NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Pelarian

Bukan Sekedar Pelarian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Pihak Ketiga / Cinta Murni / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

Karena setiap orang memiliki rahasia.

Ellio yang baru sadar dari koma baru tahu bahwa gadis yang menjadi alasannya untuk bertahan hidup ternyata sudah membagi hatinya untuk orang lain. Patah hati tentu membuat Ellio hampir kehilangan arah. Namun, tekad untuk mendapatkan kembali cintanya mendorong ia lebih keras untuk segera pulih.

Di saat yang sama, ada Putri
yang mencintai Ellio dalam diam. Ia yang hanya berperan sebagai figuran di kisah cinta Ellio dan Shanum. Dia yang selalu ada untuk Ellio, malah menjadi tersangka yang harus di adili untuk kesalahan yang sebenarnya tidak patut di salahkan. Jatuh cinta.

Siapa yang bisa memvonis bahwa jatuh cinta adalah kesalahan ? Mungkin hanya Ellio. Dan, ketika Ellio baru menyadari arti kehadiran Putri, gadis itu sudah pergi. Menghilang seperti permintaan Ellio terakhir kali.

Cinta, benci serta sebuah tahta yang harus di teruskan, bagaimana kisah ini akan berakhir ?

Baca juga :
~Bima & Ellena : Pernikahan Kontrak
~Senja di Moorea

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BSP#25

Shanum dan Andra masih saling berpandangan dalam diam. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Shanum yang masih dilema antara harus mempercayai Andra atau tidak. Dan, Andra yang sedang sibuk mengingat-ingat kapan Andra membicarakan Shanum sebagai pelarian di sebuah restoran seperti yang gadis itu bilang barusan. Pria itu benar-benar lupa. Namun, sepertinya memang pernah.

"Kamu dengar aku ngomong gitu di restoran mana, Sha ? Soalnya aku nggak ingat sama sekali." Tukas Andra membelah kesunyian.

Shanum yang baru tersadar bahwa dirinya barusan sedang melamun sambil menatap wajah Andra segera membuang pandangannya ke arah lain. Gadis itu menarik tangan yang masih di genggam Andra.

"Restoran dekat studio XX. Waktu itu, kamu lagi bertiga sama dua teman kamu." Ucap Shanum datar. Gadis itu sedang berusaha menghapus jejak air mata yang sesaat tadi sempat keluar.

Mata Andra terpejam. Otaknya sedang berpikir keras tentang restoran yang di sebutkan Shanum tadi. Tak lama, pria itu membuka mata kembali dan langsung tertawa kecil.

"Astaga, Sha ! Aku udah ingat sekarang. Waktu itu aku emang ngomong kayak gitu. Tapi, kayaknya kamu dengernya cuma setengah doang deh." Ucap Andra penuh selidik.

"Maksudnya ?" Alis Shanum mengkerut dalam.

"Waktu itu, kamu dengar sampai mana ?"

Shanum yang mulai merasa ada kekeliruan mendadak salah tingkah. Di perbaikinya berulangkali posisi duduknya pada kursi tinggi yang dia duduki untuk meneralisir rasa gugup.

"Sampai di situ."

"Sampai mana ?" Desak Andra penasaran.

"Ya, sampai situ." Jawab Shanum kagok. Di teguknya kembali jus jeruk di dalam gelas demi membasahi kerongkongan yang tiba-tiba saja terasa kering.

"Sampai aku bilang kamu cuma pelarian ?" Alis Andra terangkat sempurna. Bibirnya kembali menarik secarik senyum manis.

"Iya. Kan emang sampai situ aja, kan ?" Tanya Shanum yang masih merasa bahwa argumennya benar. Dia tidak mungkin melakukan kesalahan.

"Salah." Putus Andra.

"Salah gimana ? Gak mungkin." Napas Shanum mulai tercekat mendengar ucapan Andra. Hampir saja, jus jeruk yang dia minum keluar kembali melalui hidung akibat tersedak.

