"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cinta semusim 21
Sekarang Or ji oh sudah mengerti, ternyata alasan Ye Eun tidak datang dihari pernikahannya sendiri, karena ia menikah dengan Ji Ming, sepupu jauh Oh pil sun. Huft, dengus Or ji oh pelan sedikit tergelak tidak menyangka, ternyata Ye Eun mengkhianati Oh pil sun padahal Oh pil sun begitu mencintainya. Benar-benar bodoh! ejek Or ji oh melalui senyuman khas milik nya dan membuat Ye Eun sedikit tertunduk saat melihat senyuman itu, namun Or ji oh tetap melihat kearahnya.
"bagaimana ini adik ipar? sepertinya kami semua terpaksa harus menginap disini hari ini?" kata nenek Ji Ming berbicara kepada ibu pimpinan setelah ia juga melihat keluar jendela dan melihat hujan yang amat deras, seperti sedang meminta izin untuk menginap. Seketika Or ji oh mengalihkan pandangan kearah nenek Ji Ming yang sedang berbicara kepada ibu pimpinan, Or ji oh tahu siapa wanita itu, dia adalah kakak ipar ibu pimpinan, karena Or ji oh sudah pernah bertemu sekali dengannya saat Or ji oh masih bekerja di perusahaan oh, ketika perayaan ulang tahun ibu pimpinan yang ketujuh puluh tahun, yang saat itu juga dirayakan dirumah ini.
"mau bagaimana lagi! Lagi pula kalian juga sekali-kali datang kemari dan sudah biasanya setiap datang selalu menginap." ujar ibu pimpinan menanggapi perkataan kakak iparnya seperti tidak suka namun juga tidak berdaya, bagaimana pun mereka adalah kerabatnya. "hmm" nenek Ji Ming hanya menanggapi perkataan ibu pimpinan dengan senyuman.
"suruh pelayan menyiapkan kamar untuk mereka!" perintah ibu pimpinan pada Yin sebelum kakak iparnya semakin banyak bicara. "baik bu" jawab Yin tanpa membantah dan langsung memberi kode kepada Seol untuk melakukan perintah ibu pimpinan, dan dijawab Seol dengan anggukan, lalu ia pun pergi memberi perintah kepada sebagian pelayan lainnya untuk menyiapkan beberapa kamar tamu, yang letaknya sedikit terpisah dengan bangunan dari rumah utama.
"berapa lama mereka akan menginap kali ini ibu?" tanya Yin pada ibu pemimpin setelah hanya tinggal mereka bertiga saja, yaitu Yin, ibu pimpinan dan Or ji oh, karena sebetulnya Yin juga tidak terlalu suka dengan kerabat ibu mertuanya itu. "mungkin seperti biasa, sampai mereka bosan dan pergi dengan sendirinya." jawab ibu pimpinan dengan sedikit tersenyum kecut, mengingat seperti apa kakak ipar dan anak-anaknya serta cucu-cucunya yang selalu memanfaatkan kebaikan ibu pimpinan.
Sementara Or ji oh hanya diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri.
"sudah pukul berapa ini? kenapa Oh pil sun belum juga kembali?" tanya ibu pimpinan setelah hujan reda dan hari telah gelap, ketika ia dan Yin sedang duduk diruang keluarga, dan ada hanya mereka berdua, sementara Or ji oh berada di lantai atas dimana kamar dan ruang kerja Oh pil sun berada. Tepatnya Or ji Oh sedang berada didalam kamar, sejak tadi ia sedang sibuk merapikan barang-barangnya, dari baju, tas dan beberapa buku yang ia bawa dari Jerman.
Bahkan sebagian ada yang masih baru dan sengaja ia beli untuk dibawa pulang, ada juga suvenir dan baju serta tas pesta untuk Yin dan ibu pimpinan yang belum sempat ia berikan, karena tadi terlalu lelah dan baru bisa membongkar isi tasnya sekarang, mungkin ia akan memberikannya besok pagi. "pukul delapan, mungkin sebentar lagi dia akan pulang." jawab Yin setelah melihat kearah jam dinding dan kemudian melihat kearah luar, mencoba mencari tahu sebetulnya apa yang membuat putranya pulang terlambat, padahal hujan sudah berhenti sejak tadi.
