NovelToon NovelToon
Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:76
Nilai: 5
Nama Author: Lina Kotto

"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cinta semusim 2

"biasa!" jawab lelaki berkaos biru itu pada akhirnya dengan nada terdengar tidak puas tanpa mengalihkan pandangannya.

Mendengar itu, lelaki berjas hitam itu segera berjalan keluar meninggalkan ruangan dimana lelaki berkaos biru itu sedang berada, "biasa!" ujar lelaki berjas hitam itu mengulang perkataan bos nya dengan ekspresi yang sama, kepada lelaki yang jauh lebih tua dari nya, yang tak lain adalah tuan Sin itu sendiri. Si pemilik resort.

Seketika raut penuh harapan di wajah lelaki tua itu berubah menjadi kecewa, bagaimana tidak, dia sangat berharap hidangan yang disuguhkan oleh kokinya hari ini dapat memberinya nilai tambah dimata sang presdir, agar mau membantu nya dan berinvestasi sedikit di bisnisnya.

Kini tuan Sin tidak punya cara lain selain menambah sedikit ramuan rahasia kedalam hidangan terakhir, ramuan itu adalah ramuan miliknya, yang turun temurun ia dapatkan dari kakek buyutnya. Seharusnya ia tidak melakukan itu, tapi untuk saat ini menurutnya hanya itulah satu-satunya cara agar sang presdir mau membantunya.

"baiklah, kalau begitu tolong berikan minuman penutup ini untuk presdir, presdir pasti akan sangat menyukainya." tutur tuan Sin akhirnya seperti sudah dapat menerima kekecewaan, sembari menyerah sebuah hidangan terakhir ke tangan lelaki berjas hitam diharapkannya, lalu berlalu pergi dengan wajah sedikit menunduk, seolah sudah kehilangan semangat.

Namun saat sampai di persimpangan sebuah lorong, ia mengedipkan matanya pada salah seorang pelayan wanita, seperti sedang memberi sebuah kode dan dijawab dengan sebuah anggukan oleh wanita tersebut.

Sementara itu di kamar nomor 011

"Wah! Ternyata semakin kesini kakak ipar semakin terlihat cantik dan tambah awet muda saja" celetuk Min seng sembari meletakkan lengannya di bahu lelaki berkemeja putih, yang berperawakan sopan dengan potongan rambut cepak yang di lengkap dengan kacamata itu, setelah ia menyadari apa yang sebenarnya sedang dilihat oleh kakaknya sejak tadi, pandang matanya tertuju pada sekumpulan orang di taman, yang sepertinya sedang menggelar acara keluarga disana.

Keluarga itu tak lain adalah keluarga Sin, karena memang hanya keluarga Sin satu-satunya yang sedang ada disana, lelaki itu bernama Min jung dan usianya sekitar tiga puluh dua tahun. "padahal sudah empat tahun berlalu, tapi kakak ipar masih terlihat seperti gadis berusia dua puluh tiga tahun." lanjut Min seng lagi masih memperhatikan sekumpulan perempuan yang sedang duduk melingkari meja bundar disana.

Mengingatkan Min jung akan pernikahannya lima yang lalu. Mendengar itu dahi Min jung langsung mengernyit, Min seng memang suka menggoda Min jung dan Min jung tidak menyukainya. "kakak, apa kita juga perlu datang kesana untuk ikut meramaikan?" lanjut Min seng masih ingin mengoda.

"Mantan kakak ipar! jangan pernah melupakan itu." koreksi lelaki berambut cepak berkacamata itu tegas sembari menepis lengan Min seng dari bahunya, lalu berbalik dan menjauh dari jendela, ia kesal karena Min seng secara tidak sengaja telah mengingatkannya akan pernikahannya yang gagal. "ya, mantan kakak ipar." koreksi Min seng akhirnya sembari cengengesan menyadari bahwa dia telah membuat situasi hati Min jung tidak senang.

"apakah mobil sudah siap." tanya nya pada Min seng yang juga sudah menjauh dari jendela dengan wajah datar. "sudah sejak tadi" jawab Min seng cepat karena tak ingin menambah masalah lagi, karena jika kakaknya sudah marah akibatnya akan fatal. Mendengar itu Min jung langsung bergegas pergi di ikut dengan Min seng yang berjalan dibelakangnya.

kamar nomor 009

"apa dia sudah pergi?" tanya lelaki berkaos biru itu lagi masih di posisi yang sama, begitu lelaki berjas hitam itu kembali masuk. "sudah, dan dia meninggalkan ini untuk tuan muda." jawab lelaki berjas hitam itu sembari mendekat lalu menyerah sebuah minuman seperti Cocktail, membuat lelaki berkaos biru itu sedikit penasaran.

