NovelToon NovelToon
Derajat Rumah Tanggaku

Derajat Rumah Tanggaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nona Marwa

Namanya adalah Haidee Tsabina, wanita cantik dengan hijabnya yang merupakan istri seorang Ibrahim Rubino Hebi. Kehidupan keluarga mereka sangat harmonis. Ditambah dengan seorang anak kecil buah cinta mereka yaitu Albarra Gavino Hebi

Tapi semua berubah karena sebuah kesalahpahaman dan egois yang tinggi. Rumah tangga yang tadinya harmonis berubah menjadi luka dan air mata.

Sanggupkah Haidee dan Ibra mempertahankan keluarga kecil mereka ditengah banyaknya rintangan dan ujian yang harus mereka hadapi? Atau mereka akan menyerah pada takdir dan saling melepaskan? Yuk baca kisahnya.

Follow Ig author @nonamarwa_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Marwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Jangan lupa follow Instagram author @nonam_arwa

Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya di bawah yaa

🌹HAPPY READING🌹

"Al, bilang sama Umi. Siapa yang udah buat tubuh Al kayak gini, nak ?"

Al tetap menggeleng. Dia bersikeras tidak ingin memberitahu Dee siapa yang melakukan ini kepadanya. Tangis Al tidak berhenti. Kata sakit selalu terucap dari mulutnya. Anak ini melampiaskan segala sesaknya kepada Dee. Mencari kenyamanan dan kedamaian dalam pelukan Uminya.

"Kalau Al nggak mau bilang sama Umi, gimana kita bisa menghentikannya, nak. Ini kejatahan, Al," ucap Dee lembut memeluk tubuh rapuh anak kesayangannya.

"Tidak, Umi. Ini semua kalna Al nakal, hiks. Dia bilang Al dipukul kalna Al sudah nggak nulut pelintahnya. Dia bilang, kalau Al nakal, Umi akan semakin di pukul. Al sayang sama Umi. Makanya, Al bilang sama dia bial Al aja yang di pukul, jangan Umi, hiks," jawab Al dengan sesegukan dalam tangisnya.

"Al, maafin Umi, nak. Umi janji tidak akan meninggalkan Al lagi. Al akan selalu ada didekat Umi. Begitupun Umi yang akan selalu ada untuk Al," ucap Dee menenangkan Al dalam tangisnya.

"Al, bilang sama Umi ,nak. Siapa yang buat luka ditubuh anak kesayangan Umi ?" tanya Dee sekali lagi.

"Hiks, hiks," Al tetap saja menggeleng sambil menangis.

Umi berjanji, nak. Siapapun yang melakukan ini akan mendapat ganjaran yang setimpal dari Allah. Al adalah anak Sholeh Umi. Setelah ini, hanya ada bahagian dan senyum indah di hidup Al, Umi dan Abi.

Monolog Dee dalam hati. Hatinya bahkan lebih sakit melihat luka anaknya, dari pada luka tubuhnya sendiri. Bahkan ini lebih sesak dari segala kesakitan yang pernah ia alami.

"Al," panggil Dee karena sudah tidak lagi mendengar suara tangis anaknya. Tapi tidak ada jawaban dari Al. Dee menundukkan kepalanya melihat Al. Terdengar dengkuran halus keluar dari mulut Al, menandakan anak ini tertidur. Menangis membuatnya lelah.

Hari ini Dee mendapatkan bahagia sekaligus sakit. Bahagia mengetahui bahwa, anak yang selalu ia rindukan menyayanginya lebih dari apa yang ia bayangkan. Tapi Dee merasakan sakit, karena melihat pengorbanan anaknya demi kasih dan sayangnya untuk Dee.

Dee mengelus lembut kepala Al. memberikan kenyamanan kepadanya agar lebih nyenyak. Dee menelpon supir untuk menjemput mereka. Dee ingin mengangkat Al sendiri, tapi luka ditubuhnya dan tubuh Al tidak mengizinkannya melakukan itu.

