NovelToon NovelToon
GAYATRI S2 Mencintainya Hingga Akhir

GAYATRI S2 Mencintainya Hingga Akhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Selama 25 tahun, Rashaka Nareswara setia menjaga cintanya. Ia tetap bertahan, dan berharap pada satu nama yang tak pernah berubah di hatinya. Hingga akhirnya, penantian panjang itu berbuah manis.

Ia berhasil mempersunting wanita yang ia cintai sejak dulu, memulai kehidupan rumah tangga yang tampak sempurna.
Namun, kebahagiaan itu tak pernah benar-benar utuh. Di balik senyum sang istri, tersimpan bayang-bayang masa lalu yang belum selesai. Masalah demi masalah yang perlahan meretakkan kehangatan yang mereka bangun.

Akankah cinta yang bertahan selama seperempat abad itu mampu melawan luka yang belum sembuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GAYATRI S2 — BAB 12

“Astaga, kepalaku pening sekali,” keluh Mahesa memijat pelipisnya, sambil menggelengkan kepala, berharap itu bisa meredakan sakit kepalanya.

Di atas meja ruang tamu, beberapa lembar tagihan berserakan. Listrik, air, cicilan, hingga kebutuhan sehari-hari yang belum sempat terpenuhi. Angka-angka yang tercetak di sana terasa seperti beban yang menumpuk, dan menekan tanpa henti.

Kini Mahesa duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya. Wajahnya tampak tegang sejak satu jam yang lalu, keningnya berkerut sejak tadi. Jari-jarinya bergerak cepat di atas touchpad, membuka satu per satu laman lowongan pekerjaan.

Ia membaca dengan saksama. Namun semakin lama, ekspresinya justru semakin berat.

“Minimal tiga tahun pengalaman, gaji sesuai kualifikasi, dan yang lainnya. Tak ada yang cocok untuk usiaku,” gumamnya pelan, hampir seperti berbicara pada dirinya sendiri.

Ia menghela napas panjang, menyandarkan tubuhnya sejenak, lalu kembali menatap layar. Ia tahu, pekerjaannya sekarang tidak cukup. Gaji yang ia terima setiap bulan seakan langsung habis sebelum benar-benar bisa ia nikmati.

Sementara Mahesa membutuhkan biaya yang lebih besar. Bukan hanya untuk menutupi kebutuhan rumah tangganya, tetapi juga biaya pengobatan orang tuanya.

Di sisi lain ruangan, Nadya duduk di depan meja kecil dengan laptop yang terbuka. Earphone terpasang di telinganya, suaranya terdengar formal dan terkontrol.

“Baik, untuk laporan minggu ini akan saya kirimkan sebelum pukul lima sore,” ucapnya dalam rapat daring yang tengah ia jalani. Wajahnya terlihat profesional, seolah tidak ada beban apa pun.

Namun di balik layar itu, kenyataannya berbeda. Tangannya sesekali berhenti mengetik, matanya melirik sekilas ke arah meja yang dipenuhi tagihan. Ada kecemasan yang ia tekan, dipaksa tetap tersembunyi di balik nada bicara yang stabil.

“Terima kasih,” lanjutnya sebelum akhirnya mematikan mikrofon sejenak.

Nadya menutup mata sebentar, menghela napas pelan, lalu kembali membuka laptopnya. Ia tidak punya banyak waktu untuk merasa lelah. Ia harus tetap berjalan.

Meski kini ia sudah bekerja dan membantu keuangan rumah tangga, penghasilan mereka tetap belum cukup. Setiap bulan terasa seperti perlombaan, antara kebutuhan yang terus datang dan kemampuan yang selalu tertinggal.

Mahesa melirik ke arah Nadya sejenak. Mereka tidak saling berbicara. Namun keheningan di antara mereka sudah cukup menjelaskan segalanya.

Di ambang pintu kamar, dua sosok berdiri dalam diam. Keduanya saling bertukar pandang, seolah sedang berkomunikasi tanpa kata. Di tangan Wira, ada selembar kertas kecil, catatan obat yang harus dibeli hari ini.

“Bagaimana sekarang?” bisik Sarita pelan. 

Wira menggeleng kecil. “Sebaiknya kita tidak usah mengganggu mereka dulu, mereka sedang sibuk dan terlihat sangat tertekan.” 

Sarita menatap ke arah ruang tamu. Ia melihat Mahesa yang masih menatap layar laptop dengan wajah tegang, dan Nadya yang kembali berbicara dalam rapatnya.

Ada rasa yang sulit dijelaskan. Antara ingin mendekat dan tidak ingin menjadi beban.

“Kita tunggu saja sampai mereka selesai,” ucap Sarita akhirnya. 

Wira mengangguk, meski terlihat ragu. Mereka mundur perlahan, kembali ke dalam kamar tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Di luar, suara klik keyboard dan percakapan formal Nadya kembali memenuhi ruangan. Sementara di dalam kamar, Sarita duduk di tepi ranjang, menatap kosong ke arah lantai.

