Lanjutan Kings and Queens.
Amira Léopold, putri kesayangan Raja Arsyanendra Léopold adalah pemberontak sejati. Opa dan ayahnya sudah pusing dengan kelakuan putri Badung itu hingga suatu hari Amira nekad terbang ke New York dan ingin berkeliling Amerika dengan mobil ... sendirian. Tentu saja Arsya dan Sean ngereog hingga mengirimkan kepala keamanan kedutaan Belgia buat mengawal Amira. Putri Badung itu mengeyel tidak mau ada pengawal tapi Grady Daughetry adalah pengawal terlatih dan tetap mengawal kemana Amira pergi. Hingga keduanya sadar sama-sama saling jatuh cinta
8th generation of klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata ...
"Apakah kamu dengan Byron tidak pernah akur?" tanya Park Joon-seo karena mereka sama-sama beda divisi meskipun berada di kota yang sama. Semenjak Rylee memutuskan pindah dari BAU di Quantico ke Most Wanted, dia pindah ke New York sendirian karena Johanna dan Torin masih bekerja dan sekolah di Washington. Rylee sendiri tinggal di apartemen milik keluarga Neville di area Manhattan, satu gedung dengan Jessica dan Nick.
"Tidak Agen Park. Aku selalu dinistakan Boss," jawab Byron dengan wajah memelas.
Rylee menggelengkan kepalanya. "Sekarang dimana Trish?" Ayah satu anak itu mencari agen bulldognya.
"Trish sedang mengambil rekaman CCTV di restauran depan, di ATM sebelahnya, lalu di toko laundry di sebelah sini. Aku juga sudah berkoordinasi dengan bagian lalu lintas, dan Hannah Montana sedang menganalisis," jawab Byron.
Tim Most Wanted pimpinan Rylee terdiri dari lima orang. Rylee, Byron, Trish, Hannah bagian IT dan Conrad. Byron dan Trish adalah agen lapangan sementara Conrad lebih sering sebagai Intel seperti bunglon yang bisa bergabung dengan siapa saja dengan kemampuan berbahasanya dan beberapa aksen orang Amerika dan Eropa. Rylee terkadang seram sendiri dengan Conrad tapi dia juga mengandalkan anak buahnya yang berdarah Irlandia itu.
"Boss !" panggil Hannah yang datang bersama Trish.
Hannah adalah seorang gadis mungil campuran Amerika China dengan kacamata bentuk kucing hingga sering dikira bukan agen FBI karena dia sangat imut padahal sudah berusia 32 tahun. Sementara Trish seorang wanita berkulit hitam yang sudah menikah dengan dua anak. Suaminya bekerja di rumah sebagai konsultan jadi dia tenang saat bekerja di lapangan. Trish dan suaminya memang tidak masalah bertukar peran dalam rumah tangga karena mereka sudah tahu situasinya.
"Bagaimana Hannah ?" tanya Rylee.
Hannah memperlihatkan iPadnya dan semuanya melihat hasil rekaman CCTV dari semua platform.
"Lho? Ini siapa?" tanya Rylee.
***
Rumah Sakit Bellevue New York
Amira bersama Anna melihat Grady dari jendela besar ruang ICU. Kedua wanita itu tampak cemas saat dokter dan Rania memeriksa Grady yang sudah sadar. Jujur, Amira sangat takut kalau Grady amnesia.
"Aku sangat cemas, princess," bisik Anna.
"Begitu juga aku, bibi Anna. Semoga Oom Billy tidak harus datang ke New York." Amira menatap Rania yang memberikan kode ke dirinya untuk ke suster guna memakai baju steril. Amira pun berjalan ke arah pintu masuk ruang ICU dimana ada seorang suster yang sudah siap disana.
Amira mencuci tangan dan memakai sarung tangan lateks sementara suster memakaikan baju steril. Tidak lupa Amira mengenakan masker di wajahnya dan dia pun masuk setelah dokter keluar.
"Mr Daugherty ingin berbicara dengan anda, yang mulia," ucap dokter itu.
"Dia mengenali aku?" tanya Amira dengan mata terbelalak.
"Puji Tuhan dia mengenali anda, yang mulia."
Tanpa sadar air matanya pun mengalir dan Amira mengucapkan Alhamdulillah berulang kali dalam hatinya. Gadis itu pun masuk ke dalam ruang ICU dan Rania menghampiri dirinya.
"Pelan-pelan ya. Grady masih pusing," bisik Rania sebelum keluar dari ruang rawat itu.
Amira mengangguk dan berjalan menuju ke tempat Grady terbaring. Grady tersenyum ke arah Amira dan gadis itu langsung menggenggam tangannya.
"Aku sangat mengkhawatirkan kamu, Grady."
"Jangan khawatir, princess. Aku kan kuat ...." Grady menatap Amira lembut.
"Bagaimana? Apa masih pusing ?" tanya Amira sambil terus menatap Grady.
