NovelToon NovelToon
Suami Rahasia

Suami Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Beda Usia
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: candra pipit

Clarindra Arabella, siswi kelas tiga SMA yang tinggal selangkah lagi menuju kelulusan, tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah dalam satu keputusan sepihak.
Di saat teman-temannya sibuk mempersiapkan ujian akhir dan masa depan, Clarindra justru dipaksa menerima kenyataan pahit—ia harus menikah.
Bukan dengan pria seusianya.
Melainkan dengan seorang pria dewasa… yang bahkan tak pernah ia kenal.
Demi alasan sederhana namun kejam—orang tuanya akan pindah ke luar negeri, dan mereka tak ingin meninggalkan putrinya sendirian.
Di balik keputusan itu, tersembunyi kesepakatan antara dua keluarga besar.
Nama besar keluarga Hardinata menjadi jaminan keamanan Clarindra… sekaligus awal dari keterikatannya.
Zavian Hardinata.
Pria itu bukan sekadar pewaris keluarga kaya raya. Ia adalah sosok bebas, penuh pesona, namun sulit dikendalikan. Seseorang yang lebih terbiasa bermain dengan hidupnya sendiri… daripada terikat dalam satu hubungan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon candra pipit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Canggung

Akhirnya mereka sampai juga ditempat peristirahatan. Tempat ini memang bukan puncak tertinggi karena memang ditujukan untuk piknik keluarga bukan pendakian profesional.

Perjalanan hampir dua jam dari bawah menuju puncak terbayar sudah dengan pemandangan yang di suguhkan. Hamparan rumput hijau membentang luas di depan mata. Deretan pegunungan kecil tertutup awan putih dengan background langit biru ditambah lagi danau jernih dengan air yang tenang serta angin sepoi-sepoi menyambut keluarga ini.

Ada beberapa pengunjung lain yang sudah lebih dulu datang. Hari ini tidak ramai jika dibanding dengan hari libur yang seperti lautan manusia. Dengan begini bisa menikmati pemandangan lebih puas.

Tikar besar sudah tergelar lengkap dengan berbagai makanan yang dibawa Mommy Eliza sejak subuh tadi.

Mereka makan bersama sambil bersenda gurau.

Clarinda duduk sambil memeluk kedua lututnya. Meskipun cerah tapi hawa disini lumayan dingin. Hoddy kebesaran yang ia pakai membuat tubuh mungilnya tampak semakin kecil. Sementara di sisi lain...

“Zav! Jangan injek rotinya!” protes Mommy Eliza.

“Nggak sengaja Mom. Tikarnya sempit," elaknya.

"Sempit apanya. Itu masih kosong," protes Mommy Eliza lagi.

Di sebelah Zavian memang kosong. Masih bisa dihuni dua orang lagi.

"Clea, agak geser... jangan berjauhan gitu dengan suamimu," Daddy Alan angkat bicara. Ia bersiap memotret.

Clarinda melirik tempat kosong di sebelahnya itu lalu melihat Zavian.

"Kenapa? Nggak mau disebelahku?" Suara Zavian ketus. "Padahal tadi juga nempel."

"Cih!" Gerutu Clarinda.

"Ayo sayang...," kini Mommy Eliza yang nyuruh. Dengan terpaksa Clarinda menggeser duduk nya lebih dekat dengan Zavian.

Daddy Alan yang sedari tadi sibuk memegang kamera hanya tertawa kecil melihat mereka.

Cekrek.

Cekrek.

Cekrek.

“Bagus,” gumam Daddy Alan puas sambil melihat hasil foto di layar kamera. “Natural banget."

“Hahaha! Kalian harus lengket terus, senang lihatnya," Kakek Damar juga ikutan. Ia menikmati sosis bakar untuk ketiga kalinya.

“Iiihhh... Siapa juga yang mau lengket sama dia terus?” gerutu Clarinda lirih tapi terdengar oleh Zavian.

"Munafik!"

Mereka saling melirik.

Lalu sama-sama membuang muka.

Mommy Eliza menggeleng pelan sambil tersenyum gemas. “Kalian tuh cocok banget deh."

“NGGAK!” jawab keduanya lagi secara kompak.

Daddy Alan malah makin semangat memotret.

Cekrek!

“Ini bagus banget,” katanya antusias. “Couple denial.”

Namun belum juga suasana tenang...

Clarinda tiba-tiba mengambil sosis bakar terakhir di atas piring.

