Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman
Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.
Ding!
[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]
[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]
[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]
Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!
Selama tujuh tahun, Zahira Narapati mengorbankan karier dan mimpinya demi mendampingi Deris Adikara membangun usaha. Namun, saat kesuksesan akhirnya diraih, Deris justru menceraikannya karena menganggap Zahira tak lagi sejalan dengan kehidupannya dan memilih wanita lain.
Semua orang mengira perceraian itu akan menghancurkan Zahira. Nyatanya, ia bangkit dari nol, membangun kembali kariernya hingga menjadi perempuan sukses yang berdiri di atas kakinya sendiri.
Dalam perjalanan itu, Zahira bertemu Revan Wiranata, pria yang menghargai kesetiaan dan memberinya kebahagiaan baru. Ketika Deris menyesali keputusannya dan ingin kembali, Zahira memilih melangkah bersama seseorang yang benar-benar menghargainya. Sebab, setiap luka bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.
Pendekar Tanpa Nama
menceritakan seorang pemuda bernama Erlang mencari keadilan dan menuntut balas dendam, dan menemukan cinta sejatinya.
LE DERNIER MOT DU SILENCE (Kata Terakhir dalam Keheningan)
Di Paris, hujan tidak pernah jatuh sebagai air; ia jatuh sebagai ingatan. Pada musim gugur tahun 1928, saat udara membusuk di sepanjang Sungai Seine dan lampu-lampu gas berkedip seolah kehabisan napas
0
2
KODE AWAN UNTUK RAGA YANG LEMAH
Eps 1 : "Lelaki Yang Terlalu Cepat" Langit Jakarta pukul enam sore begitu murung. Awan mendung menggantung rendah, seolah menahan tangis. Di tengah hiruk-pikuk stasiun kereta, seorang lelaki berdiri
1
1
"SUARA RUH YANG TAK PERNAH MATI"
Aku tidak pernah percaya pada keajaiban sampai malam ketika jemariku menyentuh tulang-belulang yang masih bergetar. Namaku Fariz. Usiaku tiga puluh lima tahun, dan aku adalah arkeolog yang paling dib
1
1
"SEBELUM AWAN MENANGIS UNTUK TERAKHIR KALINYA"
Di sudut ruang rawat inap rumah sakit kelas tiga, tempat bau antiseptik bercampur dengan bau keringat dan harapan yang mulai pudar, seorang lelaki tua terbaring dengan tubuh kurus yang tinggal tulang.
1
1