Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3 DI INJAR
Leon bergegas jalan ketakutan sambil melihat - lihat sekitar mengunakan senternya
Bruk...
"aduh....".
Mereka berdua langsung saling melihat dan_____
"AAAAAAH.....!!!".
Seketika mereka berdua teriak kaget____
Bruk
leon langsung pingsan ke bawah tanah, Janet langsung bingung dan heran
"Loh??? Ko pingsan??". Ucap Janet bingung
di sisi lain orang -orang yang mengejar Janet kebingungan karena kehilangan jejak yang mereka incar
"AH...SIAL!!". Kesal seorang sopir merasa gagal mendapatkan janet
"gimana ini kita kena marah lagi". Ucapnya salah satu dari mereka gelisah karena gagal.
Pagi pun tiba kini janet tertidur di dadanya Leon yang masih pingsan mereka berdua tertidur sampai pagi, Janet terbangun dan melihat sekeliling sudah pagi, ia melihat pria yang masih pingsan tertidur di tanah
"Hai kamu bangun, hai bangun". Janet mengoyakkan tubuh leon berusaha membangunkannya, namun tidak bisa bangun -bangun, janet bingung harus apa, takut nya orang ini sekongkol dengan orang -orang yang mengejar nya, tapi di sisi lain enggak tega meninggalkan orang yang lagi pingsan di tengah berkebun teh.
"aduh...aku harus gimana??". Gumam Janet kebingungan, ia melihat sekeliling untuk mencari sesuatu.
Tidak lama Janet kembali membawa tali untuk mengikat tangan pria yang lagi pingsan yaitu leon, Janet mengikat kedua tangan setelah itu kedua kakinya di ikat juga dengan kencang. Hanya tinggal menunggu sadarnya leon
hari semakin siang, janet melihat layar ponsel sudah jam 10 matahari sudah mulai naik ke atas, Janet melihat pria itu yang masih pingsan, seketika Leon pun bergerak membuka mata dengan berlahan, leon merasa ada yang aneh
"hah!ini kenapa?". Ucap leon panik, ia melihat ke kiri dirinya kaget ada seorang wanita cantik duduk di amparan tanah sedang melihat dirinya dengan tatapan tajam."aneh, ko hantu nya bisa secantik ini". Ucap leon masih berfikir Janet adalah hantu
"maksud anda apa iya,, bilang saya hantu??". Tanya Janet dengan nada tegas." kamu sekongkol iya, untuk ingin membu**h saya, katakan padaku, apa yang kalian mau, di ingin kan dari saya. Hah!!". Ucap janet tegas
leon yang melihat ekspresi wajahnya itu, ketakutan dan tidak mengerti dengan pertanyaannya
"maaf nona, anda memang cantik tapi, tolong lepaskan saya". Senyum meminta dengan bersikap manis
"aku tidak percaya, dari tampilan kamu saja, jelas bukan orang baik-baik". Ucapnya
"heh!!". Senyum leon ledek." nona cantik tidak semua orang tampilan nya berantakan itu jahat, ok, tolong lepaskan saya". Minta leon
Janet masih ragu untuk melepaskan ikatan, tapi dirinya juga bingung minta tolong ke siapa kalaupun balik ke mobil itu, kemungkinan orang -orang yang mengejarnya lagi menunggu di sana.
"nona, percaya sama saya, saya bukan orang jahat, tolong lepasin". Minta leon memohon.
"bisa buktikan kalau kamu bukan orang jahat". Ucap janet
"gimana saya buktikan kalau saya seperti ini, nona, saya tidak tau masalah nona apa, tapi enggak mungkin kan selamanya seperti ini??". Ucap leon
yang di kata leon agak benarnya Janet pun tidak tau harus bagaimana, mau tidak mau harus melepaskan kan dia, Janet mendekat melepaskan ikatan di dua tangan dan kaki leon
"aku heran, kenapa kamu pingsan??". Tanya Janet merasa heran kenapa seorang pria gagah berotot bisa pingsan
leon tidak bisa menjawab pertanyaan wanita itu, ia merasa malu untuk menjawab
"hai jawab pertanyaanku!". Ucap janet
"sudah lah nona, tidak terlalu penting". Balas leon
mereka berdua bangkit berdiri tidak lama, Leon berbalik badan dan melangkah jalan.