"Makanya, kalau nguping omongan orang itu, di lakuin sampai tuntas dong. Biar gak salah paham kayak gini." Sahut Andra terkekeh. Pria itu meneguk jus jeruknya dengan santai meski harus di iringi oleh pukulan Shanum yang beberapa kali mendarat telak di punggung dan lengannya.

Dan pada akhirnya, kesalahpahaman itu selesai begitu saja. Baik Shanum dan Andra sudah enggan membahas kelanjutannya lagi.

Tak jauh dari tempat mereka berada, Putri mengintip mereka sambil bersembunyi di salah satu pilar rumah. Gadis itu terlihat sedih melihat keakraban Shanum dan Andra. Meski keduanya belum memiliki status apa-apa, namun bisa dengan jelas Putri lihat bahwa keduanya sama-sama saling menyukai.

Lalu, jika Shanum berpaling pada Andra, lantas bagaimana dengan nasib Ellio jika pangeran tidur itu terbangun ? Apa dia sanggup menerima kenyataan bahwa Shanum sudah berpindah hati selama dia koma ? Putri rasa tidak. Membayangkan bagaimana perasaan Ellio jika harus patah hati di saat dia sadar nanti membuat Putri merasa tidak tega.

Bagaimana dia bisa tahan melihat Ellio menderita karena Shanum ? Sementara bagi Putri, bahagia Ellio adalah bahagianya juga. Akhirnya, Putri memilih meninggalkan Shanum dan Andra dan berpura-pura tidak melihat mereka. Niat awal ingin mengambil air minum tadi kini sudah urung. Sekarang, rasa hausnya tadi sudah menghilang entah kemana.

"Kamu kenapa, Put ? Kok lemes gitu ?" Sikut Diva penasaran. Pasalnya, wajah Putri terlihat pucat sepulangnya dari mengambil minum di dapur. Tidak biasanya Putri sependiam ini jika sedang berkumpul. Apalagi, beberapa saat yang lalu, gadis manja itu masih bertingkah normal seperti biasa.

Putri hanya menggeleng lemah. " Nggak apa-apa." Jawabnya memaksakan senyum.

"Yakin ?" Tanya Diva memastikan. Jujur, Putri yang diam adalah Putri yang sedang tidak baik-baik saja. Baik Diva, Nadia dan Ellena, semua tahu akan fakta penting itu.

"Yakin. Putri baik-baik aja kok."

Selang beberapa menit kemudian, Shanum sudah kembali dan bergabung bersama mereka lagi. Pun, dengan Andra. Pria ramah tersenyum itu sudah ikut bergabung bersama Bima dan Sam di gazebo sebelah.

"Katanya dari toilet. Kok lama banget, Sha ?" Celetuk Diva yang baru saja sadar bahwa Shanum menghilang hampir 20 menit lamanya.

"Maklum, Div ! Lagi sakit perut." Jawab Shanum berbohong.

Ellena, Diva dan Nadia mengangguk percaya. Hanya Putri yang nampak diam dan menatap tajam ke arah Shanum. Gadis itu yang paling tahu bahwa Shanum baru saja berbohong. Mengapa Shanum tidak jujur saja dan mengatakan langsung bahwa dia barusan habis bertemu Andra ? Apa karena dia tidak enak pada Ellena yang pada dasarnya adalah kembaran dari Ellio ? Itu kemungkinan yang paling masuk akal.

* * *

"Shanum, Putri boleh ngomong sebentar nggak ?" Tanya Putri hati-hati pada Shanum yang sudah hendak masuk kembali ke dalam mobilnya.

Shanum baru saja mengantar mereka bertiga kembali. Dan, Putri adalah orang terakhir yang Shanum antarkan setelah Nadia dan Diva.

"Tanya apa ?" Shanum tersenyum dan menutup kembali pintu mobil yang tadi sudah ia buka.

"Shanum jangan marah, ya." Cicit Putri ragu-ragu.

