NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat / Contest / Duda
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Binti Ulfa

Pernikahan yang awalnya didasari rasa saling cinta, harus berakhir karena sang istri yang tak kunjung hamil selama 3 tahun pernikahan.

Benarkah sang istri yang mandul?
Setelah itu mantan suami masih datang mengganggu saat mantan istri membuka hati pada pria lain. Siapakah yang akan dia pilih?

Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Binti Ulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Tambah Masalah

******

Sekasar itu mantan suamimu sama kamu Yulia!

Romi melirik wanita disampingnya yang masih menitikkan air mata dan sesekali bahunya berguncang. Terkadang juga menghela nafas panjang berusaha menguasai kesedihannya.

"Maaf, pak! Pak Romi pasti ilfeel dengan keadaan saya seperti ini,, hiikkks!" Romi langsung menggeleng. Menyerahkan kotak tisu pada Yulia yang menggigit bibirnya. Berusaha menahan tangis.

"Nggak, nggak, nggak seperti itu Yul. Andai boleh aku memelukmu, aku ingin peluk kamu buat ngurangin rasa sedih kamu. Tapi itu rasanya tak mungkin, kamu pasti tak akan mau!" Yulia langsung beringsut menjauhkan badannya. Merapatkan tubuh pada body mobil demi mendengar pernyataan Romi. Romi tertawa melihat kelakuan Yulia.

Mobil terus bergerak pelan diantara mobil mobil lain, kendaraan di kota ini cukup padat karena saat

jam pulang kerja. Beberapa waktu kemudian, saat mereka melintas depan swalayan miliknya masih terlihat ramai. Rupanya banyak pekerja yang langsung mampir untuk beli keperluan esok hari sebelum pulang ke rumah. Tak butuh waktu lama, mereka pun sampai didepan gang rumah Yulia.

"Terimakasih, Pak. Udah antar saya, cukup sampai disini aja." Yulia telah turun dari mobil Romi. Mobil memang tak bisa masuk ke dalam gang. Romi memanggilnya saat Yulia mau menutup pintunya.

"Yul, ini makanannya buat kamu dan ibumu. Terimalah!" Romi mengangsur tas kresek yang dibawanya dari rumah makan tadi.

"Tapi pak! Bukannya ini untuk Bu Alvi sama njenengan buat makan malam. Kenapa di kasih ke saya?" Yulia mengernyit heran.

"Ini buat kamu, nanti aku sama ibu, gampang lah. Aku masih bisa beli lagi. Terimalah ini!" Yulia masih ragu menyambut tas kresek itu.

"Ayo, ambillah Yul!"

"Baiklah, kalau begitu terima kasih. Sudah diajak jalan jalan, dibeliin baju, diajak makan enak juga!" Yulia tersenyum tipis. Akhirnya ia mau menerima makanan itu dan membawanya pulang.

"Jangan pulang dalam keadaan sedih gitu, nanti ibumu panik Yul! Laki breng sek seperti dia tak pantas ditangisi." komentar Romi geram. Dan dibenarkan Yulia dengan menganggukkan kepala. Ia usap air matanya dan berusaha tegar, walaupun terlihat jelas wajah putihnya memerah terutama pada hidung dan mata.

"Iya sudah. Kalau begitu cepatlah kamu pulang. Ibumu pasti sedang nunggu." Yulia beranjak dari tempatnya, berjalan masuk ke dalam gang. Dan tak menoleh lagi ke belakang.

Romi belum beranjak dari tempatnya. Melihat punggung wanita yang bergerak menjauh, yang akhir akhir ini telah masuk di satu sisi hatinya yang kosong sejak kematian sang istri.

Akan aku buat kau melupakan laki breng sek itu Yulia!

Ia hampir masuk ke dalam mobilnya lagi, saat ia tak sengaja melihat sekelebat bayangan seseorang membuntuti Yulia. Ia tutup lagi mobilnya dan melangkah dengan cepat masuk ke dalam gang.

"Yulia, Yulia, tunggu!" Demi mendengar suara yang memanggilnya Yulia membalikkan badan.

"Dokter Andre!!" sejak peristiwa di swalayan waktu itu, baru kali ini ia bertemu Dokter Andreas. Pria itu mengenakan celana kardigan dengan atasan polos hitam, kacamata masih setia bertengger di hidungnya.

"Aku ingin bicara Yul! Serius." Yuli tak menjawab. Mereka kini di halaman rumah Yulia.

"Dokter mau bicara apa? Saya capek dan ngantuk dok, mau istirahat." ucap Yulia dengan malas. Kini mereka berdiri berhadapan. Andre menatap Yulia tanpa berkedip, membuat Yulia salah tingkah.

"Aku serius dengan kata kataku dulu, aku ikuti kamu dan berjanjilah kamu mau hidup bersama denganku. Aku benar benar cinta kamu!" mendekati Yulia dengan tangan menjulur kearahnya. Namun Yulia mundur dan tiba tiba sebuah suara mengejutkan mereka.

"Breng sek kamu, Ndre!"

BUGH! BUGH!!

Dua kali pukulan mengenai perut Andre. Yulia menjerit demi melihat pertikaian tak seimbang didepannya.

"Sudah kubilang jangan ganggu Yulia lagi, gak denger ya, elo?" ternyata Romi lah pelakunya. Ia naik pitam, mendengar Andreas menyatakan lagi perasaannya.

Mendengar jeritan Yulia, Bu Kanti keluar. Begitupun para tetangga yang mendengar. Para wanita berbisik bisik, sedang beberapa pria mendekati mereka berdua, menolong Andre yang terduduk di tanah. Terlihat Andre meringis memegang perutnya, menahan sakit. Dan beberapa lagi menahan tangan Romi agar tidak bertindak lebih jauh lagi.

