"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cinta semusim 20
"kasihan?" ulang Or ji oh seperti tidak percaya, melihat kearah Seol, lalu kembali melihat kepada kucing kecil ditangannya. "hmm, mungkin saja" katanya pada akhirnya setelah melihat bawah kucing itu masih kecil, sambil sesekali menggerakkan jari telunjuknya bermain dengan kucing tersebut, karena sejak tadi kucing itu memang terus memainkan jarinya, dengan mencoba menangkap tangan Or ji oh dan menggigitnya pelan.
Membuat Yin tak lagi berkomentar, "ya sudah letakkan kucing itu didapur, jangan biarkan dia berkeliaran sembarangan dan mencakar orang." perintah Yin akhirnya sambil memperhatikan tangan Or ji oh yang sedang bermain dengan kucing kecil tersebut, karena kucing tersebut benar-benar sangat lincah dan suka bermain, ia bahkan jadi takut kalau kucing itu sampai melukai tangan Or ji oh.
"baik nyonya besar" jawab Seol dan bersiap mengambil kucing kecil tersebut, namun Or ji oh masih bermain dengan nya, "siapa namanya?" tanya Or ji oh bertanya pada Seol tentang nama kucing kecil itu, tanpa mempedulikan orang-orang yang sejak tadi memperhatikannya. "Mery" kata Seol menjawab pertanyaan Or ji oh, "Mery?" ulang Or ji oh dengan sedikit tergelak tanpa suara, karena tidak percaya Oh pil sun memberi nama sebagus itu kepada seekor kucing.
"ya nyonya muda" jawab Seol dengan sedikit menyakinkan. "hmm" dan lagi-lagi Or ji oh tersenyum. "hmm, nama yang bagus." kata Or ji oh sambil mengulum senyum dan mengacungkan ibu jarinya, setelah memberikan kucing kecil itu kepada Seol.
"bawa dia ketempat aman" katanya lagi sebelum Seol membawa kucing kecil itu, karena ia tidak ingin kucing itu sampai terluka atau tidak sengaja terinjak orang, sebab dirumah itu sedang banyak orang. "baik nyonya muda" jawab Seol dan segera membawa kucing kecil itu bersama nya.
Sementara Or ji oh kembali berdiri, "bagaimana dengan kaki yang dicakar tadi? apakah terluka?" tanya ibu pimpinan bertanya kepada Or ji oh sekaligus mengingatkan Yin, "benar!" kata Yin sadar, "dimana kaki yang dicakar tadi? tunjukkan pada ibu!" perintahnya sambil mencoba memeriksa kaki Or ji oh.
"ya Tuhan, panjang sekali! bagaimana kalau nanti infeksi?" ujar Yin terlihat cemas dan juga panik begitu ia melihat bekas cakaran yang sedikit berdarah di kaki kanan Or ji oh, yang menurutnya cukup panjang. Luka itu tercipta karena Or ji oh tidak sengaja menginjak ekor kucing kecil itu tadi, sontak membuat ibu pimpinan juga panik, "cepat panggil dokter!" perintah ibu pimpinan kepada pelayannya setelah melihat kearah yang ditunjukkan oleh Yin,
Terdengar lebay memang untuk orang yang tidak mengerti, bahkan ibu Ji Ming sampai melongok dan kemudian menggeleng-gelengkan kepala pelan, saat ibu pimpinan dan Yin tidak melihatnya, karena untuk luka sekecil itu ibu pimpinan bahkan sampai memanggil dokter keluarga.
Sementara Or ji oh tidak bicara apa-apa, bahkan ia hanya pasrah saat dokter datang dan memeriksa luka di kakinya dihadapan semua orang, awalnya dokter itu hanya memperhatikan bagian kaki Or ji oh yang terkena cakaran, lalu kemudian mengobatinya dengan mengoleskan beberapa kali obat secara bergantian kepada luka di kaki Or ji oh, dimulai dengan Antiseptik, lalu obat untuk mengeringkan luka, dan yang terakhir adalah cream menghilangkan bekas luka, agar lukanya tidak meninggalkan jejak.
