Sejatinya rumah tangga yang harmonis harusnya tidak akan tergoda oleh godaan diluar sana, namun tidak dengan rumah tangga Amara, Tak pernah ia bayangkan jika rumah tangganya berada diambang kehancuran akibat perselingkuhan Victor suaminya, yang tidak pernah ia sadar selama ini. Nyaris tak pernah ada pertengkaran, bahkan keromantisan masih tetap terjaga, seakan menutup noda perselingkuhan Victor diluar sana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Leo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sampai Lupa
bab 24
.
.
.
Saat Lift terbuka, Amara bertemu Nindi yang begitu kawatir dengan sahabatnya itu.
" Am.. kau tidak apa-apa ??" tanya Nindi penuh kawatir. ia segera hendak keluar, namun Amara segera mencegahnya.
" Ayo masuk lagi dan kita turun." Amara menahan lengan Nindi dan menekan tombol Lobby dimana mereka akan pulang.
" Terjadi sesuatu kah ?? kenapa Am ?? kau terlihat kacau sekali ??!!" Nindi begitu tak sabaran.
Amara menghela nafas panjang lalu kemudian membuangnya perlahan." Aku hanya malu sekali.. Ternyata Victor mengawal Nona Miranda untuk bertemu Kliennya dikamar itu. Sekretaris pribadi Nona Miranda juga sedang tidak masuk bersama sopirnya, jadi kebetulan rumah kita dekat, makanya Nona Miranda meminta Victor mengantarnya kemari." Tutur Amara menjelaskan.
Amara menutupi wajahnya dengan kedua tangan. "ahhh..Nindi, aku malu sekali..seharusnya tadi aku mendengarkanmu dulu.."
Nindi merasa cukup aneh dengan penjelasan amara, tapi ia tidak mau bicara sembarangan disana, Ia sangat tau didalam Lift juga terdapat CCTV.
" Sudahlah..nanti kita bicara lagi jika sudah sampai diluar." Hibur Nindi.
Hingga tak berapa lam Lift sudah terbuka dan Nindi pun segera mengajak Amara keluar.
Tiba didepan mobil masing-masing, Nindi baru mulai bicara. "ada yang mau aku katakan." Ucap Nindi.
" Apa ??" Amara nampak sudah tak bersemangat.
" Sebenarnya aku sudah ketahuan meretas hotel ini. entah apa kebodohanku atau memang mereka mempekerjakan hakcer untuk menjaga dalam jaringan. makanya aku buru-buru kemari, aku takut Terjadi sesuatu padamu." terang Nindi
" Maaf ya Nin, kau sampai seperti ini gara-gara aku. aku tidak akan mengulang kesalahan fatal seperti ini lagi.. thanks ya sudah membantuku. " Amara langsung masuk kedalam mobilnya. Nindi tak berani mengatakan kejanggalan dari apa yang dilihat Amara didalam hotel tadi.
" Bahkan aku mau memberitaumu Am, kalau sekretaris Nona Miranda bersama Supirnya ada dikantor."Gumam Nindi yang segera melangkah menuju mobilnya juga.
.
.
.
.
Dengan langkah cukup gontai Amara memasuki kantornya. ia cukup terlambat kembali karna harus melakukan hal yang baginya sangat memalukan.
Sindy yang melihat Amara buru-buru menghampiri, ia cukup dibuat pusing karna sedari tadi Jakson beberapa kali mencari Amara.
" Am, kau dari mana saja !!!?" Tegur Sindy.
Amara menoleh dengan malas. melihat wajah pucat Amara sindy segera mendekat. "Kau sakit Am ??!!" Sindy mengarahkan punggung tangannya dikening Amara.
" Tidak sin.. aku tidak sakit..hanya lelah saja."balas Amara seraya menepis pelan tangan Sindy.
" Lalu kau kenapa ?? dan kau dari mana ?? sejak tadi tuan Jakson mencarimu, ia terlihat kesal karna baru kali ini kau terlambat kembali setelah makan siang ??!!!" cerocos Sindy.
Amara menepuk jidatnya ia sampai lupa jika ia harus menemani Jakson sang bos bertemu Klien.
" Ya ampun sin. mati aku.. aku duluan ya.." Amara langsung berlari menuju lift meninggalkan Sindy. sumpah demi apapun, baru kali ini ia melupakan tugas hanya karna kecurigaannya.
" Semoga tuan Jakson bisa mendengar penjelasanku.."gumam Amara yang begitu kawatir. ia bahkan sesekali menghentakkan salah satu kakinya dilantai karna lift dirasa amat lamban.
Amara berlari cepat menuju ruangan Jakson dan segera mengetuk tanpa jeda.
balasan suara agar Amara masuk membuat Amara buru-buru membuka pintu dan segera masuk.
" Selamat siang tuan.. maaf membuat anda menunggu.." Amara segera menundukkan wajahnya.
" Kau dari mana saja Am ?!!! kita sudah sangat terlambat !!!" Tegur Jakson suaranya cukup tinggi sebab ia mulai kesal.
" maafkan saya tuan. em, tadi mobil saya mogok dijalan."Balas Amara beralasan.
" Apa kau tidak bisa mengabariku, bahkan panggilanku tidak kau jawab juga !!? jika tau begini kan aku bisa pergi sendiri !!" Baru kali ini jakson begitu terlihat marah, dari suaranya yang begitu tegas.
Amara hanya bisa diam dan tetap menunduk. ia sadar ia memang salah.
Jaskon membuang nafasnya dengan kasar. ia berusaha mengusai diri agar tidak membuat karyawannya takut. " bersiaplah. kita pergi sekarang juga."ucap Jakson suaranya mulai tenang.
" Baik tuan. kita bisa pergi sekarang juga."Balas Amara dengan cepat.
Jakson segera bangkit dari duduknya. ia melangkah keluar melewati Amara, dan dengan cekatan Amara mengekor agar tak sampai tertinggal.
.
.
.
dsr bodoh ya bodoh udh tau bnyk kejadian aneh msh sjj percaya SM suami laknut kyk gtu mau jadi istri Sholeha biar tersakiti aduh Amara kasihan dech mu
makan tu air mata
udh prnh kedapatan kejanggalan PD mereka msh sjj percaya greget jdi baca
buat Thor si Amara cerdasan dikit
mudah"n CPT terbongkar jgn sampai percaya 100 presen Amara mereka berdua it sama laknut