Nathan menjadi duda setelah menikah untuk ke dua puluh kalinya. Semuanya berakhir di saat malam pertamanya. Dia tak bisa melakukan kewajibannya pada istrinya hingga membuatnya mendadak untuk kesekian kalinya.
Jovita seorang gadis yang menikah dengan Deon karena suatu perjodohan dan tanpa ikatan cinta di antara mereka. Di malam pertamanya setelah menikah, Deon bersama wanita lain untuk menghabiskan malamnya.
Karena sering diabaikan oleh Deon, Jovita akhirnya mencari kesenangan sendiri. Secara tak sengaja dia bertemu dengan Nathan.
Awalnya hubungan mereka hanya teman biasa. Namun Nathan menaruh rasa pada Jovita yang mempunyai paras mirip seperti Cinta Pertamanya yang telah meninggal.
Bagaimanakah kelanjutan kisah cinta mereka? Apakah mereka bisa bersatu atau hanya sekedar menjadi teman saja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 2 Malam Pertama
Sementara Nathan sedari tadi berada di dapur, duduk dengan kopinya yang sudah dingin dan tetap belum ia sentuh sama sekali.
“Aku sudah lama duduk di sini rupanya.” Nathan terkejut saat melihat jam dinding yang tergantung di depannya yang menunjukkan sudah pukul 22.00 lewat. “Baju ini terasa gerah dan aku harus segera menggantinya karena tidak nyaman.” melihat setelan jas pengantin berwarna putih yang masih dipakainya.
Ia pun kemudian berdiri dan masuk ke kamarnya untuk ganti baju.
“Nathan....” panggil Risty saat melihat suaminya masuk ke kamar. “Aku lupa jika sekarang aku sudah punya istri dan dia akan tidur di kamar ini bersamaku.” Nathan tertegun melihat Risty dan berdiri mematung setelah menuntut pintu kamarnya.
Glek
Nathan menelan ludah saat melihat Risty sudah berganti baju dan kini memakai lingerie seksi berwarna hitam yang menggoda memperlihatkan seluruh lekuk tubuh seksi Risty.
“Nathan... kau tidak ganti baju ?” Risty menatap baju pengantin yang masih melekat di tubuh suaminya. “Ya aku memang mau ganti.” jawabnya datar kemudian kembali berjalan menuju ke lemari pakaiannya.
Risty tiba-tiba berdiri dan menghampiri Nathan.
“Biar aku bantu melepas bajumu.” Risty menyentuh dada Nathan. Tanpa menunggu jawaban dari pria itu ia segera membuka kancing baju suaminya satu per satu. “Oh...” Nathan hanya memejamkan mata saat wanita itu melepas celananya.
“Oh My God...” Nathan merasa darah di sekujur tubuhnya mulai memanas dan membara saat Risty memeluk dirinya erat-erat dan menekan bagian tubuhnya yang menonjol ke dada Nathan.
Deg
Degup jantung Nathan semakin keras saat Risty menyentuh bibirnya. Tentu saja dia adalah lelaki normal, dan jiwa kelelakian nya bangkit seketika. Ia pun tergoda untuk mencicipi hidangan di depannya.
“Hmm...” Nathan mencium bibir Risty dan wanita itu menyambut ciumannya. Entah siapa yang memulai duluan, kini lingerie yang di pakai Risty sudah ada di lantai.
Ia menarik Nathan ke tempat tidur bersamanya.
“Sayang...” Risty mengusap dada Nathan dengan lembutnya berada di atas tubuhnya dan mengalungkan tangannya ke leher pria itu.
Namun suatu keanehan terjadi begitu saja. Di saat Nathan ingin menunaikan kewajibannya sebagai suami dan memberikan nafkah batin pada Risty.
“Kenapa bisa begini ?” Nathan berhenti karena bagian tubuh tersensitifnya sama sekali tidak bereaksi meskipun ia ingin sekali melakukannya. “Nathan...” Risty menarik pria itu kembali ke tempat tidur.
Ia bahkan memegang dan memainkan area sensitif Nathan namun tetap saja sama sekali tak ada reaksi.
“Maaf Risty... sepertinya aku lelah setelah acara resepsi pernikahan tadi.” Nathan segera bangkit dari tempat tidur dan mengambil baju ganti di lemari.
“Oh... apa yang terjadi ? Bagaimana dengan malam pertamaku yang sudah ku nanti-nanti ?” Risty terlihat sangat kecewa sekali. Hingga ia pun segera menutupi tubuhnya yang polos dengan selimut merah yang ada di tempat tidur.
“Risty kau tidurlah duluan, aku mau bikin kopi dulu.” ucap Nathan beralasan agar bisa pergi dari kamarnya. “Ya...” hanya itu jawaban yang bisa diberikan oleh Risty padanya sambil menggigit bibirnya.
“klak.” Nathan keluar dari kamar dan menutup pintu kemudian masuk ke dapur. Di sana ia hanya duduk dan tak membikin kopi karena kopinya tadi saja masih belum ia minum.
“huft...” Nathan menghabiskan waktunya di sana dengan menghisap rokok untuk menenangkan pikirannya yang saat ini sedang terjadi perang batin karena ia melihat sosok Qiana saat akan menyentuh Risty.
Dua jam berlalu dan ia sudah menghabiskan satu pak rokok. Karena tak ada rokok yang tersisa lagi maka ia pun kembali masuk ke kamar.
“Untunglah dia sudah tidur.” Nathan mendapati Risty yang sudah tidur. “Aku sebaiknya tidak tidur di sini.” mengambil bantal kemudian keluar dari kamar dan tidur di sofa yang ada di ruang tengah.