Tidurlah ,nak. Semoga setelah ini kita mendapat kebahagiaan yang teramat sangat, hingga kita lupa bagaimana rasanya sakit dan terluka. Ucap Dee memandangi wajah anaknya yang tampan dan damai ketika tidur.

Tidak lama setelah itu, supir datang dan menghampiri Dee. Dee meminta Supir untuk mengangkat Al dengan hati-hati. Sampainya di mobil, Dee menidurkan Al di pangkuannya. Mengelus lembut rambut tebal anaknya.

Sedangkan di kantornya, Ibra kini di sibukkan dengan setumpuk berkas yang harus ia periksa. Setelah tadi berbicara dengan Kevin dan Agam, Ibra kembali di sibukkan dengan kertas-kertas penting untuk perusahaannya. Sedangkan Kevin kembali keruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya dan Agam yang pergi karena ada keperluan lain. Tangan Ibra memang asik memegangi kertas. Tapi pikirannya tidak bisa fokus, karena masih teringat dengan kejadian di sekolah Al.

"Selama ini, Al selalu dekat dengan Naina. Apa mungkin Naina mengetahui sesuatu ? aku harus menanyakan ini pada Naina," ucap Ibra.

Ibra mengambil telepon yang ada di meja kerjanya, lalu menghubungi Naina.

Naina yang saat ini sibuk dengan pemikirannya sendiri tersentak kaget mendengar suara telepon di meja kerjanya. Tanpa pikir panjang, Naina langsung mengangkat telfon tersebut.

"Halo, Nai. Keruangan sekarang !" terdengar suara Ibra dengan tegas meminta Naina untuk datang keruangannya. Belum Naina membuka suaranya, Ibra sudah memutuskan sambungan telepon terlebih dahulu.

"Ada apa ya ? kok suara Ibra kayak serius banget ?" tanya Naina pada dirinya sendiri. Tidak ingin Ibra kesal, Naina langsung saja mengetuk pintu ruangan Ibra. Setelah mendapat jawaban dari dalam, Naina langsung membuka pintu dan memasuki ruangan Ibra.

"Maaf, Pak. Ada yang bisa saya bantu ?" tanya Naina formal kepada Ibra.

"Nggak usah formal, Nai. Aku memanggilmu kesini sebagai seorang sahabat," ucap Ibra tersenyum.

Naina mengangguk. "Baiklah. Apa ada sesuatu yang penting, hingga membuat mu terlihat tidak tenang seperti ini ?" tanya Naina melihat raut wajah Ibra.

Ibra mengangguk. "Selama ini, kau yang sering membantuku mengurus Al selama Dee dipenjara. Kau dekat dengannya, bahkan Al lebih sering dengan mu daripada dengan ku," ucap Ibra mulai mengutarakan maksudnya.

"Ya, lalu ?" tanya Naina.

"Apa Al pernah menceritakan sesuatu pada mu mengenai Dee ?" tanya Ibra.

Naina mengangguk. "Ya, dia selalu mengatakan bahwa dia sayang Uminya," jawab Naina enteng mendengar pertanyaan Ibra.

"Tidak ada yang lain ?" tanya Ibra memastikan.

Dengan mantap Naina menggeleng. "Selama bersama ku, hanya kata itu yang Al katakan jika aku bercerita tentang Uminya. Dia selalu mengatakan bahwa, Uminya adalah orang baik," ucap Naina memberi penjelasan.

"Begini, Nai. Selama ini yang dekat dengan Al adalah Kau. Dia mengganggap mu sebagai pengganti Ibunya. Perubahan sikap Al yang tiba-tiba setelah Dee keluar dari penjara, benar-benar membuat ku bingung. Dan kejadian tadi disekolahnya membuktikan dugaan ku benar, bahwa Al hanya pura-pura benci dengan ibunya. Pasti ada seseorang yang mengancam atau menyuruhnya melakukan itu," ucap Ibra menjelaskan isi pemikirannya kepada Naina.

