NovelToon NovelToon
GAYATRI S2 Mencintainya Hingga Akhir

GAYATRI S2 Mencintainya Hingga Akhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Selama 25 tahun, Rashaka Nareswara setia menjaga cintanya. Ia tetap bertahan, dan berharap pada satu nama yang tak pernah berubah di hatinya. Hingga akhirnya, penantian panjang itu berbuah manis.

Ia berhasil mempersunting wanita yang ia cintai sejak dulu, memulai kehidupan rumah tangga yang tampak sempurna.
Namun, kebahagiaan itu tak pernah benar-benar utuh. Di balik senyum sang istri, tersimpan bayang-bayang masa lalu yang belum selesai. Masalah demi masalah yang perlahan meretakkan kehangatan yang mereka bangun.

Akankah cinta yang bertahan selama seperempat abad itu mampu melawan luka yang belum sembuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GAYATRI S2 — BAB 01

“Sah.”

Satu kata itu menggema ke penjuru ruangan, tegas dan tak terbantahkan, seolah mengunci takdir dua orang yang telah berjalan begitu jauh untuk sampai di titik ini.

Sejenak, ruangan menjadi momen hening yang sarat makna sebelum akhirnya pecah oleh riuh tepuk tangan. Senyum merekah di wajah para tamu, ucapan selamat saling bersahutan, dan kilatan kamera memenuhi udara, mengabadikan momen sakral yang tak akan terulang. 

Semua orang langsung berdiri, memberikan penghormatan pada pasangan yang kini telah resmi terikat dalam satu ikatan suci yang sama.

Shaka menarik napas dalam, melepas ketegangan yang sebelumnya ia rasakan. Pernikahan ini, bukan hanya prosesi baginya, tetapi juga penantian panjang yang telah ia jalani selama dua puluh lima tahun. 

Perlahan, ia menoleh ke samping. Tangannya bergerak, meraih tangan Gayatri dengan hati-hati, seolah wanita itu adalah sesuatu yang terlalu berharga untuk disentuh sembarangan.

“Sekarang kau benar-benar menjadi milikku seutuhnya,” bisik Shaka pelan, cukup hanya untuk sampai ke telinga Gayatri.

Gayatri balas menatapnya dengan kebahagiaan yang sama. Beberapa detik berlalu dalam diam yang tipis namun terasa panjang. Lalu, sebuah senyum terukir di bibirnya, indah, sempurna, seperti yang diharapkan semua orang.

“Ya, akhirnya hari ini tiba juga,” jawabnya singkat, balas menggenggam tangan Shaka yang terasa hangat.

Musik kembali mengalun, kali ini lebih ringan, mengiringi langkah Shaka dan Gayatri yang berjalan berdampingan menyusuri lorong utama gedung. Tangan mereka masih saling menggenggam, seolah menjadi pusat perhatian dari setiap pasang mata yang hadir.

Mereka tampak sempurna di mata publik, pasangan yang selama ini hanya menjadi cerita, kini berdiri nyata di hadapan semua orang bak sebuah keajaiban di negeri dongeng.

“Kuucapkan selamat kepadamu, Tuan Shaka,” ujar salah satu tamu, seorang pria berjas mahal dengan senyum penuh arti sambil menyalami tangan Shaka.

Shaka mengangguk sopan. “Terima kasih sudah datang.”

Gayatri di sampingnya ikut tersenyum, sedikit menunduk anggun saat menerima ucapan demi ucapan yang tak henti mengalir. Dari rekan bisnis, relasi pekerjaan, hingga tokoh-tokoh penting yang namanya sering menghiasi halaman depan media, semuanya hadir dan turut memberikan ucapan selamat.

“Kau terlihat luar biasa hari ini,” puji seorang wanita paruh baya dengan nada tulus.

“Terima kasih,” jawab Gayatri lembut.

Shaka sesekali melirik ke arah istrinya itu. Ia memperhatikan bagaimana Gayatri memainkan perannya dengan begitu sempurna, senyum yang tepat, tutur kata yang halus, gestur yang elegan. Tidak ada celah maupun kesalahan. 

Mereka terus berjalan, berhenti sejenak di beberapa titik untuk menyapa tamu-tamu penting dan juga keluarga yang hadir. Tawa kecil terdengar di antara percakapan singkat, kilatan kamera kembali menyala saat mereka berdiri berdampingan, terlihat begitu serasi.

“Selamat aku ucapkan kepadamu, Bu Besan.” Nayana menyalami Gayatri dan Shaka dengan sopan dan ramah. “Aku turut berbahagia untuk kalian berdua.” 

Gayatri tersenyum tipis. “Terima kasih sudah datang. Di mana Shakira dan Keenan?” tanyanya setengah berbisik.

Nayana kemudian menoleh ke belakang, melihat Keenan dan Shakira yang berjalan berdampingan. “Itu mereka.” 

Gayatri tersenyum lebar saat melihat putra pertama dan menantunya datang. Ia langsung memeluk Shakira dengan hangat sementara Keenan tersenyum lebar, merasa senang dengan pernikahan sang ibu.

Keenan lalu berpaling kepada Shaka, ayah sambungnya. Ia lalu sengaja berdiri di samping ayah sambungnya karena tahu banyak kamera yang tertuju kepada mereka. Keenan ingin memanfaatkan hal itu untuk menunjukkan dirinya kepada media secara tak langsung.

“Aku akan menemui mereka sebentar,” bisik Shaka pada Gayatri dan menunjuk sekumpulan pria yang merupakan teman Shaka.

