Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13 MARAH
Berdering
suara dering ponsel berbunyi Aska yang sedang duduk di kursi dengan santai mengmbil ponsel nya di atas meja kerja mengangkat telepon dari anak buahnya.
"hallo!! ". jawab Aska dengan nada tenang
" bos Alicia kabur bos!! ". Ujar anak buahnya terdengar panik
" biarkan lah, buka hal penting". Ucap Aska
"tapi bos, kalau wanita itu beri keterangan para polisi gimana bos?? ". tanya anak buahnya gelisah
" bukan urusan saya. saya kan minta nya janet bukan Alicia, kalau kalian tidak ingin di penjara lakukan seperti apa yang kalian lakukan, paham!! ". Ujar Aska dengan nada tenang namun tegas
" baik bos!! ".
telepon nya pun di matikan ponsel nya meletakkan di atas meja.
" hmmm... Laki-laki itu... siapa dia??... kenapa janet bersama laki-laki itu?? ". Gumam Aska teringat dengan janet bersama leon di restoran, Aska yang di dalam mobil melihat janet bersama seorang pria yang baru ia lihat yaitu leon.
Aska bangkit melangkah jalan keluar dari ruang kantor.
Aska melihat Dev sedang berdiri sendiri di lobby itu terlihat lagi mengetik di ponsel dengan serius. aska pun heran dan penasaran ia menghampiri Dev.
"Dev!! ". sahut aska melangkah jalan mendekat
Dev menoleh
" iya". jawab Dev sambil matikan layar ponsel dan memasukkan ponsel nya di saku celana.
"sedang apa kamu di sini?? ". tanya aska dengan datar
" eh... cuman ingin tahu saja, tempat kantor mu kayak gimana". Jawab Dev dengan ekpresi gelisah namun mencoba tenang
"untuk apa? urus saja kantor mu jangan coba-coba menggangu, lagian urus saja hidup mu jangan urus hidup orang, tiada gunanya!! ". peringatan aska pada Dev, ia tidak menyukai kehadiran Dev yang mencoba untuk ikut campur urusan dirinya.
" bukan begitu, aku cuman ingin tahu, apa kah semua nya baik-baik saja apa tidak?? apa salah aku cuman berkunjung!?? ". Ujar Dev dengan raut wajah murung karena selalu di tolak dan merasa aska tidak suka kehadiran nya.
" he... dengar ya...!! lebih baik kamu pulang sana!! ". Minta aska mengusir Dev
" aku tidak mengerti dengan mu, sebenarnya kamu ini kenapa?? selalu kayak gitu, salah aku dimana?? ". tanya Dev merasa dirinya selalu di benci oleh aska, Dev bingung salahnya dimana _____
kedua tangan aska masuk kedalam saku celana dengan sikap sok sombong nya.
" kau pikir kan, apa masalah nya, sana pergi!! ". Minta lagi aska mengusir Dev dengan nada sombong
" ok". jawab Dev singkat. dengan berat hati Dev berbalik melangkah jalan pergi meninggalkan aska
Aska yang memperhatikan Dev hanya terdiam, kedua tangan nya masih di dalam celana seperti yang orang sombong. aska pun melangkah jalan.
sesampainya di parkiran aska buka pintu mobil langsung ia jalan pergi meninggalkan gedung kantor nya.
Di perjalanan mobil hitam mewah melaju cepat aska yang menyetir mobilnya sendiri dengan ekpresi kesel setelah bertemu dengan dev yang ia benci. aska teringat dengan seorang pria bersama janet, ia sejenak berfikir sambil menyetirkan mobilnya.
"aku harus cari tau, siapa dia!?? ". Gumam aska kesel, kedua tangan nya meremas setir mobil dengan keras, ia marah, cemburu dan Obsesi.
