NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat / Contest / Duda
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Binti Ulfa

Pernikahan yang awalnya didasari rasa saling cinta, harus berakhir karena sang istri yang tak kunjung hamil selama 3 tahun pernikahan.

Benarkah sang istri yang mandul?
Setelah itu mantan suami masih datang mengganggu saat mantan istri membuka hati pada pria lain. Siapakah yang akan dia pilih?

Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Binti Ulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Jodohmu di tangan anakmu

"Tante Yuliaaa!" seru seorang gadis kecil yang masih memakai seragam TK nya. Terlihat imut dan begitu menggemaskan merentangkan tangan pada Yulia. Rambut bergelombangnya di kuncir dua, menari nari mengikuti langkah kakinya.

Andai tak ada lelaki bermata elang dibelakang gadis kecil itu yang menenteng kresek yang sepertinya berisi makanan, ia pasti langsung memeluk dan menciumi pipi gembul gadis itu. Yulia menahan diri dan hanya tersenyum.

Saat hampir sampai padanya, mbak Fani menghadangnya.

"Naaaa, ketangkap 'kan sekarang!" canda mbak Fani yang memeluk Shila, namun Shila meronta dalam pelukannya.

"Tante Yuliaaa, aku mau tanteeee! Gak mau sama Tante Fanniiii!" pekiknya masih terus meronta. Mbak Fani tertawa tawa.

"Iya, ini Tante di sini! Sama kamu sayang." mbak Fani malah tambah getol menggoda.

"Bukaaaan, aku maunya Tante Yuliaaa! Lepaaas, Tante Yuliaaa, tolongin Shila!" Yulia bengong, tak tahu harus berbuat apa. Tangan Shila menggapai gapai.

"Faniii! jangan godain Shila terus dong!" terdengar suara bariton menegur.

Akhirnya karena Shila terus meronta mbak Fani melepasnya.

"Tante cuman becanda sayang!" Shila berlari kearah Yulia. Dan Yulia menangkap dan memeluknya. Shila bersungut dan menoleh pada Fani dengan ketus.

"Uluh uluh, ini anak udah kena magnetnya Yulia nih, gue yakin, sebentar lagi bokapnya juga kena setrum juga." Celutuk Mbak Fani sambil tertawa mengejek Romi. Romi hanya mendengus sambil terus berjalan naik ke lantai dua.

"Shila baru pulang sekolah ya? pinter gak sekolahnya?" tanya Yulia memainkan rambut Shila. Wangi shampo anak pada rambutnya membuat Yulia tak henti menciuminya.

"Pinter dong Tante, Shila kan selalu rajin belajar. Belajar nulis, belajar membaca, belajar menggambar juga Tante! " ucapnya membanggakan diri. Risma sambil bekerja melihat interaksi keduanya, begitu juga mbak Fani, memperhatikan mereka berdua sambil tersenyum. Ia lalu menggeleng dan melangkah kembali lagi ke tempat kasir.

"Yulia, kayaknya apa yang dikatakan mbak Fani beneran deh, aku yakin kalau gini terus kamu bakalan dijadikan bini sama bos Romi." bisik Risma yang juga cekikikan, membuat Yulia melotot kearahnya sambil memukul lengan Risma. Risma mengaduh dan botol sampo yang dibawanya jatuh.

"Eh, maaf maaf! Kamu juga sih!!" Yulia bersungut. Risma tambah keras tertawanya.

"Jangan lupakan kita ya, kalau nanti kamu jadi Bu Bos, kamu kudu sering traktir kita makanan." makin ngaco omongan Risma.

"Kamu tahu nggak Yul, kita disini udah bertahun tahun ya, tapi ini nih, si bos kecil ini, tak pernah seakrab ini sama kita. Kamu masih hitungan hari, dia udah nempel aja kayak kena lem sama kamu."

"Bentar lagi bapaknya pasti nih yang kena lem."

"Tapi kalau dilihat lihat kalian cocok sih jadi ibu sama anak. Serasi banget." Risma masih saja menggoda Yulia. Yulia diam tak menanggapi, semakin ditanggap,

i ia malah akan semakin terpojok oleh godaannya.

Yulia sibuk melihat bos kecil mengeluarkan buku LKS yang dominan berisi gambar gambar khas anak TK.

"Ini Tante, aku dapat nilainya bagus semua." masih mode memuji diri sendiri. Yulia mengacungkan jempolnya sambil berkata sippp!

"Shila, ayo naik dulu. Ajak Tante Yulia naik gih!" seru seorang wanita paruh baya yang kemarin.

"Iya, Nenek!" Shila memgemasi bukunya yang tadi dikeluarkan. Dimasukkannya kembali dalam tas. Lalu meraih tangan Yulia agar ikut naik.

"Ayo Tante, Nenek ngajak Tante juga!" tarik Shila.

"Eh Shila sayang, yang dipanggil Nenek 'kan Shila. Ayo naik dulu. Tante lihatin dari sini deh!" ungkapnya kemudian.

"Aaa, aku maunya sama tanteee!" rengek Shila. Kakinya ia hentak hentakkan dilantai. Duuuh, anak ini. Dengan terpaksa Yulia mengikuti langkah Shila, karena jarinya ada di genggaman tangan gadis kecil itu.

"Assalamu'alaikum." ucap Yulia di depan pintu ruangan Bos yang tak tertutup. Di sana telah ada Bos Romi dan juga Bu Alvi, ibunya Bos Romi alias Nenek Shila. Percuma Yulia mengucap salam, karena tak ada yang menjawab dan ia juga langsung diseret masuk oleh Shila.