Janet mengikuti leon dari belakang nya , leon menyadari kalau wanita itu mengikuti nya,
Bruk
Tiba-tiba saja leon berhenti mendadak membuat Janet ke tubruk di badanya Leon yang keras
"aduh sakit". Ucap Janet kesakitan
"kenapa mengikuti ku??". Tanya leon berbalik badan melihat wajah nya janet
"hmm!aku bingung harus bagaimana??, tolong minta perlindungan dan aku harus menghubungi rumah, tapi sinyal disini susah". Minta Janet dengan raut wajah sedih
Leon yang melihat nya merasa tidak tega untuk meninggalkan wanita ini di tengah -tengah kebun yang sepi, tidak ada pilihan yang lain selain mengajaknya ke rumah.
"ok, kamu ikut saya". Ujar Leon berbalik melangkah jalan di ikuti Janet
sesampainya di depan rumah Leon mengajak Janet masuk ke dalam rumah
Janet melihat sekeliling rumah terlihat sederhana ruangan nya pun kecil tidak seperti rumah nya yang besar dan bersih, Janet tidak terbiasa dengan lingkungan baru ini, ia pertama kalinya tinggal di rumah sederhana.
"ini kamar kamu, silahkan istirahat". Ucap leon sambil menunjukan kamar tidur yang cukup tidak luas
Leon melangkah jalan ke dapur
"AAAAHHHHH!!'. Sontak Leon kaget mendengar teriakkan janet yang begitu keras, leon bergegas masuk ke kamar janet
"ADA APA??". Tanya leon panik
"itu ada kecoa, ihhhhhh". Ucap Janet menunjukkan jari tangan di bawah lantai yang ada kecoa nya
"hufffff" leon menghela nafas ia kira ada sesuatu yang bahaya ternyata hanya takut kecoa, leon pun mendekat mengambil kecoa di bawah lantai melangkah jalan keluar kamar untuk membuang kecoa nya. Tidak lama leon kembali, ia terkejut melihat janet hanya terdiam di atas ranjang kasur berdiri ketakutan
"kecoa nya sudah tidak ada, turun". Perintah Leon
Janet pun turun dari atas ranjang kasur
"ihhhh geli, kenapa sih, rumah ini berantakan?". Tanya Janet merasa tidak nyaman
"nona, kalau ingin di tempat yang bersih, pergi ke hotel jangan tinggal disini!!". Minta leon yang tidak berharap wanita yang di hadapannya tinggal di rumah.
Janet merasa dirinya sudah menyinggung perasaan leon dengan perkataan yang tidak baik, ia merasa bersalah
"maaf bukan maksud saya berkata seperti itu". Janet pun menunduk kepalanya dengan murung
"huffff". Menghela nafas singkat, leon pun berubah ekspresi wajah nya dengan rendah hati
leon lebih mendekat pada wanita cantik di hadapannya dengan tatapan tajam, Janet menatap mata dengan bingung. seluruh tubuhnya merasakan getaran, melihat wajah pria gagah di depannya ini.
Kedua tangan Janet merayap di dada hingga berhenti di atas pundak, leon hanya terdiam dengan tatapan tajam, seakan-akan ia tidak tergoda dengan yang di hadapan nya itu.
"mau apa?? ". tanya Leon dengan nada tegas
Senyum nakal Janet mencoba mengoda Leon namun teralihkan oleh kata-kata Leon cukup ke sentil perasaan nya.
janet pun satu langkah mundur melihat kebawa kaki hingga atas kepala pria yang gagah itu, senyum tipis di bibir janet dirinya cukup tertarik dengan Leon. Satu tangan mencubit dagunya sendiri berfikir sejenak melihat pria gagah nya itu.
"ngomong-ngomong, kamu ini seorang pelatih tinju atau apa?? ". tanya janet rasa ingin tahu
" bukan!! ". jawab Leon singkat dengan nada tegas
" lalu? apa? ". Tanya janet melihat wajah Leon
" hanya seorang adu taruhan! ". jawab Leon langsung berbalik melangkah jalan pergi meninggalkan janet
seketika janet melongo_____