Lanjutan Kings and Queens.
Amira Léopold, putri kesayangan Raja Arsyanendra Léopold adalah pemberontak sejati. Opa dan ayahnya sudah pusing dengan kelakuan putri Badung itu hingga suatu hari Amira nekad terbang ke New York dan ingin berkeliling Amerika dengan mobil ... sendirian. Tentu saja Arsya dan Sean ngereog hingga mengirimkan kepala keamanan kedutaan Belgia buat mengawal Amira. Putri Badung itu mengeyel tidak mau ada pengawal tapi Grady Daughetry adalah pengawal terlatih dan tetap mengawal kemana Amira pergi. Hingga keduanya sadar sama-sama saling jatuh cinta
8th generation of klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berpisah
Grady terkejut saat Amira mencium ujung hidungnya dan sang putri tampak santuy usai melakukannya. Jantung Grady berdegup kencang karena tidak tahu kalau Amira akan berani melakukan hal itu di public place yang mana paparazi pasti berkeliaran di kota Hollywood ini.
"Tuan putri ... " bisik Grady.
"Anggap saja kenang-kenangan bahwa aku mendapatkan banyak hal yang menyenangkan selama bersama kamu."
"Tapi ... Paparazi?"
"Bodo amat ! Toh aku sudah kembali ke Brussels nanti malam. Sekarang, kita makan enak dulu. Lalu langsung ke LAX karena tahu harus memasukkan barang-barang bawaanku serta urusan imigrasi yang ribet !" jawab Amira santai.
Grady hanya tersenyum. "Suka-suka tuan putri saja deh."
Amira mengangguk sambil tersenyum manis. "Tapi aku serius, kehilangan kamu, Grady."
Grady menatap lembut Amira. "Bisa jadi apa yang terjadi kemarin hanya emosi sesaat."
"Well, kita lihat saja nanti. Apakah memang benar kita hanya emosi sesaat atau tidak." Amira melanjutkan acara makannya.
***
LAX , Los Angeles International Airport khusus VIP
Grady baru sadar jika bawaan sang putri sangatlah banyak ! Padahal saat datang, dia hanya membawa satu koper dan duffle bag tapi kenapa jadi bertambah satu koper lagi?
"Jadi koper baru ini?" tanya Grady sambil mengeluarkan koper baru Amira.
"Isinya oleh-oleh," jawab Amira sambil memperlihatkan paspor diplomatik nya ke bagian imigrasi dan di seberang pintu masuk dari area itu sudah berdiri Imelda bersama dengan dua pengawal lainnya.
"Oh baiklah." Grady memberikan koper-koper itu ke mesin scanner lalu berdiri tegap seperti biasanya saat dia mengawal.
"Anda boleh masuk princess Amira Léopold," senyum petugas imigrasi itu.
"Baik. Sebentar, aku mau berpamitan dengan pengawal aku." Amira berbalik ke arah Grady. "Jangan memaksakan diri untuk bergegas pulang ke New York. 41 jam itu waktu yang lama. Split time saja daripada kamu tumbang."
"Baik tuan putri," jawab Grady sambil menatap mata biru Amira dengan lembut.
Amira menepuk pipi Grady. "Berhati-hatilah."
"Baik tuan putri."
Amira menatap Grady lama lalu gadis itu mencium bibir pengawalnya dan pria itu pun reflek memeluk tubuh Amira. Imelda dan dua pengawalnya hanya bisa melongo melihat adegan itu dan mereka sudah panik jika Sean dan Arsyanendra tahu, bakalan ramai ini.
"Aku pulang dulu. Selesaikan urusan kamu dengan Lisa," bisik Amira setelah mencium bibir Grady.
"Baik tuan putri." Grady mencium kening Amira sesaat sebelum gadis itu masuk ke seberang bagian imigrasi.
Amira melambaikan tangannya ke Grady yang membalasnya sambil mengucapkan 'be careful' tanpa suara. Amira mengangguk lalu berjalan bersama Imelda dan dua pengawalnya menuju pesawat yang sudah siap tinggal landas menuju Brussels Belgia.
Grady menunggu sampai pesawat itu pergi baru dia kembali ke mobilnya yang diparkir VIP. Di dalam mobil, Grady menghela nafas panjang berulang kali sebelum menjalankan mobil merahnya itu keluar dari bandara menuju tol untuk kembali ke New York.
Grady memutuskan untuk membuat perjalanannya menjadi tiga hari demi bisa tetap fit menyetir. Grady tidak mau dirinya mengalami kecelakaan apalagi tugasnya di New York sudah menumpuk.
***
Dalam Pesawat Pribadi milik keluarga Léopold
Amira menatap ke arah jendela yang gelap dengan perasaan campur aduk. Satu sisi dia senang bisa healing sebelum kena hectic tugas-tugas dua kerajaannya tapi sisi lain, dia sudah kangen usil ke Grady. Amira tahu ini bukan emosi sesaat tapi dia sudah suka dengan pengawalnya. Amira belum pernah merasakan ini, tidak juga dengan tawaran berkencan pangeran Spanyol dan pangeran Swedia.
Pangeran Spanyol kan masih saudara jauh, kasarannya. Amira tidak suka dengan pangeran Alfonso karena dia aslinya playboy, sangat beda kelakuannya dengan ayahnya yang kalem.
