Aluna tidak pernah menyangka—surat cinta iseng yang ia selipkan di loker Bintang, kapten basket sekolah, justru dibalas.
Dari sekadar pengagum, ia berubah menjadi seseorang yang berdiri di sisi lelaki itu.
Tapi kebahagiaan itu tidak pernah sederhana.
Saat seseorang masuk di antara mereka, Aluna dihadapkan pada pilihan yang perlahan menghancurkan dirinya sendiri.
Bertahan… atau melepaskan?
Karena tanpa ia sadari, cinta yang ia perjuangkan justru mengubahnya menjadi seseorang yang tidak lagi ia kenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.Lioré, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PROLOG.
...oOOo...
Mencintaimu ... aku pernah ragu.
Aku pernah takut.
Dan aku pernah sepenuhnya percaya.
Kesempurnaan yang terlihat berhasil mengelabuiku dari sisi yang coba kamu sembunyikan. Membuatku jatuh perlahan-lahan dalam kebahagiaan semu yang ternyata kubangun sendiri karena terlalu bersemangat.
Dari kedua matamu yang memancarkan ketulusan, aku akhirnya pasrah dan memutuskan bahwa kamu adalah tempat yang tepat untuk pulang.
Namun sayang ..., kisah indah kita harus terpaksa berakhir.
"Terima kasih untuk semuanya."
Bersama dinginnya angin malam yang masuk dari jendela kamar yang terbuka, suaramu yang lirih terngiang di telinga. Seolah nyata, persis seperti malam terakhir kita pergi berdua.
Memutar badan dan berhenti tepat di depan cermin, pantulan di sana lagi-lagi tersenyum getir—seolah aku bukan lagi diriku sendiri.
Momen-momen indah saat kita bersama dengan lancang menyapa ingatan. Seolah mengejek dan menertawaiku karena keputusan yang sudah dibuat.
"Bodoh!"
Begitu kata mereka yang selalu berhasil membuat nyeri ulu hati.
Andai saja aku tahu bahwa akhir itu dapat melahirkanmu kembali dalam sosok yang lain, aku tidak ingin memiliki rasa kagum lalu berharap memilikimu. Atau bahkan untuk mengenal namamu saja aku tidak mau.
Jujur ... aku sangat menyesal sebab telah menjadi monster yang membuatku tidak bisa mengenalimu lagi.
..."Kami saling mencintai, hanya saja tidak dengan diri kami yang utuh."...
...oOOo...