NovelToon NovelToon
PEMBALASAN DENDAM SANG PEMBERSIH JEJAK

PEMBALASAN DENDAM SANG PEMBERSIH JEJAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mafia
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Blurb:

​Dikhianati dan diledakkan di dalam mobilnya sendiri, Kara, algojo terbaik Aegis Syndicate, lolos dari kematian. Enam bulan kemudian, dia menyamar sebagai Riana. Bukan membawa peluru, dia datang membawa kacamata tebal, buku pedoman karyawan, dan kartu pengenal Manajer HRD.

​Aegis Corp adalah kedok pencucian uang raksasa yang sangat takut pada audit pajak negara. Riana memanfaatkan celah itu untuk menghancurkan mereka dari dalam. Algojo menolak rotasi kerja? Pecat. Petinggi mafia mangkir tugas? Cabut asuransinya. Bos mafia mau kabur bawa uang perusahaan? Blokir rekeningnya dengan alasan belum mengembalikan laptop kantor!

​Balas dendamnya berjalan mulus, sampai Jace bergabung menjadi petugas kebersihan. Pewaris sindikat musuh yang sedang menyusup itu malah salah fokus. Bukannya meretas data server Aegis, Jace keasyikan menonton HRD culun itu membuat para monster dunia bawah tanah menangis memohon ampun hanya lewat selembar Surat Peringatan Ketiga.

​"Welcome to the real hell."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Syarat Sebuah Aliansi

​​"Tebakan yang sangat berani untuk seorang pria bersapu ijuk."

​Jawaban itu keluar dari bibir Riana dengan nada suara yang mematikan. Perempuan itu sama sekali tidak menyangkal, tidak juga mengangguk membenarkan. Sebagai gantinya, tangan kanan Riana melesat menembus udara dengan kecepatan penuh yang sama sekali tidak bisa ditangkap oleh mata orang biasa.

​Bukan sebuah pukulan mengepal, melainkan hujaman ujung jari yang sangat kaku dan lurus, mengincar telak tepat ke arah jakun di tenggorokan Jace. Satu serangan maut yang murni dirancang untuk menghancurkan saluran udara musuh dalam hitungan detik.

​Jace membelalakkan matanya. Dia refleks membuang handuk di tangannya dan menyilangkan kedua lengan kekarnya di depan leher.

​BUAK!

​Hantaman ujung jari Riana menabrak keras pertahanan lengan bawah Jace. Pria tinggi tegap itu sampai terdorong mundur dua langkah ke belakang akibat tenaga dorongan yang luar biasa mengerikan dari seorang wanita bertubuh jauh lebih kecil darinya. Jace meringis pelan, merasakan tulang lengannya berdenyut nyeri.

​"Oke, oke! Gue menyerah total!" seru Jace buru-buru mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi ke udara, membuka pertahanannya untuk menunjukkan bahwa dia tidak berniat membalas serangan sama sekali. "Jangan bunuh sekutu potensial lo di ruang rapat yang sudah penuh bau darah ini, Kara!"

​Riana tidak menurunkan kuda-kudanya. Mata pembunuhnya menatap tajam setiap inci pergerakan pria di depannya.

​"Seorang petugas kebersihan yang tahu nama asli gue, bisa membaca dokumen rahasia bersandi pasar gelap, dan mampu menahan serangan maut tanpa patah tulang," desis Riana dingin. "Lo jelas bukan penyusup kelas teri yang cari makan dari sisa sampah gedung ini. Buka kedok lo sekarang, sebelum gue benar-benar merobek leher lo."

​Jace menurunkan kedua tangannya perlahan. Senyum bodoh dan jenaka yang sedari tadi menempel di wajahnya luntur tak berbekas. Postur tubuhnya yang tadinya sengaja dibuat sedikit membungkuk kini berubah tegap sempurna. Aura kekuasaan, keangkuhan, dan dominasi tingkat tinggi langsung memancar kuat dari pria berseragam biru muda tersebut.

​"Nama gue Jace Diwantara," ucap pria itu dengan suara berat dan penuh wibawa. "Pewaris tunggal Diwantara Group."

​Mata Riana sedikit menyipit dari balik rambut basahnya. Diwantara Group. Tentu saja dia tahu nama itu. Sindikat mafia terbesar kedua di negara ini, musuh bebuyutan abadi Aegis Corp dalam memperebutkan wilayah pasar gelap dan jalur penyelundupan pelabuhan kargo. Musuh yang sama yang rencananya akan diserbu oleh Boni malam ini sebelum Riana membatalkan izin mobil van mereka.

