NovelToon NovelToon
Cincin Ruang Pengubah Takdir

Cincin Ruang Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Keluarga / Pusaka Ajaib
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Jhon Dhoe

Namaku Anabel Rista

Sejak sebulan lahir aku sudah di buang oleh Ayahku, ibuku meninggal setelah 3 Minggu melahirkan aku.

Aku di rawat oleh para pelayan di rumahku dan tinggal di bangunan khusus para pelayan dan tak sekalipun masuk ke bangunan utama.

aku hanya keluar jauh saat ke pasar bersama mbok Ijah, ketika berumur 6 tahun.

Aku tak di sekolah kan, tapi mbok Ijah dan para pelayan giat mengajariku membaca dan menulis serta berhitung.

Akupun tak tahu siapa ayahku dan ibuku, hingga saat umurku 11 tahun, mbok Ijah bercerita dan pelayan yang tau siapa aku pun membenarkan cerita mbok Ijah, ternyata mbok Ijah akan berhenti bekerja.

Sehari sebelum mbok Ijah berhenti, kami ke pasar, aku membantu membawa belanjaan, di dalam pasar, ada seorang nenek pengemis.

Nenek itu terlihat lapar, dan akhirnya aku dekati, dan memberikannya Sebungkus biskuit dan uang 5 ribu karena hanya itu uangku.

Terimakasih Nak, ambilah ini, nanti teteskan darahmu ke Cincin ini saat kamu tiba di rumah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhon Dhoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.03. Rencana meninggalkan Rumah

Ribuan tahun menjelajahi Bumi, hingga Nenek Arimbi mengetahui segala sesuatu, selain ilmu Kuno, ilmu modern dari zaman ke zaman dipelajarinya, penguasaan senjata, komputer, penyamaran, Nenek Arimbi tampil dengan berbagai bentuk wajah, puluhan kali reinkarnasi, dan sang pencipta tidak lagi mengabulkan permohonannya untuk bereinkarnasi.

Sang Pencipta memberikan nya waktu, agar warisannya tidak hilang begitu saja, hingga Nenek Arimbi bertemu Anabelle atas petunjuk sang pencipta, dan Anabelle lulus ujian, dan mulai saat ini, Anabelle Rista, adalah satu-satunya pewaris dari Nenek Arimbi.

Keringat Dingin membasahi baju Anabelle, Kekuatan Mata Langit dan Jari Emas sudah menyatu, keahlian tempur Kuno dan modern, hingga penguasaan senjata, kini telah sempurna, skil penguasaan berkendara dan komputer berada pada tingkat tertinggi melebihi manusia genius di dunia..

Sentuhan akhir adalah bagaimana menguasai Cincin Ruang pemberian Nenek Arimbi.

Kembali Cincin itu bersinar, kini nampak 2 orang keluar dari Cincin dan berada kembali di kamar Anabelle.

"Sayang, jadilah yang wanita kuat dan jangan menaklukkan dunia walau kamu mampu, jadilah penyeimbang bagi seluruh tatanan kehidupan dunia ini, itu akan menghindarkan mu dari keserakahan dan keangkuhan.

Nenek penjahat besar di sepanjang masa, dan di setiap reinkarnasi nenek, kecuali reinkarnasi terakhir ini, dan Pencipta memberikan kesempatan bagi Nenek bertemu dengan mu yang berhati Mulia, seandainya bila di berikan kesempatan sekali lagi, nenek ingin menjadi Putrimu.

"Selamat tinggal, ingat semua pesan Nenek, dan hiduplah dengan bahagia, Nenek menyayangi mu, ucap Nenek Arimbi.

"Wahai Sang Pencipta, aku sudah siap, terima sudah memberikan kesembuhan terakhir ini, batin nenek Arimbi dan menghilang saat Anabelle bersujud.

Seketika ruang kamar kembali seperti semula, jam baru menunjukkan pukul 11 malam, kini terlihat 2 Cincin di tangan kanan Anabelle, walau orang lain tidak akan mampu melihat Cincin Ruang miliknya, jadi siapapun hanya melihat Cincin Emas permata biru.