"Emangnya apaan sih ? Jangan bikin takut deh, Put !"

Putri menarik napas panjang. "Shanum sebenarnya masih nunggu buat Ellio apa nggak ?"

"Maksud kamu ?" Tanya Shanum terkesiap. Dia tidak menyangka bahwa Putri tiba-tiba menanyakan hal seserius ini padanya.

"Shanum masih sayang sama Ellio atau udah nggak ?" Tanya Putri lagi. Butuh keberanian ekstra untuk gadis itu melayangkan pertanyaan ini.

"Apa urusannya itu sama kamu, Put ? Itu masalah pribadi aku." Tukas Shanum yang merasa sedikit tersinggung. Terus terang, Shanum merasa bahwa Putri tidak berhak mencampuri kehidupan pribadinya.

"Putri cuma nggak mau lihat Ellio terluka nantinya. Tolong ! Tetap setia sama Ellio, Sha !" Mohon Putri dengan begitu tulus. Tangannya menggenggam jemari Shanum penuh harap.

"Kamu kenapa , sih ? Abis kepentok tembok ya ?" Tanya Shanum seraya menarik kembali tangannya.

"Shanum ! Putri serius ! Tolong jangan sakitin Ellio. Kasihan dia." Ujar gadis itu tertunduk.

"Put ! Tolong jangan salah paham. Aku tahu kamu juga sahabat Ellena. Tapi bukan berarti kamu berhak ikut campur masalah pribadi aku kayak gini. Kita nggak sedekat itu untuk kamu bisa selancang ini sama aku." Balas Shanum yang geram menahan emosi. Di bukanya kembali pintu mobil dengan kasar lalu menutupnya sebelum Putri sempat kembali menghalanginya.

"Shanum ! Tolong jangan salah paham. Please ! Dengerin aku dulu." Teriak Putri sambil berusaha menggedor-gedor kaca mobil Shanum. Terlambat. Shanum sudah terlanjur menjalankan mobil dan perlahan semakin menjauh dari pandangan Putri. Gadis polos itu hanya tertunduk dalam di tempatnya berdiri. Saat ini dia sedang bingung harus bertindak bagaimana.

Biar bagaimana pun, dia memang tidak memiliki hak sedikitpun untuk mengatur pada siapa Shanum harus menaruh rasa. Itu hak gadis berwajah blasteran itu sepenuhnya. Namun, bolehkah Putri memohon sedikit saja agar Shanum tetap mencintai Ellio ?

1
Desty Winianti
ini novel udh lama bgt..tp ak baru baca🤣....btw visual putri udh almarhum
Han*_sal
terimakasih .aku suka. muuuah
Ririn Satkwantono
makasih utk cerita si ganteng kk author.. sukses slu
Ririn Satkwantono
siapa yg melindungi siapa... wkwkwk..
murat tau nggk klo putri anak.adimas
Ririn Satkwantono
wiih.. tamat kah thor
Ririn Satkwantono
nnt klo marahan .. ellio pasti yg babak belur🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
cocok dpt menantu kyk ellio... hello kitty jg🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
ellio cmbokur🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
duh Gusti... senyumnya itu lho.. ellio
Ririn Satkwantono
Masyaa Allah... siapa yg nggk mau, klo ellio khilaf🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ada ular tp bukan cobra🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
jd kngen darren dirikuuuhhh
Ririn Satkwantono
ci cuit si ellio
Ririn Satkwantono
sayang nya... bima nggk hadir
Ririn Satkwantono
knp ellio slu ditunjukin sih foto nya... aq tkut terbawa mimpi... wkwkwk
Ririn Satkwantono
putri nangis... ellio mewek jg🤭
Ririn Satkwantono
gpp. . nyawa diblas nyawa
Ririn Satkwantono
bnr kata lilpa...cuma percayai bpk hans, dan ibu amara
Ririn Satkwantono
itulah.... iri dengki
Ririn Satkwantono
wiiiih... serkan jg ikut andil... dan tobat yaaa🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!