"luka itu harus benar-benar sembuh tanpa meninggalkan bekas!" kata Yin pada dokter yang sedang mengobati luka cakaran kucing di kaki Or ji oh, padahal dokter itu sudah tahu Yin akan mengatakan itu, karena itu setelah mengoleskan cream penghilang bekas luka ia pun memberikan suntikan untuk mempercepat proses penyembuhan dan menyuntikkannya ke lengan kiri Or ji oh.
Karena dokter itu sangat tahu, kecantikan adalah nomor satu bagi wanita di keluarga oh, bahkan Yin yang sudah berusia lima puluh enam tahun masih terlihat awet muda dengan kulit yang mulus, yang selalu dirawat dengan rutin baik dari dalam maupun dari luar, begitu pun dengan ibu pimpinan yang telah berusia tujuh puluh lima tahun, ia masih terlihat cantik meski kulitnya sudah mulai sedikit keriput dibeberapa bagian.
Jadi tidak heran kalau ibu pimpinan dan Yin terlihat seperti lebay. Selain itu meski ini adalah pertama kali ia bertemu dan merawat Or ji oh, namun dari kecantikan dan kulit mulus yang begitu terawat sudah membuatnya tahu bahwa Or ji oh juga bukan gadis biasa, jadi tentu saja dia akan memberikan pengobatan yang terbaik. "nyonya besar tidak perlu hawatir dalam hitungan hari luka ini akan sembuh tanpa meninggalkan jejak." kata dokter itu akhirnya setelah selesai mengobati kaki Or ji oh.
"selain itu lukanya juga hanya di bagian kulit luar dan juga tidak dalam." lanjut dokter itu menjelaskan, "jadi proses penyembuhnya akan sangat cepat." kata dokter itu mengakhiri penjelasannya, membuat Yin dan ibu pimpinan menjadi tenang, "syukurlah" jawab Yin dan ibu pimpinan bersamaan, karena mereka tak perlu lagi cemas.
Sedangkan Or ji oh langsung berterima kasih setelah dokter itu benar-benar selesai mengobati lukanya "terimakasih ya dok, maaf sudah merepotkan dokter." kata Or ji oh berterima kasih karena merasa tidak enak, karena untuk luka sekecil ini sampai harus merepotkan dokter tersebut. "sama-sama nyonya muda, lagi pula ini memang tugas saya sebagai dokter keluarga oh." jawab dokter itu sambil tersenyum bahwa ia sama sekali tidak masalah.
Melihat dokter itu tersenyum akhirnya Or ji oh pun ikut tersenyum, "baiklah, karena tugas saya sudah selesai kalau begitu saya pamit sekarang." kata dokter itu kemudian memohon izin untuk pergi, "hmm, silakan dokter" jawab Yin "Seol, tolong antarkan dokter, keluar! " dan memerintah kepada Seol untuk mengantarkan dokter itu sampai keluar sebagai tatakrama dari pemilik rumah.
"silakan dokter" kata Seol cepat kepada dokter itu setelah menerima perintah, sembari mempersilahkan dokter itu untuk jalan duluan didepannya , "hmm, terimakasih" jawab dokter itu dan jalan lebih dulu.
"huft, hujan lagi!" dengus Hyu Ming kesal saat ia melihat keluar jendela setelah Seol pergi mengantarkan dokter itu, Sontak membuat semua juga melihat keluar jendela yang telah basah oleh air hujan yang cukup lebat, "hah! seperti nya kita tidak akan bisa pulang hari ini." celetuk Ye eun terlihat sedih, karena saat hujan lebat seperti ini biasanya jalan untuk menuju desa-desa tertentu akan ditutup, karena curah hujan yang lebat biasanya membuat jalan menjadi licin, dan untuk mengurangi resiko kecelakaan biasanya akan terjadi penutup beberapa titik jalan sampai hujan berhenti dan jalan kembali kering.
Padahal dia sudah tidak nyaman berlama-lama dirumah keluarga oh, sementara Or ji oh yang mendengar itu langsung melihat kearah Ye Eun, awalnya Or ji oh hanya melihat Ye Eun dengan pandangan biasa, namun saat ia melihat kedua anak Ye Eun dan juga Ji Ming yang berada disebelah Ye Eun, seketika kening Or ji oh sedikit mengkerut, "Ye Eun?!" gumam Or ji oh didalam hatinya, tadi dia memang tidak terlalu memperhatikan wajah semua orang, karena masih sedikit mengantuk tapi dipaksa untuk ikut makan siang bersama.