"Lumayan tapi tadi dokter bilang aku bisa amnesia karena ada cidera di kepalaku. Syukurlah aku masih mengenali kamu, mommy ...."
"Apa yang paling kamu ingat saat kecelakaan itu ?" tanya Amira.
Grady tampak menerawang. "Kita sedang telepon ... Tiba-tiba aku merasakan benturan yang keras di belakang aku ... Aku tidak ingat apa-apa lagi."
"Sepertinya," ucap Amira sambil mengelus pipi Grady,"ada yang ingin mencelakakan dirimu. Apakah kamu tahu siapa?"
Grady menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu."
Amira tampak berpikir. "Biar dua Oom ku yang menyelidiki."
"Apa maksudnya princess?"
"Dua Oomku, Rylee Neville dan Park Joon-seo adalah dua agen FBI. Karena kamu kepala keamanan Konsulat Jendral Belgia, maka ini masuk ranah penyelidikan FBI apalagi kamu celaka di Central Park. Kita tunggu saja perkembangannya."
Grady mengangguk. "Princess ... Anda kabur lagi?"
Rasanya Amira ingin menjitak kepala Grady saling gemasnya. "Yakin kamu tidak amnesia? Kenapa baru sadar !"
***
Lokasi Mobil Hitam Ditemukan
"Ini bukan Lisa Christopher maupun Kevin, lawan mainnya di film. Lalu ini siapa?" gumam Rylee..
"Masih aku cari, Boss." Hannah mencari sesuai dengan face recognition di iPadnya.
"Kamu masih mencurigai Lisa maupun Kevin?" tanya Park Joon-seo ke iparnya.
"Mereka berdua kan yang berhubungan langsung dengan Grady. Lisa putus dengan Grady beberapa hari lalu dan booomm Grady ditabrak orang. Siapa pun bisa mengaitkan bukan?" jawab Rylee.
"Boss! Namanya Norman Oxana. Tidak ada catatan kejahatan, dan aku sudah kirimkan alamatnya," ucap Hannah.
Rylee lalu menghubungi Conrad. "Rad, kamu pergi dulu ke alamat yang diberikan Hannah. Cari tahu soal Norman Oxana dan kalau bertemu dengannya, bagaimana caranya kamu tahan dia !"
"Baik Boss !" Conrad pun bergegas menuju motor Triumph nya dan melesat ke alamat Norman Oxana.
"Aku ikut kamu, Ry," ucap Park Joon-seo.
"Wokeh." Rylee lalu berkoordinasi dengan NYPF dan salah satu detektifnya mengatakan bahwa mobil itu adalah mobil curian di sebuah club area SoHo berdasarkan rangka mesin karena plat nomornya sudah dilepas.
"Aku tidak habis pikir, siapa Norman Oxana?" gumam Park Joon-seo yang satu mobil bersama dengan Rylee dan Hannah. Nama asli Hannah adalah Hannah Leung tapi sering diplesetkan timnya menjadi Hannah Montana dan gadis mungil itu membiarkan saja sebab Bossnya juga hobi mengganti nama anak buahnya.
Sebelumnya Hannah ikut dengan tim IT namun saat Rylee pindah ke Most Wanted, dia butuh anak buah yang cekatan dan Hannah lah yang dipilih. Hannah pun sangat suka bekerja dengan timnya yang dikenal kompak.
"Sepertinya Norman Oxana adalah fans berat Lisa Christopher deh !" celetuk Hannah.
"Bagaimana kamu tahu?" tanya Rylee sambil menyetir mobil ke daerah Turtle Bay.
"Semua sosial medianya berisikan semua tentang Lisa. Oh damn ...."
"Ada apa Hannah?" tanya Park Joon-seo.
"Norman berada di restauran tempat Grady dan Lisa putus."
Rylee dan Park Joon-seo saling berpandangan. "Hyung, apakah Norman termasuk penguntit?"
"Bisa jadi. Jika dia tahu Lisa diputuskan Grady ... Maka dia tidak terima dan menganggap Grady lah biang kesedihan Lisa! Padahal Lisa selingkuh dengan Kevin."
"Lagi-lagi ketemu orang otak kuwalik ! Kalau memang dia yang menabrak Grady !" gerutu Rylee gemas.
***
Yuhuuuu up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
mas arsya ga pkir2 dlu buat jmput amira????kl dia ga mau plang gmna????
bakalan mulus nih jalan Grady sama princess Amira, kalo yang ngomong queen mother pasti raja Arsya nggak bakal pikir pikir dulu 😅😅😅
yg sok jd phlwan....bknnya dpt pnghrgaan,mlah cma dpt malu doang kn....mna pnjra mnnti....
sokoooorrr.....
makanya mau melakukan apapun itu pikir pikir dulu seperti raja Arsya, padahal kebanyakan gedubrakan dulu pikir belakangan😅😅🤭