NovelToon NovelToon
Dalam Dekapan Istri Muda

Dalam Dekapan Istri Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: ratu_halu

Elizabeth Zamora atau yang biasa di panggil dengan Liz telah terjebak dalam pernikahan kontrak yang membawa dia pada titik terendah dalam hidupnya.

Akankah Liz bisa melalui takdir yang telah digariskan semesta untuknya ??

Happy Reading 💜
Enjoy 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

"Menikahlah dengan suamiku. Aku akan membayar semua biaya pengobatan Ibumu sampai dia sembuh!"

Duarrr!

Wajah Liz berubah. Kaget. Bingung. Tidak percaya.

Bagai disambar petir disiang bolong, Elizabeth menatap Yurike dengan tatapan tak percaya. Yurike, dia sahabatnya tapi dengan entengnya dia meminta Liz untuk menjadi madu sendiri.

"Kau gila! Kau benar-benar sudah gila, Yuri!" Liz menggeleng cepat, dia berusaha untuk menjaga emosi yang hampir meledak.

Dia sedang di hadapkan oleh dua sisi yang sama-sama memaksanya masuk ke dalam jurang penuh ranjau.

Satu sisinya, Liz harus mendapatkan uang besar untuk operasi kanker sang Ibu yang kini terbaring lemah di ruang perawatan sebuah rumah sakit ternama.

Di sisi lain, sahabat yang diharapkan menjadi penolong nya justru sengaja memanfaatkan keadaan.

Liz bukan tidak tau bagaimana kondisi pernikahan Yurike dengan Tama suaminya. Yurike mencintai Tama, begitu juga dengan Tama. Tapi Yurike yang memiliki sifat ambisius dan dominan yang sering kali mengabaikan tugasnya sebagai seorang istri. Ditambah lagi Yurike yang tidak mau meninggalkan pekerjaannya sebagai seorang Business Woman.

Tapi yang tidak Liz ketahui sampai detik ini adalah kenyataan bahwa Yurike telah mendua selama tiga tahun usia pernikahannya. Ya. Wanita itu memiliki pria idaman lain. Yurike berselingkuh tanpa sepengetahuan Liz, sebagai sahabat baiknya sendiri.

"Tapi saat ini kau sedang butuh uang kan, Liz ?"

Liz merasa lidahnya kelu. Perih luar biasa, lebih menyakitkan dari pada sebuah pukulan.

"Liz, tolonglah. Bantu aku. Lagi pula tidak ada yang dirugikan. Kau mendapatkan uang untuk pengobatan kanker Ibu mu, dan aku.... mendapatkan anak dari mu. Aku janji Liz, aku akan menjaga anak mu seperti anak ku sendiri. Menikahlah dengan Mas Tama. Dia sangat menginginkan hadirnya seorang anak."

Liz geleng-geleng kepala, lagi. Ini ide gila. Dia memang membutuhkan banyak uang untuk biaya operasi, tapi tidak dengan menjual rahim nya juga. Liz tidak pernah membayangkan tidur dengan suami dari sahabatnya sendiri. Lalu kemudian berakhir sebagai seorang Janda.

"Tidak, Yuri! Aku tidak bisa dan aku tidak mau! Bagaimana kalau kelak aku jatuh cinta pada suamimu karena seringnya kami menghabiskan waktu bersama, huh ?! Bagaimana kalau suami mu merasakan hal yang sama juga dengan ku ?! Apa tidak rusak hubungan kita sebagai sahabat ?"

Yurike mendadak diam. Namun logika nya cepat bekerja, "Tidak!" Dia menggeleng mencoba mengusir perasaan khawatir yang sempat terbersit tiba-tiba. "Aku tidak yakin hatimu akan luluh pada sikap Mas Tama yang dingin dan arogan. Kau tidak mungkin jatuh cinta pada suamiku, Liz. Dia bukan tipe mu. Lagi pula kau baru pacaran dua kali kan, kau itu sangat pilih-pilih, Liz. Aku tau kamu."

