📌Season kedua dari THE QUEEN OF MAFIA
📌Disarankan membaca THE QUEEN OF MAFIA terlebih dahulu.
Mengisahkan tentang seorang gadis yang ditinggal oleh kekasih masa kecilnya, semenjak itu ia berubah menjadi datar dan dingin, ia juga mewarisi mafia yang didirikan oleh Momynya, ia biasa disebut sebagai Queen ke-dua.
Gadis tersebut adalah putri semata wayang dari Azkadina Anderson dan Arion Adhitama Robertson.
Ia melewati hari harinya selalu bersama dengan sepupu dan teman yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri, hingga mereka memutuskan untuk tinggal dalam satu mansion, tanpa disangka mereka bertemu dengan orang yang selama ini mereka cari dan tunggu tunggu.
Apakah dia akan bertemu dengan pujaan hatinya?
Penasaran? Simak ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MILA KARMILA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Sampai didepan mansionnya, ia langsung memarkirkan mobilnya berjajar dengan mobil Berlian dan Valen, setelah itu ia masuk kedalam mansion dengan santai.
Saat masuk diruang tengah ia bukan hanya melihat Berlian dan Valen, ia juga melihat Marvin dkk
Sontak semua menatap Alena yang baru masuk
"Lena, udah balik lu?" Sapa Valen
"Buta mata lu." Balas Alena lalu pergi kedapur untuk mengambil minum
Marvin terus saja memandangi Alena yang terus meneguk airnya
"Cantik." Ucap Marvin dalam hatinya
Alena yang merasa seperti ada yang mengawasinya langsung meletakkan gelasnya dengan kasar hingga berbunyi 'Tuk' diatas meja.
Marvin yang menyadari langsung mengalihkan pandangannya kearah lain
Alena langsung ikut bergabung dengan yang lain disofa
"Ngapain tadi dimansion utama?" Tanya Berlian
"Penting." Jawab Alena lalu membuka handpone nya untuk melihat dokumen dokumen perusahaan, membantu pekerjaan Azka dikantor
"Penting apaan? kaga mau ngasih tau kita nih." Ucap Valen penasaran
"Iya nggak mau ngasih tau nih, kita juga kepo kali." Imbuh Berlian
Alena langsung menatap datar Berlian dan Valen bergantian dan memberi kode pada mereka bahwa 'Masih ada mereka' (Marvin dkk)
Marvin yang menyadari kode yang diberikan oleh Alena pada Berlian dan Valenpun membuka suara
"Kita tutu mulut." Ucap Marvin melihat Alena
"Iya, lagian kita juga udah deket, nggak perlu ada lagi yang disembunyiin." Imbuh Adrian
"Maaf ya kita nyembunyiin sesuatu dari kalian." Batin Berlian
Alena yang memang sulit percaya pada orang lain hanya mengatakan
"Dua hari lagi hama datang." Ucap Alena yang langsung dimengerti oleh Berlian dan Valen
"Hama?" Bingung Marvin dkk
"Ntar kalian juga tahu sendiri." Ucap Valen menyunggingkan senyum
Alena merebahkan dirinya disofa dengan berbantal paha Berlian
"Cape lu?" Tanya Berlian
"hmm." Dehem Alena
"Siniin gw bantuin." Ucap Berlian meminta handphone yang dipegang Alena, Alena dengan senang hati memberikan handphonenya, lalu menonton TV yang ada disana
"Apa sih itu, Yang?" Tanya Adrian kepo dengan apa yang ada dihandphone Alena
"Oh ini, biasa kerjaan Alena." Jawab Berlian menatap handphone Alena
"Kerjaan apa?" Tanyanya lagi
"Kantor." Jawab Berlian
"Kantor?" Tanya Jovian bingung
"Iya, kantor." Jawab Valen
"Kantor? kalian punya kantor?" Tanyanya lagi
"Engga, kita cuman bantu dikit dikit aja, Alena bantu perusahaan Momynya sama Dadynya, gw juga kadang bantu perusahaan Dady." Terang Berlian
"Kalau kamu, Yang?" Tanya Jovian pada Valen
"Kalo aku ya cuman bantu Alena sama Berlian kalo ada sesuatu." Jawab Valen yang tidak mau Marvin dkk tahu identitas mereka lebih dalam lagi
"Sesuatu?" Bingung Jovian
"Udah nggak usah dipikir, nggak penting juga." Ucap Valen
"Ada yang mereka sembunyiin, dan kejadian waktu dikampus itu juga, atau jangan jangan mereka pembunuh bayaran atau jangan jangan mereka mafia." Batin Marvin mulai menaruh curiga
Sudah cukup lama mereka berada diruang tengah hingga waktu sudah menunjukkan tepat sembilan malam waktu setempat
"Kalian nggak balik, udah malem." Ucap Berlian
"Iya ini udah malem, mending kita balik." Ajak Adrian pada teman temannya
"Lena, Len, udah malem nih, kekamar yuk, mereka juga udah mau pulang." Ajak Berlian menggoyangkan kepala Alena yang berada dipahanya, namun tak ada pergerakan dari Alena
"Tidur." Ucap Marvin memberitahu Berlian
"Yah, kok tidur sih, kaga berani gw bangunin." Ucap Berlian yang takut membangunkan Alena
Marvin langsung menggendong Alena
"Diama kamarnya?." Tanyanya dengan Alena sudah digendongan Marvin
"Diatas pintu warna biru, bawa kekamarnya pelan pelan aja, ntar kalo kebangun ngamuk." Pesan Berlian
"Lu berdua duluan aja." Ucap Marvin menyuruh Adrian dan Jovian meninggalkannya lebih dahulu, lalu membawa Alena kekamar
Adrian dan Jovian langsung pulang kemansion, sedangkan Berlian dan Valen langsung kekamar masing masing
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPA👆
SEE YOU NEXT EPISODE 😉
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