“Tapi kita harus segera membeli obatmu, Wira. Jika tidak, sakitmu itu pasti akan kambuh lagi,” gumamnya lirih. “Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu.”

Wira duduk di sampingnya, menepuk pelan tangannya. “Nanti saja, kita masih bisa membeli obatnya nanti. Jangan sekarang, jangan ganggu anak-anak kita.” Wira mulai terbatuk-batuk.

Sarita mengangguk pelan sambil menepuk-nepuk bahu suaminya pelan, meskipun begitu, hatinya terasa berat

“Bagaimana jika kita meminta bantuan Gayatri?” tanya Sarita kemudian.

Wira menekan dadanya yang mulai terasa sakit, sekali saja ia telat meminum obatnya, dadanya akan mulai terasa sesak hingga ia merasa sulit untuk bernapas.

“Ja-jangan! Kita tidak boleh mengganggunya lagi, Sarita.” Wira kembali terbatuk-batuk, namun kali ini lebih keras.

“Lalu bagaimana sekarang? Sakitmu semakin parah, Wira. Aku tidak peduli lagi, aku akan menelepon Gayatri sekarang. Mana mungkin aku membiarkanmu kesakitan seperti sekarang,” katanya dengan cepat mengambil ponsel.

***

Di rumahnya, Shaka baru saja selesai mengadakan rapat daring bersama seorang klien penting saat tiba-tiba terdengar suara ponsel dari kamarnya.

“Itu suara ponsel Gayatri, apa dia sudah pulang?” gumamnya. 

Membuka pintu kamar, Shaka mendapati kamar mereka kosong namun ponsel Gayatri tergeletak di atas nakas. Ia membaca nama yang tertera di layar. Untuk sesaat, Shaka ragu mengangkatnya, tetapi melihat panggilan itu berdering hingga tiga kali, Shaka pun mengangkatnya.

“Halo?” sahutnya begitu panggilan tersambung. Selama satu menit, ia hanya mendengarkan suara seseorang di ujung telepon yang terdengar panik.

“Astaga, ini gawat.” Tanpa berpikir panjang, Shaka langsung mengambil kunci mobilnya dan melenggang dari sana. 

Sebelum itu, ia menghubungi salah seorang rekan dokternya dan memberitahukan apa yang terjadi. Lalu, ia kembali menelepon nomor lain guna menghubungi Gayatri. 

Sesampainya di sana, Shaka langsung masuk tanpa permisi. Mahesa dan Nadya yang tengah sibuk itu pun lantas terkejut dengan kehadirannya.

“Kau? Mau apa kau ke sini?” Mahesa langsung berdiri, menatap wajah Shaka yang terlihat cemas. 

Shaka masih terengah-engah, namun pandangannya menatap ke sekitar rumah, melirik Mahesa dan juga Nadya yang bersikap biasa saja seolah tak ada yang terjadi.

“Di mana Pak Wira dan Bu Sarita?” tanyanya kemudian. 

Mahesa mengernyit, “Mau apa kau menanyakan ayah dan ibuku? Mereka ada di atas. Kalau kau mau mencari Gayatri di sini, kau salah tempat.”

Shaka menggeleng, tentu saja ia tahu istrinya tak akan pergi ke rumah di mana mantan suaminya berada tanpa seizinnya. Namun, belum sempat Shaka menjawab, rekannya yang seorang dokter baru saja tiba.

“Maaf, apakah aku terlambat? Aku segera ke sini begitu kau menelepon ada yang terkena serangan jantung,” kata dokter itu, terengah-engah.

Mahesa dan Nadya langsung terkejut. “Apa? Serangan jantung? Siapa yang terkena serangan jantung?” 

“Kita tidak punya waktu, Revan ayo cepat ke atas!” seru Shaka langsung menuju ke atas tangga. 

Mahesa dan Nadya pun langsung mengikuti langkah mereka. Sambil bertanya-tanya, bagaimana bisa Shaka yang orang luar bisa tahu ayah mereka terkena serangan jantung sementara mereka sendiri tidak tahu apa-apa?

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
tentu saja 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Awas kamu Keenan 😤
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
Bringsiiiikkkkk
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh😣
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
diturutin ihh sama othor..
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
lah baru ditanyain.. pas celingkuh gak inget kalo manusia tuh bisa sakit bs mati.. ckckck
🌸sakura🌸
keenan mau ta enaknya saja tp g berani bertanggung jawab padahal shakira sdh bela belain buat nikah sama kami, klo smpe keguguran, pisah saja shakira, krn keenan g pantas jd seorang suami maupun seorang ayah. BANCI
matchaa_ci
apa aku harus seperti gayatri dulu menunggu 25 tahun untuk bertemu dng orng yg benar² menghargai
aurora
semangatttt💪💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
kau bahkan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
makanya banyak belajar Keenan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dasar kau 😤
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
gugur aja sekalian.. toh keenan udah selingkuh,main celup sana sini, garelaaa akuuu ooiii
HK: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kaluna jadi sombong 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kaluna
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Jujur saja Luna🤭
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
semua akan tetap berjalan tanpamu gayatri.. jgn merasa paling penting
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kaluna
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!