​"Pewaris tahta sindikat musuh rela menyamar jadi tukang pel lantai di markas lawan," sindir Riana tanpa mengubah posisinya. "Hobi orang kaya memang kadang sangat di luar nalar."

​Jace tertawa pelan mendengarnya. Dia berjalan selangkah mendekati meja rapat, menyandarkan pinggulnya ke tepian meja kayu jati yang bersih dari noda darah.

​"Gue menyusup ke sarang tikus ini secara pribadi untuk mencari celah menghancurkan bos besar lo, si Bramantyo," jelas Jace terbuka tanpa ada yang ditutupi. "Aegis Corp sudah terlalu lama mengganggu wilayah bisnis keluarga gue. Rencana awalnya cuma meretas server utama dan mencari bukti pencucian uang mereka. Tapi siapa sangka, gue malah menemukan harta karun yang jauh lebih mematikan."

​"Dokumen pesanan C4 di ruang arsip," potong Riana cepat, otaknya langsung merangkai fakta dari kejadian dini hari tadi. “Gue tahu loe mengambilnya, bodoh!

​"Tepat sekali. Lembaran berstempel tengkorak merah jambu," Jace menjentikkan jarinya. "Ditambah rekaman CCTV parkiran saat lo menghancurkan tulang empat preman kiriman Gideon dalam dua menit. Lalu keberanian gila lo menantang Boni si komandan psikopat lewat pengeras suara. Dan puncaknya... refleks bertarung lo menahan tendangan pembunuhku barusan. Semuanya sangat pas. Manajer HRD culun bernama Riana ini adalah reinkarnasi dari Kara sang algojo legendaris yang dikhianati bosnya sendiri."

​Riana berdiri tegak. Dia menurunkan lengannya dan merilekskan otot-otot bahunya. Kepura-puraan sudah tidak ada gunanya lagi di depan pria ini.

​"Lalu apa mau lo sekarang, Jace Diwantara? Lo mau lapor ke Bramantyo supaya gue dieksekusi lagi untuk kedua kalinya?" tantang Riana datar.

​"Gue bukan orang bodoh yang membuang senjata paling mematikan ke tangan musuh," balas Jace cepat. Dia mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap lurus ke dalam mata Riana. "Gue menawarkan kerja sama yang sangat saling menguntungkan buat kita berdua."

​Riana melipat tangannya di dada, menunggu kelanjutan kalimat pria itu.

​"Kita punya musuh utama yang sama persis," lanjut Jace dengan nada meyakinkan. "Gue sangat yakin, lo punya rencana gila menghancurkan Aegis Corp dari dalam pakai jalur administrasi birokrasi yang bikin para bos mafia itu mati kutu. Gue akui, itu strategi paling brilian dan menyakitkan yang pernah gue lihat. Tapi lo butuh bantuan. Lo tidak bisa selamanya menutupi jejak lo sendirian dari kecurigaan petinggi lain."

​"Gue tidak butuh pelindung," tolak Riana dingin.

​"Bukan pelindung. Gue menawarkan posisi sebagai rekan kerja yang setara," ralat Jace sambil tersenyum miring yang sangat tampan. "Gue bisa bantu lo dari luar. Gue punya akses ke teknologi peretas tingkat tinggi, gue bisa bantu hilangkan jejak digital lo, hapus rekaman CCTV, dan memanipulasi arus informasi intelijen. Lo terus bergerak menghancurkan divisi mereka satu per satu dari kursi HRD, dan gue akan memastikan tidak ada yang bisa menyentuh lo dari belakang."

​Riana diam sejenak. Otaknya yang tajam berputar menghitung segala kemungkinan. Jace memang sudah membuktikan kemampuannya dengan menghapus rekaman CCTV di parkiran bawah tanah. Aliansi ini sangat masuk akal secara taktik. Diwantara Group butuh Aegis runtuh, dan Riana butuh semua bajingan di gedung ini hancur lebur tanpa sisa sebagai bayaran atas rasa sakitnya terbakar di dalam mobil.

​"Apa jaminan lo tidak akan menusuk gue dari belakang setelah Aegis hancur?" tanya Riana menguji kesetiaan sang pewaris.

​"Gue berani mempertaruhkan nyawa gue sendiri dengan masuk ke ruangan ini berdua saja dengan lo," jawab Jace sangat percaya diri. "Kalau gue mau membunuh lo, gue sudah bawa pasukan Diwantara menerobos masuk gedung ini. Kita ini sama-sama monster, Kara. Monster tidak pernah mengingkari janji pada sesama monster."

