NovelToon NovelToon
Derajat Rumah Tanggaku

Derajat Rumah Tanggaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nona Marwa

Namanya adalah Haidee Tsabina, wanita cantik dengan hijabnya yang merupakan istri seorang Ibrahim Rubino Hebi. Kehidupan keluarga mereka sangat harmonis. Ditambah dengan seorang anak kecil buah cinta mereka yaitu Albarra Gavino Hebi

Tapi semua berubah karena sebuah kesalahpahaman dan egois yang tinggi. Rumah tangga yang tadinya harmonis berubah menjadi luka dan air mata.

Sanggupkah Haidee dan Ibra mempertahankan keluarga kecil mereka ditengah banyaknya rintangan dan ujian yang harus mereka hadapi? Atau mereka akan menyerah pada takdir dan saling melepaskan? Yuk baca kisahnya.

Follow Ig author @nonamarwa_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Marwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

Jangan lupa follow Instagram author @nonam_arwa

🌹HAPPY READING🌹

Senja telah menjelang, menandakan matahari akan mengakhiri tugasnya menerangi bumi. Saat ini Dee tampak berkutat dengan peralatan dapurnya, dibantu oleh Bi Nini pembantu rumah tangganya.

"Ini semua sudah bibi potong Nyonya, ada yang bisa bibi bantu lagi?" tanya Bi Nini setelah ia menyelesaikan pekerjaan potong memotong bahan masakan.

Dee menoleh, "Udah ga ada Bi, biar Dee yang selesaikan semuanya. Hari ini Dee mau buatin makan malam spesial buat ma Ibra sama Al. Bibi bisa kerjain yang lain", ucap Dee semangat dan tersenyum.

"Baiklah Nya. Nanti kalau ada apa-apa Nyonya bisa panggil Bibi. Kalau begitu Bibi permisi Nya," ucap Bi Nini.

"Iya Bi," jawab Dee mengizinkan Bi Nini pergi.

Selesai memasak, Dee menghidangkannya di meja makan. Setelah semua dirasa beres, Dee berniat akan ke kamar untuk membersihkan diri, bersiap untuk menunggu kepulangan anak dan suaminya.

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Dee yang sedari tadi duduk di teras rumah menunggu kepulangan anak dan suaminya, tidak melihat tanda-tanda kepulangan mereka.

Disebuah restoran mewah, tampak Ibra, Al dan Naina sedang duduk bersama menikmati makan malam. Karena meeting yang membutuhkan waktu cukup lama, Ibra tidak langsung pulang. Ia mengajak Al untuk makan malam terlebih dahulu. Terlihat Al sangat menikmati makan malamnya disuapi Ibra.

Tidak tahukah Ibra bahwa ada seseorang yang sedang mencemaskan ia dan anaknya. Menahan rasa lapar nya agar bisa menikmati makan malam bersama.

"Mas Ibra kemana yaa kok belum pulang juga?" gumam Dee sambil mondar mandir di teras rumahnya.

"Semoga, Al dan mas Ibra baik-baik aja."

Bi Nini yang merasa kasian melihat majikannya pun mendekati Dee dan meminta Dee untuk menunggu kepulangan Ibra dan Al didalam rumah karena cuaca malam yang dingin. "Nyonya, sebaiknya kita menunggu kepulangan Tuan dan Tuan Muda di dalam saja. Udara malam tidak akan baik untuk kesehatan Nyonya."

"Tunggu sebentar lagi Bi. Mas Ibra sama Al pasti pulang sebentar lagi," ucap Dee kekeuh menunggu Ibra.

Tidak tega meninggalkan Dee sendiri, Bi Nini menemani Dee untuk menunggu Ibra dan Al. Ia ikut berdiri disebelah Dee. "Nyonya harus banyak bersabar menghadapi semua ini. Mungkin untuk saat ini Tuan dan Tuan Muda masih belum menerima Nyonya kembali. Tapi percayalah Nyonya, Allah selalu ada bersama hambanya. Kesabaran dan keikhlasan Nyonya akan membawa nyonya kepada kebahagiaan, hingga nyonya lupa bagaimana rasanya luka," ucap Bi Nini menyemangati Dee.

"Apa Bibi percaya dengan Dee? Dee bukan orang jahat seperti yang mereka katakan."

"Bibi percaya, Nyonya orang baik," ucap Bi Nini menyemangati Dee. "Karena memang bukan Nyonya yang menyebabkan semua kekacauan nya. Maafkan Bibi tidak bisa mengatakan kebenarannya kepada Nyonya dan Tuan", sambung Bibi dalam hati.

Tepat pukul 10 malam nampak mobil suaminya memasuki pekarangan rumah. Senyum mengembang terlihat di bibir mungil Dee saat melihat suaminya turun dari mobil. Senyum Dee surut ketika melihat Ibra membukakan pintu mobil, da keluarlah seorang wanita yang sedang menggendong Al yang nampak tertidur. Wanita itu Naina.

Saat sampai di teras rumah, Ibra dan Naina menghentikan langkah melihat keberadaan Dee.

"Na, tolong bawa Al tidur dikamarnya!" ucap Ibra dan Naina mengangguk.

Dee hanya bisa tersenyum pedih melihat anaknya yang terlihat sangat nyaman dipelukan wanita lain.

"Mas," panggil Dee sambil mengambil tangan Ibra, dan mencium punggung tangannya.

Ibra hanya diam, dan pergi meninggalkan Dee yang masih berdiri melihat kepergian suaminya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Melihat bagaimana kedekatan Ibra, Al dan Naina membuat hati Dee sakit. Tapi Dee cukup tau diri karena selama ia di penjara, Naina yang telah merawat dan menemani Al bermain.