"Dan suami ku.....dia sangat mencintai ku, Liz. Tidak mungkin dia berpaling dariku karena hadirnya kamu yang hanya sementara saja. Kami sudah mengenal hampir lima tahun. Aku tau bagaimana luar dalamnya karakter suami ku." Jawab Yurike panjang lebar. Namun dari nada bicaranya terdengar ada keraguan yang coba dia yakinkan sendiri.

"Tidak! Tetap tidak! Aku tidak mau persahabatan kita hancur. Kau cari saja wanita yang bersedia menjadi madu mu dan aku pun akan mencari solusiku sendiri!" Liz bangkit, meninggalkan cafe tanpa menunggu jawaban Yurike lagi. Yurike menatap kepergian Liz dengan sedikit emosi.

Sebenarnya Liz mengajak Yurike bertemu di cafe hanya untuk curhat masalah finansial yang sedang dia hadapi. Bukan minta solusi. Apalagi solusi gila seperti itu. Jelas Liz menolak mentah-mentah.

Dari cafe Liz langsung kembali ke rumah sakit. Dia masuk ke kamar rawat Ibu nya dengan wajah yang ceria seolah sedang tidak memiliki masalah apapun.

"Nak, sudah pulang ?" Tanya Nira-Ibunya.

"Sudah, Bu." Liz meletakkan tas bahunya di atas nakas yang disediakan. "Ibu sudah makan ?" Tanya Liz pada Ibunya yang kini mulai kuyu.

"Sudah, nak. Sebaiknya malam ini kamu pulang saja. Istirahat dirumah. Kamu kan harus kerja, tidurmu juga harus cukup."

Liz menggeleng sambil tersenyum, "Nggak, bu. Kalau bukan Liz yang jagain Ibu, siapa lagi ?!"

Ibu terdiam. Mereka memang hidup hanya berdua. Sejak Pak Wiro-Ayahnya memutuskan menikah lagi dan hidup dengan istri serta keluarga barunya, Liz dan Ibunya hanya tinggal berdua saja. Itu sudah lama sekali, sejak Liz duduk di bangku SMA. Dan sampai detik ini pun Liz tidak tau bagaimana kabar Ayahnya. Bahkan masih hidup atau sudah mati pun rasanya Liz sudah tidak perduli lagi.

"Sudah Ibu istirahat saja, ya. Liz mau mandi dulu." Liz membawa handuknya ke kamar mandi. Beruntung Liz masih mampu memberikan fasilitas ruang perawatan kelas satu, jadi Ibunya tidak harus berbagi ruangan dengan pasien lain. Itu hasil dari kerja kerasnya.

Liz bekerja di salah satu perusahaan digital sebagai seorang sekretaris. Gadis itu sudah bekerja disana selama lebih dari empat tahun. Itu mengapa perusahaan tempat Liz bekerja rela menanggung biaya ruang perawatan selama ibu nya dirawat dirumah sakit. Namun tidak dengan biaya operasi-nya.

Liz mandi dibawah guyuran shower, setiap hari Liz selalu menangis disana. Liz menumpahkan semua bebannya lewat air mata tapi tidak pernah sekalipun Liz menangis didepan Ibu.

Setelah mandi dan memastikan wajahnya ceria lagi, Liz keluar dari kamar mandi.

"Liz, tadi hape kamu bunyi terus. Ibu mau angkat, tapi nggak kuat bangun."

"Oh,iya. Bu. Sebentar Liz pake baju dulu, nanti Liz cek." Gegas Liz memakai piyama tidurnya. Ruang perawatan Ibunya sudah seperti rumah kedua. Semua keperluan Liz dan Ibu Nira ada disana.

Setelah memakai baju, Liz mengambil ponsel yang tengah di isi daya di atas nakas.

"Siapa yang nelpon, Liz ?" tanya Ibu jadi penasaran karena melihat raut wajah Liz yang berubah.

"Oh.ehm..bukan siapa-siapa, bu." Jawab Liz berusaha menutupi kegugupannya.

"Bu, Liz keluar sebentar ya, mau beli pembalut ke mini market di bawah." Liz menyambar kardigan nya beserta dompet kecil sebelum pergi. Berharap Ibunya tidak curiga.