Mata Zavian langsung membelalak.

“Itu punyaku!”

“Siapa cepat dia dapat," dengan santainya gadis itu menggigit sosis tersebut tepat di depan wajah Zavian.

“Hmm enak.”

Ia berdiri akan mencari tempat lain agar tak ada yang menganggunya menikmati sosis kesukaanya.

Tapi Zavian langsung mengejarnya. Mereka mengelilingi tikar piknik.

“Balikin!”

“Nggak mau! Enak aja!"

Clarinda menjulurkan lidahnya. "Tuh, tuh, tuh... masih banyak yang bisa kau makan, Pak Tua!" Memang banyak makanan lain tapi Zavian belum sempat menikmati sosis bakar itu.

“Kusumpahin glinding kamu!”

“Biarin! Wek!"

Tak lama kemudian....

"Aaaaa....!!!"

Clarinda terpeleset rumput licin. Sosisnya terjatuh dan kotor.

“Astaga!” Mommy Eliza refleks berdiri.

Namun tubuh Clarinda lebih dulu ditangkap Zavian sebelum benar-benar jatuh. Tangan pria itu melingkar erat di pinggang Clarinda sementara Clarinda otomatis memegang bahu Zavian.

Hening.

Angin gunung berhembus pelan menerbangkan rambut Clarinda.

Wajah mereka dekat sekali.

Sangat dekat.

Mata Clarinda berkedip gugup.

Sedangkan Zavian tiba-tiba lupa bagaimana cara bernapas normal.

Daddy Alan yang melihat itu langsung heboh sendiri.

Cekrek!

Cekrek!

Cekrek!

“YA AMPUN BAGUS BANGET!” serunya semangat.

Zavian langsung sadar lalu melepas Clarinda cepat-cepat. Pipi keduanya sama-sama merah.

Kakek mengulum senyum sambil menyeruput kopi. “Mereka cocok dari angle manapun.”

***

Hari ini Clarinda kembali masuk sekolah setelah masa skorsing.

Mommy Eliza berkacak pinggang di meja makan. “Pokoknya kalian harus berangkat bareng!”

Clarinda hampir tersedak susu. “Hah?!”

Zavian sedang membaca berita di tablet tidak merespon.

“Tujuan kalian sama. Ngapain sendiri-sendiri."

“Tapi—” Clarinda ingin protes.

“Nggak ada tapi-tapian!” Mommy Eliza sudah kekeh dengan kemauannya.

Clarinda melirik Zavian tapi lelaki itu malah santai menyeruput kopi tanpa melepas pandangannya dari tablet.

Pengkhianat, batin Clarinda.

Akhirnya mereka pun pasrah. Berangkat ke sekolah bersama. Sepanjang perjalanan suasana di mobil super canggung.

Clarinda main ponsel. Buka tik tok, Facebook, Instagram dan lainnya pokok menghilangkan kecanggungan.

Zavian fokus menyetir. Tidak ada yang bicara.

Saat jarak sekolah tinggal sekitar dua ratus meter Clarinda langsung panik.

“Turunin di gang depan!”

Tanpa banyak bicara Zavian menepikan mobil. Clarinda buru-buru membuka pintu.

Sebelum turun Zavian memberi peringatan.

“Pulang tepat waktu, jangan bertingah aneh-aneh!”

Clarinda memicingkan mata. “Emang aku anak TK apa?!"

“Kadang lebih parah.”

“Huh! Nyebelin!"

Mobil Zavian pergi meninggalkan Clarinda.

Gadis itu hendak memesan ojek online.

Namun kemudian berubah pikiran.

“Ah jalan kaki aja, telat dikit lebih seru," ia tersenyum sembari berjalan.

Udara pagi lumayan enak. Langkahnya terasa ringan pagi ini, santai. Sesekali menendang kerikil kecil di jalan.

TIN!

Sebuah mobil berhenti di sampingnya.

Kaca mobil turun perlahan memperlihatkan wajah orang yang ia kenali.

Rama.

“Clea... kok jalan?”

Clarinda sedikit kaget.

“Oh..., olahraga," jawab Clarinda asal. Rama mengernyit heran, jalan kaki dari rumah Clarinda terbilang lumayan jauh.

“Ayo naik.”

Awalnya Clarinda ragu. Namun jalan mulai macet karena mobil Rama berhenti terlalu lama. Klakson terdengar dimana-mana.