"Maksud mu ?"

"Ekhem," Ibra berdehem sebelum melanjutkan ucapannya. "Begini, Nai. Ku harap kau tidak tersinggung dengan ucapan ku. Aku hanya ingin bertanya, apa kau pernah mengatakan sesuatu atau menyuruh Al melakukan itu kepada, Dee ? Karena yang aku lihat selama ini Al selalu dekat dengan mu," ucap Ibra hati-hati. Ia takut Naina akan tersinggung dengan ucapannya.

Naina tetap tenang. Dia tersenyum sebelum menjawab ucapan Ibra. "Aku menyayangi Al tulus. Aku memberikan kasih sayang seorang ibu padanya, aku yang selalu mengisi kekosongan hatinya, saat ibunya sendiri tidak ada di dekatnya. Aku yang sering mengantar dan menjemput ya ke sekolah. Aku selalu mengajarkan sesuatu yang baik padanya. Apa mungkin tega aku mengancam anakku sendiri, dan memberikan ketidaknyamanan untuknya ? Aku juga sedikit bingung melihat sikap Al kepada Dee. Pasti ada yang tidak beres?" jawab Naina.

Ibra merasa bersalah karena telah menanyakan ini pada Naina. Naina pasti tidak mungkin tega melakukan ini, pikirnya.

"Kau tenang saja Ib, tidak usah takut. Aku tidak tersinggung sama sekali. Karena aku tidak pernah melakukan itu. Aku tahu, kau pasti akan menanyakan hal ini," jawab Naina melihat perubahan raut wajah Ibra.

"Maaf, Nai. Aku hanya bingung dengan semua yang terjadi," ucap Ibra menyesal.

Naina tersenyum penuh arti mendengar penyesalan keluar dari mulut Ibra.

......................

Maaf kalau part ini agak ngebosenin yaa. Sebentar lagi segala pertanyaan Ibra ini akan terjawab. Tungguin yaa.

Terimakasi sudah mampir dan menyaksikan bagaimana kisah Ibra, Dee dan juga Al ,,,

Jangan lupa like sama komentarnya yaa teman-teman agar author lebih bersemangat lagi dan lagi,,,

Jangan lupa follow Instagram author @nonam_arwa untuk melihat ucapan ucapan mutiara author yaa.....

Author sangat berterimakasih kepada readers yang selalu setia untuk membaca novel author, jangan pernah bosan yaa 🌹🌹 author sayang kalian.

1
#ayu.kurniaa_
.
Sri Rahayu
kasian dee/Sob//Sob/
Nur Aulia
terlalu banyak bawangnya tor,aku JD 😭😭
Rini Amelia
Luar biasa
Nur Aulia
suami jolim banget SM istri,, katanya CEO tp bodoh,,bukanya di cari dl siapa yg salah,,jgn main hakim sendiri
Qaseh Khadijah
Kecewa
Qaseh Khadijah
Buruk
Qaseh Khadijah
Kecewa
Qaseh Khadijah
Buruk
Novianty 01
karya yg sangat luar biasa😊😊
Ratnasihite
selalu nangis dgn pelajaran novel ini bagud👍
Ratnasihite
aq nangis baca novel ini jd inget alm mama papa
dugong
Luar biasa
punya tian
lagian aku greget anjayy ama si dee
Yushfi 853
Luar biasa
Nnek Titin
kena deh d prank ibraa
tapi seruuu puas bgt bacanya
terimakasih thooor
semoga karya mu selalu d gemari
Nnek Titin
padahal ijab kabul nya ga sah tuh Thor pengucapan nya ga pake Binti
Nnek Titin
ooohhgg melowww
Nnek Titin
ko bisa giniiii thooorr nangis akuuuu
berbahagialah dee
Nnek Titin
waaah untung besar dong ibunya Jaka dapet duit banyaak
paling buat berobat Jaka 15rb tuuh beli betadine
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!