NovelToon NovelToon
Malam Hangat Berselimut Cinta

Malam Hangat Berselimut Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Herka Rizwan

Aini mengira kedatangan keluarga Julian hendak melamarnya. namun ternyata, mereka malah melamar Sakira, adik satu ayah yang baru ia ketahui kemudian hari. padahal sebelumnya, Julian berjanji akan menikahinya. ternyata itu hanya tipuan untuk memanfaatkan kebaikan Aini.
Tidak sampai disitu, ayahnya malah memaksa untuk menjodohkan Aini dengan duda yang sering kawin cerai.
karena kecewa, Aini malah pergi bersenang-senang bersama temannya dan menghabiskan malam dengan lelaki asing. bahkan sampai hamil.
Lantas, bagaimana nasib Aini. apakah lelaki itu mau bertanggung jawab atau dia malah menerima pinangan dari pria yang hendak dijodohkan dengannya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herka Rizwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

"Hem, iya. memangnya kenapa, apakah kau tak bisa melakukannya? dasar payah! percuma tampan tapi loyo!" ejek Aini menepuk wajah pria itu.

"Aini! aku tak loyo! kamu sudah lupa, siapa yang sudah menyelamatkan kamu dari pembulyan waktu di sekolah dulu?"

Mata Aini menyipit lantas menepuk pipi pria itu.

"Kamu mabuk ya, Hem. Memangnya kamu kenal sama aku?"

"Kamu Anggraini kan. mungkin kamu lupa, karena aku adalah kakak kelas kamu. Tapi, aku yang menolong kamu di saat kamu pingsan. dan kamu juga yang udah menghibur aku ketika aku kehilangan orang tuaku."

Sepupu Dina itu berharap, kalau Aini bakal ingat dengan kejadian yang sudah begitu lama terjadi. Tapi sayangnya, dia malah menarik kerah kemeja pria tersebut. Hingga jarak keduanya semakin dekat.

"Kamu berani gak, bikin aku hamil? Masa sih kamu gak bisa. Apa aku kurang cantik. Atau kurang seksi."

"Aini, hentikan. kamu jangan memancing ku!"

"Ya udah, sekarang cium aku!" ucap Aini manja.

"Kamu sedang mabuk, jangan sampai kamu menyesal. Karena sekali saja aku menyentuh mu, maka aku takkan pernah melepaskan mu!"

Aini terkekeh, malah semakin berani. Bahkan menempelkan bibirnya di area leher pria itu.

Semakin lama, Aini semakin liar. Gerakannya sengaja menarik perhatian pria itu. Dan sepertinya pria tersebut juga sudah tergoda.

"Ainiii, kau takkan pernah aku lepaskan, uhmm..."

Keduanya nampak bergelora, mulai bergesekan satu sama lain. Kesadaran Aini belum pulih. Tak menyadari kalau malam itu merupakan malam pertamanya bersama pria asing.

Setelah melakukan hubungan yang penuh dengan gejolak itu, Aini malah terlelap. Sedangkan pria itu masih terjaga. Menatap wajah Aini yang teduh.

"Akhirnya aku menemukan mu. Tapi mengapa kau jadi begini. Dan kau ingin hamil denganku. Apakah ada orang yang sudah menyakiti mu, Ai."

Lantas tangannya mengusap gadis cantik itu. Mengecupnya sekilas, sebelum ia akhirnya ikut terlelap.

Beberapa jam kemudian, Aini tersadar. Memegang kepalanya yang masih terasa berat.

"Astaga, aku sekarang ada di mana. Bukannya tadi aku sedang berada di pesta ulang tahun Dina," gumamnya seraya memandang keadaan di sekitarnya.

Pada saat melihat ke sebelahnya, Aini melotot. Ada seorang pria asing sedang tertidur lelap. Keadaannya sedang berselimut. Dan Aini langsung menatap ke arah dirinya sendiri. Yang saat ini dalam keadaan polos.

Seketika dia menutup mulutnya. Apalagi melihat keadaan sprei yang sudah acak-acakan dengan sedikit noda merah yang sudah mengering.

"Gila! Apa yang sudah aku lakukan?" ucapnya pelan. Kembali menatap pria yang sudah tidur dengannya itu.

Aini mencari ponselnya yang ia simpan di dalam tasnya. Beberapa panggilan dari Fena begitu banyak tersambung.

"Ya Tuhan, aku harus segera pergi. Kalau sampai dia bangun, aku akan makin bertambah malu!" cetusnya menyambar pakaiannya yang tergeletak di lantai.

Gadis itu berlari ke kamar mandi. Membersihkan anggota tubuhnya dan segera mengenakan pakaiannya.

Lalu diam-diam melangkah pergi dari kamar itu. Dan tak lupa menutup pintunya perlahan. Aini menghela napas, seraya menelpon Fena.

'Kamu di mana, Ai. Aku udah keliling cari kamu!'

'Nanti aku ceritakan ya. Jemput aku di lobi hotel.'

'Baiklah, aku akan ke sana sekarang!'

Setelah menghubungi sahabatnya, Aini akhirnya berjalan sendirian. Menyusuri lorong hotel yang panjang dengan langkah lesu. Terkadang dia meringis, merasakan perih di bagian selang kangan nya.