Selain itu sejak siang tadi sebenarnya ia sudah tidak sabar ingin meminta agar putranya segera pulang, namun karena banyaknya orang akhirnya Yin pun menahan keinginannya itu. "huft" ibu pimpinan menghela nafas pelan ia ingin mengambil surat kabar yang ada di atas meja, namun saat ia baru menyentuh nya ia pun kembali meletakkannya, karena saat itu suara klakson mobil Oh pil sun terdengar.
"tit!" suara dari pintu mobil yang dibuka dan ditutup terdengar sampai kedalam rumah, ibu pimpinan, Yin bahkan Or ji oh yang berada dilantai atas pun dapat mendengarnya, karena pintu balkon kamar yang kearah ke taman depan masih ia biarkan terbuka, "dia sudah pulang." kata Yin seketika itu juga sembari melihat ke lantai atas dimana Or ji oh sedang berada, lalu kembali melihat ke ibu mertuanya, seperti sedang meminta pendapat pada ibu mertuanya tentang apa yang harus mereka lakukan sekarang.
"sudah saatnya kita masuk ke kamar sekarang." kata ibu pimpinan dengan bergegas bangun dari tempat duduk, seolah tahu kalau menantunya itu sedang meminta pendapat darinya. "untuk saat ini kita hanya perlu memberi mereka ruang untuk berdua." katanya lagi setelah bangun, lalu bergegas masuk ke kamarnya begitu pula dengan Yin yang tak lagi bertanya dan juga masuk ke kamarnya sendiri mengikuti perkataan ibu mertuanya.
huft desah Oh pil sun pelan saat memasuki rumah, saat ini dia benar-benar lelah dan ingin segera beristirahat, karena sejak kemarin malam ia terus lembur, banyak berkas yang harus ia periksa sebelum ia tanda tangani. Beruntungnya saat memasuki rumah, rumah sudah dalam keadaan sepi jadi dia tidak perlu berbasa-basi sebelum tidur.
Huft desah Oh pil sun lagi karena terlalu lelah namun harus menaiki tangga untuk sampai ke kamarnya, tapi mau tidak mau dia tetap menaikinya. Oh pil sun menaiki tangga sambil melepas dasinya, setelah melepas dasinya ia pun membuka kancing pada kerah bajunya, lalu melepaskan jasnya dan kemudian masuk ke kamar Oh ji oh, karena selama Or ji oh di Jerman ia memang tidur di kamar Oh ji oh.
Oh pil sun memang suka tidur di kamar Or ji oh, karena kasur dikamar Or ji oh lebih lebar dan juga lebih empuk dari kasur diruang kerjanya. Krek! saat Oh pil sun membuka pintu, seketika keningnya sedikit mengkerut, "kamu sudah kembali? bukan! Kapan kamu kembali?" kata Oh pil sun menganti pertanyaannya dan terlihat sedikit terkejut saat melihat Or ji oh yang sedang merapikan tempat tidurnya dari kelompok bunga-bunga yang tersusun indah di atas kasur, dan terlihat begitu romantis.
Bahkan aroma harum dari bunga tersebut memenuhi seisi ruangan kamar itu, "tadi pagi" jawab Oh ji oh sambil melihat kearah Oh pil sun sebentar, lalu kembali melanjutkan apa yang sedang ia lakukan, yaitu membuang semua bunga-bunga yang ada diatas kasur ketempat sampah. Saat masuk ke kamar tadi ia tidak langsung membersihkan semua itu, karena ingin merapikan barang-barangnya terlebih dahulu. "dan kamu! apa yang kamu lakukan disini?" tanya Or ji oh balik bertanya setelah selesai membuang semua bunga ketempat sampah.