TIN TIN!

“WOI JALAN!” teriak pengendara yang ada di belakang.

Rama langsung salah tingkah.

“Cepat masuk Clea... sebelum gue dihajar massa.”

Clarinda akhirnya tertawa kecil lalu masuk.

“Sehat?” tanya Rama sambil mulai menyetir lagi.

“Ya begitulah.”

Sunyi lagi.

Keduanya sama-sama canggung.

Rama beberapa kali melirik Clarinda seolah ingin bicara tapi ragu. Sedangkan Clarinda sibuk melihat keluar jendela.

Mobil berhenti di halaman sekolah.

Namun tak ada yang langsung turun.

Rama menggenggam setir sedikit erat sebelum akhirnya bicara.

“Gue minta maaf.”

Clarinda menoleh. “Maaf kenapa?”

Rama menarik napas. “Waktu itu… buat Lo nggak nyaman.”

Clarinda tahu maksudnya.

Tentang Meta. Ketika Rama menggendong Meta ke UKS. Tentang perasaan aneh yang muncul setelahnya.

Ia tersenyum tipis. “Udahlah nggak usah dibahas.”

Lagipula Rama memang tidak salah. Menolong teman itu hal normal. Apalagi di saat genting.

Hanya saja…

Ada sesuatu yang terasa mengganjal di hati Clarinda waktu melihatnya.

“Yuk bentar lagi masuk,” ujar Clarinda sambil membuka pintu.

“Tunggu Cle…”

Clarinda menoleh lagi. "Hm?"

Rama tampak gugup. “Pulang sekolah kita nonton yuk.”

"Clarinda tak langsung menjawab.

“Berdua," ujar Rama lagi.

Mata Clarinda langsung berbinar licik.

AHA! Ini kesempatan emas untuk bebas!

Di rumah ada para tetua. Kalau pulang malam pasti aman karena Pak Tua nggak bisa marah seenaknya di depan orang tua.

“Baiklah,” jawab Clarinda sambil tersenyum lebar.

Senyum itu sukses membuat da da Rama terasa ringan. Tiga hari terakhir ia kepikiran terus takut Clarinda membencinya. Kini akhirnya lega.

Mereka turun dari mobil bersama lalu berjalan menuju gedung sekolah. Dan itu disaksikan hampir seluruh siswa.

Bisik-bisik mulai terdengar.

“Eh itu Clarinda sama Rama.”

“Pacaran ya?”

“Cocok banget sih.”

“Gila visualnya.”

"Tapi bukannya kemarin Rama gendong Meta."

"Pasti cemburu itu si Clarinda."

"Lihat mereka rukun lagi kok."

Tak jauh dari sana…

Sepasang mata tajam memperhatikan semuanya dari lantai dua.

Zavian.

1
Nona aan Chayank
Buaahahahhaha....🤣🤣🤣
partini
hemmm dah keliatan kamu kecintaan ma suamimu,aihhh why pihak cewek yg jatuh cinta duluan ga cowoknya ga pernah si saddddddd
Marini Suhendar
Dasar bocah😄
partini
ko cuma sama baby sitter doang apa duda anak satu ,, alamak tensi nanti suamimu cle
Titien Prawiro
Bagaimana jadinya
partini
👍👍👍
Erna Riyanto
ihh..pak tua bisa ae nyari kesempatan,pke pegang" segala🤣🤣
Marini Suhendar
Awas yah..nanti pada bucin kalian ya 😄
Marini Suhendar
Jangan cemburu pak tua😄
partini
ingio ingon wedus kaleee 😂😂
wah ada yg CLBK nih nanti jad jadi jendonggggg ,,
partini
kenapa selalu cewek yg klepek klepek duluan sih jarang bnggt cowoknya
partini
tinggal jaa kek yg lama cucu mu juga rada"suka keluar malam lupa pulang cucu mentu juga sama so 50/50
partini
jirrr Ampe lupa, maklumlah di club siapa sih yg ingat di rumah ga ada
partini
nah Lo habis megang apa gunung kembarnya 😂😂😂
nanti pasti terbayang bayang rasanya kenyal"
partini
😂😂😂😂 lah kaya bola di tendang
partini
hemmm SE anak kalian yg bikin ulah
partini
good story
partini
lanjut Thor Setu ceritanya
candra pipit: siap... lanjut 😍
total 1 replies
partini
lelaki bebas di luar OMG
partini
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!