NovelToon NovelToon
Bidadari Di Balik Dosa

Bidadari Di Balik Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Suami Tak Berguna
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: triani

Ini kelanjutan kisah aku istri Gus Zidan ya, semoga kalau. suka🥰🥰🥰

****

"Mas, saya mau menikah dengan Anda."

Gus Syakil tercengang, matanya membesar sempurna, ia ingin sekali beranjak dari tempatnya tapi kakinya untuk saat itu belum mampu ia gerakkan,

"Apa?" Ia duduk lebih tegap, mencoba memastikan ia tidak salah dengar.

Gadis itu menganggukan kepalanya pelan, kemudian menatap Gus Syakil dengan wajah serius. "Saya bilang, saya mau menikah dengan Anda."

Gus Syakil menelan ludah, merasa percakapan ini terlalu mendadak. "Tunggu... tunggu sebentar. mbak ini... siapa? Saya bahkan tidak tahu siapa Anda, dan... apa yang membuat Anda berpikir saya akan setuju?"

Gadis itu tersenyum tipis, meski sorot matanya tetap serius. "Nama saya Sifa. Saya bukan orang sembarangan, dan saya tahu apa yang saya inginkan. Anda adalah Syakil, bukan? Anak dari Bu Chusna? Saya tahu siapa Anda."

Gus Syakil mengusap wajahnya dengan tangan, mencoba memahami situasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Sepasang mata cantik

Sinar matahari memasuki kaca jendela angkot, membuat suasana di dalamnya terasa hangat di sore hari. Tampak Sifa dan syakil duduk berdesak-desakan dengan penumpang lain, beberapa di antaranya memejamkan mata untuk beristirahat sejenak.

Suara musik dangdut yang diputar oleh pengemudi angkot mengisi udara, membuat beberapa penumpang menggoyangkan kepala atau mengikuti irama dengan bernyanyi dalam hati.

Di bagian depan angkot, seorang ibu muda duduk sambil memeluk tas belanja yang penuh dengan barang-barang. Di sebelahnya, seorang pria paruh baya tengah bermain dengan layar gadgetnya.

"Mas, nggak bisa ya cari kendaraan yang lebih bagus!?" keluh Sifa sembari memegangi kuris roda syakil agar tidak terjatuh. Belum lagi nanti saat turun dari angkot ia sudah bisa membayangkan bagaimana ribetnya.

"Ini juga bagus. dari pada di taksi hanya duduk berdua. kalau begini kamu jadi bisa belajar bersosialisasi kan." jawab Syakil dengan santai membuat Sifa mendengus kesal.

Akhirnya sampai juga di depan gang rumah mereka, karena angkot tidak bisa masuk ke dalam gang akhirnya Sifa dan Syakil harus turun di di pertigaan.

Saat angkot sudah benar-benar berhenti, Sifa segera turun, membetulkan kursi roda milik syakil dan membantu syakil untuk turun. Syakil pun segera mengucapkan terima kasih kepada pengemudi setelah membayar ongkos angkot hari ini. Sifa tampak memperhatikan uang yang harus dikeluarkan Syakil kali ini, matanya menangkap tidak percaya, pasalnya untuk upah taksi tadi pagi dengan jarak yang sama mereka harus mengeluarkan uang empat kali lipat dari ongkos angkatnya.

Setelah mereka turun, angkot kembali melanjutkan perjalanan, meninggalkan jejak asap dan suara musik yang semakin jauh.

Seperti sebelumnya, Sifa pun segera mendorong kursi roda syakil memasuki gang yang cukup panjang untuk sampai di rumah mereka,

"Mas syakil curang ya." keluh Sifa tiba-tiba membuat syakil mendongakkan kepalanya.

"Curang? Curang apa?" tanya syakil tidak mengerti.

"Pantes aja mas milih bayar biaya pulang, mas milih pakek angkot jadi harganya lebih murah." protes Sifa sembari mengerucutkan bibirnya.

Syakil pun tersenyum dan mengetuk kening Sifa gemas, "Kan tadi pagi kamu sendiri yang minta kayak gitu. Lagi pula kamu juga kan tadi pagi yang minta pesan taksi online aja."ucap Syakil membela diri.

"Ihhhhh, nggak adil banget." Sifa masih tidak terima, tapi ia memilih untuk tidak melanjutkan keluhannya, ia kembali mendorong kursi roda syakil.

"Mau ke taman dulu?" tanya syakil tiba-tiba saat mereka melintas disamping taman. "Di sana ada penjual jajanan juga, mungkin kita juga bisa beli lauk di sana buat makan malam, nanti tinggal masak nasi."

Sebenarnya Sifa masih kesal, tapi mendengar tawaran syakil yang cukup menggiurkan membuatnya tertarik. "Kalau mas syakil memaksa, okey lah." ucapnya Sifa dan dengan cepat mendorong kursi roda syakil menuju ke taman.

Setelah berada di taman, Sifa segera memutar tubuhnya, berjongkok di depan syakil, "Jadi menurut mas Syakil, jajanan apa yang cocok buat Sifa?" tanya Sifa berbasa-basi.

Syakil tersenyum tipis, "Apa saja, yang menurutmu, aku suka."