Di sepanjang koridor rumah sakit, jantung Liz berdegup tak karuan. Dia membuka ponsel membaca pesan yang sama berulang kali. Pesan yang dikirim Yurike ketika dia mandi.

Yurike : 'Liz, aku dan Mas Tama di kantin rumah sakit. Tolong turun sebentar, kami ingin bicara.'

Ternyata Yurike sudah merencanakan ini semua sebelumnya, karena tidak mungkin secepat ini suaminya itu tau dan setuju jika baru direncanakan tadi sore saat mereka bertemu di cafe.

Liz memang tidak mengenal Tama secara personal. Sebagai sahabat Liz tau batasannya. Sudah banyak contoh, sahabat merebut suami sahabatnya sendiri. Entah bagaimana cara menyebutkannya, tapi yang jelas Liz tidak ingin jadi bagian dari 'kelompok' itu.

Sampai di kantin, suasana tak seramai di siang hari. Disana dapat Liz lihat dengan jelas sosok Yurike duduk bersebelahan dengan suami nya. Tapi anehnya mereka terlihat canggung. Tama sibuk dengan ponselnya sementara Liz juga sibuk menoleh kiri dan kanan, sepertinya mencari keberadaan seseorang.

"Liz,"

Benar saja, Yurike langsung melambaikan tangan ketika melihat keberadaan Liz.

Liz menarik nafas panjang, sepanjang koridor tadi Liz berusaha keras merangkai kata penolakan kalau-kalau Yurike menawarkan ide gila nya lagi.

"Sudah lama ?" tanya Liz basa-basi-busuk sambil menarik kursi lalu duduk di hadapan Yurike dan Tama.

"Ehm, nggak kok. Oh ya, mau minum apa, biar aku pesankan." kata Yurike menawarkan.

Liz menggeleng, "Nggak usah, makasih. Oh iya, ngomong-ngomong ada apa kalian malam-malam datang kesini ?" Liz pura-pura tidak tau, sesekali dia melirik ke arah Tama yang terlihat dingin dan datar.

"Ekhem." Yurike menyenggol lengan Tama, membuat Tama terpaksa menegakkan duduknya sambil meletakkan ponsel di atas meja.

"Kamu Liz, kan ? Kenalkan, aku Tama." Tama langsung mengenalkan diri, padahal mereka sudah saling kenal tapi memang tidak pernah berkenalan secara resmi.

"Aku sudah tau. Kita pernah bertemu di pesta pernikahan kalian tiga tahun lalu." Jawab Liz tak kalah dingin. Liz selalu bisa menempatkan dengan siapa dia bicara. Baginya dia tidak perlu beramah-tamah pada orang yang tidak bisa menghargai satu sama lain.

"Bagus kalau kau masih ingat. Kalau begitu langsung saja. Yurike sudah memberitahu padamu kan tentang rencana nya ? Jika kau setuju, besok orang ku akan menemuimu untuk tanda tangan surat perjanjian."

1
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
Fitria Syafei
hadeh Yurike kudu diapain yaa 🤨 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
waduh kasihan Liz KK 🙄 KK cantik kereen 😘 kereen 😘
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
asyik..asyik.. mereka mau bersatu ... 🫠 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 🥰
Fitria Syafei
semoga mereka selalu bersama dan bersatu 🤲 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
nahloo Yurike...senjata makan tuan ...🙄 KK cantik mantaf 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍 kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
kasihan kau Liz 🥺 KK cantik kereen 😘 kereen 😘
Fitria Syafei
yang sabar yaa Liz 🥺 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
waduh ngancem nya... jahat juga yaa ..kaya rentenir 😜 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
mungkin kah mereka bersatu 😔 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
hadeh Yurike Yee kalau ngomong nyakitin orang 😡 kk cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
aneh yaa mereka 🙄 KK cantik pinisirin 😘
Fitria Syafei
semangat KK cantik 😘 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
waduh KK mungkinkah mereka bersatu 🙄 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😘 kereen 😘 terimakasih 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!