur ngak pusing pusing amat Nah lho Di maki dan di hina mertua " kata Iwan
" Sana bawa kedalam , ntar dikira orang gue nyulik dokter kesasar " kata Iwan terkekeh
" Thanks wan " kata Al yang masuk ke dalam menuju kamar Iwan
Bengkel Iwan tak begitu besar lumayan buat bertahan hidup di kota besar Yang memperkerjakan dua karyawan Yang Iwan dapat dari warisan sang ayah Yang kini Iwan kembangkan sendiri .Karna Ijasah sarjana ekonomi nya tak berguna sama sekali Malah ia hanya di jadikan bagian adminitrasi cadangan saja Karna malas di atur atur atasan Iwan pun lebih memilih kerja di bengkel Dan itu lebih menjanjikan Ketimbang kerja di kantor berpenampilan rapi Tapi dompet kosong jadi pengangguran
" Sudah sarapan lho? Tuh masih ada nasi uduk di meja makan aja !! Agus dan Baron belum datang Ada masalah apa ?" kata Iwan Sambil merebus air
" Gue di usir mami " kata Al
" Derita lho Al .Lho yang dokter saja hidup tak menjanjikan Apa lagi gue yang jadi suami nya Evelyn bisa di injak injak kali ya tiap hari kaya keset " kata Iwan
" Entah lah " kata Al mengambil bungkusan nasi uduk Lalu membukanya dan memakan nya
" Memang begitu ya Al kalo orang kaya . Bisa seenak nya sama orang " kata Iwan Yang sedang membuat kopi untuknya dan juga Al Lalu menyodorkannya satu gelas untuk Al Setelah memberinya gula dan mengaduknya rata
" Tidak semua Wan mungkin aku belum beruntung saja " kata Al
" Ya hanya 10 persen bisa ketemu yang baik Dan itu sangat langka kan " kata Iwan
" Lalu Evelyn ?" kata Iwan melirik Al
" Dia akan menceraikan ku " kata Iwan
" Astaga.......hahaha..... luar biasa, ada ada saja wanita jaman sekarang Sudah punya suami tampan baik dan mapan saja di buang Mau nyari model gimana lagi dia Ya ampun Al ...Al ... " kata Iwan tertawa Karna sudah tak aneh lagi bila di kota jakarta dan kota besar lainnya Banyak cewek cewek matre demi mengejar gaya hidup dan tuntutan jaman
" Tak usah di bahas Wan, gue malas terserah dia saja Gue terima nasib saja " kata Al santai .
" Ya mau gimana lagi ? lho maju makin ringsek tuh muka di injak Mending mudur teratur Siapa tahu lho bisa mengubah nasib" kata Iwan
" Ya kuharap begitu " kata Al
" Ya sudah habiskan . Gue kerja dulu ya Tuh Baron sudah datang " kata Iwan keluar Sambil menghabiskan kopinya .
************
Dirumah sakit Al baru saja memeriksa pasien nya .Banyak nya pasien yang terkena virus covid pun membuat beberapa dokter memakai seragam APD Yang membuat Al ikut tegang karna ia juga ikut bingung .Namun Al berusaha tetap tenang
" Al pasien bangsal 3 kolaps cepat tangani " Teriak dokter Deni
" Astaga sudah lho periksa kenapa ?" kata Al bergegas mendekati pasien
" Sudah dia sekarat Tapi di biar kan saja oleh dokter Andi
" Gila tuh orang " kata Al bergegas Dan ketika dekat brankar Al memeriksa nadi pasien.
" Pa ... masih bisa mendengar " kata Al
" Kepala saya berat mas , mata saya kabur dan sesak nafas " keluhan pria itu
" Ya pa sebentar , tenang ya biar saya akupresur " kata Al menusuk nusuk tangannya 3 cun di atas air mata kaki bagian dalam
" Karena Limpa lemah hingga membuat paru paru ikut lemah " batin Al Lalu melakukan pijatan untuk penguatan titik Sp. 6 persimpangan tiga yin untuk aktifitas limpa Membantu pencernaan dan melancarkan sumbatan sumbatan Tri pemanas bawah Untuk melancarkan darah Dan sekitar 15 menit Al melakukannya terlihat bapak tua itu mulai membaik
Tak lama pria itu pun kembali bernafas normal Dan ia terlihat lebih tenang dari 15 menit yang lalu Hingga pria tua itu tersenyum mengembang
" Trimakasih dok , nafas saya tidak sesak lagi " kata pria itu
" Ya istirahat lah, tapi kalo bapak merasa sehat minta pulang saja " bisik Al pelan Lalu meninggalkan pasiennya
" Ya dok " Kata Pria tua itu menatap punggung Al yang menjauh .
" Aneh ... rasanya lebih baik ketimbang di suntik " batin pria itu dalam hati
Dan Al kembali memeriksa pasien lain Karna kini ia bisa kembali mempraktekan ilmunya Yang lama tersimpan rapi sejak masa kanak kanak nya .
" Al dia kau berikan obat apa ? pasien itu minta pulang Dan kondisi lebih baik " kata Deni
" Tidak ada hanya memeriksa kondisinya saja Dan memberikan relaksasi dan pijatan kecil Agar bapak itu terlalu panik hingga membuatnya kolaps " Kata Al santai
" Dia langsung minta pulang " kata Deni
" Bagus lah kan pasien kita berkurang " Kata Al
" Ya good job bro " Kata Deni
" Ya sudah aku bikin laporan dulu ya " kata Al .
" Ya " kata Deni lalu kembali keruangan nya untuk beristirahat .
Tak lama dokter Susan datang menemui Al Dan bertanya tentang pasien yang sempat di tangani Al Karna bapak itu sempat melihat nama Al di tag baju dinas Al
" Al ..." kata dokter Susan yang menghampiri ruangannya .
" Kau berikan obat apa pada pasien itu padahal Andi mengatakan dia sekarat " kata Susan
" Tidak ada aku hanya melakukan pijatan kecil untuk penguatan limpanya saja dok pada pasien " jelas Al
" Pijatan apa maksudnya Al ?" kata Susan mengernyitkan dahinya bingung .
" Penguatan titik akupresur refleksi pada pasien Dan mengantar kan Qi pada 12 jam setelah jam piket dalam akupuntur Yang dilakukan dalam penguatan dan pelemahan misal nya jam piket organ paru paru antara jam 03 01- 05 00
Usus besar jam piket nya 05 01- 07 00
Lambung jam piket nya 07. 01- 09 00 begitu juga limpa jantung usus kecil . Kantung kemih Ginjal dan selaput jantung Tri pemanas kantung empedu dan hati semua punya jadwal piket kerja organ dan mereka bekerja dalam tubuh kita sesuai jadwalnya masing masing Jadi aku hanya mengaturnya saja " jelas Al pada Susan
" Astaga kau menguasai akupuntur Al " kata Susan kaget
" Sedikit hanya untuk menggabungkan ilmu moderen dan ilmu tradisional " kata Al santai .
" Huh..... ya sudah bagus lah paling tidak kita bisa mengurangi pasien Karena pasien terlalu penuh dirumah sakit juga bikin repot " kata Susan berlalu meninggal Al sendiri
" Ya " jawab Al Yang membuang nafas kasar nya Sambil menulis sesuatu di buku catatan kecil
Tama