​Riana menatap Jace lekat-lekat selama beberapa detik. Hawa dingin dari baju basahnya mulai terasa menusuk kulit, tapi pikirannya sangat jernih. Memiliki bayangan luar seperti Jace memang akan sangat mempercepat proses balas dendamnya. Terutama untuk menghadapi Divisi Keuangan dan Logistik yang licin.

​"Kerja sama dengan pewaris sindikat musuh punya risiko yang sangat fatal," ucap Riana akhirnya, suaranya kembali datar dan tidak terbaca.

​"Hidup di dunia bawah tanah memang isinya cuma risiko maut, Bu Manajer," goda Jace lega karena melihat tanda-tanda persetujuan. Dia mengulurkan tangan kanannya ke depan. "Jadi, bagaimana? Kita sepakat menjalin aliansi?"

​Riana menatap uluran tangan besar pria itu. Alih-alih menjabatnya, Riana merogoh saku roknya yang basah kuyup. Dia mengeluarkan sebuah benda logam kecil yang terikat pada gantungan kunci sederhana berwarna hitam polos.

​Tanpa peringatan sedikit pun, Riana melempar kunci itu tepat ke arah wajah Jace.

​Jace menangkap kunci yang melayang itu dengan refleks cepat. Dia membalikkan telapak tangannya, menatap benda perak bergerigi itu dengan dahi berkerut bingung.

​"Kunci apa ini? Lo mau kasih gue fasilitas mobil dinas HRD sebagai tanda jadi aliansi kita?" tanya Jace asal tebak.

​"Itu kunci cadangan apartemen gue," jawab Riana dengan nada mutlak tanpa bantahan sedikit pun. Mata Riana menyorot sangat tajam, mengunci pergerakan Jace. "Lo pindah ke apartemen gue malam ini. Musuh dalam selimut harus tidur di bawah pengawasan gue langsung."

1
This Is Me
Yeyyyy....ditunggu up nya
Savana Liora: okeee
total 1 replies
This Is Me
Ini pancingan aja seprtinya
Maya Ratnasari
gilaa keren abiiiissss kau thor
Savana Liora
Halo. kontrak novel riana dan jace sudah othor terima hari ini. jadi, udah bisa crazy up ya. tp ga tiap hari juga crazy-nya. ntar malah othor yg setres 🤭 happy reading
Muft Smoker: yuuuuuk ,, sbntaar yx aq ambil Pisang goreng sama teh anget dluuu ,, 😁😁😁
total 5 replies
Muft Smoker
aduuuuh ,, bahayaaa tingkat tingkat niih ,,
semoga aj mereka gx ketahuan ,,


lanjuut kak
Muft Smoker
gx pernah gagal deeh cerita kak Savana 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Susilawati
penasaran, apa yg bakalan terjadi.
lanjut lagi thor 👍
Savana Liora: besok ya. mau tidur dulu 🙏🙏
total 1 replies
This Is Me
Waduh..bahaya menanti
Savana Liora: iyaa 😄😄
total 1 replies
This Is Me
Suka banget ceritanya.
Semoga segera dapat kontraknya ya
Semangat💪💪
Savana Liora: Aamiin. semoga dalam beberapa hari ini. sudah lolos 2 tahapan review. tinggal 1 tahap lg.
total 1 replies
Eli Rahma
ketahuan gk yaaaaccchhh
Savana Liora: kita liat besok pagi ya
total 1 replies
Septi Lahat
lanjut kan kak thor,, 💪💪💪
FHR
Makin menegangkan 😍
This Is Me
Proyek bersih² yang berhasil
Septi Lahat
hukumannya nggk maen2 ya🤔,,penggelapan dana lgsung dicincang😁
Savana Liora: iya. nggak bisa macam2 emang
total 1 replies
Rizky Manik
lanjut thor🤗🤗
Susilawati
hiii sadis banget perintahnya, digiling sampai habis semua badan nya si Frans.
Savana Liora: iyak. jadi pakan ikan
total 1 replies
Susilawati
wah senangnya author up lagi 👍👍👍
FHR
Apakah Bramantyo akan curiga siapa Riana sebenarnya?
Savana Liora: suatu saat akan curiga
total 1 replies
hana
makasih thor akhir nya up juga🙏🙏🙏🙏
Susilawati
jaga kesehatan dan terus semangat Thor 💪, di tunggu kelanjutannya 👍
Savana Liora: siapp kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!