NovelToon NovelToon
PEMBALASAN DENDAM SANG PEMBERSIH JEJAK

PEMBALASAN DENDAM SANG PEMBERSIH JEJAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mafia
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Blurb:

​Dikhianati dan diledakkan di dalam mobilnya sendiri, Kara, algojo terbaik Aegis Syndicate, lolos dari kematian. Enam bulan kemudian, dia menyamar sebagai Riana. Bukan membawa peluru, dia datang membawa kacamata tebal, buku pedoman karyawan, dan kartu pengenal Manajer HRD.

​Aegis Corp adalah kedok pencucian uang raksasa yang sangat takut pada audit pajak negara. Riana memanfaatkan celah itu untuk menghancurkan mereka dari dalam. Algojo menolak rotasi kerja? Pecat. Petinggi mafia mangkir tugas? Cabut asuransinya. Bos mafia mau kabur bawa uang perusahaan? Blokir rekeningnya dengan alasan belum mengembalikan laptop kantor!

​Balas dendamnya berjalan mulus, sampai Jace bergabung menjadi petugas kebersihan. Pewaris sindikat musuh yang sedang menyusup itu malah salah fokus. Bukannya meretas data server Aegis, Jace keasyikan menonton HRD culun itu membuat para monster dunia bawah tanah menangis memohon ampun hanya lewat selembar Surat Peringatan Ketiga.

​"Welcome to the real hell."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Tes Serangan Mendadak

​​

"Urusan gue sama Boni sudah selesai. Kalau dia tidak bisa pegang pulpen, gue yang akan cap jempol darahnya di atas surat pemecatan ini. Di dunia bawah tanah ini surat pemecatan dari gue harus ada tanda tangan atau stempel jempol pakai darah lo."

​Riana bangkit dari kursinya, berjalan mendekati Boni yang semakin pucat pasi. Perempuan itu sama sekali tidak memedulikan kedatangan Jace. Riana menarik paksa tangan kiri Boni yang gemetar hebat.

​Tanpa ampun sedikit pun, Riana menekan ibu jari pria raksasa itu ke genangan darah segar yang menetes dari hidungnya sendiri di atas meja kayu. Setelah ibu jari itu merah pekat, Riana menekannya dengan sangat keras ke kolom tanda tangan di atas surat pemecatan dan ganti rugi tersebut.

​Boni hanya bisa mengerang tertahan, mentalnya benar-benar hancur lebur melihat darahnya sendiri menjadi stempel pemecatannya.

​"Selesai. Administrasi lo beres," ucap Riana dingin sambil melempar tangan Boni dengan jijik.

​Riana kemudian menoleh ke arah petugas keamanan yang masih berdiri kaku di luar ruangan rapat.

​"Bawa empat sampah ini keluar dari lantai lima belas sekarang juga," perintah Riana mutlak. "Kirim mereka ke rumah sakit atau ke neraka sekalian, gue nggak peduli. Pastikan mereka tidak pernah menginjakkan kaki ke gedung Aegis Corp lagi."

Para petugas keamanan itu buru-buru masuk, memapah tubuh Boni yang merintih dan menyeret tiga anak buahnya keluar dari ruangan. Riana kembali duduk, mengambil selembar tisu basah kemasan kecil dari saku roknya yang kebetulan masih utuh, lalu membersihkan tangannya yang terkena sedikit darah Boni.

​Jace melangkah masuk ke dalam ruang rapat, menutup pintu kayu di belakangnya. Bunyi klik pengunci terdengar pelan. Kini hanya ada mereka berdua di dalam ruangan yang berantakan dan berbau amis tersebut.

​"Performa yang sangat efisien, Riana," puji Jace, suaranya mengalun santai namun penuh kewaspadaan. "Hujan buatan, kegelapan, dan pertarungan jarak dekat. Empat pembunuh bayaran tumbang dalam hitungan menit tanpa ada satupun tembakan yang meletus. Kalau Bos Gideon tahu Boni berakhir mengenaskan begini, dia pasti bakal berpikir seribu kali sebelum mencoba mengganggumu lagi."

​"Tugas lo di gedung ini sudah selesai, Jace. Pulang sana," usir Riana tanpa basa-basi. "Gue tidak butuh penonton bayaran untuk menilai kinerja divisi HRD."

​Jace tertawa renyah, melepaskan handuk putih bersih dari bahunya.

​"Ibu kelihatannya butuh ini lebih dari sekadar laporan kerja," kata Jace sambil melemparkan handuk tebal itu lurus ke arah wajah Riana.

​Riana mendongak sekilas, tangannya secara refleks terangkat untuk menangkap handuk yang melayang di udara. Gerakannya sangat alami, persis seperti orang biasa yang refleks menangkap barang jatuh.

​Namun, di detik yang sama saat ujung jari Riana menyentuh serat kain handuk tersebut, aura Jace mendadak berubah seratus delapan puluh derajat.

​Tidak ada lagi petugas kebersihan yang ramah atau pria tampan yang suka menggoda. Aura pembunuh yang sangat pekat dan buas meledak dari tubuh Jace. Pria itu menerjang maju dengan kecepatan yang sangat tidak masuk akal, memangkas jarak lima meter di antara mereka hanya dalam satu kedipan mata.

​Jace melompat, memutar tubuhnya di udara, lalu melayangkan sebuah tendangan memutar yang sangat brutal dan mematikan, mengincar telak ke arah pelipis kiri Riana. Kecepatan dan tenaga tendangan itu murni dirancang untuk mematahkan leher siapa pun yang terkena hantamannya.

​Ini adalah tes pamungkas dari pewaris Diwantara Group. Tes untuk membongkar tuntas semua kepalsuan yang menyelimuti Manajer HRD ini.