"Anda baik-baik saja tuan putri ?" tanya Imelda sambil memberikan kopi ke Amira.
"Tidak Imelda. Aku sudah pening dengan daftar tugas aku baik di Belgia maupun Belanda." Amira menerima kopinya. "Terima kasih, Imel."
"Apakah anda sudah rindu dengan Grady Daugherty?" tanya Imelda sambil duduk di depan Amira.
"Mungkin ...." Amira menyesap kopinya. "Pria itu pria baik tapi kekasihnya kamu tahu sendiri kan?"
Imelda tersenyum. "Tuan putri, jangan menjadi perebut kekasih orang. Jika memang Grady ada perasaan kepada anda, pasti dia akan menyelesaikan semua permasalahan dengan Lisa. Apa kata King Father dan yang mulia saat tahu anda menjadi perebut kekasih orang ?"
"Iiiisshhhh ... Hampir terpikirkan, Imelda."
Imelda langsung tampak shock. "Tuan putri !"
"Hampir, Imel, hampir ...." Amira tersenyum menatap pengawalnya di Belgia.
"Jangan ya princess ya." Imelda memegang tangan Amira dengan wajah penuh permohonan. "Bisa jadi skandal nanti."
"Kayaknya seru tuh !"
"Tuan putri !"
***
Colorado, Ranch Daugherty
Grady memaksakan diri untuk tiba di Colorado setelah menempuh waktu 16 jam dengan tiga kali pemberhentian. Pria itu ingin beristirahat di rumah kedua orangtuanya sebelum melanjutkan ke New York. Grady sudah memperhitungkan akan menginap di Chicago sebelum ke New York karena dia yakin tidak akan kuat menyetir dari Colorado yang membutuhkan waktu 27 jam sampai New York.
Anna menyambut kedatangan putranya dengan tangan terbuka dan Grady langsung memeluk ibunya. Entah bagaimana, Anna tahu jika Grady menyimpan masalah yang cukup berat dan berhubungan dengan Amira dan Lisa.
***
"Jadi kamu tahu Lisa selingkuh dari Amira ?" tanya Matthew ke putranya saat mereka makan siang bersama.
"Tuan putri menggunakan resource nya untuk mencari tahu soal Lisa. Tuan putri juga bilang, jika Lisa memang baik untukku ... go for it." Grady memasukkan potongan daging ke dalam mulutnya.
"Kamu sudah mulai bergeser ya? " tebak Anna.
"Eh? Apa maksud mommy?" Grady menatap Anna bingung.
"Kamu suka Amira bukan? Jujur, kami berdua suka dengan tuan putri tidak manja itu. Cuma kita tahu kan kalau kita orang biasa tapi yang namanya cinta itu ... cinta yang tulus, pasti akan menemukan jalannya. Mungkin ini jalan kamu, Grady. Kamu diperlihatkan siapa Lisa sebenarnya sebelum kamu mulai serius. Jika kalian masih pacaran saja, dia sudah berani selingkuh dari kamu, bagaimana kalau sudah menikah? Kamu akan merasa sakit hati setiap hari dan nilai kepercayaan kamu ke Lisa akan minus seratus !" jawab Anna.
"Kamu akan paranoid setiap dia syuting. Bukan tidak mungkin kan dia akan melakukan hal yang sama karena sudah terbiasa?" timpal Matthew.
Grady termenung. "Biar aku selesaikan dulu masalah aku dan Lisa. Soal tuan putri, biar aku pikirkan nanti."
Anna dan Matthew mengangguk, memberikan kesempatan pada putranya untuk bersikap tegas. Anna dan Matthew tidak rela jika putra kebanggaan mereka dipermainkan oleh seorang wanita yang tidak bisa menjaga martabatnya.
***
Brussels International Airport
Amira turun dari pesawat dan melihat kakaknya, Akira, datang menjemputnya dengan wajah dingin. Pria itu menunggu sampai adiknya berdiri di depannya.
"Ada apa mas ?" tanya Amira.
Akira tidak menjawab tapi memperlihatkan iPadnya. "Bisakah kamu menjelaskan ini pada Daddy dan Grandpa?"
Amira melihat foto dirinya berciuman di bandara dan mencium hidung Grady di restauran. "Fotonya bagus ...."
Akira mendelik. "Dik!"
"Aku memang naksir Grady ... Bahkan aku sudah tidur dengannya."
Akira melongo. "Astaghfirullah !"
***
Yuhuuuu up malam Yaaaaa
Maapkeun Eike masih belum well banget.
Thank you for reading and support author
don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
mas arsya ga pkir2 dlu buat jmput amira????kl dia ga mau plang gmna????
bakalan mulus nih jalan Grady sama princess Amira, kalo yang ngomong queen mother pasti raja Arsya nggak bakal pikir pikir dulu 😅😅😅
yg sok jd phlwan....bknnya dpt pnghrgaan,mlah cma dpt malu doang kn....mna pnjra mnnti....
sokoooorrr.....
makanya mau melakukan apapun itu pikir pikir dulu seperti raja Arsya, padahal kebanyakan gedubrakan dulu pikir belakangan😅😅🤭