"Nyonya," panggil Bi Nini membuyarkan Dee dari lamunannya.

Dee menoleh dan tersenyum ke arah Bi Nini, "Tidak apa-apa Bi, Dee baik-baik aja," ucap Dee meyakinkan Bi Nini. Akhirnya Dee dan Bi Nini masuk ke rumah. Bi Nini langsung meminta izin kembali ke kamarnya sedangkan Dee menyusul suaminya.

Ceklek,,

Suara pintu terbuka. Dee memasuki kamar, ia tidak melihat keberadaan Ibra. Terdengar suara gemercik air dari kamar mandi, menandakan ada seorang yang sedang mandi, dan Dee yakin itu pasti suaminya. Dee berjalan kearah walk in closet menyiapkan pakaian tidur untuk Ibra dan meletakkannya di atas kasur. Setelah selesai Dee keluar dan berjalan ke kamar Al.

Hal pertama yang Dee lihat saat memasuki kamar anaknya adalah Naina dan Al yang tidur sambil berpelukan. Dee yang tadinya berniat ingin membangunkan Naina, menjadi tidak tega melihat wajah nyaman Al yang sedang tertidur di pelukan Naina.

Ibra yang sudah selesai dengan ritual mandinya melihat baju yang sudah disediakan di kasur. Ia yakin pasti istrinya yang sudah menyiapkan. Tanpa pikir panjang, Ibra mengambil baju tersebut dan langsung memakainya. Karena lelah, Ibra merebahkan dirinya di atas kasur. Memejamkan mata dengan sebelah tangan di atas kepalanya.

Dee kembali ke kamarnya. Melihat Ibra yang tidur tanpa selimut, Dee menyelimuti tubuh suaminya sampai batas leher, dan barulah ia mengganti bajunya dengan pakaian tidur yang panjang menutupi tubuhnya. Setelah selesai, Dee ikut merebahkan diri di samping suaminya dan masuk kedalam selimut yang sama dengan Ibra.

Saat tengah malam, Ibra merasakan lapar. Matanya perlahan terbuka. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah istrinya yang begitu cantik, tapi Ibra menepis hal itu karena egonya. Ibra bangun dengan perlahan dan turun menuju dapur melihat makanan yang ada. Sampai di meja makan, mata Ibra melihat makanan yang sudah tertata rapi disana. Ada sedikit rasa bersalah di hati Ibra. Pasti tadi istrinya menunggu sambil berdiri di depan teras untuk mengajaknya makan malam bersama. Tapi ego dan rasa kecewanya kepada Dee menyebabkan ia buta, dan tidak bisa melihat semua kebenarannya.

Lamunan Ibra buyar saat mendengar suara Bi Nini memanggilnya.

"Eh Bibi, kenapa belum tidur Bi?" tanya Ibra ramah kepada Bi Nini.

"Bibi haus dan mengambil minum Tuan. Tuan mau makan?" ucap Bi Nini yang sedari tadi sudah melihat Ibra memandangi masakan Dee.

"Iya Bi. Tiba-tiba aku merasa lapar."

"Apa perlu Bibi siapkan makan dulu, Tuan?"

"Tidak usah, Bi. Aku makan yang ini saja," ucap Ibra sambil menunjuk makanan didepannya.

"Baiklah Tuan. Nyonya menyiapkan makanan ini dari sore agar bisa makan bersama Tuan dan Tuan Muda. Cobalah untuk membuka mata Tuan, carilah kebenaran yang sebenarnya. Jika suatu hari nanti, tuan tidak ingin merasakan penyesalan yang sedalam-dalamnya."

"Semua bukti menunjukan bahwa Dee pelakunya, Bi," ujar Ibra datar.

"Tidak semua bukti menunjukkan kebenaran tuan. Bibi permisi dulu," ucap Bi Nini pergi meninggalkan Ibra.

......................

Hai Teman-Teman, Terimakasi sudah mampir dan temani Dee menggapai kembali cinta suaminya yaa ,,,

Jangan lupa follow Instagram author @nonam_arwa untuk melihat ucapan ucapan mutiara author yaa.....

1
#ayu.kurniaa_
.
Sri Rahayu
kasian dee/Sob//Sob/
Nur Aulia
terlalu banyak bawangnya tor,aku JD 😭😭
Rini Amelia
Luar biasa
Nur Aulia
suami jolim banget SM istri,, katanya CEO tp bodoh,,bukanya di cari dl siapa yg salah,,jgn main hakim sendiri
Qaseh Khadijah
Kecewa
Qaseh Khadijah
Buruk
Qaseh Khadijah
Kecewa
Qaseh Khadijah
Buruk
Novianty 01
karya yg sangat luar biasa😊😊
Ratnasihite
selalu nangis dgn pelajaran novel ini bagud👍
Ratnasihite
aq nangis baca novel ini jd inget alm mama papa
dugong
Luar biasa
punya tian
lagian aku greget anjayy ama si dee
Yushfi 853
Luar biasa
Nnek Titin
kena deh d prank ibraa
tapi seruuu puas bgt bacanya
terimakasih thooor
semoga karya mu selalu d gemari
Nnek Titin
padahal ijab kabul nya ga sah tuh Thor pengucapan nya ga pake Binti
Nnek Titin
ooohhgg melowww
Nnek Titin
ko bisa giniiii thooorr nangis akuuuu
berbahagialah dee
Nnek Titin
waaah untung besar dong ibunya Jaka dapet duit banyaak
paling buat berobat Jaka 15rb tuuh beli betadine
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!