​Riana tidak punya waktu untuk berteriak, menghindar, atau bahkan menyelesaikan tangkapannya pada handuk tersebut. Naluri bertahan hidup yang sudah terasah puluhan ribu kali di medan perang bawah tanah langsung mengambil alih kendali tubuhnya sepenuhnya.

​Tanpa perlu melihat datangnya serangan mematikan itu, Riana mengangkat lengan kirinya dengan posisi menyiku ke atas, memasang kuda-kuda kokoh dari posisi duduk.

​BUAK!

​Suara benturan tulang melawan tulang terdengar sangat keras dan ngilu di dalam ruang rapat itu. Tulang kering kaki Jace menghantam lengan bawah Riana dengan tenaga penuh layaknya tabrakan dua mobil berkecepatan tinggi.

​Meja kayu jati bergetar hebat. Kursi kulit yang diduduki Riana berderit nyaring menahan beban benturan, terdorong mundur sejauh sepuluh sentimeter di atas karpet basah.

​Riana menahan tendangan pembunuh itu dengan sangat sempurna. Lengannya sama sekali tidak patah. Postur tubuhnya tetap tegak lurus menahan daya hancur Jace tanpa goyah sedikitpun.

​Namun, efek dari benturan yang sangat keras itu memunculkan getaran gelombang kejut yang kuat. Kacamata berbingkai tebal yang sedari tadi bertengger setia di hidung Riana terlepas dari posisinya. Kacamata itu terlempar ke udara, lalu jatuh membentur keras ke atas lantai.

​Prang!

​Kaca lensa tebal itu pecah berkeping-keping. ​Ruang rapat itu mendadak diselimuti keheningan yang luar biasa mencengkam. Waktu seolah berhenti berdetak. Hanya suara tetesan air dari kemeja Riana yang jatuh ke karpet yang terdengar sayup-sayup.

​Jace menarik kakinya perlahan, lalu mendarat dengan sangat mulus di lantai. Pria itu berdiri tegak, merapikan kerah seragam biru mudanya dengan gerakan santai, seolah dia tidak baru saja mencoba membunuh Manajer HRD perusahaannya sendiri.

​Riana perlahan-lahan menurunkan lengan kirinya yang kebas dan memerah akibat menahan tendangan keras tersebut. Perempuan itu mendongak, menatap Jace tepat di depan wajahnya.

​Tidak ada lagi kacamata culun yang menyembunyikan identitasnya. Tidak ada lagi halangan yang menutupi kilat mata pembunuh berdarah dingin itu. Sorot mata Riana kini sepenuhnya terbuka, memancarkan aura algojo yang sangat gelap, kejam, dan haus darah. Itu adalah tatapan mata murni dari seseorang yang tidak pernah ragu mencabut nyawa musuhnya dalam keadaan tersudut.

​Jace menatap mata mematikan itu lekat-lekat. Senyum miring yang sangat puas dan penuh kemenangan mengembang lebar di bibir pria tampan tersebut. Penantiannya dan kecurigaannya selama ini terjawab sudah secara absolut.

​"Bingo," bisik Jace pelan, suaranya sangat berat dan maskulin, memecah kesunyian ruang rapat dengan kepastian mutlak. "So you are not dead, Kara. (Tepat sekali. Jadi kamu tidak mati, Kara)."

1
This Is Me
Yeyyyy....ditunggu up nya
Savana Liora: okeee
total 1 replies
This Is Me
Ini pancingan aja seprtinya
Maya Ratnasari
gilaa keren abiiiissss kau thor
Savana Liora
Halo. kontrak novel riana dan jace sudah othor terima hari ini. jadi, udah bisa crazy up ya. tp ga tiap hari juga crazy-nya. ntar malah othor yg setres 🤭 happy reading
Savana Liora: makasih kk. yuk maraton yuk
total 4 replies
Muft Smoker
aduuuuh ,, bahayaaa tingkat tingkat niih ,,
semoga aj mereka gx ketahuan ,,


lanjuut kak
Muft Smoker
gx pernah gagal deeh cerita kak Savana 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Susilawati
penasaran, apa yg bakalan terjadi.
lanjut lagi thor 👍
Savana Liora: besok ya. mau tidur dulu 🙏🙏
total 1 replies
This Is Me
Waduh..bahaya menanti
Savana Liora: iyaa 😄😄
total 1 replies
This Is Me
Suka banget ceritanya.
Semoga segera dapat kontraknya ya
Semangat💪💪
Savana Liora: Aamiin. semoga dalam beberapa hari ini. sudah lolos 2 tahapan review. tinggal 1 tahap lg.
total 1 replies
Eli Rahma
ketahuan gk yaaaaccchhh
Savana Liora: kita liat besok pagi ya
total 1 replies
Septi Lahat
lanjut kan kak thor,, 💪💪💪
FHR
Makin menegangkan 😍
This Is Me
Proyek bersih² yang berhasil
Septi Lahat
hukumannya nggk maen2 ya🤔,,penggelapan dana lgsung dicincang😁
Savana Liora: iya. nggak bisa macam2 emang
total 1 replies
Rizky Manik
lanjut thor🤗🤗
Susilawati
hiii sadis banget perintahnya, digiling sampai habis semua badan nya si Frans.
Savana Liora: iyak. jadi pakan ikan
total 1 replies
Susilawati
wah senangnya author up lagi 👍👍👍
FHR
Apakah Bramantyo akan curiga siapa Riana sebenarnya?
Savana Liora: suatu saat akan curiga
total 1 replies
hana
makasih thor akhir nya up juga🙏🙏🙏🙏
Susilawati
jaga kesehatan dan terus semangat Thor 💪, di tunggu kelanjutannya 👍
Savana Liora: siapp kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!