"Yulia, ayo kita makan bersama!" ajak Bu Alvi, di ruangan itu ada meja dan di atasnya sudah tersedia beberapa hidangan. Sepertinya itu yang tadi dibawa Pak Bos.

"Tapi Bu!!"

"Sudah, aku gak suka ada penolakan." Yulia melirik pak bos yang fokus dengan layar komputernya.

"Ayo Tante, kita makan sama sama. Shila juga lapar." gadis kecil itu terus saja merengek dan tak melepas genggaman tangannya pada jari Yulia. Yulia bingung, dan tentu saja sungkan dengan Pak Bos yang jutek.

"Saya baru makan, Bu! saya belum lapar. Lagian nanti saya ada jatah makan dengan teman teman,,,!" terpaksa Yulia berbohong.

"Ckkk! kamu gak usah bohong Yulia, aku tahu kamu bahkan melewatkan sarapanmu karena mengurus ibumu yang sakit 'kan?"

Darimana sih ibu itu tahu!

Sekarang wanita itu bahkan menggandeng tangan Yulia satunya lagi.

"Rom, ayo makan dulu!" pemilik mata elang itu akhirnya mendongak dari layar yang sejak tadi ia pantengin. Ia melirik jam dinding.

"Romi belum lapar Bu! Kalian makanlah dulu." Ia kembali ke aktifitasnya.

"Kamu makan sekarang atau ibu matiin komputernya. Kamu lihat tuh, anak kamu udah lapar. Dia mau makan!" sentak Neneknya Shila.

Shila yang mendengar neneknya marah segera menghampiri Ayahnya.

"Ayo Yah! kita makan sama sama. Seperti yang di tivi tivi itu loh, Yah! Ada ayah, ada ibu, ada kakak ada adek, kakek sama Nenek!" Shila meracau sambil menggandeng Ayahnya gabung. Romi sudah tak bisa berbuat apa apa jika kedua wanita yang dicinta itu memaksa.

Mereka kini duduk, Shila di samping ayahnya. Berhadapan dengan Yulia dan Bu Alvi.

Ibu Alvi yang tadinya kesal tersenyum. "Tapi kita disini cuma ada Nenek, Ayah sama Tante Yulia, Shila sayang!"

"Iya nanti kalau tante Yulia jadi Bundanya Shila kan bisa punya adik. Terus Shila jadi kakak. Iya 'kan, Yah?" pertanyaan dari Shila sukses membuat Romi yang sedang minum tersedak.

Uhukk, uhuukkk!

"Hati hati napa, Rom!" Bu Alvi menyodorkan air minum.

Mereka makan dalam keheningan, Shila terlihat bahagia. Makannya juga terlihat lahap.

"Rom, kok makannya sedikit, tadi pagi kamu cuma minum susu. Makan yang banyak! Ayo, mana piring kamu ibu ambilkan lagi nasinya" ibu Alvi mengomeli anaknya.

"Sudah, Bu. Romi sudah kenyang." Romi menyingkirkan piringnya agar tak terjangkau oleh sang ibu. Akhirnya nasi satu centong yang telanjur diambil melayang ke piring Yulia.

"Buu!" Yulia tentu kaget dan malu. Ia terus menunduk.

"Sudah, gak usah malu. Biar ibu temani kamu makan. Ayo Shila, sudah kenyang apa belum?"

****

Yulia minta izin pulang pada mbak Fani saat istirahat siang. Shila yang terus nempel dengan Yulia merengek minta ikut, dia sudah seperti ekor bagi Yulia. Kemana Yulia pergi, diapun akan ikut. Dengan berat hati Romi mengizinkan anaknya bersama Yulia pulang dengan membawa sepeda motor milik mbak Fani.

Romi terus memperhatikan kemana arah Yulia dan Shila pergi, hingga mbak Fani yang melihatnya meledek habis habisan.

"Ini bapaknya gak ikut sekalian tadi. Romi, Romi! Aku yakin sebentar lagi kamu bakal dikeroyok sama ibu dan Shila. Nyuruh kamu kawin sama si Yulia. Hahaha! Jodohmu di tangan anak sama ibumu, bang Duda!" ejek Fani sambil berlalu pergi.

"Sia lan."

\=\=\=\=\=\=

Bersambung...

1
Rika Hardiani
selamat ulang tahun mas Romi...semoga sehat dan panjang umur 🎂
Rika Hardiani
nBagus Rom, tegas jangan lemah nanti makin ngelunjak
nanik widyati
Luar biasa
Rika Hardiani
Edan itu ibu.....mulutnya kebanyakan cabe 🤣🤣🤣
Rika Hardiani
hi...hi...ke hotel lho...mau g mau harus mau /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rika Hardiani
Luar biasa
Rika Hardiani
Ngeri banget ucapannya seperti laki² tanpa iman /Sob/
Elok Pratiwi
seperti membaca sebuah buku biasa bukan membaca sebush cerita
Elok Pratiwi
tidak menarik datar cerita nya biasa saja
Rembulan Jingga
🌹
Rembulan Jingga
👍
AR Althafunisa
tadi dia pengen punya cucu, sekali punya cucu dia bgtu sikapnya. Empeng2 tak berakhlak 😩
AR Althafunisa
tega bangettt sih laki2 mulutnya 😭😭😭
Isna Niah
Sumi Ady
geregetan sma klakuannya dini,dino😠
Sumi Ady
betul thu romi
Sumi Ady
aduh rese bngt si dini
Sumi Ady
waduh romi gaswat
Isabell Serinah
buat seasson2 lagi plseeee 🤣👍😭
auliasilviana
lho? katanya tokonya romi warisan dari ayahnya
kok beda lagi?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!