"Stop!! Stop!! ujar seorang pria pada Romi yang sudah mengepalkan tinjunya.

"Ada apa ini?" Bu Kanti terlihat terkejut. Ramai orang didepan rumahnya.

"Aku hanya mengungkapkan dan mempertahankan, berusaha mendapatkan wanita yang aku sayang. Apa aku salah, Rom!" Andre berteriak lantang setelah berdiri tegak. Kini ia bangkit siap menyerang Romi, namun langsung ditahan oleh beberapa orang. Yulia menangis mendekati ibunya.

"Ibuuu!" Bu Kanti memeluk anaknya. terdengar gunjingan para perempuan.

Kini kedua orang yang memperebutkannya memberontak dan siap menyerang satu sama lain.

"Aku gak akan biarkan kamu dekati dia! Andre. ingat, kalian berbeda. Bahkan ibumu juga, tak menginginkan Yulia, sadar kamu!" gejolak darah muda masih membara pada keduanya. Sama sama tak ada yang mau mengalah.

"Memang kamu pikir kalian sama, bukannya dulu kamu melakukannya demi mendapatkan cinta Dina, kamu gak ingat! Apa pura pura amnesia. Kamu boleh, mengapa aku tidak!" Romi memberontak dan berhasil. Tangannya kini bebas dan mau menghajar Andre lagi.

"Sudah!!! Cukup! Aku tak mau anakku diperebutkan seperti ini. Aku tidak akan merestui salah satu dari kalian menjadi suami anakku. Demi perempuan kalian bahkan bertengkar dan saling menyakiti, juga berkata kasar. Puas kalian!!" lantang Bu Kanti mengatakannya. Romi dan Andre sama sama terkejut dan memandang kearah Bu Kanti.

"Nah, itu dengar. Kenapa masih juga kalian perebutkan! Ayo Andre, kamu ini seorang dokter, tapi kelakuan kamu...!!" seorang pria yang memegangi Andre menggelengkan kepala.

"Ayo kamu pulang saja, jangan buat keributan disini!!" Pria itu dan satunya lagi menyeret Andre menjauh. Andre menoleh.

"Yul...Yulial!" ia masih berteriak, namun kedua pria itu masih terus menyeretnya pulang ke rumah. Andai Bu Santo dan Pak Santo tahu, entah bagaimana nasib Andre. Anak lelaki satu satunya dalam keluarga dokter itu.

Sedangkan Romi juga dibentak oleh pria yang lain lagi.

"Ayo! Kamu juga pulang. Jangan bikin malu warga sini!!"

Dengan langkah gontai Romi pulang, sebelumnya ia melirik ke arah Yulia dan ibunya. Ibu Yulia terlihat agak pucat dan memegangi dada sebelah kirinya. Beberapa wanita menghambur ke arah Bu Kanti dan Yulia, lalu menuntun Bu Kanti masuk rumah.

"Pak, saya pengen lihat keadaan Bu Kanti!" seru Romi mau kembali, ia takut terjadi apa apa pada Bu Kanti dan juga Yulia. Siapa tahu mereka butuh pertolongannya.

"Sudah, sudah ada yang ngurusi, sebaiknya kamu pulang, dan jangan buat keributan disini. Memalukan warga sini saja. Romi berjalan menunduk. Merasa bersalah. Tadi ia naik darah dan tak memperhitungkan akibatnya, padahal dulu Andre dan Romi berteman. Tapi kini mereka bermusuhan.

Sementara itu di dalam rumah Yulia.

"Bu... Ibu... bangun Bu...!" Yulia mengguncang bahu Bu Kanti sambil menangis. Lalu seseorang datang membawa minyak putih dan meminta Yulia meletakkan dibawah hidung Bu Kanti untuk menstimulasi kesadarannya.

"Ibuu! sadarlah Buuu!" ucap Yulia lirih, bahunya bergetar. Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan baginya.

\=\=\=\=\=\=\=

Bersambung lagiii...

Yuk ah.... pada kirim bunganya....

Biar author semangat nulisnya.....

1
Rika Hardiani
nBagus Rom, tegas jangan lemah nanti makin ngelunjak
nanik widyati
Luar biasa
Rika Hardiani
Edan itu ibu.....mulutnya kebanyakan cabe 🤣🤣🤣
Rika Hardiani
hi...hi...ke hotel lho...mau g mau harus mau /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rika Hardiani
Luar biasa
Rika Hardiani
Ngeri banget ucapannya seperti laki² tanpa iman /Sob/
Elok Pratiwi
seperti membaca sebuah buku biasa bukan membaca sebush cerita
Elok Pratiwi
tidak menarik datar cerita nya biasa saja
Rembulan Jingga
🌹
Rembulan Jingga
👍
AR Althafunisa
tadi dia pengen punya cucu, sekali punya cucu dia bgtu sikapnya. Empeng2 tak berakhlak 😩
AR Althafunisa
tega bangettt sih laki2 mulutnya 😭😭😭
Isna Niah
Sumi Ady
geregetan sma klakuannya dini,dino😠
Sumi Ady
betul thu romi
Sumi Ady
aduh rese bngt si dini
Sumi Ady
waduh romi gaswat
Isabell Serinah
buat seasson2 lagi plseeee 🤣👍😭
auliasilviana
lho? katanya tokonya romi warisan dari ayahnya
kok beda lagi?
🌟Sugali🌟
baru tau w ngerujak pake bawang putih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!