Dis melihat 5 ATM miliknya, hanya dia belum tahu berapa jumlah masing-masing ATM itu, ada Black Card dari Amex, kartu Mandiri world, Prioritas dari BCA, 2 ATM biasa, Platinum mandiri dan BCA Gold.

Anabelle memasukkan kotak dari ibunya, kemudian merapikan ATM miliknya kedalam dompet bekas milik ibunya, dan memasukkan dalam Cincin Ruang, kemudian dia beristirahat.

Tubuh Anabelle kini bertambah tinggi menjadi 155 cm, hampir cocok dengan umurnya yang sebentar lagi 12 tahun, kulitnya putih sempurna dan raut wajahnya mirip Ibunya waktu Muda tapi lebih cantik Anabelle.

Anabelle tidak sadar, jika dia saat ini adalah orang yang bisa berumur panjang, sel tubuhnya akan menolak seluruh potensi yang akan merusak jaringan tubuhnya, Jika benda tajam menembus kulitnya, maka dengan segera luka itu akan sembuh tanpa bekas, untuk luka berat hingga patah tulang, Anabelle mampu membuat obatnya, bahkan jika tangannya atau kakinya putus, dia bisa meregenerasi kembali dan jika dia mati, maka jiwanya bisa berpindah ke tubuh siapapun yang dia inginkan, tapi dengan catatan tubuh yang sudah mati, tidak lebih dari 1 jam.

Matahari sudah menampakkan dirinya walau masih tertutup awan gelap, Anabelle sudah bangun dan merapikan tempat tidur nya serta mandi, itulah kebiasaannya.

Terdengar suara mbok Ijah memanggil Anabelle, dan tampaklah dari pintu seorang anak gadis menjelang remaja membuka pintu dengan pakaian sederhana.

Ayahnya Anabelle, setiap bulan selalu memberikan uang biaya hidup untuk Anabelle, 3 juta rupiah perbulan, dan di kelola Mbok Ijah.

Setiap bulan mbok Ijah menyisihkan 1 juta untuk di tabung, walau menggunakan nama mbok Ijah, kebetulan ada Bank BRI di pasar jadi gampang membuatnya.

Niat mbok Ijah, agar suatu saat Anabelle memutuskan pergi dari rumah ayahnya, minimal dia bisa hidup sebelum memiliki pekerjaan.

Karena Anabelle tidak sekolah, makanya para pelayan mengajarkan nya memasak, membuat kue, minuman dan menonton YouTube, dengan tujuan Anabelle bisa berusaha dimasa depan.

Mbok Ijah mengajak Anabelle ke pasar sejak kecil agar kelak Anabelle paham bagaimana berinteraksi di pasar dan memilih bahan-bahan yang bagus dan segar.

Lewat pengalaman sederhana itu kini Anabelle mampu mengerjakannya, membaca dan menulis serta berhitung Anabelle sudah pandai, disela waktunya, dia belajar lewat YouTube, di handphone milik pelayan.

Para pelayan sangat menyayangi nya, mereka juga tahu apa kedudukan Anabelle, walau dia tidak diharapkan keluarganya, tapi setidaknya para pelayan akan menuruti kemauan nya.

Mbok Ijah yang melihat perubahan Anabelle, begitu terkejut, tapi dia mencoba mengontrol dirinya.

"Nak, kamu sangat cantik seperti Nyonya, bahkan lebih cantik, lihatlah tinggi badanmu sama anak-anak umur 13 tahun, ucap Mbok Ijah.

"Katanya mau ke pasar, ucap Anabelle.

Ya sudah ayo, pak Parjo sudah menunggu disamping rumah.

Saat Anabelle membuka pintu mobil, dia bertemu pandang dengan Ayahnya, tapi dia tidak tersenyum, sementara ayahnya hanya melongo melihat Anabelle yang acuh kepadanya.

"Apakah itu Anna? Batin Sebastian.

Lamunan Sebastian buyar karena di panggil Sara untuk sarapan, dalam pikirannya baru tersadar jika dia memiliki seorang Putri bungsu.