Pria itu kemudian berjalan lurus, berniat menyapa teman-teman lamanya, namun langkahnya justru terhenti saat berpapasan dengan Mahesa yang juga menghadiri acara pernikahannya.

“Selamat untukmu,” kata Mahesa, sopan. “Kau akhirnya mendapatkan cinta sejatimu. Kuharap kau akan menjaganya dengan baik.”

Shaka menoleh, menatap Mahesa datar. “Tanpa perlu kau minta, aku pasti akan menjaga apa yang menjadi milikku dengan baik. Aku tak akan pernah menyia-nyiakan wanita sepertinya,” katanya setengah menyindir lalu pergi begitu saja tanpa menoleh pada Mahesa lagi.

Mahesa berdiri diam di sana, ada sesal yang membayangi matanya. Namun, semuanya sudah terlambat. Ia baru menyadari bahwa ia pria paling malang karena sudah menyia-nyiakan istri yang setia dan pengertian seperti Gayatri.

“Kau sudah mengucapkan selamat kepadanya?” 

Suara Nadya menyentaknya. Perempuan itu berdiri sambil memegang segelas soda. 

“Sudah,” jawab Mahesa singkat. “Jika kau sudah mengucapkan selamat, ayo kita pulang. Aku sudah merasa lelah di sini.”

Nadya mengernyit, “Aneh sekali, padahal sebelumnya dia yang begitu semangat untuk datang.” 

•••

Malam telah larut ketika akhirnya semua rangkaian acara selesai. Lampu-lampu gedung mulai redup, para tamu satu per satu mulai berpamitan, dan keramaian perlahan berubah menjadi keheningan yang terasa melelahkan.

Di dalam mobil yang membawa mereka menuju rumah baru mereka, suasana terasa jauh lebih tenang. Tidak ada lagi tepuk tangan, kilat cahaya kamera maupun tatapan orang-orang. Hanya tinggal mereka berdua.

Shaka menyandarkan punggungnya, menghela napas panjang. “Akhirnya selesai juga,” gumamnya pelan, ada kelegaan yang tak bisa disembunyikan dalam suaranya.

Gayatri menoleh, menatapnya sekilas. “Kau pasti merasa lelah. Setelah sampai di rumah, aku akan memijat bahumu dan memberimu balsam.”

Shaka terkekeh pelan. “ Memang sangat melelahkan, tapi jika harus mengulang hari ini lagi, aku tetap akan melakukannya.”

Gayatri tidak langsung menjawab. Ia menatap ke luar jendela mobil, sebelum akhirnya bibirnya kembali melengkung tipis. 

Mobil mereka akhirnya berhenti di depan gerbang rumah baru mereka yang Shaka beli satu bulan yang lalu sebagai hadiah untuk Gayatri.

Begitu pintu gerbang terbuka, suasana sunyi menyambut mereka, kontras dengan hiruk pikuk yang baru saja mereka tinggalkan. 

Shaka membantu Gayatri untuk turun dengan memegangi lengannya. “Hati-hati,” katanya seraya membantu sang istri.

Tanpa melepaskan genggaman tangannya, Shaka mengajak Gayatri untuk masuk ke rumah baru mereka. Mereka melewati ruang tamu, menaiki tangga dan langsung menuju kamar pengantin mereka.

Begitu pintu kamar tertutup, dunia seolah benar-benar berhenti. Gayatri melepaskan sepatu heels-nya lebih dulu, menghela napas pelan, lalu berjalan ke dalam kamar dengan langkah yang sedikit lebih santai. 

Gaun pengantinnya masih membungkus tubuhnya, namun kini tanpa sorot lampu dan tatapan banyak orang. Sementara Shaka memperhatikannya dari belakang, senyum kecil tersungging di wajahnya.

“Hari ini, adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupku,” ucapnya seraya memeluk Gayatri dari belakang.

Gayatri berhenti melangkah, tangannya bergerak mengusap lengan Shaka yang melingkari pinggangnya. Gayatri merasa bahwa ini bukanlah pernikahan keduanya, tetapi pernikahan pertama yang terasa bagai mimpi.

“Aku merasa seperti di alam mimpi,” sahutnya pelan. “Aku tidak pernah menduga bahwa takdir akan membawaku sejauh ini.”

“Terima kasih sudah memilihku,” ucap Shaka lembut dan penuh ketulusan. Tangannya bergerak lebih erat memeluk Gayatri, seolah enggan melepas perempuan yang sudah ia tunggu selama 25 tahun itu.

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
tentu saja 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Awas kamu Keenan 😤
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
Bringsiiiikkkkk
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh😣
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
diturutin ihh sama othor..
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
lah baru ditanyain.. pas celingkuh gak inget kalo manusia tuh bisa sakit bs mati.. ckckck
🌸sakura🌸
keenan mau ta enaknya saja tp g berani bertanggung jawab padahal shakira sdh bela belain buat nikah sama kami, klo smpe keguguran, pisah saja shakira, krn keenan g pantas jd seorang suami maupun seorang ayah. BANCI
matchaa_ci
apa aku harus seperti gayatri dulu menunggu 25 tahun untuk bertemu dng orng yg benar² menghargai
aurora
semangatttt💪💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
kau bahkan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
makanya banyak belajar Keenan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dasar kau 😤
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
gugur aja sekalian.. toh keenan udah selingkuh,main celup sana sini, garelaaa akuuu ooiii
HK: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kaluna jadi sombong 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kaluna
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Jujur saja Luna🤭
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
semua akan tetap berjalan tanpamu gayatri.. jgn merasa paling penting
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kaluna
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!