"tidak ada seorangpun pun yang boleh menyentuh nya atau di samping nya, hanya aku, HANYA AKU YANG BISA!!! AHAHAHAH! KAU AKAN MATI, AKAN MATI, SIAL!! ". Teriak aska di dalam mobil, ia semakin kesel dan marah kini dirinya penuh dendam, seketika kecepatan mobil semakin melaju.
Sesampainya di BAR mobil Aska berhenti di depan sebuah BAR parkir mobil dengan aman keluar dari dalam mobil tidak lupa juga tutup pintu mobil, ia melangkah jalan masuk ke dalam BAR.
Aska berjalan di dalam BAR melewati beberapa orang yang sedang menari asik dengan suara musik keras lampu-lampu berkedip bermacam warna
Hari ini aska sangat pusing ia ingin menikmati hidup dengan asik dan menyenangkan dirinya butuh hiburan yang menyenangkan. aska melangkah mendekat kursi kosong di sana.
Aska pun duduk di kursi depan mejanya dengan tangan kanan di atas meja satu tangan kirin menyentuh kepala yang pusing.
"aku mau Satu botol minum". Minta aska pada pelayan pria BAR di depan nya itu yang sedang melayani seorang wanita di samping aska.
" ok". Jawabannya singkat ia pun ambil dan memberikan pada aska meletakkan di atas meja depan nya.
Wanita sexy di samping aska melirik dengan genit, dia begitu tertarik dengan aska yang tampan dan kaya, terlihat dirinya sangat menyukai aska.
aska pun meminum satu botol alkohol satu tegukan dan meletakkan di atas mejanya.
aska sangat kesel dan geram dirinya akan kalah dari Dev lagi, kini saudara nya sendiri sudah berada di kota ini artinya aska akan lebih sulit lagi untuk mendapatkan Janet yang ia ingin kan.
"hei..!!". Sahut wanita sexy di samping aska dengan senyum mengoda
Aska pun menoleh dan melihat wanita di samping nya itu. dengan tatapan tajam dan tegas
" Terlihat kesel, sih...!? ". Ucap wanita sexy itu.
"Tidak... aku hanya sedikit lelah dan capek, tapi setelah bertemu dengan mu rasa lelah dan capek ku hilang". Jawab aska mengoda wanita itu dengan tangan menyentuh tangan wanita itu dengan lembut.
" hmm!! gitu ya... capek?? bisa aku bantu, agar kamu tidak capek! ". Ucap wanita itu dengan lirikan mata mengoda aska
" kalau kamu tidak keberatan, mau hm!!?? ". Tanya aska dengan senyum nakal entah apa yang di dipikirkan aska di isi Kepala nya itu.
" siapa sih.. yang tidak mau dengan orang kayak kamu ini, udah tampan kaya dan keren". Ucap wanita itu memuji aska dengan merayu
Aska pun semakin suka dengan wanita sexy di samping nya itu. dari rayuan itu membuat aska semakin penasaran. Aska pun pegang tangan wanita itu mengajaknya untuk berdansa bersama dengan nya. mereka melangkah masuk di lingkaran orang-orang yang lagi asyik berdansa di tengah-tengah mereka itu.
Aska pegang pingan tubuh wanita itu dan wanita itu pun kedua tangan nya menyentuh pundak berdansa dengan asik suara musik keras membuat mereka berdua begitu menikmati semakin asik berdansa.
Setelah asik berdansa cukup lama kini aska dan wanita sexy dengan keadaan mabuk berat, mereka berdua sekarang sudah berada di parkir an mobil saling merangkul, tangan kanan aska pegang pingan tubuh wanita sexy itu dengan erat. wanita itu mabuk cukup berat dengan keadaan sempoyongan, aska masih tetap sadar dan bisa membawa wanita sexy itu ke mobil nya. melangkah jalan dengan sempoyongan
sampai di samping mobil nya, aska pun memasukkan wanita yang ia bawa ke dalam mobil dengan hati-hati. entah apa yang di lakukan aska terhadap wanita sexy itu