Dipasar, mbok Ijah terus berbelanja, sedangkan Anabelle seperti biasa mengekornya, dan membantu membawa belanjaan mbok Ijah.

Dirasa cukup, mereka berdua mampir makan bakso, para langganan mbok Ijah sangat mengenal Anabelle, karena sedari kecil dia sudah ikut kepasar, makanya hari ini dia menuai banyak pujian, hingga di warung bakso pun seperti itu.

Anabelle yang memang rendah hati, hanya tersenyum sambil bercanda dengan ibu-ibu yang berjualan

Mbok Ijah juga pamitan dengan mereka, dengan alasan mau istirahat sebentar, karena sudah 20 tahun bekerja.

Nama Anabelle tidak boleh disebut di kediaman utama, jadi memang tidak siapapun yang tamu yang datang, bahkan Kakek neneknya dari sebelah ayahnya yang datang, hingga para sepupu dan paman juga bibi, tidak akan ada satupun dari mereka mengingat Anabelle.

Besok adalah hari Minggu, rencananya ada acara di Kediaman Utama, makanya hari ini mbok Ijah belanja sangat banyak, beberapa kali mas Parjo mengambil barang dan langsung di masukkan ke mobil kijang Innova.

Selesai makan, mbok Ijah mengajak Anabelle ke sebuah lapak penjual baju, dan membelikan 2 potong kaos dan 1 celana jeans model abg.

"Ini hadiah bibi untukmu, ucap Mbok Ijah

"Terimakasih Mbok, singkat Anabelle.

Tiba di rumah, Anabelle membantu menurunkan barang belanja pasar dan hadiah Mbok Ijah.

"Nak, ini tabungan yang mbok kumpul untukmu, setiap bulan mbok sisihkan 1 juta untuk di tabung, terkadang lebih sejuta, Pin nya tanggal lahir Nak Anna, sebentar sore, bibi di jemput, setelah itu, Nak Anna tinggallah di rumah Nyonya, ucap mbok Ijah.

"Aku pergi hari Senin pagi lewat pintu samping, dan lewat tanah kosong, kemudian jalan kaki sebentar pas di pos utama Security, mereka juga sudah mengenal Anna, jadi seharusnya tidak repot, atau, pergi setelah mereka berangkat, ucap Anabelle memberitahukan rencananya.

1
Lembayung Siluet
👌👍
Anto Bob
/Good//Good//Good//Good//Good/
Wahyuningsih
Mantap thor mkun sru aza d tnggu upnya kmbli thor jgn lma2, upnya yg buuanyk n hrs tiap hri sellu jga keshtn istrht yg ckp mkan tept wktu sellu seeeeeeeemaaaaaangaaaaaaaaaaat jgn ampe kndor 😁😁😁😁😁😂😂😂
H.Winariyanto, MP.d
Luar biasa
Ty
hmmm.....🤔🤔
Kadek Dediah
lg seru , semangat thor
Erna Fkpg
wah ternyata makin kesini ceritanya makin bagus dan seru
Ayu Septiani
waaaah.... gunawan tua ternyata sudah menjelma menjadi iblis
Yulay Yuli
terlalu pinter ukuran ank 11 tahun
Leni Ani
lanjut
Apud Tahu
ayo lawan biar nyaho tu aki'
Apud Tahu
mantap gitu dong jgn mau di tindas 👍👍👍👍
Ayu Septiani
lanjut up lagi thor.... semangat
Meti Wati
setiap membaca ceritanya
khayalan qu pun semakin tinggi
Kadek Dediah
seru nih ceritanya makin semangat baca,
Erna Fkpg
si tua itu kira2 meninggal karena apa y penasaran
Erna Fkpg
GK sabar gmn kedepannya nasib negara dan perusahaan yg memutus kerjasama dengan perusahaan punya nenek arimbi
Ryan Suhat
Luar biasa
Ty
bagi dikit lah buatku 😉🤭😄
Ty
alamakk.....dah ga guna jadi laki tuhh 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!