"Aini!" panggil Fena.

Mendengar namanya dipanggil, Aini tertegun. Keduanya berpelukan, seperti habis berpisah lama.

"Kamu gak papa, kan? maaf ya, kalau aku bikin kamu kacau."

Aini terdiam, tak menjawab sepatah katapun.

"Ya udah, kita pulang ke rumah ku ya. ini hampir jam tiga pagi. Lagian, hari ini kita libur kan."

"Ehm, iya. Makasih ya, udah jemput aku."

"Sama-sama."

Di dalam perjalanan, Aini tampak lesu. Tidak bersemangat seperti saat dia datang ke pesta.

"Ai, sebenarnya apa yang terjadi. Kamu kemana saja? aku menghubungi kami terus. panik tau gak, pas melihat kamu gak ada di kamar," kata Fena di saat mereka sudah tiba di rumahnya.

"Kamar? jadi kamu yang bawa aku?"

"Iya, kamu mabuk. Dina mencarikan kamar hotel buat kamu."

"Ah, Fena. maaf aku sudah merepotkan kamu."

"Kamu habis minum. Habis itu kita juga bersenang-senang. Gak usah menyalahkan kamu, Aini. Oya, sepupu Dina yang mengantarkan kamu ke kamar. Tapi, kok dia juga menghilang. Kemana dia mengantarkan kamu?"

"Hah, sepupu Dina, siapa namanya?" Aini nampak terkejut.

"Aku juga gak terlalu kenal. Waktu itu aku udah kebelet. Jadi, Dina minta tolong sama sepupunya buat bawa kamu ke kamar. Tapi pas aku pergi ke kamar itu, kamu gak ada di sana!"

'Gawaat! Ternyata dia sepupu Dina. Jangan sampai Fena tahu kalau aku sudah tidur dengannya,' batin Aini cemas.

"Kenapa diam, Ai. Apa dia menyakiti kamu? Katakan saja, jangan sungkan!" kata Fena mengusap pundak sahabatnya itu.

"Gak, dia kayaknya salah kamar aja. Uhm, jangan bilang sama Dina kalau sepupunya itu mengantarkan aku ke kamar lain. Gak enak kalau terjadi salah paham di antara mereka."

"Hum, ya udah. Sayang ya, kamu gak sempet kenalan sama dia. Padahal orangnya ganteng banget. Daripada si Julian. Udah pengkhianat, gak setia, orangnya juga biasa-biasa aja."

Aini tersenyum tipis. Andaikan Fena tahu, kalau sepupunya Dina yang ganteng itu sudah tidur dengannya. Bahkan menghabiskan malam yang panjang bersamanya.

Setelah berbicara, keduanya memutuskan untuk beristirahat lagi. Di saat itu, Aini kembali teringat dengan sosok pria, yang merupakan sepupu dari Dina. Memang dia sangat tampan dan menarik. Ditambah lagi, rasanya Aini seperti pernah melihatnya.

"Ah, kenapa aku malah memikirkan dia sih. Beruntung Fena tidak curiga padaku. Aku sudah begitu susah payah menyeimbangkan jalanku," gumamnya pelan.

Sementara itu di tempat lain. Seorang pria baru saja terbangun dari tidurnya yang lelap. Tangan kanannya meraba ke sebelahnya. Seperti sedang mencari sesuatu.

Matanya lantas membuka. Dia sontak melotot mendapati tak ada siapapun lagi di sampingnya.

"Di mana Aini? sejak kapan dia pergi dari kamar ini," ujarnya seraya bangkit.

Dia menyambar pakaiannya, bergegas ke kamar mandi. Mengecek keadaan di dalamnya, siapa tahu ada orang di sana.

"Astaga, cepat sekali dia pergi. Apakah dia sudah tahu, siapa sebenarnya aku ini?"

Pria itu bernama Arjun Wildana. Seorang CEO perusahaan terkemuka. Dia merupakan sosok rupawan dan juga kaya raya.

Sayangnya, dia belum tertarik untuk menikah. Banyak wanita yang mendekatinya. Tapi tak satupun yang mampu memikat hatinya.

Tapi malam ini, dia sudah terjerat dengan pesona Aini. Gadis cantik yang baru saja mengalami patah hati. Dan saat ini, sudah mampu meruntuhkan pertahanan hatinya.

"Anggraini, masihkah kau ingat padaku. Kalau lupa, aku akan segera mengingatkan kamu, siapa aku sebenarnya," katanya tertawa pelan.

Tok tok!

"Masuk!"

Seorang pria dengan setelan kemeja hitam masuk ke dalam kamar. Kepalanya sedikit mengangguk, seolah memberi hormat.

"Cari tahu segera informasi mengenai Anggraini atau Aini. Gadis cantik yang baru saja tidur denganku tadi malam," titahnya pada salah satu bawahannya itu.

Bersambung...

1
Wayan Sucani
lanjut thor
Aiza Zayn: terima kasih udah mampir 🙏
total 1 replies
♥Kat-Kit♥
Keren banget! Aku nggak sabar nunggu babak berikutnya ⚡️
✨Wyn한✨
Mantap jiwa!
Ánh sáng
Aku suka banget sama karakter-karakternya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!