"apa ini?" tanya lelaki berkaos biru itu dengan kening sedikit mengernyit, saat melihat hanya ada segelas minuman cocktail di atas meja pengantar makanan, yang dibawa masuk oleh lelaki berjas hitam tersebut atau biasa di panggil Kim. "kata tuan Sin ini adalah hidangan penutup darinya, dan dia bilang tuan muda pasti akan sangat menyukainya." jelas Kim.

"aku akan sangat menyukainya?" ulang lelaki berkaos biru itu dengan raut seperti tidak percaya. Tentu saja bagaimana mungkin hanya segelas minuman cocktail dia bisa sangat menyukainya, benar-benar tidak masuk akal. pikiran lelaki berkaos biru itu mencemooh didalam hatinya, benar-benar terlihat sangat jelas diwajahnya.

"hmm" angguk kim membenarkan dan tetap berdiri di tempat. Sementara lelaki berkaos biru itu terus mengamati minuman dihadapannya untuk waktu yang cukup lama hingga per sekian detik kemudian, dia mulai mengangkat gelas tersebut lalu memberikan nya kepada kim "kita mulai?!" katanya pada kim, karena apa pun yang di makannya diluar rumah kim pasti lebih dulu yang mencicipi nya.

"hmm" angguk Kim mantap lalu mengambil gelas berisi minuman cocktail itu dan meneguknya seperempat bagian, "sepertinya minuman ini aman tuan muda." ujar Kim setelah selesai mencicipi minuman itu, lalu kembali memberikannya kepada lelaki berkaos biru yang sejak tadi berdiri di sebelah nya. "baiklah" ujar lelaki berkaos biru itu meski masih dengan sedikit ragu, namun dia tetap meminum cocktail itu sampai habis.

"menurut mu, apakah kita harus memberi sedikit kesempatan kepada tuan Sin?" mulai lelaki berkaos biru itu kepada Kim, sembari meletakkan gelas yang telah kosong ketempat nya semula. "menurutku sebaiknya tuan muda memang harus memberinya kesempatan sedikit." ujar Kim menanggapi pertanyaan lelaki berkaos biru itunya, yang tentu nya membuat lelaki berkaos biru itu melihat kearah nya.

Kim sangat tahu maksud tatapan itu, yang berarti ia harus menyakinkan nya. "lagi pula resort ini bukankah terlihat lumayan bagus?" lanjut Kim mulai sedikit asal, dia sendiri bahkan tidak yakin dengan jawaban yang ia berikan, di lain waktu dia mungkin akan berpikir dua kali sebelum memberi jawaban, namun saat ini tubuh nya benar-benar tidak nyaman, tiba-tiba tubuh nya terasa sangat panas hingga ia merasa ingin melepas seluruh pakaiannya.

"tuan muda seperti nya ada masalah dengan minuman tadi." tutur Kim setelah menyadari ada hal yang tidak beres, sembari melihat kearah lelaki berkaos biru yang tadi sedang berdiri di sebelah nya, namun lelaki berkaos biru itu kini sudah tak lagi berdiri disebelahnya, lelaki itu sedang berjalan kesana kemari, dengan tubuh gelisah seperti sedang mencari sesuatu.

Reaksi minuman itu memang sungguh kuat, Kim saja yang hanya minuman seperempat sudah kewalahan mengendalikan diri, apa lagi dia yang minum lebih banyak dari Kim. "sedang dimana dia?" lelaki itu bertanya pada Kim dengan suara berat setelah membuat ruangan disekitarnya berantakan, namun tetap tidak menemukan apa yang ia cari.

Tubuhnya bahkan sudah lelah terus berusaha mengendalikan serigala lapar didalam dirinya, yang sejak tadi terus meraung meronta-ronta ingin mencari mangsa, untuk memuaskan dahaga.

"sudah meninggalkan tempat keramaian, dan mungkin akan menuju ketempat parkir." jawab Kim seolah tahu siapa yang sedang di cari oleh lelaki itu. mendengar jawaban kim, lelaki yang tadinya sudah tidak bertenaga itu kembali berdiri "aku akan menyelesaikan masalah ku, kau juga harus menyelesaikan masalah mu." ujar lelaki berkaos biru itu sebelum pergi meninggalkan Kim sendirian di dalam kamar 009.

Namun sebelum pergi! "tolong kirimkan seorang petugas kebersihan perempuan ke kamar 009, aku ingin kamar itu bersih dalam lima belas menit dimulai dari sekarang." perintah lelaki berkaos biru itu saat bertemu dengan seorang petugas kebersihan yang kebetulan perempuan, sembari meletakkan beberapa lembar pecahan uang seratus dolar didepan perempuan tersebut, lalu berlalu pergi begitu saja dengan sedikit seringai kecil disudut bibir nya, setelah ia melihat perempuan itu masukan uang tersebut kedalam sakunya.

Tentu saja hanya sesama serigala lah yang paling tahu apa yang mereka butuhkan disaat lapar.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!