Sifa mengerutkan keningnya, kemudian berdiri dan berkacak pinggang, "Kok mas Syakil suka sih!?" ucapnya kesal.

Lagi-lagi Syakil tersenyum, "Aku pikir, kamu sudah terlalu lama di Inggris. Memang ada jajanan kaki lima yang kamu suka?" tanyanya sedikit menggoda.

"Meskipun lama di sana, Sifa kelahiran sini juga. Aku suka cilok, basreng, cimol, cilor, bakso, sate, nasi goreng, gorengan ....,masih banyak yang aku suka." jawab Sifa tengah berfikir, ia kembali mengingat jajanan-jajanan masa kecilnya.

"Baguslah kalau begitu, jadi aku tidak perlu khawatir kalau kamu sampai alergi." jawab Syakil dengan santai tapi Sifa segara tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada syakil.

"Mas Syakil...., jadi mas Syakil khawatir sama Sifa?" tanya Sifa sembari tersenyum menggoda membuat Syakil salah tingkah menghadapi Sifa.

"Em..., maksud aku..., bukan begitu. maksud aku itu..., kalau kamu sakit memang siapa yang akan merawatku? Bisa-bisa kamu mentelantarkanku."

"Ahhh, serius. Mas Syakil aslinya peduli kan sama Sifa, iya kan ...., ngaku aja deh mas." goda Sifa lagi.

"Apaan sih, jangan seperti anak kecil." Syakil mencoba untuk menghentikan candaan Sifa tapi ternyata tidak bisa, Sifa cukup keras kepala.

"Itu, pipi mas Syakil memerah." goda Sifa lagi, ia begitu suka melihat bagaimana suaminya panik sendiri dengan candaanya.

"Sudah ah, ayo cepetan cari cemilan. Nanti keburu sore." syakil menyerah, ia memutar sendiri kursi rodanya dan Sifa masih terus menggoda selama mencari beberapa jajanan.

Tanpa mereka sadari, dari kejauhan ada sepasang mata cantik yang tengah mengawasi mereka. Tampak ada luka yang tengah ia pendam saat melihat senyum Syakil dan Sifa.

Setalah mendapatkan beberapa jajanan dan lauk yang akan mereka bawa pulang untuk makan malam, sebelum pulang mereka memilih duduk sebentar di kursi taman untuk menikmati suasana sore sembari memakan jajanan yang mereka dapatkan hari ini.

Saat syakil dan Sifa tengah asih bercanda, tiba-tiba seseorang menghampiri mereka dan berdiri tepat di depan Syakil membuat senyum Syakil tiba-tiba memudar.

Sifa yang Sedati tadi tersenyum pun menarik bibirnya kembali, senyumnya menghilang bersama diamnya syakil.

"Assalamualaikum, mas Syakil. Bagaimana kabarnya?" tanya wanita itu. Membuat Sifa semakin penasaran dengan wanita berhijab yang berdiri di depan suaminya, membuat senyum suaminya tiba-tiba memudar.

Bersambung

1
fee2
syakil sudah membuka hati... gak tahu bagaimana kalau tahu sifa yang sudah menabrak nya....
Entin Fatkurina
so sweet
yuning
jangan berfikir perceraian Sifa karena suami kamu adalah salah satu manusia bijak dan hebat
Entin Fatkurina
jadi penasaran, reaksi sifa ketika tau siapa Farah.
yuning
apa kamu akan baik sama Farah kalau tau siapa Farah? sifa
Entin Fatkurina
terimakasih upnya, kak triani.
Tri Ani: sama2 kak🥰
total 1 replies
yuning
syakil
yuning
kejujuran itu lebih baik Sifa dari pada bohong,tapi boleh saja kita menutupi aib kalau untuk kebaikan
Jamil Azhari
Sifa2 aku harap jika syakil tahu biarlah dari sifa biar ngak terlalu sakit kalaupun kata cerai akan di ucapkan nanti
fee2
sifa lum tahu ya calon suami darah ya syakil yang sekarang jadi suami kamu sifa...
Adhen Idho
Kalian sudah saling cinta😁
malu 2 tapi mau🤭
saranku ya sif jujur saja kalau kamu yg nabrak syakil biar gak terlalu kecewa syakil nya
yuning
akh Sifa suami kamu butuh itu, yg peka dong
yuning
suamiku calon suami temanku yg gagal nikah wkwk
yuning: 😁😁😁😁😁
Tri Ani: mantul judulnya
total 2 replies
yuning
gak usah memaksa om, karena segala yang dipaksakan tidak akan berakhir baik
yuning
Miss you ustadz Zaki
fee2
ternyata papa sifa ada di balik semua ini... bagaimana ya sifa....
fee2
jadi zahra setiap hari dapat petuah bijak ustadz Zaki..
fee2
ustadz zaki bijak sekali....
Sri Murtini
kenapa papa jadi provokator😇😇😇
Sri Murtini: emang betul kan seharusnya didoa kan biar samawa ini nggk ,belum tahu gmn Syakil mendidik istrinya. lihat besuk hasilnya jd istri solekhah
total 1 replies
fee2
sakitnya sifa jatuh cinta kedebug love ya sifa....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!